ทวีตที่ปักหมุด
Lukman Simandjuntak
22.6K posts

Lukman Simandjuntak
@hipohan
When exposing a crime is treated as commiting a crime, you are being ruled by criminals (Snowden)
เข้าร่วม Aralık 2010
3.9K กำลังติดตาม33.6K ผู้ติดตาม

@hipohan Jadi makin jelas mereka menciptakan superhero untuk menutupi kenyataan dilapangan yah...
Indonesia
Lukman Simandjuntak รีทวีตแล้ว

Seorang pria Arab sedang duduk di sebuah restoran mewah di Dubai sambil menikmati makan siang, ketika seorang pria tunawisma yang berantakan masuk dan duduk di sebelahnya.
Pria itu berkata, "Saya punya korek api emas. Anda pasti ingin membelinya, tapi saya harus memperingatkan Anda, harganya satu juta dolar."
Si pria Arab tertawa dan berkata, "Apakah kamu sudah gila, orang tua? Satu juta dolar? Korek itu bahkan tidak berharga satu dolar pun!"
Pria tunawisma itu dengan tenang memantik korek emas tersebut. Tiba-tiba, sesosok jin muncul dan berkata, "Tuan, apa yang Anda inginkan?"
Seluruh restoran menjadi hening saat pria itu berkata kepada si jin, "Bawakan aku secangkir teh dengan gula."
Si jin bertepuk tangan dan—poof!—dengan kilatan api, segelas teh muncul di atas nampan lengkap dengan gula dan sendok.
Pria Arab itu mengucek matanya, terpana dengan apa yang baru saja ia lihat. Tanpa ragu, ia menyambar korek tersebut dan menuliskan cek senilai satu juta dolar untuk pria itu.
"Tunggu dulu," kata si tunawisma. "Bagaimana aku tahu cek ini asli?"
Maka mereka berdua pergi ke bank si pria Arab dan mencairkan cek tersebut. Setelah uangnya dikonfirmasi, mereka berjabat tangan dan berpisah.
Pria Arab itu bergegas pulang ke istananya dengan penuh semangat.
Sambil duduk di meja besarnya, ia memantik korek emas tersebut. Benar saja, si jin muncul lagi.
"Tuan, apa yang Anda inginkan?"
Pria Arab itu tersenyum dan berkata, "Pertama, aku ingin satu juta dolar yang aku bayarkan untukmu kembali. Lalu aku ingin super yacht baru, jet pribadi sendiri, Rolls Royce terbaru di garasiku, dan kubah besi (iron-dome) yang sempurna untuk melindungi semuanya dari rudal Iran."
Si jin tampak malu dan berkata, "Saya mohon maaf sekali, Tuan. Saya hanya bisa menyajikan teh atau kopi. Apakah Anda ingin pakai gula?"
Inilah yang telah dilakukan Amerika terhadap sekutu-sekutu mereka di Teluk.
Copas ☺

Indonesia





















