Dirgabyte | Open Commission (3/5)

8.6K posts

Dirgabyte | Open Commission (3/5) banner
Dirgabyte | Open Commission (3/5)

Dirgabyte | Open Commission (3/5)

@dirgabyte

• ディルがバイト • IRL Human | Virtual Existence (VTuber) • https://t.co/SFuFoSgHHV

New Santara Joined Kasım 2012
243 Following246 Followers
Pinned Tweet
Dirgabyte | Open Commission (3/5)
Yo Mari Mantap! 🔥 Gua buka commission kecil2an, bisa cek link ini atau cek bio gua. linktr.ee/dirgabyte Yang minat boleh DM ya. 100% AI-HM Generated (Asli Ini Hand Made Generated). Tentunya dengan style gua sendiri. Slot gua batasi 5 dulu. #CommissionOpen
Indonesia
0
2
3
663
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
herwin
herwin@bangherwin·
This!
herwin tweet media
English
377
9.2K
47.1K
442.9K
Dirgabyte | Open Commission (3/5)
@Frederett_ Ketika masih single dulu benci bgt sama ortu karena merasa gak bebas Tapi setelah menikah, justru nyesel benci sama ortu. Nyesel gak dengerin mereka.
Indonesia
0
0
1
278
Fure ⚠️
Fure ⚠️@Frederett_·
hmm, ortu gw sangat strict, sampai detik inipun. alhasil? iya gw suka bohong ke mereka sampai detik ini juga. positifnya? gw sekarang anak baik2, ga pnah ikut kehidupan malam, dugem club ga pernah, cuma ngetem di rumah, ga pernah nginep2, literally anak baik. negatifnya? gw sampai detik ini masih benci ortu, sampai dititik pengen lepasin hubungan keluarga.
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi

Jadi.. selama 10 tahun terakhir, cara parenting yang katanya "lembut dan baik" itu TERNYATA gagal total. Iya, gagal. Penelitian di tahun 2025 di Amerika menunjukan: keluarga yang pake aturan tegas—jam malam nggak bisa ditawar, batasan gadget jelas PUNYA HUBUNGAN SAMA ANAKNYA JAUH LEBIH BAIK.

Indonesia
56
221
1.8K
129.8K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
Não Intendo
Não Intendo@blognaointendo·
O gato mais simpático do bairro
Português
91
4.3K
30.9K
854.8K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Bismillahirrahmanirrahim. Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya. Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan. Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka. Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
Ibrahim Arief tweet media
Indonesia
226
7.5K
12.6K
316K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
Nature 🦜and Music 🎶
When Kitties Show Their Soft Side.
English
76
3.2K
44.9K
1.1M
Chiyo Chiyori | 千代千依 🐥
Apa hukumnya ngundang seluruh vtuberid ke totsumachi? Nanya aja, ga berani 😞☝🏻 bisa bisa lima hari ga selesai
Indonesia
37
10
271
6.1K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
Dirgabyte | Open Commission (3/5)
Gua gak suka kisah hidup seseorang yg nyata diinterpretasikan sembarangan. "Ohh dia begini karena orang tuanya...." "Kayaknya dia gini karena...." "Dia tuh begitu karena...."
Indonesia
0
0
0
6
Kalanara Mahardika 🎬✨
Teman-temanku yang baik hatinya, kita gak bisa mengatakan "Sudah pasti dia disiksa di dalam neraka selamanya." Islam itu menyeluruh, termasuk menjaga adab dan etika dalam menghadapi orang yang sudah meninggal. Kenapa pernyataan semacam ini sangat bermasalah? Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya, 'Kamu penghuni neraka,' maka ucapan itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya. Bila saudaranya itu benar seperti yang dikatakannya, (maka perkataan itu berlaku padanya). Namun jika tidak benar, perkataan itu kembali kepada dirinya sendiri." (HR. Bukhari & Muslim) Hadits ini menunjukkan betapa berbahayanya memvonis seseorang akan masuk neraka. Hanya Allah yang berhak menentukan hal tersebut. Kita pun tidak tahu kondisi batin seseorang saat meninggal, apakah ia sedang sakit jiwa, dalam tekanan ekstrem, atau kehilangan kesadaran penuh. Dan jangan lupa mengenai taklif, taklif adalah beban hukum syar'i yang dikenakan kepada seseorang. Namun, taklif ini tidak berlaku tanpa syarat. Salah satu syarat utamanya adalah akal yang sehat dan kesadaran penuh. Rasulullah SAW bersabda: "Diangkat pena (tidak dicatat dosanya) dari tiga golongan: orang yang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia baligh, dan orang gila hingga ia sembuh." (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah) Para ulama sepakat bahwa hilangnya akal, baik permanen maupun sementara, dapat menghapus atau mengurangi pertanggungjawaban seseorang di hadapan Allah. Gangguan mental berat seperti psikosis, depresi mayor, atau kondisi yang menghilangkan kemampuan berpikir jernih, masuk dalam pertimbangan ini. Islam mengakui bahwa manusia bisa berada dalam kondisi yang melampaui kendali akalnya. Maka menghakimi seseorang yang meninggal dalam kondisi demikian adalah sesuatu yang melampaui batas pengetahuan kita sebagai manusia. Hanya Allah yang Maha Mengetahui keadaan hamba-Nya. Yang lebih sesuai dengan adab Islam adalah mendoakan almarhum, berempati kepada keluarga yang berduka, dan tidak berkata kecuali yang baik. Nabi SAW bersabda: "Sebutlah kebaikan orang-orang yang telah meninggal di antara kalian." (HR. Abu Dawud) Diam, lebih mulia daripada menyakiti.
Day Hazard@masdaya10

@KalanaraDika Dia sadar kok dengan tindakannya, hanya saja dia tak memilih untuk mencari obat, dia memilih solusi yang cepat yang sudah jelas hukumnya, jadi ya udah pasti, NERAKA dan disiksa sesuai dengan caranya dia mati selamanya :)

Indonesia
2
5
24
715
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
362
16.1K
40K
947.7K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
PROFESOR SAHAM
PROFESOR SAHAM@profesor_saham·
Hill Start Assist atau Hill Holder ditemukan 1936 Orang orang 1935 ::
Indonesia
35
223
1.6K
164.6K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
Tahilalats
Tahilalats@tahilalats·
tidak semudah itu
Tahilalats tweet media
Indonesia
15
161
639
12.9K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
VibeCrafter
VibeCrafter@CrafterVib·
Solusi ketika harga plastik naik..
Indonesia
463
941
6.6K
1.7M
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
Keyfi Paylaşımlar
Keyfi Paylaşımlar@keyfipyIasimIar·
Son zamanlarda izlediğim en tatlı videolardan biri olabilir… İç ısıtan türden 🥹
Türkçe
81
2.7K
30.2K
896.4K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
Spike ・スピーゲル
Spike ・スピーゲル@gangstabooss·
day 1 belajar main billiard
Indonesia
28
93
348
35.3K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
dr. Gia Pratama
dr. Gia Pratama@GiaPratamaMD·
Tadi malam datang dengan misi untuk membuat mas Frimawan tersenyum dan tertawa. Cukup Berat, saya sampai harus mengeluarkan wand trus berucap, Expecto Patronum!
dr. Gia Pratama tweet media
Indonesia
11
8
167
6.2K
Dirgabyte | Open Commission (3/5) retweeted
Antidepressant Content
Antidepressant Content@depressionlesss·
🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay? 🐶: are u okay?
English
261
30.9K
143.4K
3.2M