undefchi

4.5K posts

undefchi banner
undefchi

undefchi

@khayunaa

sambat lah apalagi

เข้าร่วม Temmuz 2020
210 กำลังติดตาม20 ผู้ติดตาม
undefchi รีทวีตแล้ว
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
gapernah pelit sama orang, tapi pelit banget sama biaya admin 2500 dan biaya layanan 2000.
Indonesia
79
513
2.8K
32.2K
kya
kya@thursdayrubies·
wts iphone 15 ID/A digimap Black beli tahun lalu BH 97% semua normal no minus masih ori semua, mulus bgt. Dom jkt #zonauang
Indonesia
5
0
0
666
undefchi รีทวีตแล้ว
Phoenix
Phoenix@sodaqueee·
Ya Allah manifest jadi orang tua yang settle secara mental & financial biar kalo punya anak bisa support pendidikan+karirnya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
26
3.9K
21.3K
381.6K
undefchi รีทวีตแล้ว
WORK
WORK@worksfess·
Work! Emang harusnya Jumat, Sabtu, dan Minggu tuh libur supaya kita tetap waras 🤡
Indonesia
74
929
3.4K
74.8K
undefchi รีทวีตแล้ว
versace
versace@trunkszoldyck·
GUA SUMPAHIN LU PADA BULAN DEPAN GAJIAN 2 DIGIT😡😡😡😡😡
Indonesia
90
527
4.5K
35.5K
undefchi รีทวีตแล้ว
ca
ca@tanpasayap__·
mari normalisasikan: pake baju itu-itu aja, pake hp lebih dari 4 tahun, gak beli barang cuma karna fomo, pake sepatu sampe rusak, pake skincare & makeup sampe habis. gapapa keliatan biasa, yang penting hidupnya gak maksa.
Indonesia
203
5.5K
20.3K
190.8K
undefchi รีทวีตแล้ว
S.🎧
S.🎧@1ssve·
Remember when you used to open instagram and it was just pictures of your friends, instead of influencers and ads? Ah, the good old days
English
51
3.2K
24.7K
229.6K
undefchi รีทวีตแล้ว
❀
@xoxoceles·
❀ tweet media
ZXX
7
2.7K
9.2K
84.5K
undefchi รีทวีตแล้ว
gábby 2.0
gábby 2.0@peowwny·
manifesting april
gábby 2.0 tweet media
Português
86
2.7K
10.3K
83.2K
undefchi รีทวีตแล้ว
folkative
folkative@insidefolkative·
Jutaan pekerja di Indonesia alami overwork, kerja 7-10 jam per hari dalam seminggu.
folkative tweet mediafolkative tweet media
Indonesia
430
2.1K
11.4K
331.4K
undefchi รีทวีตแล้ว
af_riysa.L
af_riysa.L@af_riysal09·
Sehebat itu cewe😭😭 apa2 mahal anjrott,, makeup, catokan, hair dryer, skincare, lipstik, even BEHA,, ternyata mahal2 anjirr
Indonesia
413
3.7K
21.3K
381.5K
undefchi รีทวีตแล้ว
Alyn.
Alyn.@linxxxc_·
😫🤲🏻
Alyn. tweet media
QME
107
6.3K
28.8K
185.5K
undefchi รีทวีตแล้ว
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
yap! “kalo bisa jangan pake gojek hemat kak” LAHH ORANG APKNYA SENDIRI YANG NGASIH OPSI. in this economy yang serba mahal kalo ada opsi murahh yaa why not. kalo mau nyalahin yaaa ke apknyaa bukan ke konsumen kocak
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
966
2K
28.8K
1.9M
undefchi รีทวีตแล้ว
Reen
Reen@heretheunsaid·
tapi bener deh, makin dewasa, makin sadar kalau hidup itu isinya cuma acceptance. accepting anything. dan ternyata susah, ya untuk semindful itu.
Indonesia
148
26.7K
60.9K
754.9K
undefchi รีทวีตแล้ว
bu-na 姊姊 🌸
bu-na 姊姊 🌸@Bunaspace·
bu-na 姊姊 🌸 tweet media
ZXX
66
4.4K
13.6K
114.1K
undefchi รีทวีตแล้ว
femmenotes
femmenotes@femmenote·
femmenotes tweet media
ZXX
66
19.6K
82.8K
692.1K
undefchi รีทวีตแล้ว
🫧
🫧@moonblvrd·
Idk how many “harus gimana ya” left in me, beneran clueless sampai di tahap kesel sama diri sendiri
Indonesia
33
16.3K
31.9K
327.7K
undefchi รีทวีตแล้ว
yimika|
yimika|@yimikaaaa·
I love friendships that influence me to be kinder, smarter and healthier. I love when people have a positive impact on me.
English
140
29.1K
86.2K
1.1M