ทวีตที่ปักหมุด
Nova Tenop
61.8K posts

Nova Tenop รีทวีตแล้ว

Ambruk di Negeri yang Salah Urus
Purbaya Yudha Saksama ambruk.
Bukan karena korupsi.
Bukan karena skandal.
Ia ambruk karena kerja keras sesuatu yang di negeri ini ternyata lebih berbahaya dari keduanya.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal itu roboh di tengah tugasnya menanggung beban angka-angka defisit, proyeksi inflasi, dan rapat tanpa ujung yang menggerogoti tubuh dan pikirannya pelan-pelan. Dokter bilang kelelahan.
Wajar.
Namanya juga ngurusin duit negara, duit yang jumlahnya selalu kurang, tapi peruntukannya selalu banyak.
Kita, warga +62, cuma bisa manggut-manggut dari balik layar hape sambil scroll.
Ya iyalah ambruk, Pak.
Kami yang rakyat biasa aja udah capek duluan dan kami bahkan nggak punya akses ke ruang rapat itu.
Sementara itu, di gedung seberang, ada cerita yang berbeda. Kepala Badan Gizi Nasional justru sedang dalam kondisi yang bisa dibilang luar biasa. Pipinya makin tembem. Jasnya makin ketat di bagian perut. Senyumnya makin sumringah. Foto-fotonya beredar di media sosial, dan netizen +62 yang tajam matanya langsung menangkap sesuatu yang tak bisa dibohongi oleh filter kamera manapun beliau makin subur. Tentu saja. Setiap hari beliau mengawasi program makan bergizi gratis untuk anak-anak Indonesia.
Mengawasi sebuah kata yang terdengar penuh dedikasi, sekaligus, rupanya, penuh kalori.
Dan di sinilah kita, warga +62, mulai bertanya-tanya dengan polosnya:
Kok bisa ya, yang tiap hari mikirin gimana caranya uang negara cukup untuk semua kebutuhan rakyat badannya makin kurus, makin sakit, akhirnya ambruk? Sementara yang tiap hari tugasnya mastiin rakyat kenyang badannya justru yang paling meyakinkan bahwa program ini berhasil? Apa ini namanya dedikasi? Atau memang begini cara kerja gravitasi di republik ini beban selalu jatuh ke orang yang paling ikhlas menanggungnya?
"Yang ngurusin duit negara sakitan. Yang ngurusin makan malah ikutan makan." "Pak Purbaya istirahat dulu ya Pak, kerjaan sampeyan emang berat.
Beda sama yang lain kerjaan ringan, makannya berat." Dan yang paling dalam, dari seorang netizen tanpa nama yang mungkin adalah kita semua: "Sehat-sehat ya Pak Purbaya. Di negeri ini, orang yang beneran kerja emang harus ekstra jaga diri karena sistem nggak akan jaga kita."
Itulah ironi Republik ini, yang bekerja dengan presisi sempurna tanpa pernah ada yang merancangnya: Yang kurus karena mikirin uang rakyat ambruk duluan. Yang gemuk karena program rakyat makin sehat, makin segar, makin layak difoto.
Negeri +62 di mana beban kerja membunuhmu lebih cepat dari kolesterol, dan di mana keikhlasan adalah satu-satunya hal yang tidak pernah naik gajinya.
Semoga lekas pulih, Pak Purbaya. Meski kami tahu, begitu pulih pun bebannya masih akan sama beratnya.
Sumber: Facebook

Indonesia

