Henry Prayogo

5K posts

Henry Prayogo banner
Henry Prayogo

Henry Prayogo

@keritingtimur

anak kesayangan Tuhan

Jakarta เข้าร่วม Ocak 2012
118 กำลังติดตาม284 ผู้ติดตาม
Henry Prayogo รีทวีตแล้ว
PasifisState
PasifisState@pasifisstate·
Buat yang lagi aksi atau dimanapun tetap hati-hati provokasi! Jaga kawan awas lawan!
PasifisState tweet media
Indonesia
3
354
818
8.3K
Bima Prawira Utama
Bima Prawira Utama@bimaprawira·
Twitter semenjak cenblu cenblu ini jadi ga organik. Banyak yg maksa ngonten terus daripada menyuarakan isi hatinya. Gw kangen twitter yg lama 😢
Indonesia
583
2.7K
8.5K
328K
Henry Prayogo รีทวีตแล้ว
Putu Prema
Putu Prema@putupurema·
Jawabannya satu: karena pertalite belum naik. Pemerintah sekarang lagi berusaha keras menahan agar pertalite tidak naik. Tapi mereka gak bisa selamanya melakukan itu. Di titik tertentu amunisi akan habis, pertalite akan naik ke 16.000, di saat itulah baru amukan besar terjadi.
Nello@kudanielbintik

Sebenarnya apa yang bikin rakyat Indo marahnya masih level biasa2 aja dalam kondisi ini? Atau gue aja yang gatau berita, sebenarnya di luar sana orang udah nguamuk2? Demo, dll.?

Indonesia
202
2.4K
9.3K
908K
Henry Prayogo
Henry Prayogo@keritingtimur·
Daya beli menurun tapi hasrat membeli buku melambung tinggi, ditambah banyak buku-buku bagus sedang PO.
Indonesia
0
0
0
12
agis
agis@dallaballer·
Bulan berganti, giveaway buku berlanjut lagi! Dibantu TB Buku Gila, satu orang akan dapat karya adiluhung Pram ttg lakon Jawa kuno penuh intrik: Arok Dedes. Cukup like, RT dan kasih komentar suka-suka kalian, satu tanggapan favorit akan diumumkan jadi pemenang Sabtu nanti.
agis tweet mediaagis tweet mediaagis tweet media
Indonesia
184
252
498
19.7K
Henry Prayogo
Henry Prayogo@keritingtimur·
@dallaballer Buku-buku Pram yg tak kunjung cetak ulang dengan harga mahal menyulitkan orang-orang untuk membacanya. Bila diberi buku-buku tsb salah satu anugrah dalam hidup.
Indonesia
0
0
0
72
Henry Prayogo รีทวีตแล้ว
Joel Picard
Joel Picard@sociotalker·
silakan bandingin mbg dgn program sejenis di negara2 lain biar tau segila apa itu prabowonomics.
Joel Picard tweet media
#AyoMoveOn2024@Fahrihamzah

MBG DAN CITA-CITA PRABOWONOMICS. Oleh: Fahri Hamzah (Mantan Wakil Ketua DPR RI, Koordinator Kesejahteraan Rakyat 2014-2019) Dalam paham ekonomi liberal, memberi makan rakyat bukan urusan negara. Itu urusan pasar. Itu urusan individu. Tapi kita, yang lahir dan besar di Timur, mewarisi keyakinan yang berbeda, dan keyakinan itu sudah ada jauh sebelum kata “kebijakan publik” dikenal: bahwa sebuah bangsa sejatinya diukur bukan dari indeks yang dikutip di forum internasional, melainkan dari meja makan, dari apakah setiap anak, di setiap sudut kepulauan ini, duduk dengan perut yang tidak kosong dan masa depan yang tidak lapar. Menariknya, tradisi ekonomi liberal pun, yang selama ini sering dikontraskan dengan keberpihakan negara, telah lama membuktikan bahwa investasi gizi anak adalah investasi ekonomi paling rasional yang bisa dilakukan sebuah negara. Tapi kita tidak perlu menunggu pembuktian ilmiah untuk mengetahui itu. Keyakinan itu sudah ada jauh sebelumnya, bahkan menjadi syarat dasar legitimasi kepemimpinan: dari Konfusius hingga Kautilya di India kuno, dari tradisi Islam hingga kearifan Nusantara, semuanya mengajarkan hal yang sama, bahwa pemimpin yang membiarkan rakyatnya lapar telah kehilangan haknya untuk berkuasa. Inilah, saya percaya, yang ada dalam benak Prabowo Subianto ketika ia bermimpi tentang Makan Bergizi Gratis (MBG). Belakangan, kita membaca begitu banyak teori yang membenarkan keputusan ini: teori modal manusia (human capital), eksternalitas positif, poverty trap theory, teori keadilan distributif, dan seterusnya. Tetapi jauh sebelum teori-teori itu dikutip para akademisi, keyakinan itu sudah hidup dalam diri seorang prajurit yang tidak bisa tidur nyenyak membayangkan anak-anak bangsanya yang lapar. Saya mengenal pikiran Prabowo ini bukan dari jarak jauh. Selain mendengar langsung, saya membacanya dalam Paradoks Indonesia dan Strategi Transformasi Bangsa, dua buku yang ditulisnya jauh sebelum ia menjadi presiden, ketika banyak orang masih meragukan apakah ia sungguh-sungguh memikirkan masa depan generasi atau sekadar mengejar kekuasaan. Di halaman-halaman itu, saya menemukan seorang pemikir yang resah, yang tidak bisa berdamai dengan satu kenyataan: Indonesia adalah negeri yang kaya raya, namun jutaan warganya masih hidup dalam kemiskinan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi. Paradoks itulah yang menggerakkannya. Dan paradoks itu jugalah yang mendorong saya, sejak lama mengikuti perjalanan pemikiran Prabowo, untuk berdiri bersamanya, bukan karena kalkulasi politik semata, tetapi karena saya percaya cita-citanya adalah cita-cita yang benar. Keputusan Presiden mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional pada 2 Juni 2026 perlu dibaca dengan hati yang jernih, bukan sebagai drama politik, bukan sebagai penghinaan atas kerja keras yang telah dilakukan, tetapi sebagai sesuatu yang jauh lebih bermakna: seorang pemimpin yang menolak membiarkan jarak antara cita-cita dan kenyataan terus melebar tanpa koreksi. Itu adalah tanda bahwa visi masih hidup, bahwa mimpi belum menyerah pada rutinitas birokrasi. Prabowo adalah figur yang kompleks, seorang prajurit yang membaca sejarah ekonomi bangsanya dengan rasa sakit yang personal. Ia tumbuh di lingkungan intelektual dan bangsawan yang memikirkan bagaimana Indonesia bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Kita sering mendengar, dalam banyak kesempatan formal maupun tidak formal, apa yang paling ia sesali dari perjalanan panjang Indonesia sebagai bangsa merdeka. Jawabannya selalu singkat dan berat: “Kita sudah merdeka delapan puluh tahun lebih, tapi masih ada anak-anak kita yang tidur dengan lapar.” Dari rasa sakit itulah lahir apa yang kita kenal sebagai Prabowonomics, sebuah keyakinan bahwa Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar teks konstitusi, melainkan janji moral bangsa kepada dirinya sendiri: bahwa kekayaan bumi ini harus mengalir kepada seluruh rakyat, bukan menggenang di tangan segelintir orang.

Indonesia
64
3.8K
9K
212.3K
Henry Prayogo
Henry Prayogo@keritingtimur·
Wo rupiah melemah, dolar perhari ini 18 ribu Wo!
Indonesia
0
0
0
30
Henry Prayogo รีทวีตแล้ว
Dimar
Dimar@dimarsasongko98·
Sjafrie Sjamsoeddin adalah Pangdam Jaya , penanggung jawab keamanan DKI , saat kerusuhan Mei 1998. Lebih dari 1.000 orang tewas. Ribuan perempuan jadi korban kekerasan seksual. Aktivis dihilangkan paksa. Komnas HAM panggil dia untuk dimintai keterangan. Dia tidak hadir. 27 tahun kemudian, Prabowo lantik dia jadi Menteri Pertahanan. Kasusnya tidak pernah selesai di pengadilan , bukan karena terbukti tidak bersalah, tapi karena tidak pernah diadili.
Dimar tweet media
Indonesia
109
2.3K
4.5K
155K
Henry Prayogo รีทวีตแล้ว
Jaringan GUSDURian
Jaringan GUSDURian@GUSDURians·
Dear, media. Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
Indonesia
259
24.4K
56.4K
562.5K
Henry Prayogo รีทวีตแล้ว
sofie syarief
sofie syarief@sofiesyarief·
The Economist can milk this article however much it wants, and I'll just keep reposting because much of the country's media landscape doesn't even have the balls to say what needs to be said.
The Economist@TheEconomist

Its president, Prabowo Subianto, must stop trying to squelch opposition in the legislature, media and civil society. Dissent that cannot find an outlet in politics will spill onto the streets economist.com/leaders/2026/0…

English
19
4.4K
9.2K
188.8K