folys

4.7K posts

folys banner
folys

folys

@imrezroll

hidup kadang kidding

Tham gia Ocak 2020
2.5K Đang theo dõi2.4K Người theo dõi
Yuqi
Yuqi@yuqiaelf·
@imrezroll kak infoin ya kalau udah cair huhu
Indonesia
2
0
2
592
folys
folys@imrezroll·
Ada kemungkinan ga ya KJMU cair hari ini?????
Indonesia
5
0
6
3.2K
miyAW
miyAW@bknotnot·
@imrezroll ada kak, bismillah aja teruss sambil berdoa
Indonesia
1
0
0
375
mutiaakkk
mutiaakkk@afters44dfiles·
@imrezroll mbanking udah eror kak brti lg pencairan
Indonesia
3
0
2
582
folys
folys@imrezroll·
@holyvinsky Okeyy thanks info kak, aku kira kalo smpe nol gt bakalan ke blokir
Indonesia
0
0
1
137
loly|Joki Tugas Kuliah
loly|Joki Tugas Kuliah@holyvinsky·
kapan ya kjmu ada hilalnya? dari tadi bolak balik ngecek jakone. semoga sesuai timeline ya pak, butuh banget untuk keperluan mahasiswa semester akhir
loly|Joki Tugas Kuliah tweet media
Indonesia
7
1
10
3.8K
mutiaakkk
mutiaakkk@afters44dfiles·
@Fauzan443999 @imrezroll eh lu knp dah komen”nya dr kmrn begitu mulu ya berdoa aja kita semua sama”berharap kan itu paling lambat 3 hari dan hari kerja sisa hari ini dan besok kemungkinan 2 hari ini cair , dr kmrn komen lu begitu mulu
Indonesia
1
0
6
102
folys
folys@imrezroll·
@tlbi4h Semoga ya malam ini atau besok bisa cairrr
Indonesia
0
0
8
795
pilee⋋⁠✿✿
@imrezroll kemungkinan bisa malam ini atau nggk besok kak, klo belum juga nggk sesuai timeline nyaa, kebangetan bangett si
Indonesia
1
0
9
815
folys
folys@imrezroll·
@putriaazhf Innalilahi wa innailaihi rojiun turut berduka cita kak, kakak yang tabah yaaa
Indonesia
0
0
0
107
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 pusing bgt di rumah punya kucing hobi nya terbang gini😭😭
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
453
2.3K
33.1K
305.1K
folys đã retweet
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
folys
folys@imrezroll·
@puffbinchan JAKBAR MANA KAK, KU JUGA JAKBAR SOALNYA?
Indonesia
0
0
0
106
ʀɪᴢɴᴀ
ʀɪᴢɴᴀ@puffbinchan·
barusan di infoin dari kelurahan katanya bakal mati lampu setengah jam lagi 😭 buru2 charge hp bjil
Indonesia
2
0
0
847
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 kalian yg di tinggal pergi selamanya sama ibu kalian sekarang hidupnya gimana? sender piatu new, linglung banget rasanya😭
Indonesia
78
11
216
18.7K
Zaka✨
Zaka✨@zakariamlk·
KATA ORANG ENAK, TAPI KAMU GA SUKA :
Indonesia
2.3K
105
2.6K
409.4K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
tanyarl kalian punya ga si temen yang naturally funny gini😭
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
52
25
1.6K
98.5K