lala

6.8K posts

lala banner
lala

lala

@imchaerii

— love #seventeen #enhypen #tws #astro ⋆˚₊ ⊹ ♡

เข้าร่วม Ocak 2022
623 กำลังติดตาม405 ผู้ติดตาม
ทวีตที่ปักหมุด
lala
lala@imchaerii·
WTS BAJU PRELOVED dari kemeja, kaos, jeans, rok, dress, outer dll ada semuaa - all baju pribadi - bisa co 🍊 by req - dom jatim - harga dan ukuran ada di foto yg mau nanya" atau butuh foto detailnya boleh dm atau langsung wa di bio yaa #wts #preloved #zonauang #zonajajan
Indonesia
2
1
0
929
lala รีทวีตแล้ว
🥀
🥀@boxxtoc·
18:00 kondisi terkini di depan gedung DPR RI Indonesia gelap beneran, mahasiswa sudah demo dimana mana, tapi belum ada tanggapan pemerintah selain demo tandingan, rakyat vs rakyat PRABOWO PEMIMPIN KOCAKKK
Indonesia
240
6.9K
18.3K
186.8K
lala รีทวีตแล้ว
Joe
Joe@2187321A·
@Hidupsebagai62 lah kan mbg dari pajak kita dipikir pemerintah baik kali pemerintah itu picik, dia bikin program seolah olah mereka adalah pahlawan, memberik makan gratis, padahal yang bayar rakyatnya. coba aja kalo rakyat gak bayar pajak, bisa apa pemerintah? ya naikin harga lah, apa lagi?
Indonesia
0
22
469
19.4K
lala
lala@imchaerii·
@agehncy huhu iyaa ka😭
Filipino
0
0
0
6
KiE, WASAF AJA.
KiE, WASAF AJA.@agehncy·
@imchaerii betulbetuul! peniup memang gitu kaak sekarang, beyi esisi yang udah set up/bekas back up ba trusted terus dipake niup gituu. makanya haruss waspada banget kalau sekarang.. cek pasaran dan payment yang dikasih y___y
Indonesia
1
0
0
12
KiE, WASAF AJA.
KiE, WASAF AJA.@agehncy·
loh jahat banget mana di bio ada username moots aku yang literally ba layout dan ngga aktif dari tahun lalu 🥹
lala@imchaerii

penipuuu @ayu_smiwiwi aku beli capcut pro dan langsung kubayar krn lagi butuh cepet buat tugas kuliah, kakaknya bilang diproses tapi sampe skrng gada kabar dan aku diblock. maaf ya ka nyari duit ga halal kyk gitu pasti dapet balesannya #zonauang#zonajajan

Indonesia
2
0
0
70
lala รีทวีตแล้ว
lala
lala@imchaerii·
penipuuu @ayu_smiwiwi aku beli capcut pro dan langsung kubayar krn lagi butuh cepet buat tugas kuliah, kakaknya bilang diproses tapi sampe skrng gada kabar dan aku diblock. maaf ya ka nyari duit ga halal kyk gitu pasti dapet balesannya #zonauang#zonajajan
lala tweet medialala tweet media
Indonesia
13
22
20
6.5K
lala รีทวีตแล้ว
🥀
🥀@boxxtoc·
Aku udah speecless dengan program MBG ini, anak SD disuruh pawai tapi ternyata di suruh demo dukung program MBG
🥀 tweet media
Indonesia
792
11.4K
25.5K
1.8M
lala รีทวีตแล้ว
🥀
🥀@boxxtoc·
Anak SD belum punya kapasitas memilih sikap politik, apalagi ikut aksi demo yang jelas-jelas bermuatan dukung/penolakan kebijakan Ketika anak dibawa ke kegiatan seperti itu—terlebih tanpa penjelasan jujur (dibilang pawai, ternyata demo)—itu sudah masuk ke eksploitasi anak, bukan pendidikan
Indonesia
4
215
2.3K
51.9K
lala รีทวีตแล้ว
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
DULU MALAYSIA MURID KITA, SEKARANG KITA KETINGGALAN 25-35 TAHUN KOK BISA? Baca ini sampai selesai. Karena ini bukan soal iri. Ini soal introspeksi. Tahun 1957. Malaysia merdeka dari Inggris. Saat itu, Malaysia masih sangat muda sebagai negara. Infrastruktur belum matang. Sumber daya manusia terbatas. Dan tahukah Anda, ke mana mereka mengirim pelajar-pelajar terbaik mereka untuk belajar? Ke Indonesia. Bukan ke Eropa. Bukan ke Amerika. Tapi ke Indonesia. Indonesia yang merdeka 12 tahun lebih awal dari Malaysia. Indonesia yang pada era 1950-an dan 1960-an sudah punya Universitas Indonesia, ITB, UGM, dan IPB yang diakui sebagai universitas kelas Asia. Indonesia yang pada waktu itu punya profesor, dokter, insinyur, dan ilmuwan yang diakui dunia internasional. Ratusan pelajar Malaysia dikirim ke Bandung, ke Yogyakarta, ke Jakarta, untuk belajar teknik, kedokteran, pertanian, hukum, dan ilmu sosial. Mereka tinggal di Indonesia, bergaul dengan rakyat Indonesia, belajar dari dosen-dosen Indonesia. Bahkan bahasa Melayu modern yang digunakan di Malaysia hari ini memiliki akar dan pengaruh kuat dari Bahasa Indonesia. Guru kita. Murid mereka. SEKARANG, LIHAT ANGKA INI Malaysia: Rata-rata gaji Rp 12 sampai 14 juta per bulan Bensin RON 95: Rp 8.500 Pajak mobil: Rp 400 ribu Indonesia: Rata-rata gaji Rp 3,29 juta per bulan Bensin RON 92: Rp 16.250 Pajak mobil: Rp 4 juta Biarkan angka ini berbicara sendiri. Di Malaysia, orang bergaji empat kali lebih besar dari kita. Tapi bensin mereka separuh harga kita. Pajak kendaraan mereka sepersepuluh dari kita. Artinya daya beli rakyat Malaysia untuk kebutuhan transportasi sehari-hari jauh jauh lebih ringan dibanding rakyat Indonesia. Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana murid bisa melampaui gurunya sejauh ini? KENAPA MALAYSIA BISA MELESAT? Pertama, mereka punya visi jangka panjang yang konsisten. Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia yang menjabat dari 1981 hingga 2003, membangun Wawasan 2020, sebuah cetak biru pembangunan nasional 40 tahun ke depan. Semua kabinet, semua birokrasi, semua BUMN, semua mengacu ke satu arah. Tidak berubah setiap ganti pemimpin. Kedua, mereka investasi besar di pendidikan tanpa kompromi. Petronas, perusahaan minyak negara Malaysia, bukan hanya menghasilkan uang. Petronas membiayai ribuan beasiswa mahasiswa Malaysia ke universitas-universitas terbaik dunia: Oxford, Cambridge, MIT, Imperial College, hingga Universiti Teknologi Petronas yang mereka bangun sendiri. Hasilnya adalah generasi eksekutif, insinyur, dan ilmuwan berkaliber dunia yang kembali membangun negerinya. Ketiga, Petronas dikelola dengan disiplin dan jauh dari jangkauan politik partisan. Pendapatannya diinvestasikan kembali ke rakyat melalui subsidi BBM yang kuat, infrastruktur, dan pendidikan. Di Indonesia? Pertamina yang jauh lebih besar dari Petronas justru bertahun-tahun menjadi ladang politik dan korupsi. Keempat, Malaysia membuka diri pada investasi asing secara strategis. Proton boleh jadi tertinggal, tapi kawasan industri di Penang, Johor, dan Selangor menjadi magnet manufaktur elektronik global. Intel, AMD, Infineon, dan ratusan perusahaan teknologi kelas dunia membangun pabrik di Malaysia. Hasilnya adalah lapangan kerja berkualitas tinggi dengan upah yang sepadan. Kelima, reformasi birokrasi mereka lebih cepat dan lebih tuntas. Korupsi ada di mana-mana, termasuk di Malaysia, tapi eksekusi proyek infrastruktur, izin usaha, dan kepastian hukum untuk investor di Malaysia secara konsisten lebih baik dari Indonesia selama puluhan tahun. INDONESIA TERTINGGAL BERAPA TAHUN? Ini pertanyaan yang menyakitkan tapi wajib dijawab. Dalam hal pendapatan per kapita, Malaysia saat ini berada di kisaran USD 13.000 sampai 15.000 per tahun. Indonesia masih di kisaran USD 4.500 sampai 5.000. Selisihnya tiga kali lipat lebih. Para ekonom menyebut Indonesia setidaknya tertinggal 25 sampai 35 tahun dari Malaysia dalam hal kesejahteraan rakyat dan kualitas hidup rata-rata.
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
76
483
944
25.6K
lala รีทวีตแล้ว
TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA@txtdrjkt·
😭😭😭 serba salah
TXT DARI JAKARTA tweet media
Indonesia
653
11.7K
49.5K
445.6K
lala รีทวีตแล้ว
ITA
ITA@matchakeikeu·
jujur muak banget sama segala hal yang terjadi di era prabowo ini. i mean, i know our governments memang gak pernah bener but this is something wayyyy worse dengan kejadian-kejadian yang kayak GAADA BENERNYA. feeling like they think we’re too stupid buat melawan or memberontak
Indonesia
81
17.4K
38.5K
333.3K
lala รีทวีตแล้ว
Theo Knight
Theo Knight@SocietyKnight·
ga kuat gw liat ini ajg😭
Theo Knight tweet media
Indonesia
223
10.1K
61.3K
442.1K
lala รีทวีตแล้ว
MatSot
MatSot@Navpem·
Begini keadaannya: 🔸MBG nyedot kas Negara 🔸Negara nunggak bayar PLN Rp110T 🔸PLN gak bisa beli Batu Bara 🔸Pemadaman Bergilir
MatSot tweet media
Indonesia
45
1.1K
1.9K
34.4K
lala
lala@imchaerii·
@ayu_smiwiwi kak tolong baca wa ku dong. capcut pro ku gimana aku dah bayar loh kak
Indonesia
0
0
0
33
lala รีทวีตแล้ว
JOGJA FESS | KIRIM FESS CEK PINNED
BISA GA SI LUR PLN DI DEMO BESAR-BESARAN? BIAR WARAS DIKIT PETINGGINYA DAN SADAR GAK SEMUA ORANG TUH PUNYA GENSET! TIAP BULAN GAPERNA TELAT BAYAR LISTRIK, KALAU MATI SEPIHAK GINI, HARUSNYA DAPAT KOMPENSASI APAPUN ITU ALASANNYA! MINIMAL TAU MALU LAH WAHAI PETINGGI PLN! 😡😡😡😡😡
Indonesia
237
3.8K
18.3K
261.5K
lala รีทวีตแล้ว
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
PIUTANG PLN KE PEMERINTAH NAIK 156%. ARTINYA PEMERINTAH NUNGGAK BAYAR KE PLN SEHINGGA PLN TIDAK PUNYA DUIT. TIDAK PUNYA DUIT SEHINGGA TIDAK BISA BEKI BATUBARA TIDAK BISA BELI BATUBARA, SUPLAI LISTRIK BERKURANG. SIAP2 MENYALA BERGILIR BUKAN PEMADAMAN BERGILIR Dari foto laporan keuangan PLN yang beredar, ada satu angka yang langsung mencolok begitu kamu lihat. Piutang dari Pemerintah tercatat Rp 110,738 triliun di periode terbaru, naik drastis dari sebelumnya Rp 43,290 triliun. Kenaikannya lebih dari 156% dalam satu periode. Bukan naik tipis. Ini lonjakan yang sangat besar dan perlu dijelaskan. PLN adalah perusahaan negara yang menjual listrik ke rakyat dengan tarif yang tidak selalu mencerminkan biaya produksi sebenarnya. Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, PLN menjual listrik jauh di bawah harga pokok produksinya. Selisihnya ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi dan kompensasi. Tapi pemerintah tidak selalu bayar langsung. PLN dulu bayar dulu ke produsen energi, ke kontraktor, ke supplier batu bara dan gas, lalu nagih ke pemerintah belakangan. Tagihan yang belum dibayar pemerintah ini yang dicatat sebagai "piutang dari pemerintah" di neraca PLN. Sederhana: PLN sudah keluar uang, tapi pemerintah belum bayar. KENAPA ANGKANYA BISA MELEDAK SEGITU? Ada beberapa faktor yang menjelaskan lonjakan ini. pertama adalah program diskon listrik 50% Januari-Februari 2025. Pemerintah mengumumkan diskon tarif listrik untuk seluruh pelanggan di bawah 2.200 VA selama dua bulan. Biayanya ditanggung negara tapi dibayar PLN dulu. Total tagihannya saja sudah Rp 13,61 triliun hanya dari program dua bulan itu. kedua adalah mekanisme pembayaran yang lambat. Selama ini pemerintah membayar kompensasi ke PLN per tiga bulan atau bahkan per enam bulan sekali. Artinya PLN harus talang dulu berbulan-bulan sebelum uangnya balik. Semakin lama jeda bayar, semakin besar piutang yang menumpuk. ketiga adalah subsidi dan kompensasi yang terus membengkak. Pada 2025, realisasi subsidi dan kompensasi listrik sudah menyentuh lebih dari Rp 210 triliun. Sementara tarif dasar listrik tidak naik karena alasan politik. Selisih antara biaya produksi dan tarif yang dibayar rakyat inilah yang jadi beban yang terus menumpuk. DARI MANA PEMERINTAH BAYARNYA? Sumber pembayarannya ada di APBN, tepatnya dari pos Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi. Pada 2024 saja, total subsidi dan kompensasi energi (BBM, gas, listrik, pupuk) mencapai Rp 434,3 triliun. Khusus listrik yang dikompensasi, salah satu contohnya adalah pelanggan 900 VA non-subsidi yang mendapat kompensasi Rp 400 per kWh, artinya dari harga seharusnya Rp 1.800 per kWh, mereka hanya bayar Rp 1.400 per kWh. Selisih Rp 400 itu ditanggung APBN, dan ada 50,6 juta pelanggan yang masuk kategori ini. Masalahnya bukan soal ada atau tidak anggarannya. Masalahnya adalah timing pencairannya. Komisi XI DPR sempat melaporkan bahwa kompensasi kuartal I-2025 untuk PLN senilai Rp 27,6 triliun belum dibayarkan. Bahkan ada tagihan 2024 yang dibebankan ke APBN 2025. Jadi tagihan lama belum lunas, tagihan baru sudah datang. PLN yang punya piutang besar tapi belum cair ini berdampak ke kemampuan perusahaan membayar supplier dan produsen listrik swasta tepat waktu. Kalau pembayaran ke IPP terlambat, ada risiko gangguan pasokan. Dalam jangka panjang, ini juga mempengaruhi rating kredit PLN dan kemampuan pinjam untuk investasi infrastruktur. Untuk kita sebagai pelanggan, selama tarif listrik tidak disesuaikan dengan harga pokok produksi, maka subsidi dan kompensasi akan terus menggelembung, piutang PLN ke pemerintah akan terus naik, dan beban APBN akan semakin berat. Ada wacana perbaikan skema pembayaran menjadi bulanan agar piutang tidak menumpuk terlalu lama. Tapi selama tidak ada reformasi tarif dan pembenahan kontrak IPP, akar masalahnya tetap ada. Rakyat bayar murah. PLN tombok dulu. APBN yang bayar belakangan Dan siklusnya terus berulang setiap tahun APAKAH KEDEPANNYA BENERAN GELAP?
Hidup sebagai +62 tweet mediaHidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
334
6.9K
15.3K
729.8K