PointofView

5.3K posts

PointofView banner
PointofView

PointofView

@just_view_point

Your life is not because of luck, but because of compassion. Don't let it end before your life ends.

Indonesia เข้าร่วม Şubat 2024
988 กำลังติดตาม87 ผู้ติดตาม
PointofView รีทวีตแล้ว
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
- Dosen gugat MK biar gajinya minimum UMR - Dosen gugat di MK karena tunjangan fungsional cuma ratusan ribu, gak naik sejak 2007 - Tukin dosen 2020-2024 gak cair - Gak semua dosen dapet Tukin - Mahasiswa bayar UKT makin tahun makin gak terjangkau - Anaknya PNS gak bisa dapet KIPK meski gajinya gak cukup bayar UKT. - Anak PNS kebanyakan dapet UKT maksimum *** Menterinya:
Ardianto Satriawan tweet media
Indonesia
34
552
1.1K
45.8K
PointofView รีทวีตแล้ว
Endless Story
Endless Story@xendless_s·
Seorang calon Polwan bongkar aksi bejat oknum polisi yang memperkaosnya berkali-kali sampai pingsan pada Selasa, 28 April 2026. Korban mengaku dipaksa melayani pelaku meski sudah tidak berdaya. Institusi Polri benar-benar diuji untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.
Indonesia
300
4.9K
16.2K
696.3K
PointofView รีทวีตแล้ว
August
August@AnakLolina2·
Setelah UU TNI disahkan tampaknya tidak terjadi perubahan apapun, namun lain di Papua, terjadi perubahan besar yang tidak perna kita ketahui. Dan hal ini yang di khawatirkan Andrie Yunus kalau terjadi demiliterisasi, soalnya ada kengerian yang terjadi yang belum perna kita dengar. Simak ini...📍
Indonesia
18
386
646
35.8K
PointofView รีทวีตแล้ว
herwin
herwin@bangherwin·
KH Marzuki Mustamar gak pakai basa-basi: MBG disebut program konyol, Kopdes dinilai dipaksakan, bukan dari kebutuhan warga. Semua dipaksakan seragam, Padahal kebutuhan setiap daerah berbeda. Akhirnya? Program jalan, anggaran terserap, tapi manfaatnya… ya gak jelas lah. Kalau dari awal logikanya udah “yang penting ada program”, jangan heran kalau hasilnya cuma jadi retorika politik basi, bukan solusi.
Indonesia
296
2.8K
6.3K
79K
PointofView รีทวีตแล้ว
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
146
2.4K
4.5K
118.8K
PointofView
PointofView@just_view_point·
@PaltiHutabarat Kali ini bukan dengan dalih Stabilitas Negara, Tapi kekenyangan Korup deh kayaknya
Indonesia
0
0
0
3
Satyam Eva Jayate!!!
Satyam Eva Jayate!!!@PaltiHutabarat·
Jangan Rendahkan Gerakan Rakyat Pak Prabowo, Gerakan Rakyat Yang Buat Anda Kabur Ke Yordania Lari Dari Tanggung Jawab!!! Bukan mata kami yang burem tapi telinga anda yang budek tidak mendengarkan Kegelisahan dan keresahan Rakyat!!!
Indonesia
212
609
1.5K
19K
Opposite6888 🇮🇩
Opposite6888 🇮🇩@Opposite6888·
Kita ini hidup seperti saat zaman VOC. Pribumi ditindas, harta benda sampai diri nya pun dirampas penjajah bahkan rakyat pun harus setor upeti. Mirip dengan situasi sekarang, upeti ibarat pajak, hak rakyat ditindas dan dirampas semena-mena karena penjajah nya yaitu Pemerintah nya sendiri 🔥 RAKYAT INDONESIA dijadikan BUDAK oleh Pemerintah di tanah air nya sendiri..
kiv z@triwul82

Inilah sisi gelap PSN: Ratusan petani di Luwu Timur dipaksa menyerah atas nama pembangunan. Atas nama 'strategis nasional', hak hidup rakyat diinjak tanpa ampun. ​Pembangunan itu untuk memanusiakan manusia, bukan menggusur warga demi kepentingan korporasi yang dibungkus label negara. Inilah definisi tata kelola yang amburadul: negara hadir sebagai 'buldoser' bagi rakyatnya sendiri. share.google/bjqwupjmpVOSp2…

Indonesia
6
66
138
2K
PointofView
PointofView@just_view_point·
Ingat kasus Mobil Pickup India, Motor MBG, Jawab seadanya kritik Rakyat, Proses p mbelian jalan terus KORUPTOR kalian semua!
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, di tengah semua drama MBG yang bocor, BUMN yang merugi Rp50 triliun per tahun, dan rupiah yang kalah dari Zimbabwe hari ini ada satu angka baru yang bikin gue berhenti sebentar dan geleng-geleng kepala. Habis MBG terbitlah sekolah rakyat Rp700.000 per pasang sepatu. Untuk anak-anak termiskin di Indonesia. Kementerian Sosial mengalokasikan Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat program yang khusus menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 alias kemiskinan ekstrem. Faktanya dulu: Dokumen Rencana Umum Pengadaan Kemensos 2026 yang terdaftar di sistem SiRUP menunjukkan harga satuan sepatu dipatok Rp700.000 per pasang. Total nilai pengadaan: Rp27.541.500.000. Sumber dana: APBN alias uang pajak rakyat. Spesifikasi sepatunya? Dalam dokumen itu hanya tertulis "produk dalam negeri." Tidak ada keterangan bahan. Tidak ada standar kualitas. Tidak ada detail teknis apapun. Rp700.000 per pasang sepatu tanpa spesifikasi yang jelas. Mari kita bandingkan dengan realita di pasar: Sepatu sekolah standar yang layak dan tahan lama untuk anak SD bisa didapat di harga Rp150.000 sampai Rp300.000 di pasaran umum. Merek lokal berkualitas seperti Bata, Carvil, atau Pro-Feet menawarkan sepatu sekolah yang solid di kisaran itu. Sepatu sekolah seharga Rp700.000 itu sudah masuk kategori sepatu yang lo beli di mal. Bukan sepatu untuk anak SD dari keluarga miskin ekstrem yang sekolah di program pemerintah. Selisihnya minimal Rp400.000 per pasang. Dikali 39.345 pasang selisih itu bisa mencapai sekitar Rp15 miliar. Lima belas miliar rupiah yang kalau digunakan dengan harga pasar yang wajar — bisa membeli sepatu untuk 50.000 anak tambahan. Respons Gus Ipul dan ini perlu dikritisi: Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul merespons dengan dua kalimat yang menurut gue sangat familiar polanya: Pertama: "Penganggaran kita semua untuk siswa." Kedua: "Nanti kan ada proses lelang, bisa jadi harganya lebih murah dari alokasi yang ada." Gue perlu tanya langsung: kalau memang ada kemungkinan harganya bisa lebih murah lewat lelang kenapa harga pagu-nya dipasang Rp700.000 per pasang? Angka pagu dalam dokumen pengadaan bukan angka asal tempel. Itu adalah batas atas yang diizinkan untuk dibayarkan. Dan angka itu ditetapkan berdasarkan Harga Perkiraan Sendiri yang harus punya dasar justifikasi yang jelas. Kalau justifikasi harga Rp700.000 per pasang untuk sepatu sekolah anak miskin tidak bisa dijelaskan secara transparan itu adalah masalah akuntabilitas yang sangat serius. Dan ini yang paling mengkhawatirkan tidak ada spesifikasi: Dalam dokumen RUP yang sudah dipublikasikan tidak ada keterangan bahan, standar kualitas, atau detail teknis apapun tentang sepatu senilai Rp700.000 itu. Ini adalah celah pengadaan yang sangat berbahaya. Karena tanpa spesifikasi yang jelas siapapun bisa memenangkan lelang dengan sepatu apapun yang harganya di bawah Rp700.000. Tidak ada standar minimum yang harus dipenuhi. Tidak ada ukuran kualitas yang bisa dijadikan dasar penolakan kalau sepatu yang datang ternyata tidak layak. Pola ini sangat dikenal dalam kasus-kasus pengadaan bermasalah di Indonesia. Anggaran besar, spesifikasi kosong, celah untuk mengisi dengan produk yang nilainya jauh di bawah harga yang dibayarkan. Konteks yang lebih besar dan ini yang bikin semakin miris: Sekolah Rakyat adalah program untuk anak-anak dari keluarga desil 1 yang paling miskin di Indonesia. Mereka yang orang tuanya tukang tambal ban, petani gurem, pemulung. Anak-anak yang mungkin belum pernah punya sepatu baru dalam hidupnya. Program ini seharusnya menjadi simbol negara hadir untuk yang paling terpinggirkan. Bukan menjadi arena pengadaan dengan harga yang tidak masuk akal. Dan ini terjadi di saat yang sama ketika Prabowo hari ini berapi-api di Cilacap berbicara soal patriotisme. Soal tidak mau uang rakyat diambil ke luar negeri. Soal intelektual yang tidak boleh menutupi korupsi dan perampokan uang negara. Sementara di dokumen RUP Kemensos yang bisa diakses publik ada alokasi Rp700.000 per pasang sepatu untuk anak miskin tanpa spesifikasi yang jelas. Ini bukan satu-satunya ini adalah pola: MBG: dari triliunan anggaran hanya Rp340 miliar menurut Mahfud MD yang sampai ke makanan. 1.720 SPPG tutup tapi tetap dapat Rp6 juta per hari. BGN anggarkan Rp1,2 miliar untuk opini publik. Sekolah Rakyat: sepatu Rp700.000 per pasang tanpa spesifikasi untuk anak-anak termiskin Indonesia. BUMN: 52% dari 1.046 entitas merugi dengan total Rp50 triliun per tahun. Direksinya tetap bergaji ratusan juta. Perlintasan kereta: Rp4 triliun baru diumumkan setelah 14 orang mati. Padahal 1.800 titik berbahaya sudah diketahui puluhan tahun. Polanya sangat konsisten: uang ada. Selalu ada. Yang tidak ada adalah kemauan untuk memastikan uang itu benar-benar sampai ke tujuannya dengan cara yang paling efisien dan paling adil. Yang harus terjadi sekarang: BPK Badan Pemeriksa Keuangan harus mengaudit pengadaan ini sebelum proses lelang dimulai. Bukan sesudahnya ketika uang sudah keluar. Spesifikasi sepatu harus dipublikasikan secara lengkap dan transparan. Bahan apa, standar kualitas minimum apa, ketahanan minimum berapa lama. Itu bukan hal yang rumit untuk ditetapkan. Justifikasi harga Rp700.000 per pasang harus dijelaskan ke publik. Berdasarkan survei pasar yang mana? Dengan spesifikasi seperti apa? Di mana dokumennya? Dan kalau setelah lelang harganya memang turun signifikan dari Rp700.000 itu bukan prestasi. Itu konfirmasi bahwa pagu harganya memang terlalu tinggi dari awal. Anak-anak miskin di Sekolah Rakyat berhak mendapat sepatu yang layak. Bukan sepatu Rp700.000 yang tidak jelas spesifikasinya yang mungkin setelah proses pengadaan berlapis akan berubah menjadi sepatu Rp150.000 yang beli di grosir Tanah Abang sementara selisihnya menghilang entah ke mana. Kalau negara sungguh-sungguh ingin hadir untuk yang paling miskin mulailah dengan pengadaan yang transparan, harga yang wajar, dan spesifikasi yang jelas. Bukan dengan angka besar di dokumen pengadaan yang tidak bisa dijelaskan. Karena yang dikorbankan bukan angka di spreadsheet. Yang dikorbankan adalah kepercayaan anak-anak paling miskin di negeri ini bahwa negara benar-benar peduli pada mereka. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan dokumen RUP Kemensos 2026 yang terpublikasi di SiRUP dan pernyataan Menteri Sosial Gus Ipul yang dikutip media. Proses pengadaan masih berjalan dan harga final akan ditentukan melalui lelang. Ini analisis berbasis dokumen publik bukan tuduhan hukum.

Indonesia
0
0
0
4
PointofView รีทวีตแล้ว
salam4jari
salam4jari@salam4jari·
Busseettt... Udah jadi korban masih juga diancam pidana penjara.
salam4jari tweet media
Indonesia
321
3.2K
8.6K
248.4K
PointofView รีทวีตแล้ว
Hafidz ALATTAS
Hafidz ALATTAS@HafidzAlattas·
Menyala komplek gue 🔥 Warga kaget tiba2 sebuah rumah kontrakan disulap jadi dapur MBG; langsung disomasi warga kami. Kapasitas 3500-5000 paket sehari dgn 30 karyawan. Bisa dibayangkan sampah dan baunya. Satpam kami jg menolak mobil & pekerja yg bakal merepotkan.
Hafidz ALATTAS tweet mediaHafidz ALATTAS tweet mediaHafidz ALATTAS tweet media
Indonesia
289
5.5K
31.4K
930.7K
PointofView รีทวีตแล้ว
Video & Arsip Sejarah
Video & Arsip Sejarah@VideoSejarah·
Prabowo, Yordania, dan Fadli Zon Di penghujung Orde Baru, Prabowo menjadi figur yang kontroversial. Dengan posisinya sebagai Panglima Kostrad, ia dikaitkan dengan berbagai operasi keamanan menjelang kejatuhan rezim, termasuk penculikan aktivis pro demokrasi. Setelah Soeharto lengser, posisi Prabowo pun goyang. Ia dicopot dari jabatan Pangkostrad dan kemudian diberhentikan dari dinas militer. Setelah itu Prabowo memilih meninggalkan Indonesia untuk menghindari konsekuensi hukum lanjutan jika tetap berada di tanah air. Saat sebagian besar lingkaran kekuasaan menjauh setelah jatuhnya Orde Baru, Fadli Zon tetap setia sebagai pembela utama Prabowo. Ia berperan sebagai bagian dari jaringan sipil yang membantu menjaga koneksi, narasi, dan kelangsungan pengaruh Prabowo di dalam negeri. Saat Prabowo berangkat ke Yordania, negara sahabatnya, Fadli Zon tetap berada di garis depan Jakarta. Ia menjadi salah satu dari sedikit suara yang berani melawan narasi publik yang menyudutkan Prabowo, menjelaskan posisi sang jenderal dari sudut pandang yang berbeda. Yordania mungkin menjadi tempat Prabowo menyelamatkan diri dan membangun kembali kekuatan ekonominya. Namun, Fadli Zon lah yang memastikan bahwa pintu politik tidak tertutup bagi Prabowo saat ia nanti kembali ke Indonesia. Foto 1: Pangkostrad Letjen TNI Prabowo Subianto bersama Fadli Zon di Yordania, April 1998. Foto 2 & 3: Kedatangan Prabowo ke Yordania setelah diberhentikan dari militer. Foto 4: Fadli Zon bersama Prabowo di apartemennya di Amman, Yordania pada November 1998. 📷 Fadli Zon
Video & Arsip Sejarah tweet mediaVideo & Arsip Sejarah tweet mediaVideo & Arsip Sejarah tweet mediaVideo & Arsip Sejarah tweet media
Indonesia
29
260
794
354.9K
PointofView รีทวีตแล้ว
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
Hiiiiii Dapur MBG mana yang supplay makanan MBG untuk SMA 1 Comal hari Rabu, 29 April 2026? Di Telurnya ada yang gerak-gerak itu apaaaa 😭 Catatan : “jangan diintimidasi siswa yg mengeluhkan terkait menu” 🙏🏼
Indonesia
67
977
1.8K
64.2K
PointofView รีทวีตแล้ว
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
Terimakasih orang-orang yang masih peduli dengan pendidikan di bangsa ini... 🙏
Indonesia
14
1.4K
3.2K
28K
PointofView รีทวีตแล้ว
Opposisi6890
Opposisi6890@Opposisi6890·
Rangkap Jabatan komisaris PT. KAI ternyata diisi orang timses 02 dan Polisi.
Opposisi6890 tweet media
Indonesia
81
258
482
24.3K
PointofView รีทวีตแล้ว
Crozs
Crozs@Tony_Crosz·
Video Oknum Polisi Diduga Gunakan Pod Getar Tersebar, Kompol DK Bilang Itu Bagian dari Taktik Penyelidikan Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang diduga melibatkan seorang oknum anggota polisi berpangkat Kompol berinisial DK Dalam video yang beredar luas tersebut, oknum tersebut disebut-sebut menggunakan pod getar di salah satu tempat nongkrong di Jalan Gatot Subroto, memicu reaksi keras dari masyarakat. Beredarnya video tersebut menuai kecaman publik dan dinilai mencoreng citra institusi kepolisian yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mendesak Polda Sumatera Utara untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap oknum yang diduga terlibat. Masyarakat meminta kepolisian tidak tinggal diam dan bertindak tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar. Penanganan cepat dan transparan dinilai penting untuk menjaga marwah institusi serta memulihkan kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia. "Jika benar melibatkan aparat, ini tidak bisa dianggap persoalan pribadi semata, tetapi menyangkut nama baik institusi. Harus ada tindakan tegas dan terbuka," ujar salah satu warga menanggapi viralnya video tersebut. Ketika awak media mewawancarai DK, itu merupakan video lama dan dalam rangka undercover taktik penyelidikan saat saya tugas di Narkoba. "Itu video lama, itu cewek itu rusa kita. Itu dalam rangka taktik penyelidikan. Makanya kita gitu, "ujarnya pada awak media. Namun desakan agar Polda Sumatera Utara segera melakukan klarifikasi dan penindakan terus menguat. Kasus ini pun menjadi sorotan publik, dengan harapan aparat penegak hukum dapat menunjukkan komitmen terhadap disiplin internal tanpa pandang bulu. Selamat malam
Indonesia
121
380
2.2K
703.5K
PointofView รีทวีตแล้ว
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
30 tahun lagi mahasiswa UGM bisa cerita urban legend ke anaknya, "Nak, bangunan SPPG ini dulunya dibangun di atas tanah Fisipol, FIB, dan Filsafat. Tahun 2026 bangunannya dirobohkan karena ga sesuai dengan kebutuhan industri. Kalo kamu jam 12 malam ada di dekat pohon ini (sambil nunjuk pohon beringin yg dulu di perbatasan FH sama Fisipol) nanti dengar suara kuntilanak teriak hidup Jokowi"
cipto again@Mimbloon

Bangunan Fisipol, FIB, dan Filsafat beralih menjadi SPPG

Indonesia
23
512
2.6K
75.9K
PointofView รีทวีตแล้ว
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
BREAKING🚨 DIDUGA KARENA ORANG TUANYA KRITIS TERJADAP PROGRAM MBG, MURID DISALAH SATU SD DI PEMALANG DIBERHENTIKAN DARI SEKOLAH❗ Seorang Siswa SD Di Kec. Randudongkal, KAB. PEMALANG Diberhentikan dari Sekolah oleh pihak Sekolah. Ini kronologinya 👇🏼
Info Jateng tweet media
Indonesia
401
10.1K
16K
216.3K
PointofView รีทวีตแล้ว
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Mungkin maksudnya bercanda, tapi jahat sih ini, banding2in Gaji Guru Honorer dengan Sopir MBG. Bentar lagi bakal ada yang klarifikasi minta maaf. 🙏
Indonesia
172
477
690
25.6K