$i Jagur

56.2K posts

$i Jagur banner
$i Jagur

$i Jagur

@kuntoadji

Visualize your dreams persistent and believe

Milano เข้าร่วม Haziran 2009
406 กำลังติดตาม528 ผู้ติดตาม
$i Jagur
$i Jagur@kuntoadji·
Utang si bodoh walkot oslo dampak sistemik
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨@WeKa_Ronin

Ini kalimat KAMUFLASE, yang sebenarnya terjadi adalah Bank Central melakukan BAIL-IN pada APBN Pemerintah, Bukan demi Rupiah, tapi karena APBN sudah Kosong, Kas sudah Kosong, dan pemerintah ga bisa melakukan aktifitasnya Pinjaman liquiditas dari Bilateral maupun Multilateral juga Tidak bisa didapat, sehingga Pemerintah Menjual Obligasi Negara pada Bank Central, ini berbahaya dan penuh gambling, karena seharusnya pemerintah prabowo di shutdown agar bisa dorancang anggaran baru yang lebih masuk akal bersama DPR ditengah keuangan yang KRITIS / BOKEK BERAT Pelonggaran Moneter atau "Money Printing"? ​Ketika Bank Indonesia (BI) membeli SBN (Surat Berharga Negara) secara masif di pasar perdana atau melalui mekanisme burden sharing, secara esensial BI sedang melakukan monetisasi utang. Jika ini dilakukan karena pasar (investor asing maupun domestik) sudah tidak mau menyerap obligasi pemerintah (akibat risiko yang terlalu tinggi), maka BI menjadi lender of last resort bagi pemerintah. Ini adalah tanda bahwa kepercayaan pasar sedang goyah. Tabungan Negara yang Terkuras ​Istilah "Tabungan Negara" dalam konteks ini biasanya merujuk pada Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau dana cadangan. Jika dana ini digunakan untuk memborong SBN sendiri: ​Ilusi Likuiditas: Pemerintah seolah-olah memiliki uang, padahal itu hanya perpindahan kantong dari cadangan masa depan untuk menutupi defisit hari ini. ​Risiko Inflasi: Suntikan likuiditas langsung dari Bank Central ke APBN tanpa adanya pertumbuhan sektor riil yang sebanding berisiko tinggi memicu inflasi dan melemahkan daya beli masyarakat. Program-program besar yang dipaksakan di tengah ruang fiskal yang sempit (seperti MBG yang sering Anda soroti) menciptakan rigiditas anggaran. Pemerintah menjadi tidak fleksibel; mereka harus membayar cicilan utang dan bunga yang membengkak, sementara pemasukan pajak melambat. jika pasar melihat bahwa BI terus-menerus membiayai defisit pemerintah (fiscal dominance), independensi BI akan dipertanyakan. Hal ini justru bisa memicu pelarian modal (capital outflow) karena investor takut akan depresiasi nilai mata uang dalam jangka panjang. ​Risiko Sistemik: Jika skema ini terus dilakukan tanpa adanya efisiensi anggaran yang radikal atau audit struktural terhadap belanja negara, kita sebenarnya sedang membangun "Menara Kartu". Kebijakan ini memang memberi nafas jangka pendek, namun mempertaruhkan stabilitas makroekonomi jangka panjang. ​Manuver BI ini merupakan langkah putus asa karena akses ke pasar utang internasional (seperti Eurobond atau Samurai Bond) sudah tertutup akibat profil risiko Indonesia yang meningkat? :: WeKa ::

Indonesia
0
0
0
10
$i Jagur
$i Jagur@kuntoadji·
$i Jagur tweet media
Anak ogi@Anak__Ogi

Ceramah JK Direkayasa Jadi Narasi Sesat yang Membahayakan Bangsa, Negara Harus Bertindak.📣 Ini betul pak @prabowo.🙏 Termul berusaha memprovokasi umat kristen unk benci pak JK. Sdngkan pak JK adalah ketua umum dewan masjid Indonesia, Ketua Dewan Pertimbangan DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, tokoh dari Sulawesi dll. Bahaya banget jika terjadi perpecahan. Aplg sebelumnya sdh ada kegaduhan terkait ijazah Jokowi. Termul selalu bikin kegaduhan, ini ga baik unk Bangsa kita, bisa menggangu investasi. Termul jgn dibiarkan, hukum mereka yg sdh memprovokasi dgn video potongan. #JusufKalla #JuruDamai investortrust.id/national/10053…

Indonesia
0
0
0
6
$i Jagur
$i Jagur@kuntoadji·
Krn jualan martabak bisa hantarkan kau ke RI1
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Pendidikan Fisika Pendidikan Kimia Pendidikan Biologi Pendidikan Matematika Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Agama Islam Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Pendidikan Anak Usia Dini Bimbingan dan Konseling Manajemen Pendidikan Islam Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Pendidikan IPS Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Sejarah Pendidikan Geografi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Vokasi Pendidikan Teknologi Informasi Pendidikan Seni Pendidikan Musik Pendidikan Tari Pendidikan Luar Biasa Administrasi Pendidikan Teknologi Pendidikan Pendidikan IPA Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Bahasa Jepang Pendidikan Teknik Mesin Pendidikan Teknik Bangunan Pendidikan Administrasi Perkantoran Pendidikan Sosial Antropologi Pendidikan Masyarakat Pendidikan Non Formal Pendidikan Luar Sekolah Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Pendidikan Akuntansi Pendidikan Manajemen Pendidikan Kewirausahaan Pendidikan Kimia Pendidikan Biologi Pendidikan Fisika Pendidikan Matematika Tadris Bahasa Indonesia Tadris Matematika Tadris Biologi Tadris Fisika Tadris Kimia Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Pendidikan Agama Kristen Pendidikan Agama Katolik Pendidikan Seni Rupa Pendidikan Drama Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Pendidikan Tata Boga Pendidikan Tata Busana Pendidikan Rekayasa Pendidikan Multimedia Pendidikan Teknik Elektro Pendidikan Teknik Otomotif Pendidikan Teknik Informatika Pendidikan Koperasi dan Kewirausahaan Pendidikan Bisnis Pendidikan Kepariwisataan Pendidikan Bahasa Mandarin Pendidikan Bahasa Prancis Pendidikan Bahasa Jerman

Indonesia
0
0
0
14
Embun Pagi💧💧
Embun Pagi💧💧@_riverheaven·
Kumpulan video Mulyono NGIBUL.... “Fanatik boleh, goblok jangan ...“
Indonesia
32
232
385
4.8K
$i Jagur
$i Jagur@kuntoadji·
@prabowo kalau mau sukses habisi gerbong lama
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, isu reshuffle kabinet April 2026 makin keras sinyalnya. Dan kalau kita baca dengan benar ini bukan sekadar gosip politik biasa. Ada dua pertemuan yang terjadi dalam waktu berdekatan yang membuat sinyal ini semakin kuat. Dua pertemuan yang jadi sinyal paling kuat: Pertama — Prabowo bertemu empat mata dengan Luhut Binsar Panjaitan di Istana. Luhut adalah salah satu arsitek politik dan ekonomi paling berpengaruh di Indonesia sejak era Jokowi. Kehadirannya di Istana tidak pernah tanpa agenda besar. Kedua — Pertemuan tertutup dengan Jenderal Purnawirawan Dudung Abdurrahman mantan KSAD. Dudung bukan nama yang hadir di Istana untuk urusan ceremonial. Ini adalah pertemuan strategis yang menunjukkan Prabowo sedang mengkonsolidasikan dukungan dari lingkaran militer senior. Dua pertemuan itu dalam waktu berdekatan 23 April 2026 adalah sinyal yang sangat jarang terjadi tanpa alasan. Tiga alasan mengapa presiden biasanya melakukan reshuffle dan mana yang paling relevan sekarang: Analis Hendri Satrio menyebut tiga alasan utama: Pertama — subjektif. Like and dislike presiden. Kalau Prabowo suka awet. Kalau tidak suka diganti tanpa perlu alasan panjang. Kedua — kinerja objektif. Kalau tidak perform keluar. Kalau perform bertahan. Ketiga — alasan politis. Menteri yang punya kekuatan partai di belakangnya lebih sulit dicopot karena mencopot mereka berarti mengganggu koalisi. Dan dari tiga alasan itu analis menyebut satu hal yang paling menarik: menteri-menteri dari Gerindra justru yang paling rawan dicopot. Kenapa? Karena ketuanya adalah Prabowo sendiri. Tidak perlu negosiasi dengan partai lain Prabowo bisa geser kadernya sendiri tanpa drama koalisi. Sementara menteri dari Golkar misalnya Bahlil lebih aman secara politis karena Golkar adalah partai dengan suara signifikan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Sektor mana yang paling kritis untuk dievaluasi: Hendri Satrio secara tegas menyebut sektor industri dan ekonomi sebagai prioritas evaluasi. PHK di mana-mana. Lapangan kerja susah. Deindustrialisasi yang sudah gue bahas sebelumnya di konten Prof. Rhenald Kasali di mana kontribusi manufaktur ke GDP kita tinggal 18% dari yang seharusnya 25%. Tapi ada satu hal yang analis sebut dan menurut gue penting: banyak masalah di sektor ekonomi bukan semata-mata kesalahan satu menteri. Ini adalah kegagalan koordinasi lintas kementerian perdagangan, industri, keuangan, pertanian, koperasi yang tidak bergerak sinkron. Artinya: mengganti satu menteri tanpa membenahi koordinasi antar kementerian tidak akan menyelesaikan masalah struktural yang ada. Yang paling mengkhawatirkan dari dinamika reshuffle ini: Analis menyebut pola Prabowo dalam melakukan reshuffle: dia tidak melakukannya ketika orang sedang ramai membicarakannya. Kalau semua orang sudah ramai membicarakan reshuffle biasanya tidak jadi. Justru perubahan terjadi ketika tidak ada yang menduga. Bahkan ada menteri yang sedang diundang rapat di DPR tiba-tiba sudah diganti. Ini bukan kelemahan ini adalah cara Prabowo menghindari tekanan publik mempengaruhi keputusannya. Tapi konsekuensinya: kita tidak pernah bisa benar-benar tahu siapa yang akan pergi dan kapan. Soal menteri-menteri yang rangkap jabatan dan ini yang paling perlu dibenahi: Hendri Satrio secara eksplisit menyebut ini sebagai masalah serius yang seharusnya jadi prioritas reshuffle. Ada pejabat yang menjadi pimpinan Danantara sekaligus menjabat di kementerian. Ada yang memegang dua posisi strategis sekaligus. Ada yang jadi wamen sekaligus kepala lembaga lain. Indonesia tidak pernah kehabisan orang pintar dan kompeten. Kenapa satu orang harus memegang dua lembaga yang sama-sama penting? Ini bukan hanya masalah efisiensi. Ini masalah akuntabilitas. Kalau satu orang pegang dua jabatan ketika ada masalah siapa yang bertanggung jawab untuk jabatan yang mana? Dan ini yang paling pedas dari seluruh analisis Hendri Satrio: Dia mengingatkan satu janji Prabowo di awal yang sekarang tampak mulai dilupakan: Prabowo pernah berkata dia tidak akan maju lagi di 2029 kalau program-programnya gagal. Tapi sekarang narasi yang beredar justru sebaliknya: Kalau tidak suka dengan Prabowo bertarung di 2029. Ini adalah pergeseran yang sangat signifikan. Dari seorang pemimpin yang berjanji tidak maju kalau gagal menjadi pemimpin yang sudah memposisikan diri seolah akan maju lagi di 2029. Supaya Pak Prabowo benar-benar tulus kerjanya memang untuk memperbaiki kondisi saat ini bukan untuk mempersiapkan dirinya di 2029. Konteks yang membuat reshuffle ini lebih mendesak dari biasanya: Gue perlu letakkan ini dalam konteks semua yang sudah kita bahas: MBG menyerap triliunan tapi yang sampai ke makanan anak-anak hanya Rp34 miliar menurut Mahfud MD. BPOM tidak punya anggaran sampling. Motor listrik Rp1,2 triliun gudangnya terkunci. Portal SPPG tutup tapi dapur terus bertambah. 30.000 manajer Kopdes direkrut tidak ada yang tahu siapa yang bayar gajinya. Rupiah di 17.290. Modal asing keluar Rp28 triliun Q1 2026. PHK meningkat. Daya beli tergerus. Akademisi dan pengamat dilaporkan ke polisi karena kritik. Dalam konteks semua itu reshuffle bukan lagi sekadar rotasi politik biasa. Ini adalah pertanyaan: apakah Prabowo cukup berani untuk benar-benar mengganti orang-orang yang bertanggung jawab atas semua kegagalan itu bukan hanya memindahkan mereka ke jabatan lain yang tidak kalah strategis? Reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden yang tidak bisa diganggu gugat. Tapi presiden yang bijak tidak menggunakan hak itu hanya untuk menjaga keseimbangan koalisi atau merespons tekanan politik sesaat. Reshuffle yang berarti harus menjawab satu pertanyaan sederhana: apakah setelah reshuffle ini rakyat Indonesia akan lebih baik? Bukan: apakah Prabowo akan lebih aman secara politik. Dan berdasarkan pola yang ada Prabowo memang berani membuka borok yang presiden sebelumnya tutup-tutupi. Storage BBM hanya 20 hari — Prabowo yang berani bilang itu. Tapi seperti yang dikatakan analis: Kalau dia pasang badan terus lama-lama dia ikutan busuk. Reshuffle yang ditunggu bukan sekadar pergantian nama di posisi. Tapi reshuffle yang diikuti oleh perubahan sistem koordinasi antar kementerian yang lebih baik, penghapusan rangkap jabatan, dan pertanggungjawaban yang nyata atas program-program yang tidak berjalan. Tanpa itu reshuffle hanya akan jadi pertunjukan musik kursi yang tidak mengubah apapun.

Indonesia
0
0
0
6