Firdaus Agung

16.2K posts

Firdaus Agung banner
Firdaus Agung

Firdaus Agung

@typolagi

annur 2 | penulis & editor buku | [email protected]

yogyakarta انضم Eylül 2019
1.5K يتبع2.8K المتابعون
Firdaus Agung أُعيد تغريده
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Bismillahirrahmanirrahim. Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya. Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan. Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka. Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
Ibrahim Arief tweet media
Indonesia
228
7.7K
13K
359.5K
Firdaus Agung
Firdaus Agung@typolagi·
@Netizen_bawel ini kl pe en es yg ngurusi bansos diem bae gak mau ngecek ke lapangan, dolim lho. ngerasa bhw semua yg ada di data itu valid, tnp th gmn kondisi riilnya, sm aja dg males.
Indonesia
0
0
0
13
Netizen Bawel
Netizen Bawel@Netizen_bawel·
Saminah (51), warga Kampung Cikulur, Desa Muncangkopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten harus bertahan di tengah keterbatasan. Ia tinggal di sebuah gubuk sempit berukuran 2x2 meter bersama suaminya, Kapi (60), yang telah menderita strok selama kurang lebih 15 tahun. Gubuk yang ditempati Saminah berdiri dari anyaman bambu dengan kondisi memprihatinkan. Bangunannya tampak miring, rapuh, dan jauh dari kata layak huni. Tidak ada lantai keramik, hanya bilik bambu dan amben sederhana sebagai tempat beristirahat.  Bahkan, bagian kolong rumah dimanfaatkan untuk memelihara kambing demi menambah penghasilan. “Sudah sekira lima tahun tinggal di sini. Rumah sebelumnya ambruk, enggak punya biaya untuk memperbaiki," ujar Saminah, Senin (20/4/2026). Sejak suaminya jatuh sakit, beban hidup keluarga sepenuhnya berada di pundaknya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Saminah bekerja serabutan sebagai buruh tani di lahan milik warga.  Upah yang ia terima pun jauh dari cukup, hanya sekitar Rp30 ribu per hari. Tak hanya itu, ia juga merawat kambing milik orang lain sebagai tambahan penghasilan. Namun, semua usaha itu tetap belum mampu mengangkat kondisi ekonominya. “Ya dicukup-cukupin saja, mau gimana lagi,” katanya lirih.
Indonesia
37
542
1.1K
15.1K
Firdaus Agung
Firdaus Agung@typolagi·
Bener kata kawan saya @ardeks, mending jauh2 deh dr proyek bikinan pelat merah. Hidup2 meski gak bergelimang harta!
Indonesia
1
0
0
22
Firdaus Agung
Firdaus Agung@typolagi·
Istrinya yg biasa mereka suap dg duid korupsi tak henti ngelap ludah yg mengalir dr sudut mulut mereka, sambil bentak2 mereka. Sedang anaknya yg ogah2an akan mendorong kursi roda mereka dg kasar ke bawah terik matahari.
Indonesia
1
0
0
34
Firdaus Agung
Firdaus Agung@typolagi·
Orang2 yg sengaja "memperluas", jg otaknya, jg penuntut2nya, mengira akan hidup selamanya. Mereka mengira setelah ini yg ada cm kekosongan, nothing. Padahal bahkan sebelum liang kubur mereka digali, masa pensiun akan mereka jalani bersama stroke.
Ibrahim Arief@ibamarief

Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.

Indonesia
2
0
1
48
Firdaus Agung أُعيد تغريده
zaada
zaada@zaada92·
Imam Muslim adalah murid Imam Bukhari Imam Bukhari adalah murid Imam Ahmad Imam Ahmad adalah murid Imam Syafi’i Imam Syafi’i adalah murid Imam Malik Imam Malik adalah murid Imam Nafi’ Imam Nafi’ adalah murid Imam al-A’raj Imam al-A’raj adalah murid Imam Abu Hurairah Imam Abu Hurairah adalah sahabat dan murid Rasulullah Saw Inilah sanad keilmuan ilmu hadits
صبر@1_Q_X

مسلم تلميذ البخاري البخاري تلميذ أحمد أحمد تلميذ الشافعي الشافعي تلميذ مالك مالك تلميذ نافع نافع تلميذ الأعرج الأعرج تلميذ أبو هريرة أبو هريرة تلميذ وصاحب رسول الله صلى الله عليه وسلم فائدة في علم الحديث.

Indonesia
12
474
2.1K
78.3K
Firdaus Agung أُعيد تغريده
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀)
Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya. BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab". Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu? BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal. Secara bisnis, ya, mereka rugi. Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan? Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"? 1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi. 2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai. 3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan. 4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri. Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem". Itu namanya kegagalan sistem! Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan. Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah. Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban". Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit. Rencana masa depan yang sederhana, bukan? Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya. Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya? Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana. Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀) tweet media
Indonesia
293
2.9K
6.5K
601.3K
Firdaus Agung
Firdaus Agung@typolagi·
@agustrih13 mripate pemerentah tingkat prov lan kabupaten melek mboten to, ningali ngaten niki mbok enggal diangkat dados asn!!! *mangkel ngenggo kromo
Indonesia
0
0
0
37
gustri
gustri@agustrih13·
“Saya gak mau ada anak didik saya yang hanyut lagi. Cukup sekali kejadian tragis itu, gak boleh terulang lagi,” kata Pak Rudi. Kejadian itu bikin Pak Rudi bersiap lebih pagi di pinggir Sungai Muara Kulam Sumsel, untuk menyeberangkan para muridnya, di samping bersemangat mengajar di ruang kelas, beliau juga dengan ikhlas peduli terhadap pulang pergi para murid dari sekolah ke rumah. Kendati sang guru sudah mengabdi beberapa tahun namun bulanan yg di dapatkan baru sekitar 300 ribu....
Indonesia
314
4.8K
8.2K
257.5K
Firdaus Agung
Firdaus Agung@typolagi·
@MuhammadSmiry Indonesians often hear Palestine from the bad news: bombing of Israeli soldiers, starvation, etc. I hope someday the situation changes, and forever we only hear it from the good one. Viva Palestine!
English
0
0
0
110
Shela ‘Oxfara’ Sundawa
@SistersInDanger @tehnit4 Yang kuheran itu istrinya. Duit ngalir juga ke rekeningnya. Tau suami pegawai BNI biasa tapi dikasih duit segitu banyaknya, kok ga curiga. Beli aset ini itu, kok ga heran. Masa terima2 aja. Aneh ga masuk akal
Indonesia
28
39
677
44.5K
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa. Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour. Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan. 2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia. 2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka. Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis. Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia 13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut. 30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa. April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya. BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga. -- Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾
Sisters in Danger x Simponi tweet media
Indonesia
1.3K
17.9K
38.8K
2M
Firdaus Agung أُعيد تغريده
A.Y.O
A.Y.O@YusufAsunmogejo·
Hello Lola, I am a Muslim, and our spiritual tradition has a very deep approach to raising children. I want to share some tips from our scholars that will be beneficial to you regardless of your faith. First of all, our theology teaches the concept of Fitrah. This means that every child is born with a pure heart. At six years old, she is not a criminal mastermind. She does not have a wicked soul. If she doesn’t have all these, then what is happening? The truth is that she is just lacking impulse control and testing boundaries. By this, if you look at her as a manipulator, you will fight her. However, if you look at her as a pure soul making mistakes, you will be able to guide her. Secondly, for every problem anyone faces today, it has been solved in history. The only problem is how to locate them. A classical scholar named Al-Ghazali wrote about child psychology over 900 years ago in his famous book “Ihya Ulum al-Din.” In his section on disciplining children, he gave a practical rule I want you to adopt going forward. He advised that parents should never push a child into a corner where they are forced to lie. When you ask a question you already know the answer to, her survival instinct kicks in. She cries and she lies to defend herself because she is scared of you. Stop interrogating her. Just look at her and state the fact. Say, I know you took this, and we are going to return it right now. Again, another scholar and sociologist Ibn Khaldun addressed this exact behavior in his masterpiece titled: “Al-Muqaddimah.” He warned that when a child is raised with harsh punishment, they learn deceit, trickery, and lying to protect themselves. This is why she is covering her tracks and crying to manipulate you. The fear of a harsh reaction is making her a better liar. Lola, do not attach a label to her. Do not ever call her a thief. If you attack her identity instead of her action, she will internalize it and grow into that dark label. Tell her the action is wrong but protect her dignity. Make her return the item. Do not fall for the tears. Hold her hand, walk her back to wherever she took it from, and make her hand it back and apologize. The discomfort of returning a stolen item teaches a much better lesson than beating her will ever do. Finally, I don’t know if you are a Muslim, but never underestimate the power of your own words. In our faith, we believe the prayer of a parent for a child goes straight to God without any barrier. Pray over her. Pray for her heart to be content and for her character to be straight. Keep doing this consistently and the habit will break. Allah knows best.
Lola💎@ComfortLolaa

How do I stop a child from stealing? She’s just 6 years old, but she steals like an expert, covers her tracks perfectly, and denies it with teary eyes so much that you start to feel bad for her and even second-guess yourself as an adult.

English
456
4.4K
16.7K
777.4K
Firdaus Agung
Firdaus Agung@typolagi·
@Gendoet3G saya memang tol*l sampe2 gak paham cara berpikirnya pak bupati.
Indonesia
0
0
0
13
GENDOET_DJAYENK
GENDOET_DJAYENK@Gendoet3G·
Keputusan cerdaskah? Orang hajatan dipalak serta dianiaya sampai tewas oleh preman maka ijin hajatan yang diperketat. Bukankah Premannya yang seharusnya diberantas?
GENDOET_DJAYENK tweet media
Indonesia
959
765
1.7K
92.8K
Firdaus Agung
Firdaus Agung@typolagi·
Ada masa ketika bahkan udara yg biasanya kita hirup, alih2 saudara atau sahabat, seakan enggan mendekat. Itu adalah masa ketika kita dihancurleburkan oleh semesta hingga "tiada". Dalam ketiadaan itulah kelak kita akan menemukan Yang Mahaada.
Indonesia
0
0
1
33
Firdaus Agung أُعيد تغريده
el
el@misallnya·
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah Nyak Sandang sang patriot asal Desa Lhuet, Aceh Jaya, yang dikenal sebagai salah satu donatur pembelian pesawat pertama Indonesia, Seulawah RI-001 cikal bakal pesawat garuda indonesia. Wafat 7 april usia 100 tahun. Selamat jalan sang pasukan pengintai lepas pantai saat melawan penjajah. Selamat jalan sang patriot. 💔
el tweet media
Indonesia
199
5.1K
18.2K
235.5K
Firdaus Agung أُعيد تغريده
MahaKersa
MahaKersa@mahakersa·
Ternyata caranya gini ya bikin kripik tempe yg dimaksud bu susi itu .. Jujurly aku juga baru tahu cara bikinnya 😅 ditambahin irisan daun jeruk kayaya makin harum dan menggugah selera. Ide kreasi tempe ini boleh dicoba nih, bisa jadi ide cuan.. 🎥rifa_ardiyanti
MahaKersa tweet media
Susi Pudjiastuti@susipudjiastuti

Surprise sarapan pagi, Gorengan tempe membuktikan betapa besar kreatifitas pedagangnya untuk bisa bertahan supaya tetap bisa jualan, tetap mendapatkan keuntungan dari dagangannya, dan mempertahankan customernya happy 😍😍❤️❤️😍😍👌❤️❤️👏🏻👏🏻

Indonesia
20
552
2.7K
168.8K