JUST IN
34.5K posts









Surat terbuka untuk pemerintahan jawabarat @humasjabar dan semua jajarannya yang dipimpin gubernur @DediMulyadi71 Ironi pelayanan publik RONGSOK kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Seorang ibu asal Rongga harus pulang dengan kekecewaan saat mengurus Akta Kelahiran di kantor Disdukcapil KBB, Senin (27/04/2026). Sudah datang sejak pukul 09.00 WIB, ia tak kebagian antrean pagi dan diminta menunggu hingga siang. Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya ia mendapat nomor antrean 0125. Namun saat giliran tiba, harapan itu langsung pupus. Petugas menolak berkas dengan alasan sistem sudah ditutup karena kuota penuh. “Sudah close, tidak bisa,” ujar petugas singkat tanpa solusi. Yang jadi sorotan, tak lama setelah itu, ibu tersebut didatangi seorang pria yang menawarkan jasa pengurusan akta. Meski di dalam dinyatakan “sistem ditutup”, pria yang diduga calo tersebut justru bisa membantu proses dokumen—dengan tarif Rp200 ribu (akhirnya dibayar Rp160 ribu). Pertanyaannya, sistem benar-benar tutup… atau hanya tutup untuk jalur resmi? Kejadian ini kembali memunculkan dugaan praktik percaloan serta menjadi catatan serius bagi kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat. mau sampe kapan?
















