Pinned Tweet
Robit
27.7K posts

Robit
@RobitMH
Building https://t.co/Nh2cGPDdbs
JAKARTA Joined Temmuz 2010
1.6K Following2.2K Followers
Robit retweeted

@txtcybr Kenapa bisa menjadi 2x lipat? Karena pemilihan suku bunganya yang kurang teliti. Saat mau KPR, harus ngebandingin berbagai bank mengenai skema bunganya. Dari suku bunga tersebut yg menentukan total pengeluaran KPR-mu.
Kebetulan saya sering bahas ttg perhitungan KPR di TikTok.

Indonesia
Robit retweeted
Robit retweeted

Quick Count vs Real Count
Kenapa saya percaya Quick Count? Lihat ilustrasi ini.
Kita ingin menghitung Populasi yang di dalamnya ada kelompok A, B, dan C. Jumlah dan persentasenya seperti dalam kotak nomor #1, A=25%, B=50%, C=25%.
Saat melakukan Real Count seperti dalam kontak #2, butuh waktu lama karena jumlah populasinya banyak, sehingga baru sebagian yang terhitung. Saat menghitung, tidak dipilih-pilih secara proporsional dari A,B, atau C. First come first. Hasilnya, yang A terhitung semua, B baru sebagian, C paliing sedikit.
Akibatnya persentase A=43%, B=43%, C=14%. Si A seneng banget karena banyak presentasenya. Tapi kan ini tidak sesuai Populasi sebenarnya di kotak #1?
Kemudian ada Quick Count seperti dalam kotak #3. Yang dihitung lebih sedikit dari yang sudah dihitung di Real Count. Tapi yang dihitung sudah dipilih-pilih secara proporsional, dari A=1, B=2, dan C=1. Kalau diprosentase, hasilnya A=25%, B=50%, C=25%. Lho kok sama seperti prosentasi populasi?
Nah pertanyaan di kotak #4, mana yang lebih mendekati "Populasi sebenarnya"? Real Count yang belum selesai, atau Quick Count yang sudah kelar?
I love Statistics. 🩷🩷🩷
🔥🔥🔥

Indonesia
Robit retweeted

PENTING
Tolong JANGAN download foto dari web KPU lalu upload ke kawalpemilu.org karena tim tech akan sedot dan upload otomatis, menggunakan bot & AI yang bisa deteksi angka-angkanya.
Mubazir waktu & ongkos cloudnya kalau teman-teman download & upload manual 🙏
Central Region, Singapore 🇸🇬 Indonesia
Robit retweeted

Alhamdulillah. Terimakasih twips, krn kita bersuara, KPU jadi lebih hati-hati.
Sepertinya memang saat ini demokrasi digital menjadi jalan rakyat untuk mengawasi & mengingatkan Penyelenggara Negara & Penyelenggara Pemilu.
Kompas.com@kompascom
KPU putuskan capres-cawapres bisa saling mendampingi saat debat. Tapi, yang berdebat hanya salah satu sesuai dengan agenda dan jadwalnya dlvr.it/Szn3SK
Indonesia










