
Yang semua kita lakukan itu buat mencapai kebaikan.
Jadi tu setiap tindakan manusia, itu memiliki tujuan yang baik.
Contoh : Seorang dokter melakukan tindakan medis dengan tujuan kesehatan pasien. Kesehatan adalah "kebaikan" yang ingin dicapai.
jadi, "kebaikan" di sini bukan selalu berarti kebaikan moral yang agung, tetapi lebih kepada tujuan akhir yang positif dari sebuah tindakan.
Ada dua macam tujuan :
- Aktivitas itu sendiri : Kadang, tujuannya adalah melakukan aktivitas itu. Contohnya bermain musik untuk kesenangan. Kesenangannya ada pada saat melakukannya.
- Hasil : tujuannya adalah menciptakan sesuatu di luar aktivitas itu. Contohnya membangun rumah. Tujuannya bukan proses memalu paku, tetapi rumah yang jadi.
Menurut Aristoteles, jika ada hasil karya, maka hasil karya itu lebih penting daripada prosesnya. Rumah lebih utama daripada aktivitas membangunnya.
Tujuan memiliki hierarki :
- Tingkat 1 (Paling Bawah): Membuat Kekang Kuda. Tujuannya adalah menghasilkan sebuah kekang yang bagus.
-Tingkat 2 (Di Atasnya): Seni Menunggang Kuda. Anda butuh kekang kuda (tujuan tingkat 1) untuk bisa menunggang kuda dengan baik. Jadi, tujuan membuat kekang berada di bawah tujuan menunggang kuda.
-Tingkat 3 (Lebih Atas Lagi): Strategi Militer. Seni menunggang kuda (tujuan tingkat 2) diperlukan untuk menjalankan strategi militer (misalnya, untuk pasukan kavaleri).
-Tingkat 4 (Puncak): Kemenangan Perang. Strategi militer (tujuan tingkat 3) dijalankan untuk mencapai kemenangan.
Intinya, tujuan yang lebih rendah dilakukan demi mencapai tujuan yang lebih tinggi. Kemenangan (tujuan tertinggi dalam contoh ini) adalah yang paling utama, dan semua aktivitas di bawahnya melayani tujuan tersebut.
Jika semua hal memiliki tujuan, apakah ada satu tujuan akhir tertinggi dari seluruh kehidupan manusia?
book 1, chapter 1 (Nichomachean Ethics)
Lanjut kaga nih? wkwk
Indonesia















