
Teman-teman, Insya Allah 7 hari lagi saya akan berangkat haji ke Tanah Suci bersama PIHK Sahid Tour.
Saya mendapat amanah untuk mendampingi dan menjaga kesehatan 500 ++ jamaah Haji Khusus Sahid Tour dari berbagai kota, sejak keberangkatan sampai Insya Allah nanti kembali ke Tanah Air.
Tanggung jawab besar yang saya persiapkan 2 bulan terakhir bersama dg tim medis.
Insya Allah, selama di sana saya akan berbagi catatan perjalanan, edukasi kesehatan haji, dan hal-hal kecil yang bermanfaat untuk teman-teman yang suatu hari nanti juga Allah panggil ke Baitullah.
Teman-teman juga bisa follow @sahidtour untuk mengikuti perjalanan yang lebih lengkap.
Bagi saya, perjalanan ini terasa amat sakral.
Ini jawaban dari doa yang saya panjatkan saat embrio-embrio calon bayi saya dan istri terbentuk.
“Ya Allah Ya Robbi, beri aku petunjuk-Mu. Apa yang harus aku lakukan agar Engkau Ridho aku mendapatkan predikat seorang Ayah."
Lalu tiba-tiba Sahid Tour menghubungi.
“Dokter Gia, apakah dokter bersedia menjadi tim medis untuk menjaga kesehatan Jamaah Haji Khusus Sahid Tour?”
Saya gemetaran saat membaca, lalu menjawab.
“Bersedia.”
Karena saya tahu, ini bukan perjalanan biasa.
Jelas bukan perjalanan untuk mencari kenyamanan. Ini perjalanan melepaskan keduniawian selama sebulan dan untuk pertama kalinya sejak menikah, saya tidak bersama istri lebih dari 10 hari.
Mohon doanya, teman-teman.
Semoga seluruh jamaah diberi kesehatan, kekuatan, kesabaran, keselamatan, dan pulang menjadi Haji yang Mabrur.
Postingan ini akan saya pin.
Teman-teman boleh titip doa di kolom komentar.
Insya Allah, saya akan usahakan membacanya satu per satu saat berada di Tanah Suci, terutama ketika berada di Masjidil Haram.
Semoga setiap doa yang teman-teman titipkan, Allah terima dengan kasih sayang-Nya, Allah jaga dalam rahasia terbaik-Nya, lalu Allah kabulkan pada waktu yang paling indah.
Dan semoga suatu hari nanti, nama teman-teman semua ikut dipanggil ke Tanah Suci.




Indonesia




















