ObscuraFeline

2.9K posts

ObscuraFeline banner
ObscuraFeline

ObscuraFeline

@morrexs

Joined Eylül 2021
76 Following7 Followers
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Prabowo Tuding Banyak Orang Takut MBG Berhasil
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
1.7K
686
5.2K
391.7K
ObscuraFeline retweeted
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
196
2K
2.9K
134.7K
ObscuraFeline retweeted
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
List keluarga dan kerabat prabowo di pemerintahan: 1. Hashim Djojohadikusumo (Adik Kandung): - Penasihat Khusus Presiden bidang Ekonomi. - Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional - Ketua Delegasi Indonesia (COP29) - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia 2. Thomas Djiwandono (Keponakan): Wakil Menteri Keuangan (dilantik sejak Juli 2024) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (Februari 2026). 3. Budi Satrio Djiwandono (Keponakan): Wakil Ketua Komisi I DPR RI (Periode 2024-2029). 4. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Keponakan): Aktif di kepengurusan Kadin (2024-2029) setelah sebelumnya merupakan Anggota DPR RI. 5. Aryo Djojohadikusumo (Keponakan): Pengurus Kadin Indonesia (2024-2029). 6. Angga Raka Prabowo (Keponakan/Orang Dekat): Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (PJO). 7. Mayor Teddy Indra Wijaya: Sekretaris Kabinet (Seskab). 8. Sudaryono (Mantan Aspri/Ajudan): Wakil Menteri Pertanian. 9. Prasetyo Hadi (Orang Dekat): Menteri Sekretaris Negara.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
193
2.4K
4.3K
225.5K
ObscuraFeline retweeted
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
- Ke luar negeri - Pidato yapping -- Indonesia gelap -- Kabur aja sana -- MBG -- Koperasi Merah Putih -- Antek asing - Ke luar negeri - Pidato yapping -- Indonesia gelap -- Kabur aja sana -- MBG -- Koperasi Merah Putih -- Antek asing - Ke luar negeri - Pidato yapping -- Indonesia gelap -- Kabur aja sana -- MBG -- Koperasi Merah Putih -- Antek asing - Ke luar negeri - Pidato yapping -- Indonesia gelap -- Kabur aja sana -- MBG -- Koperasi Merah Putih -- Antek asing ... ... - Ke luar negeri - Pidato yapping -- Indonesia gelap -- Kabur aja sana -- MBG -- Koperasi Merah Putih -- Antek asing
Indonesia
169
4.2K
9.3K
146.1K
ObscuraFeline retweeted
illuminatibot
illuminatibot@iluminatibot·
HEY!
illuminatibot tweet media
96
20K
93.9K
499.2K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 pejabat Indonesia nih di setiap kejadian apapun pasti selalu ada yg ngasih statement ga jelas. ALASANNYA APA MEMBERIKAN STATEMENT BEGINI? mentang² menteri PPPA, biar dikata si paling berpihak ke perempuan? capernya jelek bgt. Dikira nyawa cowo kgk berharga kali.
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
528
341
2.3K
116.6K
sarah
sarah@sahouraxo·
Israel killed Rico Pramudia in South Lebanon. He died of his injuries today. He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia. Israel killed him anyway. And not a single whisper from Western media. No international outrage. No justice. No accountability.
sarah tweet media
English
1.1K
39.1K
68.3K
713.6K
ObscuraFeline retweeted
great_white_fleet
great_white_fleet@great_fleet·
@SistersInDanger kayak aku bilang, dengan pemuka agamanya aja kayak gini jangan heran kalau orang2 lalu pada mikir bahwa pedofilia itu nggak ada yang salah... kl dipikir2 lagi, kapan sih terakhir ada ulama mengecam aksi pedofilia???
Indonesia
3
49
497
26.5K
Ramón 👑
Ramón 👑@byramonade·
During Aang's final days Appa refused to leave the little grass patch outside his window, looking through the window to make sure Aang was still there. One of Aang's final requests was to be taken to the window so Appa could lick his hand and hug the curly fur one last time. Days later, all the way in the middle of the swamp, tapping into the spirit vines, Toph could feel both of their hearts stop at once. With tears streaming down her face she suddenly felt a fresh breeze blow, and whispered to herself: "Yip yip, twinkle toes..."
Ramón 👑 tweet mediaRamón 👑 tweet media
GIL👳🏽‍♂️🍿@Alhaji_dubaa

Aang died of natural causes at 66 (which is basically 166 at that time) and also due to the long term strain on his life force caused by spending 100 years in the Avatar State while frozen in an iceberg. That constant energy drain from that century gone by finally caught up with him, but in all he died a peaceful death.

English
104
1.2K
15.8K
571.2K
ObscuraFeline retweeted
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Prabowo masa lalu, sedang berpesan kepada dirinya sendiri di masa depan:
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
283
6.1K
18.4K
244.7K
ObscuraFeline retweeted
AlphaGuide
AlphaGuide@malaikatampan·
@poconxg Bro yakin perubahan pasti ada Lalu bro mengubah dirinya Dari menyerang teman jadi menyerang sipil Pria yang optimis 🔥🔥🔥🔥
Indonesia
9
45
574
22.8K
ObscuraFeline retweeted
versace
versace@trunkszoldyck·
KELAKUAN SI DIMAS😭😭😭
versace tweet media
Indonesia
308
1.5K
8.9K
213.6K
ObscuraFeline retweeted
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Bukan artis, sih. Tapi ada tuh, suatu entitas, yang hampir saben Kamis didatengin Ibu Maria Catarina Sumarsih selama 19 tahun, tapi sombong beut gamau nemuin. Padahal belio cuma mau nanya perihal anaknya yang bernama Wawan, '28 tahun silam tuh dia ditembak negara karena apa?'
ciaa@xpeacessea

Indonesia
46
8.6K
30.5K
787.3K
ObscuraFeline retweeted
MangAgus (Truth Arc)
MangAgus (Truth Arc)@MangAgus_10·
Mahkotamu Queen 👸 Rakyat Rp17.140,35 = 1 USD emang gak kenal takut 😭
MangAgus (Truth Arc) tweet media
Indonesia
218
3.9K
33.6K
2.4M