yvette 𓃠 retweeted
yvette 𓃠
15.4K posts

yvette 𓃠 retweeted

@Arnasamudra @nervinette ati ati guys tandain profilnya tuh takut tiba2 dompet ilang di jalan.
Indonesia
yvette 𓃠 retweeted
yvette 𓃠 retweeted

Apa gua bilang rutinitas Prabowo
Study Tour, Pulang, Pidato Ngamuk
Study tour lagi, pulang, pidato ngamuk lagi
Gitu terus sampai 2029......
CNN Indonesia@CNNIndonesia
Prabowo Kembali Sindir Indonesia Gelap: Kalau Mau Kabur, Kabur Aja! cnnindonesia.com/nasional/20260…
Indonesia
yvette 𓃠 retweeted

@Heavenlypuff Namanya juga gay, kucing klo dikasih ikan asin mana nolak sih?
Indonesia
yvette 𓃠 retweeted

@Heavenlypuff Dia keluar rumah pasti ga ditemenin mahram kan
Bajunya pasti masih nunjukin aurat, atau nunjukin lekuk tubuh
Pake arloji, topi, parfum... buat apa sih? buat ngegoda gay?
Terus kalau dikasih tau yang baik malah ngebantah? Emang dasar lelaki akhir zaman 😮💨
Indonesia

@LambeSahamjja @WidyawatiPuji saran semoga perhatian oleh dinsos setempat untuk advokasi tapi kasian kalau si anak sekolah disitu lagi berharapnya bisa sekolah tempat lain.
Indonesia

Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya.
Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku.
Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya.
Tidak menyebut nama kepala sekolah.
Tidak menyebut nama guru siapapun.
Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah.
Yang terjadi secara kronologis:
Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya.
Kepala sekolah memanggil dia.
Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak.
Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural.
Tidak ada proses klarifikasi yang fair.
Tidak ada mekanisme banding.
Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi.
Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara.
Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying.
Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan:
Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya:
Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami.
Berhenti sebentar di sini.
Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah.
Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu.
Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka.
Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik.
Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya?
Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak.
Ini bukan opini.
Ini fakta hukum.
Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah.
Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah.
Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa.
Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi.
Si Bapak tidak mengarang.
Dia mengingatkan aturan yang memang ada.
Dan untuk itu anaknya dikeluarkan.
Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar:
Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari.
Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik.
Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi.
Mengkritisi MBG bukan kejahatan.
Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan.
Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan.
Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik:
Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga.
Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya.
Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri.
Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya.
Itu yang terjadi di sini.
Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka.
Apa yang seharusnya terjadi secara hukum:
Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial.
Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31.
Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah.
Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa.
Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang.
Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu.
Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini:
Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan."
Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah."
Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran.
Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan.
Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu.
Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia:
"Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan."
Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan.
Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani.
Mas Azhim berhak atas pendidikannya.
Dan bapaknya berhak atas keadilannya.


Indonesia
yvette 𓃠 retweeted
yvette 𓃠 retweeted

@LambeSahamjja @WidyawatiPuji YG NGOMONGIN PEMBELANYA WOWOK "SEKOLAH SD-SMA KAN GRATIS" ndasmu gratis gak semuanya sekolah di Indonesia GRATIS kayak yang di kepala kosong kalian semua !
Indonesia
yvette 𓃠 retweeted

Wkkwk dulu tuh belum mengenal istilah nsfw. Kami dulu mengenalnya 'yadong' 😭
lilie 🌷@wheresurlicense
2013 gue baca ff HunHan disini… belum ada wattpad… belum ada AU🤜🏻😭 trus tanpilannya ky gini🤜🏻😭 dulu masih pake blackberry peralihan ke andro belom iphone🤜🏻😭 sekarang logonya ganti yak? dulu biru kotak🤜🏻😭
Indonesia
yvette 𓃠 retweeted
yvette 𓃠 retweeted

@hansdavidian Saya mau ngomen begini kmren tapi takut bgt! Soalnya saya liat cara ngiketnya tu nggak yg asal. Kayak tadinya ada tutorialnya dulu, "ngiketnya kudu gini!" Ikatan tiap anak tu sama, cara lipet kain buat ngiketnya juga. Pokoknya bener2 disturbing liatnya.
Indonesia

Gua curiga malahan ada yg lebih sinister motifnya di balik ini daripada bikin anak2nya pada ga lari2an. Cara ngiketnya mereka tu kayak buat dijualin sbg konten ke group2 pedo.
ʸᵃⁿᵒ ˢᵘᵐᵃᵐᵖᵒʷ 📷 | 🚙 | 🍜 | 🚗@hiYano
Asli gua penasaran sampe sekarang, siapa yg bikin SOP dan training pengasuh2 S. Pd ini, kalo anak2 itu boleh diikat dan ditelanjangin gitu.
Indonesia
yvette 𓃠 retweeted

@hansdavidian confirm kak, punya kenalan yg kerjaannya moderator facebook dan sering ngapus2in konten child porn... dia bilang pernah liat foto dan video yg plek ketiplek background dan ikatannya sama bayi2 di penitipan
fix harus divisum bayi2nya
Indonesia

12: 45 wib Kejadian di Rel kereta UIN Yogyakarta siang ini.
kronologi saya dan rencang-rencang baru jajan es degan di samping rel pas. kaget karna tiba-tiba ada 2 motor nabrak belakang mobil yaris putih yg divideo. ternyata mobil yaris putih saat palang rel mau ditutup dan sirine sudah bunyi posisi mobil sudah masuk ke rel sebagian, kayanya pengendaranya seorang ibu” juga kaget jadi ngerem mendadak alhasil ditabrak belakang.
palang sudah ditutup, pjl juga sudah mengibarkan bendera merah buat menghentikan laju kereta. atas inisiatif pengendara disekitar mobil berhasil dimundurkan dan keluar dari palang kereta
( adhapradipa_ )
Indonesia
yvette 𓃠 retweeted










