AB

57.7K posts

AB

AB

@aldidesri

Allahumma inni audhu bika min sharri nafsi, wa min sharri syaitan wa syarril-hawaa, wa min sharri al-ghadab wa al-hasad

Indonesia شامل ہوئے Eylül 2014
3.3K فالونگ2.3K فالوورز
AB ری ٹویٹ کیا
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita dari Pandeglang hari ini yang menurut gue paling menggambarkan betapa rusaknya sistem pemerintahan daerah kita. Seorang pejabat yang berstatus tersangka kasus menabrak kerumunan siswa SD menew4sk4n satu anak dan satu pedagang baru saja dilantik menjadi Staf Ahli Bupati Pandeglang. Bukan dicopot. Bukan dinonaktifkan. Dilantik naik jabatan. Ini faktanya dulu agar tidak ada yang bilang lebay: 30 April 2026. Ahmad Mursidi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pandeglang menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5 di Kecamatan Majasari. Korban: sembilan orang. Dua meningg4l duni4 Muhamad Milal, seorang siswa. Dan Dewi Handayani, seorang pedagang. 13 Mei 2026 polisi menetapkan Ahmad Mursidi sebagai tersangka setelah gelar perkara. 26 Mei 2026 dua minggu setelah ditetapkan tersangka Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melantiknya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik. Ahmad Mursidi bahkan mengikuti pelantikan secara daring. Tidak hadir langsung. Tapi tetap dilantik. Dan ini yang paling menampar kalimat Bupati dalam sambutannya: "Kami membutuhkan pejabat yang mampu berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan bergerak lebih kompak." "Masyarakat menuntut pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan berdampak." "Jangan terjebak dalam rutinitas kerja." Pidato tentang inovasi. Tentang transparansi. Tentang pelayanan publik yang berdampak. Disampaikan di hari yang sama ketika tersangka kasus menewaskan anak SD dilantik jadi pejabat baru. Tidak ada ironi yang lebih sempurna dari ini. Dan ini yang paling fundamental dan yang paling jarang dibicarakan: Indonesia punya aturan yang sangat jelas tentang pejabat yang berstatus tersangka. PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan berbagai regulasi turunannya mengatur bahwa pejabat yang terkena kasus hukum seharusnya dinonaktifkan bukan dipromosikan selama proses hukum berjalan. Tapi di Pandeglang aturan itu tidak berlaku. Atau lebih tepatnya tidak dianggap perlu untuk dipatuhi. Dan tidak ada satupun pejabat di atas Bupati Pandeglang yang bergerak untuk menghentikan ini. Tidak ada teguran dari Gubernur. Tidak ada intervensi dari Kemendagri. Tidak ada reaksi dari siapapun dalam hierarki pemerintahan yang seharusnya mengawasi. Dan ini yang paling menyakitkan: Muhamad Milal siswa SD yang tew4s pergi ke sekolah pagi itu seperti biasa. Dia tidak tahu bahwa pagi itu akan menjadi yang terakhir. Dewi Handayani pedagang yang berjualan di depan sekolah itu pergi kerja pagi itu untuk mencari nafkah. Dia juga tidak pulang. Dan orang yang menabrak mereka dua minggu setelah ditetapkan tersangka dilantik sebagai pejabat baru oleh pemerintah daerah yang kata-katanya berbicara tentang transparansi dan pelayanan publik yang berdampak. Dampak apa yang dimaksud? Dampak kepada siapa? Dan ini yang paling relevan dengan konteks yang lebih besar: Prof. Siti Zuhro dari BRIN sudah bilang: nawait menjadi pejabat di Indonesia sudah bukan untuk mengabdi tapi untuk mencari kaya dan mempertahankan posisi. Mahfud MD sudah bilang: hukum di Indonesia sudah menjadi sandiwara. Dan kasus Pandeglang ini adalah bukti paling konkret dan paling tidak bisa dibantah dari kedua pernyataan itu. Tersangka menewask4n an4k SD. Dua minggu kemudian dilantik jadi Staf Ahli Bupati. Bupatinya berpidato tentang transparansi dan inovasi. Tidak ada yang menghentikan ini. Ini bukan anomali. Ini adalah sistem yang bekerja persis seperti yang dirancang untuk melindungi orang dalam, bukan untuk melindungi rakyat. Negeri ini sedang dalam kondisi di mana tersangka pembunuhan karena menabrak kerumunan anak SD sampai dua orang tewas bisa dilantik jadi pejabat dua minggu setelah ditetapkan tersangka. Dan tidak ada satu pun mekanisme pengawasan yang bekerja untuk menghentikannya. Bupatinya berpidato tentang inovasi dan transparansi. Gubernurnya diam. Kemendagrinya diam. Semua diam. Yang tidak diam hanya keluarga Muhamad Milal siswa SD yang tidak akan pernah pulang ke sekolah lagi. Dan sistem yang seharusnya memberi mereka keadilan justru mempromosikan orang yang mengambil nyawa anak mereka. Apakah ini negeri yang sedang kita pertahankan? apakah sudah tidak ada keadilan untuk rakyat biasa?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
113
1.2K
1.7K
63.4K
AB ری ٹویٹ کیا
Uni liswara
Uni liswara@Uniliswara0·
Mungkin ini yang dimaksud, TNI bersama rakyat 🫣
Uni liswara tweet media
Indonesia
14
57
115
2.1K
AB ری ٹویٹ کیا
𝗔𝗬𝗕𝗘𝗡İ𝗭🇹🇷
Kardeşinin ameliyat parası için çizdiği resimleri Instagram’da satmaya çalışan küçük çocuğun bir paylaşımı. Paylaşalım gerekli yerlere ulaşsın
Türkçe
103
9.6K
19.9K
204.1K
AB ری ٹویٹ کیا
Kangkung
Kangkung@pedas__manis·
Ada yang ngespill surat pemecatan wowo dari TNI. Salah satu alasannya: "sering ke Luar Negeri tanpa ijin dari Kasab (Kepala Staf Angkatan Bersenjata) ataupun Pangab (Panglima Angkatan Bersenjata)" Ohh pantes moment sih ini haha
Kangkung tweet mediaKangkung tweet mediaKangkung tweet media
Indonesia
128
5.9K
15.8K
245.5K
AB ری ٹویٹ کیا
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Salah satu tanda rusaknya zaman: Sebagian ulama lebih sibuk menjaga perasaan penguasa daripada menjaga kebenaran di hadapan Allah.
Indonesia
72
2.3K
6.1K
65.2K
AB ری ٹویٹ کیا
The Kerupuk
The Kerupuk@TheKerupuk·
KERUPUK SELEBRITAS: Buna Ted stuns in new portraits for Matra Magazine.
The Kerupuk tweet media
Eesti
483
2.3K
9.8K
489.1K
AB ری ٹویٹ کیا
Pakistani Aura
Pakistani Aura@Pakistani__aura·
Who made this 😂
English
561
2.8K
11.6K
676.9K
AB ری ٹویٹ کیا
Mak imah
Mak imah@mak_imahhybs·
Ga heran pak prabowo doyan keluar negeri dan ga betah di negara sendiri, sudah tabiatnya dari dulu…dan juga jadi salah satu alasan Pemecatannya.
Mak imah tweet media
Indonesia
49
1.6K
4.3K
63.8K
AB
AB@aldidesri·
@AnKiiim_ @Mnadine110611 fufufafa bilang biji peler tinggal 1 akhirnya pisang ketemu pisang
Indonesia
0
0
0
13
AB ری ٹویٹ کیا
susno duadji
susno duadji@susno2g·
Betul juga masy bertanya ; presiden kita belum lama pulang dari Perancis , koq ke Perancis lagi sampai tinggal-kan hari raya idhul adha di dalam negeri , kepentingan apa ??
susno duadji tweet media
Indonesia
23
24
71
1.1K