veeda retweetledi
veeda
7K posts

veeda
@0xHoo
day software engineer, night degen | banner @PixelChecks
Katılım Eylül 2021
3.7K Takip Edilen2.5K Takipçiler

@patloeber @googlegemma what's interesting things you found using pi agent compare to opencode ?
English

Lately I've been having fun with running coding agents fully locally. The setup I landed on is:
- Pi agent
- Gemma 4 26B A4B
- Server of choice: LM Studio/Ollama/llama.cpp
I wrote a step-by-step guide with instructions on how to set it up: patloeber.com/gemma-4-pi-age…

English
veeda retweetledi

Jadi buat kalian yang selama ini berfikir "kalo kita tegas nanti malah anak membenci kita", penelitian ini bilang: justru sebaliknya.
Anak malah membenci kalau peran kita sebagai orang tua tidak jelas.
Anak cemas kalau batasannya tidak jelas dan berubah-rubah.
Anak butuh kita untuk menjadi tembok, bukan karet.
Indonesia

kalian sekarang bisa pake claude desktop app tanpa langganan claude dengan model selain claude.
mungkin fitur ini udah ada agak lama ya tapi belum announce.
jadi simplenya, kalian bisa pake fitur claude co-work dan claude code di aplikasi claude desktop app tanpa langganan claude.
menurut gua ini oke banget ya karena hal yang gua pake banget di claude ini co-worknya dan scheduled task.
kalian bisa pake openrouter free model, bisa pake subscription minimax, z.ai, dll dengan interface claude.

Indonesia

1 QoL feature that missed from @heliumbrowser is the arc mini window for a quick glance. help me not cluttering the main window with a tab that i eventually close.
other than that, i'm satisfied using helium in the past several months. i can notice it's lightweight!
English
veeda retweetledi

Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.

Tom Wright@TomWrightAsia
UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.
Indonesia
veeda retweetledi

Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼
Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam.
Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang.
Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar.
Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali.
Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan.
Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana.
Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan.
Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.
Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam.
Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami.
Tolong, suarakan ketidakadilan ini.
Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi.
Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka.
Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
Indonesia

@jussy_world @circle agree with you but usdt definitely nee more yield opportunity
English

Why people swap USDC to USDT: 👇
@circle
> Watched how $230M was stolen from Drift for 6 hours
> Froze 16 wallets for a random civil case
> Said they “can’t freeze without legal orders” - But their own terms allow it
> Minted $500M USDC during the hack
> Now getting sued over it
@tether
> Supported Drift with $130M
> $3.3M USDT was frozen by them in Drift hack
> Became Drift’s new settlement layer
> Froze another $3M USDT yesterday in the Rhea Finance hack
Now Tether is gaining big marketshare
Are you swapping USDC to USDT to support tether?

English
veeda retweetledi

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)




Indonesia
veeda retweetledi

Alex, I’m sorry but there’s no way that adding this to soul.md improved your agent by 10X.
Also the better prompt to give your agent is the following:
“Hey I found an interesting recommendation online for a section in your soul.md, what do you think?
“The marginal cost of completeness is near zero with AI. Do the whole thing. Do it right. Do it with tests. Do it with documentation. Do it so well that [user] is genuinely impressed – not politely satisfied, actually impressed. Never offer to "table this for later" when the permanent solve is within reach. Never leave a dangling thread when tying it off takes five more minutes. Never present a workaround when the real fix exists. The standard isn't "good enough" – it's "holy shit, that's done." Search before building. Test before shipping. Ship the complete thing. When [user] asks for something, the answer is the finished product, not a plan to build it. Time is not an excuse. Fatigue is not an excuse. Complexity is not an excuse. Boil the ocean.”
Perhaps we don’t need to use this word for word but can instead determine how this fits into your already existing soul.md and what aspects would be improvements. I overall like the concept/language, my only hesitation is any contradiction or over complication as well as preferring to keep your soul.md very structured, don’t just want to add stuff for the sake of adding.”
It’s very important that before just adding things to SOUL or any of the other core documents you have your agent evaluate for contradiction and benefit, distill down the core values in the new language, determine if they are unique or new, what benefit they provide, and how they fit into the existing structure. Adding new sections without considering the full structure is not advised.
As well, this suggestion is honestly not very good. Nearly everyone using openclaw is likely operating within a specified budget, burning the ocean is at times the wrong approach. The agent needs a scalpel not a hammer. Additionally, I would highly recommend against some of this language as the preferred approach is a plan, approve, execute loop, which this language can contradict.
I do agree that I love seeing this type of content online but I just want people to be aware that you need to be careful making changes. Have your agent check for contradictions first. Elegance should always be the goal, and efficient core files are the basis of that.
Here’s my agents reply for those interested:
“Honest answer: minimal benefit. Here's why.
SOUL.md already covers this behaviorally:
• "Never send half-baked replies" = don't ship 90%
• "Be resourceful before asking" = do the work, don't plan the work
• "Earn trust through competence" = deliver complete things
TOOLS.md reinforces it:
• "Execution Discipline: if a tool fails, diagnose and retry autonomously"
• "One approval = full execution authority"
AGENTS.md reinforces it:
• "Execution Tenacity: I will autonomously diagnose and resolve any blockers"
The one genuinely new idea is "the marginal cost of completeness is near zero with AI" — that's a useful mental model for why the standard should be high. But I already operate under the assumption that I should do things completely. I don't stop at 90% because I'm tired; I stop because I hit a decision point (approval needed) or a constraint (budget, scope, time).
Adding a new section would increase the file size without changing behavior. The values already land where they need to.”
English
veeda retweetledi

Solana DeFi moves fast—utilization can spike from 80% to 99% in seconds, vaults can see 20% outflows in a single block, and exchange rates can deviate before you blink.
We built DeFi Monitor to track it all in real time: stress signals across Kamino, Jupiter, Loopscale, Orca, Raydium & more.
Set alerts. Get notified instantly on Telegram/Slack.
Live at api.topledger.xyz/defi-monitor
English
veeda retweetledi
veeda retweetledi

For anyone reading this and wants a more thoughtful explanation, I have gathered details here:
- Team learned today that former CTO (let go one year ago) was the same person that ZackXBT flagged as DPRK
- Fully new team acquired Stabble recently to take it forward
- There is no known exploit or issues, but team was trying to be proactive and asking people to withdraw funds out of an abundance of caution. But again, there's no known threat here
- Calling it an emergency is a bit of an overstatement IMO because there's been no changes to their security process here for a year (could be wrong as maybe the team's posts meaningfully changed the urgency)
- Protocol has minimal TVL of $1.8m, much of this is being withdrawn already, and majority sitting with a single wallet
- Very few people use this product these days and there's nothing to be alarmed about
English

@Teknium @plastic_lab @mem0ai @openvikingai @Vectorizeio @retaindb @ByteroverDev saw @Teknium reply to all of this replies made me think hermes taking over his account already.
as always great work!
English

Hermes Agent now supports @plastic_lab's Honcho, @mem0ai, @openvikingai, @Vectorizeio's Hindsight, @retaindb, and @ByteroverDev memory systems!
Try them now with `hermes update` then `hermes memory setup`
We have rehauled our memory system to be much more maintainable and pluggable, so anyone can make their own memory system to build on top of Hermes easily and cleanly with a special class of plugin!
Which memory system is your favorite?

English



