"Gaji lu berapa per bulan?" tanya Tante Rina dengan tatap tajamnya.
"0,18 detik MBG, Tante," jawabku pelan tak berani menatap matanya karena malu.
Namun aku sedikit mendongak kepala melihat sedikit daripada raut wajahnya. Ia tersenyum tipis, terkesan merendahkan.
"Heh, anak tante ya sudah jadi direktur perusahaan multinasional. Gajinya 8,64 detik MBG, lho. Kamu ini sudah dewasa tapi masih menyusahkan orangtua!"
Rentetan kata-katanya menusuk hati dalam kalbu paling dalam, tetapi itu menyalakan api yang bersinar menyala-nyala dalam hatiku. Kugenggam tanganku dan berteriak kencang dalam hati, "KELAK GAJIKU SEKITAR 1 MENIT MBG!"
→ Suaminya lagi sakit
→ Ekonomi tercukupi dari usaha suami yg masih jalan
→ Istrinya selingkuh + biayai selingkuhan
→ Anaknya curiga, kumpulin bukti, grebek apart
→ Anaknya marah, ibunya gabisa apa2, bukti udah kekumpul banyak
Belum ada kelanjutan euy, info dari ibu-ibu yg ketemu pas beli sayur nyeritain tetangga
@PSambadha Setiap pasangan selalu akan ada satu topik yang akan jadi sumber keributan. Dan itu selalu berulang / diungkit. Tapi ya tetap ndak ada solusi permanennya. Tau2 baikan aja.
Seperti yg pernah saya katakan dulu, penikahan itu yg paling penting pasangan punya ikatan emosional yg kuat. Alhamdulillah pernikahan kami awet, sdh 36 tahun. Buktinya sampai sekarang isteri tiap saya ajak bicara bawaannya emosi aja dia.