
Saran nama anak yang ada unsur Liga Indonesia nya?
---●●●●-
20.3K posts


Saran nama anak yang ada unsur Liga Indonesia nya?




Como 1907, klub Italia milik keluarga Hartono (Djarum Group) baru saja resmi lolos ke UEFA Champions League musim depan. Sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah klub. Belum genap 3 bulan setelah kepergian Michael Bambang Hartono (19 Maret 2026), Como-nya menorehkan sejarah. Dari klub yang 7 tahun lalu hampir bangkrut, kini melenggang ke panggung tertinggi sepak bola Eropa. Semoga ini jadi kado terbaik buat almarhum Pak Michael. Buat lo yang nasabah BCA, pengguna Blibli, atau penikmat rokok Djarum, gue rasa ini momen yang layak kita rayakan bersama sebagai orang Indonesia. Semoga melaju sejauh mungkin di UCL musim depan, Como! ☝🏻🔥





THERE'S ONLY ONE BOJAN HODAK, ONE BOJAN HOOOODAAAAAK!!!!! THREEPEAT WITH PERSIB, THREEPEAT BEST COACH OF INDONESIAN SUPER LEAGUE! CROATIAN MAGIC 🇭🇷🇭🇷🇭🇷🏆🏆🏆💙💙💙 #BandungFootball #BFCOM #Persib #Bobotoh #PersibDay



Ketika Thom Haye Kalahkan Jerman di Final Euro Agustus 2025, Thom Haye resmi mendarat di Bandung sebagai pemain Persib, Thom, yang sudah dapat 14 caps dan 2 gol sejak debut Maret 2024, memilih gabung Persib sebagai langkah berikutnya. Banyak yang berkata “kenapa ke Liga 1?”, tapi Thom langsung menjawab, ini terasa seperti pulang ke rumah, dia ingin bawa pengalaman Eropanya buat angkat level Persib dan Indonesia ke babak yang berbeda. Di Persib, dia langsung jadi dirijen, musim 2025/26, Thom mulai mencatatkan assist dan goal di Liga 1, plus penampilan konsisten di AFC competition baru-baru ini. Passing progresifnya, leadership di midfield, dan kemampuan membaca permainan bikin Persib lebih solid dan sulit dibongkar. Tapi sebelum kita berbicara panjang tentang Thom, aku ingin mengajak kamu, untuk melihat bagaimana Thom Haye muda, mendobrak panggung eropa kala itu. Flashback ke Mei 2012 Thom Haye baru berusia 17 tahun, gelandang muda dari akademi AZ Alkmaar yang dipanggil ke Timnas Belanda U-17 untuk mempertahankan gelar juara UEFA U-17 Euro di Slovenia. Belanda datang sebagai juara bertahan setelah tahun sebelumnya menghancurkan Jerman 5-2 di final Serbia, kali ini tugasnya lebih berat, yaitu mempertahankan mahkota di tengah generasi lawan-lawan yang juga sangat kuat. Perjalanan mereka dimulai dari fase grup, Thom dan rekan-rekannya yaitu, Nathan Aké, Tonny Vilhena, Elton Acolatse langsung menunjukkan mental juara dengan kemenangan 3-1 atas tuan rumah Slovenia di laga pembuka. Mereka melaju ke semi-final dengan penuh percaya diri, di babak empat besar, lawan mereka adalah Georgia. Pertandingan alot, Belanda unggul 1-0 lewat Jorrit Hendrix, lalu di menit 90+2' Thom Haye mencetak gol kedua, tembakan kaki kiri yang mengunci kemenangan 2-0 dan mengantarkan tim ke final, mirip seperti ketika Thom mencetak goal melawan PSM baru-baru ini. Puncaknya datang pada 16 Mei 2012 di Stadion Stožice, Ljubljana, Final dramatis melawan Jerman yang penuh bintang seperti Leon Goretzka, Timo Werner, Julian Brandt, dan Niklas Süle. Jerman unggul lebih dulu lewat gol Goretzka di menit 45'. Belanda terus menekan, tapi waktu semakin menipis, hingga injury time menit 90+1' Thom Haye mengirimkan cross akurat dari sisi kanan, Elton Acolatse menyambutnya menjadi gol penyama 1-1. memberikan nafas baru untuk Belanda supaya bisa melanjutkan pertandingan ke babak adu penalti. Hingga pada akhirnya Belanda menang 5-4 di babak adu penalty, Thom Haye, bersama Nathan Aké, Tonny Vilhena, dan rekan-rekan lainnya, akhirnya mengangkat trofi UEFA U-17 Euro untuk kedua kalinya berturut-turut. Life comes in full circle, dari anak muda yang juara Eropa bareng generasi emas Belanda, jadi gelandang matang yang pulang ke akar Indonesia lewat Persib dan Timnas Indonesia. Hingga dia ingin bawa Persib juara lagi, bahkan ke level Asia. dan juga ingin mewujudkan mimpi kita semua untuk lolos ke Piala Dunia. Semoga mimpi itu terwujud, dan berakhir indah Thom. 🍻