Morningstar 👤🇻🇳

30.4K posts

Morningstar 👤🇻🇳

Morningstar 👤🇻🇳

@dlljma

Katakan kebenaran, walau pun lucu

Nambroca, España Beigetreten Haziran 2011
1.4K Folgt1.2K Follower
dshe
dshe@dshe78·
@ribboncape Aneh menormalisasi tidak memaafkan.. Padahal Nabi Muhamad saja memaafkan orang-orang yang jelas2 merencanakan pembunuhan thd dirinya..
Indonesia
8
0
0
2.3K
Nyi Maheswari
Nyi Maheswari@Nyi_Maheswari·
@devartra @Gi_Grey Makanya jd laki2 tuh jgn suka nyakiti hati perempuan. Kalau dah dibully kek gini..ngenes kan ?
Indonesia
1
0
0
35
RT
RT@RT_com·
19-year-old IDF Sergeant Idan Fox was killed in Lebanon this week before even getting his high school diploma Israel's Education Minister personally handed it to his grieving family
English
1.2K
174
954
157.8K
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Sbg dokter saya cukup sering menyaksikan kematian. Ada bbrpa adab yg menurut saya penting, baik ke jenazah, keluarga ataupun di rumah duka : - jgn nanya meninggalnya kenapa - jgn asal foto jenazah apalagi di upload - jgn larang keluarga buat nangis - jgn cari makan (mereka udh kesusahan) - jgn blg “harusnya sih..” - jgn blg msh muda bsa nyari (suami/istri) lg - jgn blg dpt warisan ga? - sampaikan ke keluarga jika alm ada hutang atau tanggungan Ada lagi yg harus di tambahkan?biar kita lbh beradab ☺️🙏🏻
Indonesia
211
2.3K
10.3K
434.2K
Billy
Billy@Billy_Naravit·
Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas. Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
879
12.4K
44.7K
3.2M
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47.2K
102.5K
10.9M
b3'doel
b3'doel@B3doel___·
Mobilnya dari kanan tiba-tiba mau kekiri, alhasil tersenggol. Seragam tidak menunjukkan etika, orang sudah berusaha berbicara baik-baik tapi beliau ini berkata kasar dan menantang mengajak berkelahi, bisa dilihat sendiri videonyaa... semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi CC: Netizen
Indonesia
264
655
1.6K
190.1K
Morningstar 👤🇻🇳
@LambeSahamjja "kalau mau langsung terkenal, lo kencing di depan mimbar imam masjid waktu sholat".... ...gimmick sejak tahun 1980...
Indonesia
0
0
0
389
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lu pada tau gak? Steven wongso yang buat konten Tukang Martabak kurang itu lah sama makian dia ke orang gendut itu dia bilang pembelaan dia: Eksperimen Sosial atau Ngerjain Media? (Kasus Martabak) Inget gak pas dia bikin kontroversi soal martabak yang viral banget itu? Dia pengen ngebuktiin kalau media dan netizen Indonesia itu gampang banget "digiring". Dia sengaja bikin gimik buat ngetes: Lu bisa gak sih bedain mana yang beneran kejadian sama mana yang cuma akting? Secara gak langsung dia mau bilang kalau kita semua itu gampang dibego-begoin sama konten receh. kata diaa Kasus Orang Gendut Ini yang paling bikin orang naik darah. Dia sering maki-maki orang gemuk pake kata-kata kasar, bahkan disamain sama hewan. Dia ngaku ini trauma masa lalu. Dulu almarhum bokapnya juga keras banget ke dia. Dia ngerasa kalau mau ngerubah orang, gak bisa pake kata-kata manis. Harus dikasih "Kebenaran Pahit" alias Hard Truth. Menurut dia, makian itu adalah "Wake-up Call" atau alarm biar orang itu sadar dan mau berubah. Padahal ya, gak semua orang mentalnya kuat digituin, Steven ngaku kalau dia itu Kesepian selama di Jakarta. Biar gak ngerasa sendirian dia bikin konten yang memicu perdebatan. Pas kolom komentarnya rame (meskipun isinya hujatan semua) dia ngerasa dapet atensi. Dia ngerasa "terhubung" sama orang banyak lewat keributan. Jujur aja ya, Guys, setelah liat pengakuan ini, gue makin banyak pertanyaan: Gimik atau Jahat? Oke, lu bilang ngetes media, tapi dampaknya bikin kegaduhan nasional. Apa itu bijak? Motivasi atau Bullying? Pake alasan "Hard Truth" buat maki orang itu tipis banget bedanya sama cyber bullying. Gak semua orang butuh dimaki buat jadi sehat. Atensi karena Kesepian? Bro, kalau kesepian ya nongkrong di warkop, bukan malah ngajak berantem satu negara Steven Wongso itu tipikal kreator yang pake cara "Chaos" buat eksis. Dia sadar betul apa yang dia lakuin, dia tau cara mainin emosi netizen, dan dia sengaja manfaatin kesepiannya buat jadi bahan bakar konten kontroversial.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
193
131
1.9K
472.7K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Prabowo: Ada yang Pakai Kekuasaan Bantu Pencuri Uang Negara
tempo.co tweet media
Indonesia
3.5K
1.3K
6.4K
1.1M
Abi
Abi@Abi61916772·
@xendless_s Knp sih selalu. ada narasi bgtu… jujur li klo niat nya baik Allah akan mempermudah segala jln rezeki nya… selama idup d kampung banyak orang yg ga punya tetep pada tahlilan alhamdulillah d lancar kan rezeki nya… narasi nya bikin huru hara antara NU dn YLL
Indonesia
4
0
1
754
Endless Story
Endless Story@xendless_s·
Bener juga sihh, kalo menurut kalian gimana guyss?? 🤔
Endless Story tweet media
Indonesia
1.6K
561
3.9K
318.8K
Morningstar 👤🇻🇳
@DanishAnfa @prastow preman yg ketangkep potong tangannya, dijamin bubar semua kaya di Cina, Shanghai dan Hong Kong udah jarang banget keliatan anggota triad kaya tahun 1980an
Indonesia
0
0
0
22
Danish
Danish@DanishAnfa·
@prastow Terimakasih updatenya pak @prastow. Premanisme ini banyak terjadi & sangat meresahkan. Apakah ada program pencegahan yg bersifat sistematis & menimbulkan efek jera, sehingga tidak berulang & kembali terulang?
Indonesia
2
0
0
6.4K
Prastowo Yustinus
Prastowo Yustinus@prastow·
Pelaku sudah ditangkap sore ini. Terima kasih Walikota dan Satpol PP Jakarta Pusat yang berkoordinasi dengan Kepolisian. 🙏🏻
Indonesia
140
261
1.7K
136.1K
Bragazoel
Bragazoel@bragazoel·
@rahmatsn Berarti lu juga gak faham agama, orang faham agama gak perlu sholat berjamaah kalau musafir.
Indonesia
13
0
0
1.9K
Bayo Suti
Bayo Suti@rahmatsn·
Hai para pria, kalau kau diminta jadi imam shalat subuh di mushalla bandara, sebagus apapun bacaan mu gak perlu kau pamerkan dengan membaca ayat panjang karena malah menunjukkan kau cuma pandai ngaji tapi tak punya ilmu agama, orang yg shalat sudah ada jadwal terbang masing2 dan kapasitas mushalla juga terbatas, semakin panjang ayat kau baca semakin ramai antrian di mushalla, beragama itu perlu ilmu!!
Indonesia
586
1.8K
10.7K
460.2K
Morningstar 👤🇻🇳
@KasanBaret @rahmatsn sabar pala lo pitak...liat lokasi, liat kondisi, ini aturan dasar beragama. sekelas Nabi aja denger bayi nangis langsung dipercepat sholatnya biar gak kelamaan itu ibunya sholat jamaah.
Indonesia
0
0
6
332
Jakarta Insider
Jakarta Insider@KasanBaret·
Nah ini juga perlu ilmu kesabaran. Setiap kita jadi makmum, kita harus sabar. Apapun yg diputuskan oleh imam kita ikuti saja. Ikhlas saka. Takdir kita pada hari itu jadi makmum. Kalau imamnya sesuai dengan hati kita alhamdulillah. Kalau gak sesuai sabar. Kadang kasihan juga orang yg terpaksa jadi imam. Sebenarnya dia gak mau juga tapi gak enak diminta oleh jemaah yg lain. Untung masih ada yg mau jadi imam.
Indonesia
12
0
1
2.3K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Prabowo: Ada Kelompok Masyarakat yang Tidak Mau Kerja Sama
tempo.co tweet media
Indonesia
796
187
1.1K
528.3K
Morningstar 👤🇻🇳 retweetet
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Kasih tau kekuatan netizen Guys, lu pada tau gak ini kejadian bener-bener bikin miris… Seorang ibu meninggal dunia setelah terserempet iring-iringan truk TNI di jalan. Dari kesaksian warga di lokasi, kronologinya cukup jelas dan bikin geleng kepala. Awalnya korban lagi naik motor seperti biasa. Tiba-tiba dari belakang ada iring-iringan truk tentara (sekitar 3 sampai 5 unit) yang melaju cukup cepat sambil klakson terus. Korban sudah berusaha minggir ke pinggir jalan, bahkan saksi bilang posisi mereka sudah ngalah. Tapi masalahnya, iring-iringan ini seperti lagi ngebut atau ngejar kendaraan di depan. Salah satu truk akhirnya nyenggol motor korban dari samping/belakang, bukan sekadar mepet tapi sampai bikin korban jatuh. Begitu jatuh: Korban langsung terpental dan nyungsep di jalan Posisinya masih dekat motor Kondisinya langsung mengenaskan di tempat Saksi yang juga ikut jatuh bilang kalau kejadian itu cepat banget mereka udah minggir tapi tetap kena. Yang bikin makin nyesek: - Ini bukan satu kendaraan, tapi iring-iringan besar (beberapa truk sekaligus) - Korban itu cuma pengendara biasa yang udah berusaha ngalah - Tapi tetap jadi korban karena situasi di jalan yang nggak terkendali Kalau ditarik garis besar: Ada iring-iringan kendaraan besar (militer) Jalan dipakai dengan kecepatan tinggi Pengendara sipil sudah mengalah Tapi tetap terjadi senggolan fatal Dan sampe sekarang belum ada kejelasan kasusnya gimana media juga kagak ada yang beritain cuma liputan 6 doang nih yang angkat
Lambe Saham tweet media
Indonesia
607
7K
13.9K
1.7M