Mas Dhani
9.7K posts


Belum lama ini gw ngobrol sama kenalan gw
Dia cerita kalau baru sadar satu hal tentang doa.
Dulu dia kerja sebagai sales
Jam kerjanya gila
Bisa sampai 12 jam sehari
Pagi berangkat.
Anaknya belum bangun.
Pulang malam
Anaknya kadang udah tidur.
Istrinya juga mulai sering ngomong,
"Kayaknya kita serumah tapi jarang ketemu."
Akhirnya suatu malam dia berdoa.
Doanya sederhana,
"Ya Tuhan, gw cuma pengen punya lebih banyak waktu buat anak dan istri."
Beberapa bulan lewat.
Tiba-tiba kontraknya habis.
Dan ternyata ga diperpanjang.
Padahal performanya aman
Target masuk
Ga ada masalah besar.
Dia kaget, bingung
Sempet stres juga.
Karena mendadak kehilangan kerjaan.
Tapi di tengah itu semua, dia kepikiran sesuatu.
"Oiya ya, gw pernah doa buat punya lebih banyak waktu sama keluarga."
Dan sekarang?
Dia bangun pagi bareng anaknya
Nganter sekolah
Makan malam selalu di rumah
Doanya dikabulkan
Cuma, bentuk jawabannya nggak sesuai bayangan dia.
Kadang yang bikin takut itu bukan doa yang ga dikabulkan
Tapi doa yang dikabulkan dengan cara yang ga kita ekspektasiin.
Makanya kalau berdoa, kadang kita juga harus hati-hati sama apa yang kita minta.
Karena bisa aja, semesta beneran denger.
Indonesia
Mas Dhani ری ٹویٹ کیا

Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.

Indonesia
Mas Dhani ری ٹویٹ کیا

@tanyarlfes Udah pernah mencoba berbaur, ajak ngobrol ini itu malah diajakin main slot. Auto ninggalin dah
Indonesia

@rrryyuuuthhhh @CommuterLine Oke, makasih kak. Tujuannya ke cawang berarti bisa langsung aja naik LRT ya
Indonesia

@Fardhani1 @CommuterLine Klo dari cikarang naik biskita aja kak, trus turun di LRT Jatimulya. Klo tujuannya ada yg searah langsung naik LRT tp klo ttep arah Kp. Bandan atau Manggarai better naik grab ke st. Bekasi cmn 10k aja td aku cek. Cmn effort nya lebih gede waktu tempuh 1jam an 😓
Indonesia

🚨 KAI Commuter Update 🚨
Rekayasa Pola Operasi:
- KA 6066B (Kampung Bandan-Cikarang) Perjalanan hanya sampai Stasiun Bekasi, kembali sebagai KA 5191B (Bekasi-Kampung Bandan).
- KA 5574 (Kampung Bandan-Bekasi) Perjalanan hanya sampai Stasiun Cakung, kembali sebagai KA 5583B (Cakung-Kampung Bandan).
Indonesia

@CommuterLine @rrryyuuuthhhh Maaf nimbrung, mau tanya min @CommuterLine transport alternatifnya dari cikarang ke manggarai bisa naik apa ya?
Indonesia

Selamat pagi, Kak. Perjalanan Commuter Line keberangkatan/tujuan Stasiun Cikarang belum dapat dilalui ya, Kak. Karel akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi. Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat cek berkala pada media sosial KAI Commuter atau aplikasi C-Access. Tks 🙏
Indonesia
Mas Dhani ری ٹویٹ کیا
Mas Dhani ری ٹویٹ کیا

@KucengTerbanggg template banget hantunya bilang "udah tahu ya?" wkwk
Indonesia

@serdaremsc even he needs to hold something to take off his clothes...so sad
English
Mas Dhani ری ٹویٹ کیا
Mas Dhani ری ٹویٹ کیا
Mas Dhani ری ٹویٹ کیا
Mas Dhani ری ٹویٹ کیا

@somexthread di samping rumah persis ada lapangan kosong biasa buat main bola remaja sini dan yg penting jadi reservoir air hujan...eh dibangun koperasi ini, ya jadi kebanjiran lah warga2 sekitarnya 🤦♂️
Indonesia




















