Post

“kamu punya selera yang bagus, pakaian dan rambutmu tertata rapi.”
* @pertampanan
Indonesia

@crypticallypse Di lantai dansa ini, Hanan yang memimpin. Tubuh semampainya membawa sang putri menari, berputar, dengan tangan yang tak lepas dari sang wanita.
Aneh, padahal ia tak terbiasa berdansa dengan perempuan. Sebetulnya ia juga takut berbuat kesalahan. —
Indonesia

— Satu puji tulus keluar dari bibirnya. Tidak menggoda, hanya benar-benar memuji penampilan sosok di hadapannya ini.
@crypticallypse
Indonesia

@pertampanan bila yang berkata begitu adalah hanan, maka kau percaya. kau dapat melihat bagaimana matanya serta gerak-gerik pria itu bukanlah berniat yang usil. sorot mata yang menampilkan kejujuran. barangkali dengan pujian itu juga bagaimana ia menghargai seorang wanita.
Indonesia

“sebetulnya ini karena kedua adik perempuanku. mereka ingin sekali aku merasakan pesta.”
* @pertampanan
Indonesia

@crypticallypse Hanan juga bisa memerhatikannya. Bagaimana gadis ini jarang ia lihat di kala keseharian mereka di Ilvermorny. Kala interaksi pertama mereka justru ketika Hanan meminta tisu setelah insiden itu.
Dan Hanan merasa tak ada salahnya mengulurkan tangan, mengajak menikmati pesta. —
Indonesia

— Ia tersenyum lagi, mata membentuk sabit.
"Mereka sungguh-sungguh hartamu yang berharga."
@crypticallypse
Indonesia

@pertampanan berharga, ya. tentu saja. kedua kelopak matamu menutup, membiarkan gema musik waltz yang mengiringi langkahmu, membiarkan semuanya terhanyut dalam kenangan yang memutar. semuanya larut dalam satu waktu sebelum mengulas senyum tipis.
Indonesia

“apakah rekan sejawat, ataupun seseorang yang menemani di pesta dansa juga termasuk harta yang berharga meskipun hanya memanimu sementara?”
* @pertampanan
Indonesia

@crypticallypse Langkahnya masih membawa mereka berputar dan menari di atas lantai marmer yang dingin dan berkilauan. Tangan Hanan tak lepas dari dirinya, sesekali tersentuh oleh rambutnya yang panjang nan halus.
Nafasnya tertahan sebentar tatkala sang puan bertanya balik. —
Indonesia

— "Tapi jika kau tidak ingin kehilangan seseorang atau sesuatu, barangkali itulah harta berhargamu?"
Dan di dalam hatinya, Hanan juga tak akan membiarkan Fyodora menghilang.
@crypticallypse
Indonesia

@pertampanan krisis identitas dalam dirimu sebetulnya membuncah. sesungguhnya, semua yang berharga hilang. jika orang-orang berkata ingatan dan kenangan adalah berharga, maka, kau tidak punya itu semua. jika keluarga adalah hal yang berharga, kau sudah banyak kehilangan orang terkasihmu.
Indonesia

gema hati milik hanan berbisik dalam jemala mengisyaratkan sesuatu. ‘hatinya lembut sekali,’ sebagai respon yang menjadi kesimpulanmu.
“maka, aku tidak ingin kehilanganmu.”
* @pertampanan
Indonesia

@crypticallypse Hidup Hanan selama ini begitu manis. Tidak ada kenangan buruk yang berarti, selain kehilangan 'dia' yang direnggut dengan paksa darinya.
Tapi harta berharganya yang direnggut darinya itu.
—
Indonesia

— "Mereka ada di hati kita."
Sebut Hanan klise, tapi itulah yang selalu menjadi prinsip dirinya.
@crypticallypse
Indonesia

@pertampanan kau terdiam sejenak. menatap bagaimana mata itu memandang. indah sekali. cahaya yang berpadu begitu berkilau. rengkuhan tangan pada pinggangmu juga lembut.
“dalam hati...” gumammu sekilas saat lamunan seketika menyita perhatian. hati.
Indonesia

@crypticallypse Sekilas Hanan tak menangkap yang ganjil dari Fyodora, selain ia yang terlihat seperti memikirkan sesuatu.
Hanan mengira, inilah kebiasaan anak-anak asrama biru, selalu overthinking.
Tapi ia menangkap ganjil ketika bahunya dicengkeram. Cukup kuat meski tak sakit. —
Indonesia

— Jadi ia membiarkan gadis itu mencengkram bahunya. Tak apa-apa, sampai dia bisa dan mau bicara.
@crypticallypse
Indonesia

@pertampanan sungguh kau tidak suka menunjukkan kelemahanmu, terlebih sampai merusak suasana begini. untuk sementara, memijat pelipis sejenak dengan harapan kepalamu menjadi lebih ringan.
Indonesia

helaan nafas berat lolos sebelum menanggapi ucapan hanan, “maaf sudah merusak suasana. untuk sekarang aku baik-baik saja. mari, kita lanjutkan”
* @pertampanan
Indonesia

@crypticallypse Tidak.
Bungsu keluarga Bagaskara ini menangkap hal yang tidak wajar dari sang nona Ravenclaw. Seperti orang yang kewalahan dengan sekelilingnya.
Jadilah ia melepas topengnya sepenuhnya, kedua tangan Hanan memegang kedua tangan Fyodora dengan lembut. —
Indonesia
