riddy

11.2K posts

riddy banner
riddy

riddy

@riddym_

เข้าร่วม Temmuz 2010
247 กำลังติดตาม266 ผู้ติดตาม
riddy รีทวีตแล้ว
si Hanih 吳美兰
si Hanih 吳美兰@melanieppuchino·
Agak muak aja liat pemimpin gak punya empati dan pendukung jilat maksimal kek lu ini.
Laksmi@are_inismyname

Agak muak aja melihat usaha2 utk menjatuhkan marwah presiden @prabowo dgn isu2 hasil opini atau mimpi halu para kaum galon Yg memframing fitnah terhadap beliau. Soal ulang tahun aja sampe diframing sedemikian rupa, pdhl ucapan ultah biasa beliau ucapkan tidak hanya utk seskab teddy aja, pada ibu Titiek Soehartopun beliau ucapkan secara khusus. Seskab teddy diframing sedemikian rupa padahal jauh sebelum ada seskab teddy sebagai ajudan, beliau juga terkenal dekat dengan para aslinya tak jarang momen ultah aslinya kadang mendapat ucapan ultah, kadang suka heran aja berita ini dibesarkan oleh kaum galon atau ada pihak2 yang sedang personal branding utk menunjukkan paling dekat dgn presiden wallahualam Kenapa gak fokus mendukung kebijakan pemerintah ketimbang sibuk ghibah berjamaah, lucu aja klo mau dibegoin hal yg absurd gak bisa kritik kebijakan justru ikutan menjatuhkan lewat fitnah yg tidak ada buktinya

Indonesia
9
177
490
8.3K
riddy รีทวีตแล้ว
5tePh3N
5tePh3N@P3gEl·
Polda Riau himbau pelaku yg rusak rumah diduga bandar narkoba serahkan diri. Didaerah lain, Wartawan tanyakan alasan polisi tak tampilkan Alung tersangka bandar sabu yg sempat DPO 6 bulan dan ini alasannya 🤨
5tePh3N tweet media
Indonesia
152
635
1.3K
99.1K
riddy รีทวีตแล้ว
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Klo yg datang nawarin adalah penipu ngaku kepala cabang BNI, mungkin yg ceroboh adalah korban. Klo yg datang adalah BENERAN kepala cabang BNI dan dia NIPU, berarti Bank BNI yg bangsat !!
Indonesia
51
2.6K
9K
186.3K
riddy รีทวีตแล้ว
United Focus Indonesia
United Focus Indonesia@utdfocusid·
Rp28 miliar uang jemaat gereja raib. Dikumpulkan selama 45 tahun, habis karena satu orang. Pelakunya? Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Korban? 1.900 anggota Credit Union (CU) Paroki St. Fransiskus Assisi Aek Nabara. Mayoritas petani dan pedagang kecil. Dana ini dikumpulkan selama lebih dari 40 tahun. Modusnya? Sejak 2019, Andi menawarkan produk “BNI Deposito Investment” dengan bunga 8% per tahun, dua kali lipat bunga deposito normal. Produk ini tidak pernah ada di sistem resmi BNI. Andi memalsukan bilyet deposito, memalsukan tanda tangan nasabah, lalu mengalihkan dana ke rekening pribadinya. Agar korban tidak curiga, ia rutin mentransfer “bunga” palsu ke rekening CU. Total bunga palsu yang diterima gereja selama bertahun-tahun mencapai Rp3 miliar. Pada Februari 2026 perlahan terbongkar, saat itu gereja minta pencairan Rp10 miliar untuk pembangunan sekolah. Andi terus mengulur waktu. Pada 23 Februari 2026, Kepala Cabang BNI Rantauprapat datang langsung dan menyampaikan bahwa Andi sudah tidak bekerja di BNI dan produk deposito itu bukan produk resmi bank. Suster Natalia, bendahara CU yang selama ini memegang kepercayaan umat, langsung pingsan di tempat. “Dari tangan saya, yang seorang suster ini, uang umat hilang. Inilah yang membuat saya syok.” Dua hari setelah kasus dilaporkan ke Polda Sumut pada 26 Februari 2026, Andi kabur ke Australia bersama istrinya. Interpol menerbitkan red notice. Pada 30 Maret 2026, keduanya menyerahkan diri di Bandara Kualanamu. Dalam pemeriksaan, Andi mengakui seluruh perbuatannya. BNI baru menyalurkan dana talangan Rp7 miliar. Sisa Rp21 miliar lebih belum ada kejelasan. Somasi dari CU Paroki masih menunggu respons resmi BNI. “Uang yang dikumpulkan selama 40-45 tahun oleh umat yang sangat sederhana. Ini masa depan anak-anak mereka. Tapi semua itu hilang. Saya mohon, BNI kembalikan uang kami.” Kata Suster Natalia Situmorang pada Konferensi Pers Gereja Katedral Medan, 10 April 2026 Ini bukan soal satu oknum aja sih, tapi soal sistem pengawasan perbankan yang memberi ruang praktik ini berjalan selama tujuh tahun tanpa terdeteksi. Tersangka sudah ditangkap dan mengaku. Uang umat yang hilang belum kembali. BNI harus segera memberikan kepastian dan mengembalikan seluruh dana sebesar Rp28 miliar kepada jemaat yang telah puluhan tahun menaruh kepercayaan mereka.
August@AnakLolina2

Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai. Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,. @DivHumas_Polri @KejaksaanRI @prabowo No viral no justice kata @mohmahfudmd Bantu RT 🙏

Indonesia
107
1.3K
3.3K
195.2K
riddy รีทวีตแล้ว
ivy ⋆˚࿔
ivy ⋆˚࿔@eufrasiart·
guys tolong bantu rt like lagi karena ga rame = masalah ga selesai 😭😭 ini masih sepi bgt bgt bgt bahkan ga di up di tv nasional postinganku yang sebelumnya miss info ternyata dana yang hilang adalah dana koperasi umat yang berada di bawah naungan paroki, bukan dana gereja (persembahan) ya dan fyi ternyata bukan 28 M tapi 31 MILIAR (tonton di podcastnya menit 19an). WOI 31 M TUH GEDE BANGETTT, banyak umat yang percayain dananya ke BNI dan pasti butuh dana tersebut untuk sehari-hari mereka jadi tolong bantu ramein biar masalah ini tuntas!!! halo @BNI tolong selesaikan kasus ini dan kembalikan dananya secara full, terlepas ternyata dana dititipkan ke produk gelap si kepala bank tapi tetep aja hal ini merupakan bentuk kelalaian bank karena telah meloloskan kepala bank (orang berstatus & dipercaya) sampe2 bisa nipu sampai 31 miliar gini :(((
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Baca dan mengikuti berita mengenai Suster Natalia ini, terkesan BNI seperti ingin lepas tangan, padahal pelaku (Andi Hakim) merupakan salah satu pejabat di bank tersebut. Ini bisa jadi preseden buruk untuk BNI. Bukan tidak mungkin sentimen negatif ini berubah menjadi seruan memindahkan rekening dari BNI ke bank lain.

Indonesia
24
1.9K
3K
37.8K
riddy รีทวีตแล้ว
🌸🌼
🌸🌼@cinnamongirlc·
Papua tanahnya dieksploitasi, orang aslinya diberlakukan rasis dan dibunuh-bunuhin, bertahun-tahun. saat mereka ingin merdeka malah dicap teroris, kurang laknat apa coba.
🌸🌼 tweet media
Lone Wolf@Mythicalforest

TW: Rape, Sexual Violence Kekerasan seksual tahun 98 itu juga terjadi di Papua saat Biak Berdarah (6 Juli 1998) Tineke Rumakabu, penyintas Biak Berdarah, bersaksi Di Universitas Sydney soal kekejaman tentara Alat kelamin & payudara perempuan dipotong & diperkosa berulang kali

Indonesia
5
736
1.5K
15.9K
riddy รีทวีตแล้ว
iTamara
iTamara@Real___iTamara·
I'm sorry, gay couples should not be allowed to adopt babies. You opted out of God's natural plan. You don't get to confuse a child and mess their life up because you are confused and your life is messed up.
English
1.9K
10.1K
74.6K
1.2M
riddy รีทวีตแล้ว
folkative
folkative@insidefolkative·
Menkes sebut 28 juta penduduk Indonesia punya masalah kejiwaan.
folkative tweet media
Indonesia
736
957
4.7K
461.5K
riddy รีทวีตแล้ว
Opposisi6890
Opposisi6890@Opposisi6890·
- Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo
Opposisi6890 tweet media
Indonesia
24
218
538
3.7K
riddy รีทวีตแล้ว
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Yg nipu kepala cabang nya..apakah kepala cabang bukan karyawan atau bagian dr BNI ? Apakah bisa ngejalanin sendiri tanpa kantor dan menggunakam fasilitas BNI..? Harusnya disini BNI ada 2 urusan - BNI dengan oknum pegawainya - BNI dengan paroki (nasabah) Harus di pisah gk sih?
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
153
1.5K
4.1K
194.1K
riddy รีทวีตแล้ว
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Baca dan mengikuti berita mengenai Suster Natalia ini, terkesan BNI seperti ingin lepas tangan, padahal pelaku (Andi Hakim) merupakan salah satu pejabat di bank tersebut. Ini bisa jadi preseden buruk untuk BNI. Bukan tidak mungkin sentimen negatif ini berubah menjadi seruan memindahkan rekening dari BNI ke bank lain.
Indonesia
202
3.4K
5.8K
1.1M
riddy รีทวีตแล้ว
InfoGram
InfoGram@_InfoGram_·
Who started the war? — TRUMP Who bombed Iran? — TRUMP Who caused the Strait closure? — TRUMP Who fucked economy? — TRUMP Who declares victory? — TRUMP Who took credit for opening Hormuz? — TRUMP Who declares "great day for world"? — TRUMP Elect a clown, expect a circus.
English
1.3K
8.1K
21.3K
216.9K
riddy รีทวีตแล้ว
The Institute for Ecosoc Rights
DPR-RI jg pernah melakukannya : menginap di hotel termahal di Perancis dan menggunakan transportasi mewah (limousinz) yg hanya dipakai artis2 ternama. Ini menimbulkan kemacetan krn org pengin lihat artis mana yg akan keluar dari hotel tsb dan pakai limusin. Ternyata yg keluar dari hotel tsb adalah gerombolan DPR beserta keluarganya yg hendak ajukan utang ke Perancis. Rakyat Perancis marah dan menuntut pemerintah utk tdk memberikan utang krn Indonesia punya duit utk dan rakyat khawatir hasil utangnya dipakai foya2 pejabat
unilubis@unilubis

Tahun 1991 meliput CGI Meeting. Negara2 donor utk RI, World Bank Office Paris. Delri nginap di George V Hotel. Saya nginap di hotel 3 stars di rue de brasserie, sama dg salah satu donor terbesar saat itu, Jepang. Kog yg ngutang lebih mahal hotelnya? Biar lebih kredibel katanya😃

Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
40
2.4K
7.9K
267.7K
riddy รีทวีตแล้ว
Anak ogi
Anak ogi@Anak__Ogi·
Pahamkan knp Indonesia ga maju-maju po. Sama mi babi aja takut, teriak haram, giliran zina, miras, korupsi, bahkan uang umat kristen aja halal.😂👻 Jadi ceritanya ada usaha bernama Mie Babi Tepi Sawah, lokasi di Parangjoro, Grogol, Sukoharjo. Lokasi agak mblusuk di belakang pabrik. Ijin usahanya sudah lengkap, dan dari Pemkab Sukoharjo tidak ada masalah. Tapi ada orang orang yang mengaku warga sekitar tidak terima dengan keberadaan Mie Babi ini, katanya meresahkan warga.
Indonesia
119
279
586
44.3K
riddy รีทวีตแล้ว
Gea
Gea@Ceysa_ku·
Keren banget rakyat pemberani seperti bapak yang satu ini. Melawan aparat yg belum jelas fakta kesalahannya. Semangat pak jgn takut sama aparat, yg harus di takuti sama hukum yg benar dan jujur. Saya dukung bapak 👍👍💪💪
Indonesia
123
1.2K
4.5K
168.8K
riddy รีทวีตแล้ว
Fir Jon Un
Fir Jon Un@PatubMbel·
Kalau anda kira aman krn pertalite, pertamax, dan bbm subsidi gak naik itu aman² saja.. fix anda gak pernah maen gaple dan gak ngerti efek domino itu apa. Siap² saja.
Indonesia
77
342
1.2K
45.3K
riddy รีทวีตแล้ว
Demokrasi Rasa Nepotisme
Demokrasi Rasa Nepotisme@Bambangmulyonoo·
Tempo emang keren.... Nawadosa Jokowi.... TerMul bentar lagi nyerang Tempo... 🤣🤣🤣
Demokrasi Rasa Nepotisme tweet media
Indonesia
66
1K
2.5K
26.1K