Hitler_Setannyahu
329 posts


@Windofchange36 @LambeSahamjja sama garong2 berpesata pra di rezim jokowi yg skr teriak2 krn mulai lapar. belajar lagi lee 🤣🤣🤣
Indonesia

@HSetannyahu @LambeSahamjja Najis, justru koruptor pada gembira bagi bagi dari MBG kdmp
Indonesia

Pergerakan nih guys… lu pada tau gak ada gosip panas
Katanya lagi rame isu soal skenario jatuhin kepemimpinan Prabowo Subianto.
Mulainya dari tekanan buat naikin harga BBM, terus kalau itu kejadian bakal dipakai jadi “pemantik” buat goreng isu → demo besar → situasi dipanasin.
Bahkan ada yang bawa-bawa nama George Soros sama Pentagon, katanya ada peran di balik media & LSM buat shaping opini publik.

Indonesia

@FatihFA18 @LambeSahamjja loe masih bisa beli BBM yg harganya tdk naik utk cari nafkah bego, mau loe BBM dinaikin?.
Indonesia

@HSetannyahu @LambeSahamjja Diem idiot harga bahan pokok naik drastis ,dimulai dari telur ,minyak sampe bahan' plastik
Indonesia

@LambeSahamjja Bagus saya mendukung, banyak pengamat diam saat jokowi jadi presiden mereka lebih pilih jadi PENJILAT dan sekarang koar2 pamakjulan dll, itu namanya PENGAMAT BAB*. rakyat Indonesia jgn mau diadu domba sama orang modal mulut
Indonesia

Guys, baru-baru ini ada pernyataan yang lumayan bikin heboh dari Presiden Prabowo Subianto. Dia bilang gini: Nanti gue bakal tertibkan pengamat yang gak patriotik dan gak suka sama keberhasilan gue.
Nah, secara straight, banyak yang langsung bilang ini kayak ancaman serius buat demokrasi. Bayangin aja, orang yang cuma kasih kritik, sekarang dianggap “musuh” sama pemerintah.
Nah, di sini muncul gerakan kritis. Ada forum namanya Podcast Madilog Forum Keadilan, yang ngajak ngobrol aktivis kritis Ubedillah Badrun. Di situ, Ubedillah cerita panjang banget tentang gimana sikap pengamat kritis soal pernyataan Prabowo, plus keadaan real yang dirasain rakyat.
Jadi gini ceritanya:
Kondisi pengamat kritis
Mereka udah lama ngerasa teror, dikirimin hal-hal simbolik yang serem-serem kayak kursi roda, alat-alat kematian, telepon misterius.
Tapi mereka udah move on, mentalnya udah kuat. Yang penting, mereka masih mau speak up, ngomong jujur soal apa yang mereka liat dan rasain. Jadi mereka tetep kritis, karena mereka tau, kalo gak ngomong, siapa lagi yang bakal bilang kebenaran ke publik?
Keberhasilan yang diklaim Presiden
Nah, menurut Prabowo, pemerintahannya itu sukses. Tapi, Ubedillah bilang, kalo kita lihat realitanya, sukses yang diklaim itu beda jauh sama yang rakyat rasain.
Misalnya, ada kasus penyiraman air keras ke aktivis, masalah demokrasi yang makin menurun, korupsi yang masih jalan, dan kebijakan yang sering gak konsisten sama janji politik. Jadi kata pengamat kritis, klaim sukses itu cuma di mulut doang, tapi pahit di kenyataan.
Kenyataan rakyat
Rakyat? Mereka udah muak. Mahasiswa, guru, buruh, petani, sampai generasi Z semuanya ngerasain ketidakpastian, pengangguran, dan kekecewaan sama performa pemerintah.
Anak-anak muda bahkan sampai ada yang konsultasi ke dokter karena stres mikirin negara. Singkatnya, rakyat udah capek sama janji manis tapi kenyataannya pahit.
Reaksi pengamat kritis
Pengamat kritis ini bilang: “Gak masalah kalo pemerintah ngerasa terancam sama opini kita. Kita siap debat secara akademik, ilmiah, dan konstitusional.”
Mereka gak takut di-‘tertibkan’ karena yang mereka pikirin cuma satu: demokrasi dan kepentingan rakyat banyak. Mereka juga ngerasa kalau Prabowo atau pemerintah sekarang gak layak lagi memimpin, karena cacat bawaan dari awal, plus gak bisa atasi masalah global dan internal.
Pokoknya, semua pihak yang kritis ini udah konek. Dari guru besar, akademisi, aktivis, sampe mahasiswa. Mereka ngerasa ini momen penting buat ngobrol soal masa depan republik. Intinya, kalo pemerintah terus pake cara represif, cara diktator, rakyat dan generasi muda bakal lebih kecewa. Tapi kalo ada perubahan, yang paling diuntungkan itu rakyat sendiri.
Presiden bilang akan tertibkan pengamat, pengamat kritis jawab: Santai, kita speak up demi rakyat, bukan buat rebutan kekuasaan. Keberhasilan pemerintah?
Di mulut sih manis, kenyataannya pahit. Rakyat? Muak berat, generasi Z udah pada gerah. Akhirnya? Semua pengamat kritis stay solid, siap debat sehat, demi demokrasi.

Indonesia

Jaman Rezim jokowi yg amburadul kalian diam pilih jadi PENJILAT dgn alasan dia dipilih secara demokratis. pada saat Pak @prabowo menjadi Presiden yg juga dipilih secara demokratis kalian bicara pemakjulan dll
Kalian Memang gerombolan BABI yg hanya memikirkan perut sendiri.
Indonesia

@saiful_mujani Tai kucing dibandingkan sama rezim jokowi yg kalian puja-puji dulu tentu lebih refresif jokowi, kalian itu orang2 yg skr lapar setelah dulu dikenyangkan jokowi. Rakyat Indonesia jgn mau dibodohi gerombolan orang2 seperti ini 🤣🤣Hahahahahahahahahahahahahaha
Indonesia

fulcrum.sg/squeezed-from-…
“Decision-making may become more centralised, as programme adjustments become too politically sensitive to delegate. When questioned by civil society or economists, the administration might use more repression to silence dissent. This could further erode trust because democratic accountability demands that the government be open about the trade-offs it is making.”
English

@Boediantar4 mreka dlu perutnya dikyangkan jokowi, mreka puja-puji jokowi tanpa kritik apapun & skr mungkin perut mreka sdh lapar, tabungan menipis & btuh tetap makan makanya teriak2 smpai mau gulingkan prabowo, mreka anggap rakyat Indonesia semua BOD*H. kasian org2 model bgini🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Indonesia

@alisyarief Mrk dulu perutnya dkenyangkan olh jokowi & apakah mrk dulu teriak2 kritik jokowi smpai turunkan jokowi?, tidak, justru mereka puja-puji jokowi & skr mngkin perutnya sdh lapar, tabungan menipis tdk dibri makan olh Rejim Prabowo baru mereka teriak2 sperti org kesurupan🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Indonesia

@muchlis_ar Iran sendirian saja sudah menghancurkan shitrael & AS, blm klw RRC & Rusia turun tangan hancur shitrael termasuk kalian para KACUNG/JONGOS shitrael upah murah. 🤣🤣🤣🤣Buuuuahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha
Indonesia

IRONI IRAN
Iran, ironi yang sangat menyakitkan..
Selalu mengklaim dirinya sebagai pemimpin dunia Islam..
menjadi negara yang paling agresif mempromosikan solidaritas Islam..
tapi dalam situasi ini dia perang sendirian..
Kenapa? Apa yang salah?
Luthfi Assyaukanie kuliah di Jordan selama 7 tahun. Selama kuliah dia mengalami 3 kali perang: Perang Irak vs Iran, perang di Lebanon, dan Perang Teluk.
"Kuliah saya pernah dihentikan, karena perang. Dan saya harus pulang. Tapi begitu kembali, ada perang lagi" tuturnya.
Paparan Luthfi ini disampaikan saat rilis survei SMRC, Indikator dan LSI, pekan lalu..
cc: @idetopia
youtu.be/S8I59WOA5us?si…

YouTube
Indonesia

@saudinesia Tapi Iran bukan penjilat lobang dub*r trump & shitrael, beda dgn wahabi Arab yg rajin jilat pant*t trump🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Indonesia

Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman melontarkan pernyataan yang tidak asing bagi yang paham!
Muhammad bin Salman menyampaikan bahwa Obama memberikan rezim Iran $150 miliar, tetapi Iran tidak membangun satu pun jalan, rumah, atau pabrik untuk rakyatnya.
Sebaliknya, mereka menghabiskan semuanya untuk mendanai teroris dan senjata.
Semua uang ini digunakan untuk teroris, rudal, drone, dan senjata lain yang ditujukan ke Arab Saudi dan negara-negara Teluk, selain mempersenjatai proxy-nya seperti Hamas, Hizbullah, dan Houtsi.
Putra Mahkota lebih lanjut secara terbuka menyatakan bahwa Iran melindungi para pemimpin Al-Qaedah, termasuk putra Osama bin Laden.
Muhammad bin Salman secara akurat menggambarkan ini sebagai proyek ideologis untuk menyebarkan kekacauan yang mengerikan!
Apa yang disampaikan pada tahun 2018 oleh Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman yang mengingatkan ideologi ekstremis Iran, sinkron dengan berita kala itu dan pernyataan terakhir Presiden Trump.
Subtitle bahasa Indonesia pidato Putra Mahkota di Paris, di link youtube: youtu.be/0AkVsYODkz0

YouTube
Indonesia


BREAKING: “To our adversaries watching from Tehran, let this be a clear message. The United States military will go anywhere, at any time, to protect our own and complete the mission. We execute with precision. We control the sky.”
“We fight with honor. And under President Trump’s leadership, we win.” - Secretary of War Pete Hegseth
English

















