ISMAIL LUTFI
3.6K posts

ISMAIL LUTFI
@islutfi
Specialist on both Indonesian classical epigraphist and cultural history
malang เข้าร่วม Ekim 2009
1.1K กำลังติดตาม1.9K ผู้ติดตาม

Relief Candi Penataran. Dinarasikan bpk. @ismail.lutfi @tvrinasional @tv... youtube.com/shorts/xcJ9Zqf… via @YouTube

YouTube
Indonesia

ISMAIL LUTFI รีทวีตแล้ว
ISMAIL LUTFI รีทวีตแล้ว

@toniocampolopez Terimakasih untuk unggahannya yang sangat baru bagi saya.
Indonesia

Petugas kapal itu orang Jawa, dia bernama Sutabangsa.
Bagaimana dia berkomunikasi dengan orang Spanyol? Dengan seorang penerjemah. Karena di Manila tinggal seorang penerjemah bahasa Spanyol dan Jawa, dia adalah seorang mestizo dan namanya adalah Joseph de Millan 🇪🇸🇮🇩


Antonio C. Campo@toniocampolopez
Orang Armenia🇦🇲 selalu di Nusantara Bahkan mereka terkadang menjadi mitra dagang para sultan dan pangeran Seperti Francisco de la Cruz, orang Armenia🇦🇲, kapten kapal yang tiba de Manila, diutus oleh Saudara Sultan Banten (Pangaran Culum) dalam tahun 1680
Indonesia


@motherlander Terimakasih banyak untuk unggahannya, sangat bermanfaat
Indonesia

Kajian terhadap tiga gunung api utama di kawasan vulkanik Wonosobo (Dieng-Sundoro-Sumbing) menunjukkan bahwa evolusi gunung api telah memengaruhi peradaban Mataram Kuno. Sebaran temuan arkeologis dari periode Mataram Kuno menunjukkan dataran Kedu dan Kuwu (Prambanan), yang dikelilingi pegunungan, sebagai pusat peradaban.
Wilayah ini menjadi wilayah inti pemerintahan yang didukung oleh wilayah pinggiran. Wilayah inti tersebut meliputi desa-desa (wanua) dan wilayah administratif yang lebih luas (watak) di sekitar Merapi, Merbabu, Sundoro, dan Sumbing, di mana terdapat banyak bangunan suci. Wilayah inti ini didukung oleh wanua dan watak di sekitar Gunung Dieng, Ungaran, dan perbukitan selatan, yang merupakan wilayah pinggiran yang penting.
Dataran Kedu terletak di antara gunung berapi stratovolkano Sumbing dan Sundoro, dan mencakup wilayah Garung, Wungkalhumalang (atau Watuhumalang), dan Patapan yang saling terhubung. Kerajaan Mataram Kuno pertama kali muncul pada abad ke-7-8 dari wilayah Kedu.
Di kawasan stratovolcano Sundoro, yang masih aktif pada masa Mataram Kuno, terjadi letusan gunung api sangat dahsyat, terbukti setidaknya satu permukiman terkubur (Prasasti Rukam, tahun 907). Namun, di kawasan kompleks vulkanik Sumbing dan Dieng, yang telah tidak aktif selama dua-tiga abad, dampak vulkanisme terhadap kehidupan manusia tidak begitu nyata.
Sebaliknya, proses penggundulan, yang diperparah oleh kondisi iklim, lebih berpengaruh, sebagaimana dibuktikan oleh berbagai peninggalan arkeologi yang terkubur dalam material aluvial. Jejak antropogenik berupa perubahan tata guna lahan telah mempercepat penggundulan sejak zaman dahulu, yang menyebabkan manusia beradaptasi dengan mengubah cara mereka membangun candi dan bermigrasi.

Indonesia

At a depth of 12 meters in Australia, a stone similar to a petrified book with a metal binding was found. During excavations in Australia at a depth of 12 meters, archaeologists discovered a stone shaped like a closed book. The object amazed even experts - its "pages" were mineralized, and the binding, according to researchers, was made of a metal alloy apprx age 350-million-year-old. Professor Jane Balme admitted: at first she thought it was a joke. But the find turned out to be real. Other mainstream archeologists and researchers say its just a rock. We will never know unless we are able to get this anomaly into a respectful laboratory with open book data.

Kings Point, FL 🇺🇸 English

@islutfi Waini kota B nggih pak?
Girimarto, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

@islutfi Prasasti C. 149 di hal. 301 persee.fr/doc/befeo_0336… atau buku Kenneth R. Hall hal. 199

Indonesia

Dua misi diplomatik Champa ke Jawa pada awal abad ke-10
Sebuah prasasti tahun 908–911 dari Nhan Biễu di propinsi Quảng Tri melaporkan dua misi diplomatik resmi ke ibukota kerajaan di Jawa (Yāvadvīpapura) dari menteri kepercayaan Raja Jaya Siṃhavarman.
Prasasti C. 149 menyebutkan dalam bagian bahasa Sansekerta bahwa 'atas perintah raja, ia pergi ke Jawadwipura untuk menjalankan misi diplomatik, dan memperoleh pengakuan atas keberhasilan usahanya.'
Sepulang dari Jawa, pov kluñ pilih Rājadvāra serta putra sulungnya Sukr̥tī pov kluñ Dharmapāṭha, tidak hanya menahbiskan sebuah bangunan suci Śiwa (devaliṅgeśvara) di Kumuvel, tetapi juga sebuah wihāra Buddha yang dinamakan Śrī Vr̥ddhalokeśvara di Cikir, desa asal mereka, untuk menghormati nenek mereka, pu lyaṅ Vr̥ddhakulā, yang juga nenek istri raja Jaya Siṃhavarman. Jadi sebenarnya misi diplomatik tersebut dalam rangka apa?
Salah satu kalan (candi) di kompleks percandian terkemuka dan pusat keagamaan para raja Champa di Mi-so’n, dengan pengaruh arsitektur yang kuat dari Jawa. Kompleks percandian Mi-so’n dibangun sejak raja pertama dan dilanjutkan serta diperbaiki seiring dengan pergantian raja-raja Champa.

Indonesia












