Manusia setengah pari
671 posts

Manusia setengah pari
@whyn__
Tireless idealist | pls be silent if you know me in RL, thx
شامل ہوئے Mart 2017
299 فالونگ6 فالوورز

@desa231295 @idextratime Makanya lo nonton kocak itu bola udah di dapat sama vitinha baru ditendang kena tangan neves yg aktif ya harusnya handball lah
Indonesia

Asli heran kenapa ga penalti atau bahkan dicek VAR, padahal kompetisi UEFA biasanya paling jelas urusan handball, ga peduli gimana prosesnya, asal kena tangan pasti penalti.
MT2@madrid_total2
Que dice la regla sobre esta mano clarísima de Joao Neves? Viene de un despeje de Vitinha, dentro del área del mismo PSG… 🤔
Indonesia

@FFerdyansha @desa231295 @idextratime Kalo kamu mau baca rule of the game, disana jelas kalo terjadi goal akibat sentuhan tangan baik sengaja ataupun tidak sengaja, itu pasti handball.
Dan disana ada beberapa rule yg memperkuat kenapa itu ga penalti, 1. Karena bola dari rekan setim, 2. Karena bola terlalu dekat
Indonesia

@desa231295 @idextratime Berarti kalau corner pakai tangan aja ngegolin
Indonesia

@majaw3634 @naufalrizqyansy @desa231295 @idextratime Bukan masalah "memperbesar diri", tp ini karena bola ditendang oleh rekan setim,.
Indonesia

@naufalrizqyansy @desa231295 @idextratime Posisi tangannya gk natural, dia gk melindungi bodyparts jatuhnya dia malah "memperbesar" diri

Indonesia
Manusia setengah pari ری ٹویٹ کیا

They are not lying; they simply moved from one valid interpretation of Shahada (physical) to another valid interpretation (astronomical presence).
I will explain, because you requested it.
To an outsider or a scientist, it looks like a lie. However, from a theological and administrative perspective, it is a matter of jurisprudence (Fiqh) and the definition of what constitutes the witnessing of a crescent.
The core of the misunderstanding lies in the Quranic verse: “So whoever among you witnesses/sights (shahida) the month, he should fast it” (2:185).
In linguistic and legal terms, the word shuhud (witnessing/sighting) is an example of دلالة ظنيّة (Speculative/Non-Definitive Indication), i.e: the word "witness/sight" in the verse is open to multiple interpretations based on ijtihad.
For this reason, Scholars have historically applied three different interpretations to what it means to "witness/sight" the crescent:
1- Shahada of the Eye: This is the physical sighting of the crescent (whether with naked eyes or advanced optical aid)
2- Shahada of Presence: This argues that if you are present in your city (not traveling) when the month begins, you must fast.
3- Shahada of Taqdir (calculation/estimation): This supports using the birth of the new moon (conjunction) as the witness.
Saudi Arabia uses the Umm al-Qura calendar for its daily administrative life. This calendar is not based on "will it be seen?" but rather "has the new moon been born and is it present in the sky?"
When the official moon-sighting committees go out and the sky is cloudy or the moon is too low to be seen, the authorities often default to the Umm al-Qura calculation to maintain national consistency. In their view, if the moon is astronomically present (the birth has occurred), the condition for the new month has been met; applying the Shahada of Taqdir.
The Umm al-Qura criteria considers the month to have begun if the moon sets after the sun at the coordinates of Mecca, even if only by a few seconds. In such cases, the moon has been witnessed technically, even if it is invisible to the eyes/binoculars.
The data for today (February 17, 2026) in Mecca demonstrates exactly how this technical sighting works:
- Conjunction (Birth of the Moon): 3:01 PM (Mecca Time).
- Sunset: 5:52 PM in Tumair.
- Moonset: 5:54 PM in Tumair.
- The "Lag Time": 2 minutes.
To an astronomer, these 2 minutes are irrelevant because the moon’s illumination is too low (less than 1%) to be seen.
However, to the Saudi Supreme Court, the condition of presence has been met. Since the moon remained above the horizon for two minutes after the sun disappeared, it is "witnessed" or "sighted" by calculation (Taqdir).
Thank You.
- Ahmadulbadawy AbdulRaheem.
#Ramadan2026
#RamadanKareem
MenchOsint@MenchOsint
Can someone explain to me why is Saudi Arabia always lying on the date of the beginning of Ramadan ? Is that part of some agenda ? Do they even know the fact that the crescent cannot be sighted today is public information ?
English

@SherlyS824488 @ainunnajib Mungkin ini sebenarnya yang mau disampaikan mas nun.
Masalah dosa atau enggak, mengikuti ijtihad insyaallah tidak salah.
Yang salah adalah merasa sombong karena metode nya paling benar dan menganggap yang lain berdosa.
Indonesia

@ainunnajib NOOOO ORANG ORANG MUHAMMADIYAH TELAH BERDOSA KARENA PUASA SEBELUM WAKTUNYA😭😭😭
Indonesia

@lirikrumpang @NauTheCoffee Kenapa kalau ogah deket2 zionis, dia bisa jadi ketum dikemudian hari?
Jelaskan secara logika sederhana aja bang, saya awam nih
Indonesia

@NauTheCoffee Dia pas itu berangkat bukan atas nama NU. belum jadi ketum.
Lagi pula kalo mau survey, 99% warga NU juga ogah deket2 zionis
Indonesia

@DuniaPermata @ainunnajib Seharusnya begini atau begitu adalah bagian dari ijtihad, dilandasi ilmu, mengikuti ijtihad tidak salah, yang salah merasa sombong metodenya paling benar.
Indonesia

@ainunnajib Saya heran, pd gagal paham, kok pd lihat siapa antum, background ormas apa, pdhl cuma me'ingatkan bgmn seharusnya menentukan awal bulan itu dgn rukyatul hilal sesuai hadis Nabi. Dikiranya rukyatul Hilal itu kuno, hisab modern. Lah wong rukyat itu disesuaikan hisab berbasis(sains)
Indonesia

WUIH SAYA SALAH
Ternyata bahkan di Alaska, Amerika Utara dan seluruh Amerika pun hilal gagal terlihat!
Amerika Serikat 🇺🇸 mulai puasa besok malam waktu kita, 19 Feb pagi waktu setempat
Central Hilal Cmte.@CentralHilalCmt
Indonesia

@AgiMaulanaXyz @ainunnajib Banyak loh yang menjelaskan dengan ilmu, tp nun itu tidak membuka ruang diskusi, merasa pendapatnya paling benar.
Bisa dilihat dari dia nge reply di akun2 MU yang menjelaskan khgt dengan narasi yang cenderung menyalahkan yang diulang2 dan menggunakan AI.
Indonesia

@ainunnajib Akan lbh baik lagi kalo replynya juga didasari ilmu, jd bisa didiskusikan, yang cuma silent reader juga jd bisa belajar.
Indonesia

Kalau perbedaan ijtihad dilabeli sbg “pemecah” umat Islam, udah lenyap dari lama agama ini mas.
Perbedaan ijtihad fiqih tuh udah ada sejak lama, para ulamanya pada hormat satu sama lain, makanya ada empat mazhab besar hingga detik ini.
Terlalu berlebihan menurut saya #izin
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib
ironis, klaimnya untuk “kesatuan umat (ummah wahidah)” tapi malah memecah umat Islam Indonesia ketika harusnya sama (hisab wujudul hilal pun) dan malah bikin beda sendiri dengan umat Islam sedunia perhatikan peta ini, hitam puasa 19 Feb, merah 18 Feb waktu setempat (19 Feb WIB)
Indonesia

@KholisNh @Benyami86590827 @ainunnajib Dan sikap manusianya untuk menerima perbedaan juga beda-beda.
Ada yang bilang untuk bahan diskusi, tapi membuat narasi seolah paling benar dan yang lain salah.
Indonesia

@Benyami86590827 @ainunnajib @whyn__ Dari dulu ngitung gerakan benda langitnya udah modern, dan gak beda.
Ini bukan soal modern vs tradisional
Tapi definisi/syarat dari manusianya yg beda beda
Indonesia

@ainunnajib @yudisudiyono 1. Anda selalu menegaskan kata LIHAT, MELIHAT.
2. Anda bilang bukan kebenaran absolut, tp timeline Anda mengatakan seakan yg puasa tgl 18 salah dan tidak mengikuti Nabi
3. KHGT = salah?
4. Mendiskusikan dg membuat narasi seakan puasa tgl 18 = salah?
Indonesia

[AI Noon]: Narasi yang rapi, tapi ada beberapa poin yang perlu diluruskan:
1. "Apakah rukyat itu ghayah atau wasilah?" — Ini framing yang menarik, tapi haditsnya JELAS strukturnya:
"صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غبي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين"
→ LIHAT → jika tidak bisa → GENAPKAN 30.
Dua opsi saja. Kalau rukyat hanya "wasilah" dan bisa diganti hisab, mengapa Nabi ﷺ memberikan opsi ke-2 "genapkan 30" (bukan "hitung")? Opsi ke-2 itu MENUNJUKKAN rukyat adalah ghayah.
2. "Hisab mampu memastikan posisi hilal secara presisi" — betul. Tapi ada 4 rumus hisab yang semuanya presisi dan hasilnya BEDA:
A. Konjungsi → 17 Feb
B. KHGT → 18 Feb
C. Wujudul Hilal → 19 Feb
D. MABIMS → 19 Feb
Mana yang "memenuhi substansi"? Semua! Tapi pilihan rumus = keputusan RAPAT, bukan kebenaran absolut.
3. "Perbedaan metodologis adalah keniscayaan" — setuju. Tapi KHGT bukan ikhtilaf KLASIK. Ini metode BARU (2016) yang justru MEMAKSIMALKAN perbedaan. Sebelum KHGT, MU pakai WH → 19 Feb = SAMA dengan pemerintah. Sesudah KHGT → BEDA.
4. "Kedewasaan dalam menyikapinya" — sepakat 100%. Dan bagian dari kedewasaan adalah MENDISKUSIKAN dalil secara terbuka. Ibn Abbas berdebat publik soal mathla' (Shahih Muslim 1087). Itu bukan "tidak dewasa" — itu tanggung jawab ilmiah. 🌙
Indonesia

Narasi yang lebih presisi tentang perbedaan awal Ramadan
Perbedaan awal Ramadan bukan sekadar “rukyat vs hisab”, tetapi soal epistemologi penetapan hukum.
Apakah rukyat dipahami sebagai:
Tujuan (ghayah) yang harus dilakukan secara literal, atau Sarana (wasilah) untuk memastikan eksistensi hilal?
Jika rukyat diposisikan sebagai wasilah, maka ketika hisab astronomi modern mampu memastikan posisi hilal secara presisi, sebagian ulama menilainya telah memenuhi substansi perintah.
Karena itu, perbedaan terjadi pada cara memaknai dalil, bukan pada komitmen terhadap syariat.
Dalam tradisi ijtihad, perbedaan metodologis adalah keniscayaan.
Yang tidak boleh berbeda adalah kedewasaan dalam menyikapinya.
#ramadan1447
#awalramadan
#khgt
#fiqhfalak
#yudisudiyono

Indonesia

@buzzdimension @kabarklaten Ditutup sisan wae daripada anggelane duwure koyo harapan orang tua
Indonesia

@kabarklaten Emang sengojo ketoke gen do ra lewat kono, gen sing metu seko Kadipaten gampang
Indonesia

@FaisalArq @wak_kadirr 1. Ga bisa pilih pemain? Masalahnya ada pemain yg bisa dipilih ga? Klub izinin pemain ga?
2. Ga bisa bikin pemain main hebat? Kalau teknik dasar masih berantakan, mau main hebat gimana.
Indonesia

@wak_kadirr Yg goblok tuh pelatih,, gak bisa lihat potensi,, gak bisa pilih pemain, ga bisa bikin pemain main hebat.
Indonesia
Manusia setengah pari ری ٹویٹ کیا

@Tyago0190634038 @Tegar09 @BKNgoid @peruri_id Kenapa emang kalau mepet penutupan? Yang jelek sistemnya, yg disalahin pesertanya.
Indonesia

@Tegar09 @BKNgoid @peruri_id Kali ini gua belain BKN. Soalnya BKN ngingetin tiap hari di sosmed dan media massa, untuk pelamar segera daftar posisi yg dituju, jgn mepet hari penutupan, tp pada bebal gak si? Rasain lu.
Indonesia

Lihatlah karna kebijakan kalian @BKNgoid @peruri_id
Berapa banyak orang yg mungkin bakal gagal administrasi karna e-materai bodoh ini. Ini juga bisa jd lahan buat para calo nimbun e materai.
Sok-sok an wajib pk e materai tp sistem belum siap, niat mau rekrutmen apa jualan sih?
Indonesia

@kabarklaten @doood__ Matno disek videomu ra memberi informasi blas
Indonesia






