Robertus Rony Setiawan

17.2K posts

Robertus Rony Setiawan banner
Robertus Rony Setiawan

Robertus Rony Setiawan

@ronirobert

Cerita cinta-canda cuma-cuma. | Katarsis ritus pertunjukan (seni) adalah jalan keluar dari labirin jumud kehidupan. Let’s pray, let’s play! | Writer-art worker.

Yogyakarta-Jakarta, Indonesia Sumali Şubat 2010
1.5K Sinusundan591 Mga Tagasunod
Naka-pin na Tweet
Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan@ronirobert·
SAMPAH, (H)AMPAS Performance art ini menyertai pameran seni rupa “Re-identify” di Galeri Astra, Jakarta, 26-30 Juli 2023. Ia berpesan: sampah berkeliaran di sekitar kita. Ia meminta kita semua utk membenahi gaya hidup. #Artinstallation #PerformanceArt #videoart #nftart
Robertus Rony Setiawan tweet mediaRobertus Rony Setiawan tweet mediaRobertus Rony Setiawan tweet mediaRobertus Rony Setiawan tweet media
Indonesia
1
0
3
4K
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
Gak punya adab loe Wo 👿
Indonesia
632
517
1.7K
72.3K
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
UGM menyusul. Konon katanya SPPG-nya bakal dibangun di tempat di mana Fakultas Filsafat berdiri sekarang. Karena kata pemerintah ga relevan dengan kebutuhan industri akhirnya mending yg relevan aja kayak SPPG
TxtdariUGM tweet media
Indonesia
118
198
1.1K
58.2K
CatatanAli7
CatatanAli7@Catatan_ali7·
SAKIT INI GIBRAN !!! orang orang lagi pada berduka dia malah posting Momen Open House lebaran Presiden 😭😭 Owalah bran gibran gak ada empaty nya sama sekali awakmu @gibran_tweet @SetwapresRI
CatatanAli7 tweet media
Indonesia
116
905
4.7K
290.7K
Robertus Rony Setiawan nag-retweet
Troll Touchline
Troll Touchline@TrollTouchline·
🚨💣🗣️ Thierry Henry on Bruno Fernandes Season: "Listen, we have to talk about what we are seeing from Bruno Fernandes right now, because sometimes in football, we take consistency for granted. To be sitting there on 19 assists with games still to play... that is not normal. It is not easy. People always talk about my record the 20 assists I had in that 2002/03 season. And let me tell you, I know exactly what it takes to get to that number. It’s not just about the quality of the pass; it’s about the vision to see a gap before it even exists, and then having the technical execution to deliver the ball exactly where the striker needs it. It’s about being the 'brain' of the team. And Bruno, for all the talk about his frustration or his emotions, he is the undisputed brain of that Manchester United side. You see that assist today against Brentford? That’s what I love. It’s the weight of the pass. It’s knowing exactly when to release it. He’s on the verge of matching me, and potentially going past me, and look records are there to be broken. I’ve always said that. If you are good enough to beat a record that has stood for over twenty years, you deserve all the flowers. You have to respect the grind. And let’s be serious for a second: if he goes ahead and does this if he breaks that 20-assist barrier in this Premier League, with the intensity of the game today for me, he has to be the PFA Player of the Year. Simple as that. You cannot have a player reach that level of creative output and not recognize him as the best in the land. He carries the responsibility, he demands the ball, and he delivers. If he hits 21, I’ll be the first one to stand up in this studio and clap, because I know the difficulty of that mountain he’s climbing."
Troll Touchline tweet mediaTroll Touchline tweet media
English
74
1.3K
9.6K
338.6K
Robertus Rony Setiawan nag-retweet
Chino
Chino@ChinoUTD·
🎙️ Bruno Fernandes on assisting Benjamin Sesko instead of Bryan Mbeumo: “Mbeumo was a bit annoyed, of course… every attacker wants the ball. But after the goal, I went straight to him. I reminded him of what we spoke about… helping Sesko grow, helping him become one of the best. Sometimes it’s not about the easy pass, it’s about the right one. If we want him to build confidence, we have to trust him in those moments. Mbeumo understood straight away… that’s the kind of group we have. We all want the same thing. Champions League football. And for that, we have to think as a team, not as individuals. Everyone’s moment will come.”
Chino tweet mediaChino tweet media
English
339
2.9K
30K
795.2K
Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan@ronirobert·
@Yupiers Karena agendaku lagi banyak nih, rada overthinking juga. Antara melepaskan masalah yang satu, lalu fokus dengan urusan terdekat di masa kini. Jadi kayak dikejar-kejar makhluk lembut tapi kasar, tapi halus & bikin bersemangat juga. Bingung enggak tuh?!
Indonesia
0
0
0
6
Yupi Gummy Candies
Yupi Gummy Candies@Yupiers·
Kalau hidup kamu film, sekarang lagi genre apa?
Indonesia
16
1
16
861
Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan@ronirobert·
@Dandhy_Laksono Yang mengalami kemunduran bukan Gereja Katolik, melainkan personal pengurus pastoran tersebut yang (mungkin) takut (kelaparan). Padahal "Bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal..."
Indonesia
1
0
13
911
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Di Papua diputar Keuskupan Timika dan ditonton para pastor, di Jawa dibatalkan Pusat Pastoral Yogyakarta. Di Kupang dibatalkan karena intimidasi, di Buleleng, Bali dihadiri Wakil Bupati dan anggota DPRD. tempo.co/politik/penyeb…
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
37
255
819
46.8K
Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan@ronirobert·
@Info_SerieA Paling suci dari belakang: Como. Tersuci (dari depan): enggak ada karena bal-balan sudah pakai judi. Judi! Teeet!
Indonesia
0
0
1
298
Info Serie A Italia
Info Serie A Italia@Info_SerieA·
Kalo ditanya “Tim Serie A paling suci itu siapa?” Kalian jawabnya tim apa?
Indonesia
182
4
87
30.7K
MANTO
MANTO@KangManto123·
Orangnya itu itu aja..🤣🤣
MANTO tweet media
Indonesia
462
165
594
25.8K
Fajar Ramadhan
Fajar Ramadhan@fajarrusalem·
seorang mas-mas berhenti jadi karyawan, memutuskan jdi pengajar, utk kelas-kelas independen. Mas-mas tsb y saya sendiri,
Indonesia
31
4
91
4.2K
Robertus Rony Setiawan nag-retweet
SOERJOPRANOTO
SOERJOPRANOTO@demonevenscare·
Bagaimanapun dan sampai kapanpun, ilmu sejarah akan terus relevan dengan berbagai aspek kehidupan dan lintasan zaman. Prof. Bambang Purwanto memberikan panduan bagaimana ilmu sejarah memiliki urgensi, termasuk dalam sektor industri. Baca di: journal.ugm.ac.id/bakti/article/…
SOERJOPRANOTO tweet media
Nur Hasyim@KANGMASBO

Prodi-prodi humaniora yang sudah terpinggirkan akan semakin tidak dianggap penting karena dipandang nggak relevan dengan Industri.

Indonesia
4
875
2.5K
40.8K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Cak Imin: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Turun "Ada sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem telah naik kelas."
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
684
111
1K
1.3M
Humas Polri
Humas Polri@DivHumas_Polri·
Kepercayaan publik terhadap Polri menguat. Survei Indonesia Development Monitoring (IDM) mencatat tingkat kepercayaan mencapai 79,2 persen, mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap pelayanan dan penegakan hukum. Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman, menyebut kepuasan publik terhadap pelayanan Polri mencapai 81,2 persen, sementara 75,1 persen responden puas terhadap penegakan hukum dan 76,7 persen terhadap pengawasan internal. Rasa aman juga tinggi, dengan 88,7 persen masyarakat merasa aman beraktivitas di malam hari. Keterlibatan Polri dalam program pemerintah turut diapresiasi, seperti ketahanan pangan (78,7 persen) dan Makan Bergizi Gratis (83,8 persen). Survei terhadap 1.580 responden di 34 provinsi ini menegaskan tren positif pemulihan kepercayaan publik terhadap Polri.
Humas Polri tweet media
Indonesia
1.1K
30
264
70.2K
nico delanoHenry@P.
nico delanoHenry@P.@NHenryp29864·
Baru terjadi. Berita ini presiden Prabowo sama sekali tidak tau. Berita2 begini sangat ketat di Sortir oleh bunda Teddy. Murid SMA bisa dapat keracunan. Padahal dapur sudah HIGIENIS.. kemungkinan besar, Ilmu Hitam Klenik Hipnotis Jarak Jauh berfungsi.
Indonesia
177
1.3K
2.3K
109.2K
Robertus Rony Setiawan nag-retweet
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Mengapa filosofi pendidikan “sesuai industri” itu problematis? Saya agak gelisah baca wacana menutup prodi yang dianggap “tidak relevan dengan industri”, yang disampaikan Sekjen Kemendikti, Prof Bakri Munir Sukoco. Bukan karena saya anti industri. Tapi… industri yang mana? Yang hari ini? Atau yang bahkan belum ada 10 tahun lagi? Masalahnya sederhana: industri sendiri sering belum tahu arah masa depannya. Laporan World Economic Forum dan McKinsey & Company berulang kali bilang hal yang sama: banyak pekerjaan masa depan belum eksis hari ini. Jadi kalau kampus sibuk “menyesuaikan diri” dengan kebutuhan sekarang, kita mungkin sedang menyiapkan lulusan… untuk dunia yang sudah lewat. Dan biasanya, yang pertama dikorbankan itu selalu sama: Filsafat. Sejarah. Sastra. Yang dianggap tidak praktis. Padahal banyak pemimpin, pembuat kebijakan, bahkan inovator yang lahir dari sana. Sekarang bahkan keguruan dan kedokteran ikut disorot oleh Sekjen Kemendikti. Keduanya dibutuhkan masyarakat tapi katanya terlalu “market-driven”, harus jadi “market-driving”. Tapi jujur saja kedua istilah ini masih dalam logika yang sama: pasar sebagai penentu. Bedanya hanya soal siapa yang lebih pandai meramal pasar. Padahal masalah utamanya bukan di situ. Masalah pendidikan di Indonesia itu ada di tata kelola. Prodi dibuka karena tren. Karena peminat. Karena pemasukan. Bukan karena visi pendidikan. Kalau akarnya di situ, menutup prodi dari atas itu cuma seperti memotong daun, tanpa menyentuh akar. Yang kita butuhkan bukan sekadar menutup prodi, tapi membenahi cara kita menilai dan membiayai pendidikan. Quality control dan akreditasi tetap penting, tapi ukurannya harus nyata: kualitas belajar, daya pikir lulusan, dan dampaknya bagi masyarakat, bukan sekadar dokumentasi. Yang dibutuhkan adalah pendanaan berbasis kualitas, kurikulum yang lentur, dan keberanian menjaga ilmu yang tidak selalu “laku”. Karena saat industri jadi satu-satunya ukuran, dunia kampus menjelma hanya melatih tenaga kerja bukan melahirkan manusia yang mampu berpikir, menilai, dan membentuk zamannya sendiri. Tabik, Nadirsyah Hosen
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
35
1.1K
2.7K
75K