makar bergizi gratis 🫂🫵🏾
82.9K posts

makar bergizi gratis 🫂🫵🏾
@senituru
Retweeter. Semi Househusband. Maybe will get back to fpv drone.

日本人男性らがインドネシアで児童買春し、未成年の少女にNN(生中出し)したと自慢している。少女を「生体オナホール」呼ばわりし、人間扱いしていない。「ヤバいだろ年齢」「16歳くらいに見えた」「17歳」などの記述から、少女らが未成年であることを明確に認識した上で、行為に及んだことがわかる。






Berita sedih tentang penipuan orang Jepang 🇯🇵😢 Di Surabaya, 6 orang Jepang yang terlibat dalam penipuan khusus (special fraud) telah ditangkap oleh polisi setempat. Sebagai orang Jepang yang tinggal di Indonesia, saya merasa sangat malu dan menyesal. Kami telah menyebabkan banyak kerumitan bagi masyarakat setempat. Atas nama seluruh orang Jepang, saya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam. Perbuatan ini telah merusak kepercayaan terhadap Indonesia yang selama ini menyambut kami dengan hangat. Saya benar-benar meminta maaf dari lubuk hati. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi🙏

Everyone should go to Japan at least once (preferably early in life) just to understand what a highly functioning society can look like


@lyndaibrahim tekbro = "semua masalah bisa selesai dengan aplikasi dan inovasi!!!" diaspora = "kalo di negara yang gue tinggalin sekarang tuh yeeeeeee" imagine both of the mindset combined, ya keluarnya begitu itu dah



Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan. Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura. Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN. Naik Singapore Airlines. Penerbangan komersial biasa. Turun dari garbarata seperti penumpang biasa. Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal. Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan. Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung dan segala kebutuhan rombongan. Konteksnya yang membuat ini makin menohok: Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia. Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun. Jadi analoginya begini: ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya. Terus ada acara arisan di kompleks. Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer. Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer. Itu bukan gaya hidup orang kaya. Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya. Dan bedanya sangat jauh. Yang paling ironis: Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan. Masih banyak bagian yang diimpor. Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia. Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun. Dan yang paling menyakitkan: Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya. Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi. Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial, sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan. Kesederhanaan bukan tanda kelemahan. Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial. Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan. Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri. Bangsa yang benar-benar besar tidak perlu selalu terlihat besar. Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.

Explaining why I, personally, hate Mixtape in just under 3 minutes of totally uninterrupted "gameplay" (Spoilers):


Asians have an abundance of skills, but a scarcity of courage. Since moving back to Asia after living in the US, I've noticed that most people pick safe career paths, like corporate jobs or family business. This is driven by our culture of "saving face." There's an expectation to project an image of success, especially if your parents sent you abroad for school. As a result, young people rarely take risks. They don't start companies or pursue strange interests, because no one wants to fail in a gossipy Asian society. Ironically, Asian parents pay $500k to send their kids to American universities to be free-thinkers and entrepreneurs, only to pull them home and demand they conform.

山東省臨沂に抗日アトラクション ここでも鬼子役のジャンピングビンタは健在。誰だ流行らせたの なお0:41~

















