Esty

128.4K posts

Esty banner
Esty

Esty

@playoncourtwo

🏸🏀💜🏊🏼‍♀️📚🇮🇩🇹🇭

Nusa Tenggara Timur, Indonesia เข้าร่วม Mayıs 2011
5K กำลังติดตาม2.7K ผู้ติดตาม
Esty รีทวีตแล้ว
krestenisasi terselubung
It’s been a year, many things happened 😕😕
krestenisasi terselubung tweet media
English
3
37
291
3.6K
Esty รีทวีตแล้ว
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh kasus uang jemaat gereja ilang Rp28M ditipu pegawai BNI: > 2019 Andi Hakim Febriansyah, Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara Rantauprapat, nawarin produk fiktif "BNI Deposito Investment" dgn bunga tinggi 8% ke Suster Natalia, bendahara Credit Union Paroki (1/4)
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
66
2.2K
5.7K
461.5K
Esty
Esty@playoncourtwo·
Ngeriii
Billy@Billy_Naravit

@xfluoresensi @KuntoAjiW Itu Paroki di daerah kayak Rantau Parapat aja 28M, berarti Paroki di Jabodetabek aja menurut gw bisa nyentuh ratusan miliar, mereka tutup akun berjamaah bisa puyeng 7 keliling semua direksi BNI

Indonesia
0
0
0
32
Esty รีทวีตแล้ว
Billy
Billy@Billy_Naravit·
@ugethug Gw sangat merekomendasikan UOB, mereka bener2 gercep & ngelayanin gw dan kantor gw dengan sangat baik. CIMB & Panin boleh juga, banyak promo CC disana soalnya.
Indonesia
17
22
469
105.6K
Esty รีทวีตแล้ว
abcdefghijklmnopqresetindonesia
@Billy_Naravit @KuntoAjiW auto stop jantung direksinya pasti pas denger semua nasabah pindah server wkwk, baru 1 paroki aja 28M gmn ditambah jabodetabek dan daerah lain. SOP BNI jg cacat blm kasih kejelasan ke korban tp main tf biar ditutup kasusnya, ambil 28M dibalikin cuma 7M gila gada otak
Indonesia
1
7
114
6.5K
Esty รีทวีตแล้ว
Billy
Billy@Billy_Naravit·
@xfluoresensi @KuntoAjiW Itu Paroki di daerah kayak Rantau Parapat aja 28M, berarti Paroki di Jabodetabek aja menurut gw bisa nyentuh ratusan miliar, mereka tutup akun berjamaah bisa puyeng 7 keliling semua direksi BNI
Indonesia
5
28
474
46.2K
Esty
Esty@playoncourtwo·
Ini kalau berani satu Keuskupan pada pindah bank gak pakai BNI beuh ngeri sih. Ini baru satu paroki, belum lagi yayasan katolik yang punya sekolah tingkat dari TK sampai SMA, belum lagi kampusnya belum lagi rumah sakit dan panti asuhan. Aku juga abis ini bakal pindah bank sih
Billy@Billy_Naravit

@4mod_ Itu baru Parokinya, belum sekolah, rumah sakit, panti asuhan, yayasan katolik tuh banyak bgt dan ini kita belum nyentuh rekening bisnis & rekening pribadi jemaat ya.

Indonesia
0
0
2
133
Esty รีทวีตแล้ว
Billy
Billy@Billy_Naravit·
@MondayHer Ngeri banget nasabah sekelas direksi yang harusnya dikasih karpet nerah prioritas di anggap sepele sama mereka 🥲🥲🥲 Gw pun juga bakal ngelakuin hal yang sama kayak boss kamu kak.
Indonesia
2
23
1.2K
134.7K
Esty รีทวีตแล้ว
🐹D🐎
🐹D🐎@MondayHer·
@Billy_Naravit Bener.. pindahin aja Dulu Kepala Kantor juga dikecewekan oleh pelayanan salah satu bank plat merah (di ping pong). Akhirnya, dia pindahkan seluruh rekening gaji pegawai (sekitar 1000 org) ke bank lain. Besoknya, tuh bank dateng ke kantor ngemis agar ga pindah bank.
Indonesia
12
122
3.2K
169K
Esty รีทวีตแล้ว
Billy
Billy@Billy_Naravit·
@4mod_ Itu baru Parokinya, belum sekolah, rumah sakit, panti asuhan, yayasan katolik tuh banyak bgt dan ini kita belum nyentuh rekening bisnis & rekening pribadi jemaat ya.
Indonesia
4
114
2.5K
146.8K
Esty รีทวีตแล้ว
amd
amd@4mod_·
@Billy_Naravit Dana gereja itu gede gede. Ini baru satu paroki, tapi efeknya bisa kehilangan kepercayaan se Indonesia. Bayangin dana pihak ketiga yang keluar dari BNI bisa itungan 3 digit M or 1 single digit T, belom kalo “buru-buru” keluarnya apa ga pusing hehehehe~
Indonesia
7
269
4.8K
161.9K
Esty รีทวีตแล้ว
Billy
Billy@Billy_Naravit·
Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas. Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
882
12.5K
44.8K
3.1M
Esty รีทวีตแล้ว
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Gue relate banget sama satu statement ini. Kadang kerjaan yang lagi lo jalanin sekarang… ya emang itu yang paling pas buat lo di fase ini. Kenapa?
Indonesia
132
5.8K
26.9K
631K
Esty รีทวีตแล้ว
The Killing Joke
The Killing Joke@ManBehindThe9un·
@ezash Kenaikan Solar non-subsidi bikin truk ekspedisi swasta tekor, ongkos kirim naik, harga barang ikut melambung. Transportasi umum non-subsidi terpaksa menaikkan tarif, masyarakat makin terbebani. Industri pun kena imbas, biaya produksi naik, ujungnya harga barang makin mahal
Indonesia
32
1.1K
3.6K
111.5K
Esty รีทวีตแล้ว
KakekHalal
KakekHalal@KakekHalal·
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., yang juga Uskup Bandung buka suara terkait pegawai @BNI yg maling uang umat Katolik Paroki Aek Nabara - Sumut. Sebentar lagi sampai ke telinga Kardinal Ignatius Suharyo & Paus Leo IV. Mohon @bumn_idn @BNI segera kembalikan uang tersebut🙏
Indonesia
120
1.1K
3K
409.6K
Esty รีทวีตแล้ว
Danz | INA Juara 🇮🇩
Danz | INA Juara 🇮🇩@d_parameswara·
2023, hype badminton masih se-high itu yak, lihat komentar sampe tembus 12k+ 🥹 tapi emang seru sih 2023 tuh, MS-WS-MD-WD mulai bangkit & stable (kec. XD 🤡) tapi XD masih ada DeGlo sih yang bronze BAC. MS/JoTing WS/Grego MD melimpah WD PriFad
Danz | INA Juara 🇮🇩 tweet media
Indonesia
15
64
479
44.1K