Ann🌙

307 posts

Ann🌙 banner
Ann🌙

Ann🌙

@sideofannora

Beigetreten Eylül 2017
376 Folgt267 Follower
Kiyan Abhinaya Azkalif | Si Paling Wibu dan Math
Teknik ini pasti pernah dipelajari waktu SD, akan tetapi banyak yang lupa dengan teknik ini. Nama tekniknya adalah tangga pengukuran. Kita tahu bahwa 1 km = 1000 m, tapi bagaimana jika angkanya tidak bulat? Misalkan 456 cm setara berapa kilometer. Ini bentuk tangga-nya : | km |---- | | hm | ---- | | dam | ------ | | m | ---- | | dm | ---- | | cm | ---- | | mm Caranya cukup sederhana, tapi sebelum membahas tekniknya. Kita harus memperkenalkan diri dengan nama-namanya. Km = Kilometer hm = hektometer dam = dekameter m = meter dm = desimeter cm = centimeter mm = milimeter Nama "Meter" sebagai satuan "panjang tentu bisa berubah. Misalnya butuh "berat", namanya akan menjadi gram. Balik ketopik, sebenarnya tekniknya hanya perlu dengan 3 langkah. Langkah 1 : Taruh angka satuan di satuan panjang yang diketahui. Langkah 2 : Untuk puluhan, ratusan (ke atas) ataupun pecahan desimal(kebawah), menyesuaikan tempat satuan panjang tersebut. Langkah 3 : Angka yang kosong, isi dengan 0. 456 cm = ... km? | km = 0 |---- | | hm = 0 | ---- | | dam = 0 | ------ | | m = 4 | ---- | | dm = 5 | ---- | | cm = 6 | ---- | | mm Karena satuan akhir yang diminta adalah km, maka satuan pertama adalah 0, dibawah itu merupakan desimal... Alias 456 cm = 0,00456 km berdasarkan teknik diatas. Mari kita coba yang lebih menggocek. 2,315 dam = .... dm? Ingat, langkah pertama adalah menentukan angka satuan, dimana 2,315 dam nilai satuannya adalah "2" Langkah kedua, kita sesuaikan 2,315 dengan satuan panjang dam | km |---- | | hm | ---- | | dam = 2 | ------ | | m = 3 | ---- | | dm = 1 | ---- | | cm = 5 | ---- | | mm Langkah ketiga, karena nggak ada angka kosong, kita fokus untuk memberi batas satuan untuk desimeter(dm) Karena dm-nya adalah "1", maka 2,315 dm = 231,5 dm. Cara ini sangat praktis, jika kita memahami konsep tangga. Dan tentu saja ini sangat berlaku untuk kasus lain seperti berat, luas, dan volume. Hanya saja... untuk Luas dan Volume akan ada bab tersendiri untuk cara pengukurannya.
Indonesia
6
19
61
4.5K
Ann🌙 retweetet
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal. ======== Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya. Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
M. Ridha Intifadha tweet mediaM. Ridha Intifadha tweet media
Indonesia
353
21.1K
39.9K
592.5K
Ann🌙
Ann🌙@sideofannora·
@pistalio @basebuku Wah, ini memang masterpiece-nya Dee Lestari yg wajib dibaca sih😭🤍
Indonesia
0
0
0
71
📚 basebuku
📚 basebuku@basebuku·
📚 rekomendasiin novel yang bagus dong boleh apa aja
Indonesia
53
6
107
12.6K
Ann🌙 retweetet
Kiyan Abhinaya Azkalif | Si Paling Wibu dan Math
Barangkali butuh konteks tambahan, ini saya bahas serius... tanpa embel-embel. Pernah dengar "Bagaimana Kurt Godel membahas Bukti Tuhan ada lewat Matematika?" (Kalau tau, langsung di sebutkan premis-premisnya secara lengkap) Tapi, kali ini tujuannya bukan bahas Tuhan ada atau nggak. Saya mau mengambil Aksioma 1 saja. Tujuannya betapa pengaruh Bahasa dalam Matematika. "If φ is a positive property and If It is necessarily true(True in a possibille worlds)that every object with property φ also has property ψ, then ψ is also positive property" Terjemahan : "Jika φ merupakan sifat positif dan dan jika sudah pasti benar(benar dalam semua kondisi (skenario) dunia) bahwa setiap hal yang memiliki sifat φ juga memiliki sifat ψ, maka sifat ψ juga merupakan sifat positive" Ini salah satu cara matematika beragumen layaknya argumen manusia pada umumnya. Iya, jadi logika matematika memiliki korelasi kuat dari pengaruh bahasa di tempat. Pertama : P(φ) dan φ(x) yang dimaknai dua hal berbeda. P(φ) = sifat φ adalah sifat positif φ(x) = x memiliki sifat φ Kalau digabung jadi apa? Benar, P(φ(x)) Ini mirip fungsi Komposisi, menggabungkan fungsi A ke fungsi B. P(φ(x)) memiliki makna : x memiliki sifat φ dimana φ merupakan sifat positif(P) Lihat seberapa besar pengaruhnya bahasa ke dalam konteks matematika. Sedangkan Matematika berpengaruh dari struktur logika bahasa pada sebuah kalimat. Kedua. Logika Kuantor. Kalau dalam bahasa inggris, pemakaian "Each" atau "Every" adalah untuk menyebut 'setiap' anggota tanpa terkecuali. Seperti kata "Hi, Everyone"(Hai setiap(semua) orang) Ini juga sama.. ∀x(φ(x) => ψ(x)) Artinya : "Untuk setiap(semua) anggota x, Jika x memiliki sifat φ maka x juga memiliki sifat ψ" Ini adalah generalisasi Kuantor, yang nantinya kita bisa sebut : Semua x yang punya sifat φ pasti juga bersifat ψ Kayak mendengar : Semua orang Indonesia yang baik hati pasti juga bersifat penyabar. Kalau dari sini, kamu bisa menyimpulkan kalau ketemu orang Indonesia yang baik hati pasti sepaket ama sifat penyabar. Ini adalah kepastian dari logika korelasi ataupun logika sebab-akibat. Dari maksud pertama kedua, makanya nanti nggak kaget kalau menggabungkan : 1. x memiliki sifat φ dimana φ merupakan sifat positif(P) 2. Semua x yang punya sifat φ pasti juga bersifat ψ Kesimpulan : x memiliki sifat ψ yang jelas positif. Ini disingkat P(ψ(x)) Tapi perlu diingat, status subjek x ini masih "jika" ====================================== ====================================== Requested by : @sideofannora
Kiyan Abhinaya Azkalif | Si Paling Wibu dan Math tweet media
Kiyan Abhinaya Azkalif | Si Paling Wibu dan Math@yourmathsphere

Matematika sama Bahasa itu setara, saling membutuhkan satu sama lain. Matematika nggak ada gunanya tanpa bahasa Bahasa jadi tak berpola kalau tak ada Matematika. Ini kalau kita berpikir bahasa bukan sekedar kata dan matematika bukan sekedar angka/simbol

Indonesia
6
16
62
2.5K
Ann🌙
Ann🌙@sideofannora·
@yourmathsphere Ah paham, jadi suhu ekstrem rendah itu kayak jalan pembuka supaya fenomena BEC bisa muncul ya. Thanks penjelasannya, my lovely dosen😋❤️
Indonesia
1
0
1
20
Mbak kun
Mbak kun@empty__core·
Paham??
Mbak kun tweet media
Indonesia
146
515
7.1K
94.1K
Ann🌙
Ann🌙@sideofannora·
@yourmathsphere Mau banget laa😍 Gantian aja sayang, can't waitt!❤️
Indonesia
0
0
1
16
Kiyan Abhinaya Azkalif | Si Paling Wibu dan Math
Matematika itu memang susah, tapi kalau sudah dapat kata kuncinya,Matematika bakal jadi mudah. Contohnya begini : 25 x 48 = ? Kita bisa mengerjakan dengan perkalian bersusun : 2 5 4 8 --------- x 2 0 0 1 0 0 ---------- + 1 2 0 0 Tapi... Kalau kita pake trik seperti ini : 25 x 48 x 4 : 4 = 1 ------------ 100 x 12 = 1200 Memang, secara makna, 25 x 48 berbeda dengan 100 x 12, tapi jika fungsinya hanya untuk menghitung, selama secara logika dapat diterima, masih disebut benar. Alasannya, adalah karena 25 dikali dengan 4, sedangkan 48 dikali dengan 1/4(bisa dibaca sebagai dibagi 4) 1 4 x --- = 1 4 Ini sesuai dengan logika Matematika. Karena ini menyesuaikan identitas dan invers perkalian dimana > a x 1 = a 1 > a x --- = 1 a Tips ini juga bisa berlaku untuk penjumlahan, namun perhatikan sifat identitas penjumlahan adalah ketika suatu bilangan dijumlahkan dengan 0. Contohnya : 17 + 26 = 17 + 26 + [3 + (-3)] = (17 + 3) + (26 - 3) = 20 + 23 = 43
Indonesia
14
67
226
70.2K
Ann🌙
Ann🌙@sideofannora·
@yourmathsphere Prinsip yang sama juga penting saat menganalisis KPI lain, karena perubahan yang terlihat besar secara persentase belum tentu memberi impact paling signifikan terhadap operasional maupun cost-nya
Indonesia
0
0
1
27
Ann🌙
Ann🌙@sideofannora·
@yourmathsphere Kalau di dunia manufaktur, perhitungan ini kepakai banget, krn evaluasi performa gak cukup lihat persentase aja. Misalnya output naik 200%, tp blm tentu kontribusinya lebih besar dibanding output yg “hanya” naik 50% dari line produksi dgn volume jauh lebih tinggi
Indonesia
2
1
1
175
Kiyan Abhinaya Azkalif | Si Paling Wibu dan Math
Mana yang lebih fantastis perubahannya? Nilai yang berkembang 500%, memiliki hasil akhir 60.000 atau Nilai yang berkembang 100%, memiliki hasil akhir 100.000 Selamat datang di #tipsmatematika, mengitung nilai awal, nilai akhir, perubahan secara arimatika, perubahan secara persentase Misalkan harga awal adalah A, harga akhir adalah B dan x adalah nilai persen pertumbuhan(positif/negatif). Artinya, Hubungan satu sama lain ditulis sebagai : (100% + x%) A = B B <=> (100 + x)% = --- A Ini adalah persentase pertumbuhan Sedangkan versi aritmatika pertumbuhan : (100% + x%) A = B <=> A + A(x%) = B <=> A(x%) = B - A Kalau B = 60.000 dan X = 500% Berarti : (100 + 500)% = 60.000 / A <=> 600% = 60.000/A <=> 6 = 60.000/A <=> A = 60.000/6 <=> A = 10.000 Ini adalah nilai awal. Keunggulan secara aritmatika adalah 60.000 - 10.000 = 50.000 Menariknya, karena nilai awal 10.000 10.000(500%) = 60.000 - 10.000 <=> 10.000(500%) = 50.000 Sedangkan kasus ke-2, dimana B(Nilai akhir) adalah 100.000, jika kita terapkan pada kasus yang sama : (100 + 100)% = B/A <=> 200% = 100.000/A <=> A = 100.000/(200%) <=> A = 100.000/2 <=> A = 50.000 Jika kita membahas selisih secara aritmatika, 100.000 - 50.000 adalah 50.000 juga. Jadinya, secara aritmatika(bilangan pasti), kasus A dan kasus B memiliki perubahan yang sama, sama-sama berubah sebesar 50.000. Namun secara persentase perubahannya cukup mengejutkan. Kasus pertama memiliki 5x perubahan lebih kuat dari kasus kedua secara persentase (500% / 100%). Ini karena Perubahan nilai secara aritmatik tak sama dengan perubahan nilai secara persentase. Sekarang, mari kita diskusikan, topik ini sangat kepakai dalam bidang apa ya?🤔🤔🤔
Indonesia
3
3
18
1.2K
Ann🌙
Ann🌙@sideofannora·
@yourmathsphere Tapi setelah ayank jelasin tadi, jadi kepikiran juga soal logika dalam berpikir secara matematis. Jadi aku penasaran, apakah logika menghitung dan logika matematika ini sebenarnya saling berkaitan, atau memang konsepnya berdiri sendiri sesuai konteksnya?
Indonesia
1
0
1
26
Ann🌙
Ann🌙@sideofannora·
@yourmathsphere Aku awalnya lebih kepikiran ke logika menghitung sih😄 Gimana kita bisa tahu suatu cara hitung itu ttp valid secara logika, meskipun bentuknya berubah? Jd nggak cuma tahu trik yg bikin hitungan lebih cepat, tapi jg paham alasan di balik knp cara itu ttp menghasilkan nilai yg sama
Indonesia
1
0
1
45
Ann🌙
Ann🌙@sideofannora·
@yourmathsphere Ada juga jenis gula yang manis tapi gak bikin kenyang loh😊
Indonesia
1
0
1
91
Kiyan Abhinaya Azkalif | Si Paling Wibu dan Math
Sekilas seperti omong kosong, tapi memang ada benarnya. Karena Gula yang kita pakai itu salah satu sumber energi yang sejenis dengan makanan karbohidrat macam nasi, kentang, dll. Biar gak miskonsepsi, gula sama nasi/sejenisnya itu beda level ya. Gula itu karbo level dasar Nasi itu karbo level kompleks Nah, karbo level kompleks macam nasi, roti dkk, itu ngolahnya lebih lama tetapi energinya bisa tersimpan dalam waktu lama. Sedangkan gula sebagai karbo level dasar, ngolah cepat tapi ya gampang habis pemakaiannya. Makanya kadang minum es teh banyak bisa bikin kenyang(kembung), tapi ya gak lama kemudian pasti ngerasa lapar/haus. So, kalau memang lemes belum ngopi, hati-hati, bisa jadi aja ada gula dari krim/bubuk susu tanpa kamu sadari.
LABORUTU@laborutu

Lemes karena belum ngopi? Kamu bukan kecanduan kopi, tapi kecanduan gula.

Indonesia
4
1
25
1.9K
Ann🌙
Ann🌙@sideofannora·
@yourmathsphere Wow kerenn😆 Kalau dah follow duluan, dapet apa nich😗
Indonesia
0
0
0
32