پن کیا گیا ٹویٹ
Dearme
12.6K posts

Dearme
@lindaypr
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ
Jawa Tengah شامل ہوئے Eylül 2012
536 فالونگ545 فالوورز


@AdamPrabata @hrdbacot Dok suami saya 127/77 kadang 129/78 iyu harus minum obat ga ya dok
Indonesia

Maaf, tapi ini MENYESATKAN!
Udah cukup gue berkali-kali ketemu pasien yang gak mau minum obat darah tinggi karena alasan "Ah saya gak sakit kok", atau "Ah lagi gak tinggi kok tensinya".
Izin menjelaskan sambil sedikit marah-marah ya!
Yuk kita kulitin klaim beliau di sini satu-satu!
𝗞𝗹𝗮𝗶𝗺 1: "𝗛𝗶𝗽𝗲𝗿𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝘆𝗮𝗸𝗶𝘁, 𝗰𝘂𝗺𝗮 𝘁𝗲𝗸𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗻𝗮𝗶𝗸-𝘁𝘂𝗿𝘂𝗻."
𝗚𝗔𝗞 𝗕𝗘𝗡𝗘𝗥!
Memang benar tekanan darah bisa naik turun atau fluktuatif sepanjang hari, tapi naik-turunnya itu gak memenuhi kriteria diagnosis hipertensi.
Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi kronik dengan tekanan darah yang secara konsisten ≥140/90 mmHg (ESC) atau ≥130/80 (AHA). Hipertensi dianggap sebagai penyakit kronis karena dapat membuat komplikasi di berbagai organ.
𝗞𝗹𝗮𝗶𝗺 2: "𝗛𝗶𝗽𝗲𝗿𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗶𝗹𝗲𝗻𝘁 𝗸𝗶𝗹𝗹𝗲𝗿
𝗚𝗔𝗞 𝗕𝗘𝗡𝗘𝗥 𝗝𝗨𝗚𝗔!
Komplikasi hipertensi dapat terjadi di berbagai organ, terutama jantung (serangan jantung), otak (stroke), pembuluh darah kaki (peripheral arterial disease), mata (retinopati hipertensi), dan ginjal (penyakit ginjal kronik).
Masalahnya adalah hipertensi itu GAK BERGEJALA, makanya disebut silent killer.
Memang benar, terdapat penyakit pada organ tertentu yang dapat berujung pada hipertensi, misalnya tumor adrenal, atau stenosis arteri renalis. Itu bisa terjadi pada hipertensi sekunder dan ITU BISA DIPERIKSAKAN KOK.
𝗞𝗹𝗮𝗶𝗺 3: "𝗞𝗮𝗹𝗮𝘂 𝗳𝗮𝗵𝗮𝗺 𝘀𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗶 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶, 𝗵𝗶𝗽𝗲𝗿𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗲𝗺𝗯𝘂𝗵 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶"
𝗟𝗔𝗚𝗜-𝗟𝗔𝗚𝗜 𝗞𝗨𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗧𝗘𝗣𝗔𝗧!
Memang benar ada penelitian yang menunjukkan perubahan gaya hidup bisa menurunkan tekanan darah, misalnya olahraga, diet rendah garam, penurunan berat badan. Tapi masalahnya adalah untuk mayoritas pasien hipertensi primer tuh itu GAK SELALU CUKUP.
Berhenti minum obat hipertensi tanpa supervisi dokter, bisa berujung pada munculnya berbagai komplikasi organ yang tadi. Terus justru malah obat hipertensi itu diminum supaya kita bisa melindungi organ-organ tersebut supaya gak terjadi kerusakan. JANGAN MALAH DIBALIK!
Semoga bermanfaat!

Indonesia
Dearme ری ٹویٹ کیا
Dearme ری ٹویٹ کیا

@diannpermataa @Zeuflowz98 @ketopraktelor0 @CommuterLine Kak gimaa kondisi di gerbong cewek paling belakang? Smg pd selamat semua aamiin ya Allah
Indonesia

@Zeuflowz98 @ketopraktelor0 @CommuterLine Asli kak, ini chat suami aku. Tadi di dalam kereta, begitu ketabrak ada ledakan pada berlarian evakuasi.
Sepertinya kecelakaan besar ini masuknya kak, lagi pada di evakuasi yang 3 gerbong itu

Indonesia
Dearme ری ٹویٹ کیا

Guys, ada momen di rapat DPR
seorang anggota DPR marah dan heran
Dan yang ngomong ini bukan aktivis.
Bukan pengamat.
Ini anggota DPR sendiri yang semprot Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya secara langsung di depan muka.
Pertanyaan yang paling mendasar yang dia lempar:
Kalau kita sudah punya big data
orang datang ngurus KTP
masa dimintain fotokopi KK lagi?
Gua punya KTP untuk apa?
Masih dimintai fotokopi KTP.
Kan aneh.
Surat lahir,
surat baptis masih diminta.
Wah, pusing. Negara kita kayak begini.
Ini bukan pertanyaan teknis yang butuh jawaban panjang.
Ini pertanyaan yang semua orang Indonesia pernah tanyakan dalam hati setiap kali berurusan dengan birokrasi.
Dan jawabannya tidak pernah memuaskan selama puluhan tahun.
Faktanya yang bikin makin miris perbandingan dengan Malaysia:
Indonesia punya e-KTP sejak 2011.
Ada chip NFC.
Ada data biometrik.
Teknologinya canggih.
Anggarannya triliunan rupiah.
Malaysia punya kartu yang secara teknologi identik namanya MyCAD.
Bedanya satu hal:
Malaysia benar-benar memakainya.
Di Malaysia mau isi BBM subsidi tinggal tap MyCAD di pompa bensin.
Sistem langsung cek identitas, cek kuota, kasih harga subsidi otomatis.
Tidak perlu antri.
Tidak perlu surat keterangan.
Tidak perlu aplikasi.
Tidak perlu fotokopi.
Setiap warga dapat kuota 200 liter per bulan.
Kalau kuota habis bayar harga normal.
Tidak bisa diakali.
Kalau ketahuan curang kuota diblokir permanen.
Hasilnya:
pemerintah Malaysia hemat RM600 juta per bulan.
Penjualan diesel bersubsidi turun 30%. Penyelundupan langsung terdeteksi.
Indonesia?
e-KTP yang sama teknologinya selama 15 tahun masih dipakai untuk difotokopi.
Dan ini yang paling menohok dari seluruh pidato itu:
Kita harus bilang kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini.
Karena enggak pernah kelar.
Kalimat itu keras.
Tapi tidak salah.
Soal pemborosan anggaran yang berlangsung setiap tahun:
Ini yang menurut gue paling menyakitkan secara fiskal.
BNI punya data nasabah sendiri.
Pertamina buat sistem data sendiri untuk subsidi.
KPU setiap pemilu buat pendataan pemilih sendiri yang nilainya triliunan setiap siklus.
BPJS punya database sendiri.
Kemendikbud punya data sendiri.
Kemensos punya data sendiri.
Semua lembaga membangun silo data masing-masing.
Semua dengan anggaran masing-masing. Semua dengan vendor masing-masing.
Semua dengan tender masing-masing.
Dan di ujung semuanya data tetap tidak terintegrasi. Rakyat tetap diminta fotokopi KTP setiap kali berurusan.
Kita kalau urusan ngamburin uang tuh juara satu. Untuk data saja triliunan kita buang tiap tahun.
Cerita yang paling menyentuh dan ini yang paling human:
Anggota DPR ini bercerita soal kondisi di dapilnya di Kalimantan Utara.
Banyak warga dari NTT, NTB, Toraja yang kerja di Malaysia banyak secara ilegal.
Ketika mereka diusir setelah tidak digaji atau dieksploitasi paspor dan KTP mereka sudah disita oleh majikan.
Mereka pulang ke Kalimantan tanpa dokumen.
Tanpa uang.
Tanpa apa-apa.
Dan ketika mereka coba mengurus KTP baru mereka diminta KK.
Diminta fotokopi KTP lama yang sudah disita.
Diminta surat lahir yang ada di kampung di NTT yang jauh.
Untuk makan aja enggak ada. Sekarang mereka terkapar di perkebunan-perkebunan, digaji di bawah UMR, enggak punya BPJS, enggak punya apa-apa.
Dan sistem birokrasi yang seharusnya melindungi mereka justru menjadi tembok yang tidak bisa ditembus.
Makanya saya bilang KTP itu hak asasi.
Soal keamanan data ini juga perlu diangkat:
Dia menyebut setiap hari dia menerima minimal 50 WhatsApp dan telepon yang menawarkan emas, saham, investasi bodong.
Gimana keamanan data kita ini?
Siapa yang harus bertanggung jawab?
Masa kita terus diganggu hal seperti ini?
Dan tidak ada jawaban jelas apakah yang bocor itu data adminduk, data bank, atau data operator telekomunikasi.
Tidak ada institusi yang maju mengambil tanggung jawab.
Solusi yang dia minta dan ini bukan permintaan yang rumit:
Satu — sinkronisasi semua data di bawah satu gatekeeper. Kemendagri sebagai pemegang e-KTP harus jadi koordinator. Semua lembaga lain berhenti bikin database sendiri.
Dua — chip e-KTP harus diaktifkan untuk semua layanan publik. Tidak ada lagi fotokopi. Tidak ada lagi surat lahir. Cukup tap kartu.
Tiga — presiden harus turun tangan dan memerintahkan sinkronisasi ini di level ratas. Karena tanpa political will dari atas tidak ada satu lembaga pun yang akan mau menyerahkan kewenangan datanya.
"Jangan nanti KPU dibentuk, tahun berikutnya mengusulkan 2 triliun untuk identifikasi pemilih. Enggak habis-habis kalau begitu terus."
Sudah 80 tahun merdeka. Sudah 15 tahun punya e-KTP. Dan kita masih dimintai fotokopi KTP untuk mengurus KTP.
Kalau itu bukan kegagalan sistemik yang harus dipertanggungjawabkan gue tidak tahu apa lagi namanya.

Indonesia
Dearme ری ٹویٹ کیا

🚨RESMI!
Kemenkes mengeluarkan aturan "Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji"
Berdasarkan Kepmenkes No. 01.07/Menkese/301/2026
Detailnya:
a. level A berupa kombinasi huruf A dengan warna hijau tua;
b. level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda;
c. level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning;
atau
d. level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah.
Keterangan:
1. Level A merupakan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah dibandingkan level B, level B merupakan kandungan gula,
garam, dan lemak yang lebih rendah dari pada level C, dan level C
merupakan kandungan gula, garam, dan lemak lebih rendah dibanding
level D.
2. Level A tidak boleh menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
(bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan), baik melalui penambahan langsung dan/atau ikutan (carry over).
3. Level B hanya dapat menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
alami.
4. Level C dan Level D dapat menggunakan bahan tambahan pangan
pemanis (bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan).
Contoh pencantuman label ada di foto 3.
Pemberlakuan secara WAJIB akan diterapkan 2 tahun dari Kepmenkes ini diterbitkan.
Alhamdulillah lah ya paling tidak ada progress untuk lindungi masyarakat dari bahaya konsumsi Gula Garam Lemak berlebih.



Indonesia

@03__nakula Bener banget kek mau perang aja tat tot tat tot mana kenceng banget bunyi klaksonnya
Indonesia
Dearme ری ٹویٹ کیا

Sedikit fun fact: KRL tertua yg dimiliki KCI saat ini adalah Tokyo Metro 6000 set 6108F buatan tahun 1971
Ratusan ribu rakyat Indonesia bergantung pada barang berumur 55 tahun untuk bisa membayar pajak hanya untuk dihamburkan sama orang² seperti ini 🙃

tempo.co@tempodotco
BGN Hamburkan Rp 113 Miliar untuk Sewa Jasa Event Organizer Dadan: "BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri."
Indonesia

Buat yang tertarik, ini klinik tempatku praktik ya gaes ya. Di Mayapada Medical Center Kuningan, gedung Graha Binakarsa sebelah Mayapada Hospital Kuningan Jakarta.
Fasilitasnya lengkap dan baguuus banget, bersih, rapi dan eksklusif (gak jadi satu sama RS) ☺️🧡
K. S. Denta@sdenta
Kalo kamu sehat trus ada waktu dan rejeki, pergi lah ke poli Sp.KO, minta cek up fisik dan vo2max, minta diresepin latihan fisik yang sesuai hasil pemeriksaan. Lakuin paling gak 3 bulan/sesuai arahan dokternya, terus evaluasi. Thank me later. 😎
Indonesia
Dearme ری ٹویٹ کیا

Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.

Indonesia

@CommuterLine @vfkxkak Ga usah jdbahan evaluasi min, kita sama2 bayar kok beda effort aja.
Yg diaini bekasi jugabanyak koo yg dapet tempat duduk,
Indonesia

@vfkxkak Selamat pagi Kak. Terkait ketentuan tersebut tidak ada larangan ya Kak apabila penumpang naik lalu tidak turun di stasiun akhir dan menggunakan keberangkatan selanjutnya. Namun terkait laporan yang disampaikan tentu menjadi bahan evaluasi kembali bagi kami ya Kak. Tks.
Indonesia

@vfkxkak @CommuterLine Lah mas itu kan hak kita 😂 itu salah satu perjuangan juga mana ada cheating, kita juga berangkat lebih awal
Indonesia
Dearme ری ٹویٹ کیا

Liat sejumlah konten berdoa yang doanya minta mobil, branded bags dll.
Mungkin demi konten, mungkin lucu-lucuan aja.
Tapi in the spirit of Ramadan, let me remind you: Jangan meminta pada Allah hal-hal kecil.
Mintalah perubahan besar. Perbaikan karakter, peningkatan kualitas hidup, kemampuan sedekah sepanjang usia, keselamatan dunia akhirat -- misalnya.
Ramadan adalah bulan besar yang too powerful for a casual du'a.
Indonesia
Dearme ری ٹویٹ کیا

Ya Allah Ya Robb, maafkan aku. Sujudku padaMu sering terburu-buru, padahal nikmatMu selalu beribu-ribu.
Ya Allah Ya Robb, maafkan aku. Aku sering lupa padaMu, padahal Engkau selalu ingat untuk membangunkanku setiap hari.
Ya Allah Ya Robb, maafkan aku. Aku sering meminta saat sesak, lalu lupa bersyukur saat lapang.
Ya Allah Ya Robb, maafkan aku. Lisanku sering ramai pada manusia, tapi sunyi saat menyebut namaMu.
Ya Allah Ya Robb, maafkan aku. Aku sering menunda taubat, seolah umur ini panjang dan pasti.
Ya Allah Ya Robb, maafkan aku. Aku sering takut kehilangan dunia, padahal yang paling layak kutakuti adalah kehilangan ridho-Mu.
Ya Allah Ya Robb, maafkan aku. Aku sering mengukur rezeki dengan angka, padahal berkahMu yang membuatnya cukup.
Ya Allah Ya Robb, maafkan aku. Aku sering ingin cepat dipuji, padahal aku lebih butuh Engkau menutup aibku.
Ya Allah Ya Robb, maafkan aku. Aku sering membandingkan hidupku dengan orang lain, padahal Engkau menakar ujianku sekemampuanku dengan penuh kasih.
Indonesia








