s retweetledi
s
2.3K posts

s retweetledi

Makin Rajin Skincare, Makin Sensitif? Ini Sebabnya
Semakin banyak produk yang kamu pakai dan kamu ga menyesuaikan dengan kondisi kulit, semakin besar risiko dysbiosis -> ketidakseimbangan mikrobiom kulit. Produk dengan pH tinggi, surfaktan keras, atau pengawet dapat mengikis minyak pelindung alami dan menekan bakteri baik seperti S. epidermidis, sekaligus memberi ruang bagi S. aureus untuk berkembang. Akibatnya, kulit justru makin reaktif dan sensitif.
Tips: Pilih cleanser yang aman untuk pH kulit, kurangi layering yang tidak perlu, coba skin fasting sesekali serta konsultasikan dengan SpDVE jika ada masalah kulit.
dr. Ayman Alatas SpMK
(Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik)


Indonesia
s retweetledi
s retweetledi

Jadi sebenarnya berdasarkan penelitian, posisi seks itu BUKTI ILMIAHNYA BELUM KUAT untuk bisa meningkatkan peluang kehamilan.
Secara umum, sperma bisa mencapai serviks dan tuba falopi dengan cepat (dalam hitungan menit) terlepas dari posisinya seperti apa, karena kontraksi vagina dan rahim bisa membantu pergerakan sperma. Bahkan wanita yang sengaja berbaring lebih lama setelah ejakulasi pun tidak berhubungan dengan peningkatan kesuksesan kehamilan.
Memang ada penelitian yang menunjukkan bahwa posisi tertentu, misalnya missionary dan doggy bisa membantu untuk mencapai penetrasi yang lebih dalam hingga ke serviks, tapi studi ini hanya mengukur kedalaman penetrasi, bukan tingkat kesuksesan terjadinya kehamilan.
Faktor utama yang menentukan peluang kehamilan adalah timing ovulasi, frekuensi hubungan, kualitas sperma, dan kesehatan reproduksi kedua pasangan.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Increasing the Chances of Natural Conception: Opinion Statement from the the Brazilian Federation of Gynecology and Obstetrics Associations - FEBRASGO - Committee of Gynecological Endocrinology
Wellness Xplorer@WellnessXplorer
Importance of sex position in conception
Indonesia
s retweetledi
s retweetledi
s retweetledi

Cewek-cewek, kalian tau PCOS?
PCOS adalah gangguan hormonal pada perempuan yang bisa memengaruhi haid, metabolisme, kesuburan, kulit, sampai berat badan.
Nah, sekarang ada update baru 👀
PCOS mulai resmi berganti nama menjadi PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome).
Kenapa diganti?
Karena nama “PCOS” selama ini dianggap terlalu misleading.
Banyak orang mengira: “PCOS = banyak kista di ovarium.”
Padahal faktanya: banyak pasien bahkan tidak punya “kista” seperti yang dibayangkan masyarakat.
Masalah utamanya juga bukan cuma di ovarium, tapi melibatkan:
• hormon
• metabolisme
• resistensi insulin
• kulit & jerawat
• mental health
• sampai risiko diabetes dan penyakit jantung
Makanya para ahli memilih istilah: Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome
Supaya lebih menggambarkan kalau ini adalah kondisi multisistem, bukan sekadar “kista ovarium”.
Nama lama juga disebut berkontribusi terhadap:
• diagnosis terlambat
• stigma
• miskonsepsi penyakit
• dan penanganan yang kurang menyeluruh
Jadi kalau haid kalian sering berantakan, jerawatan berat, berat badan gampang naik, atau tumbuh rambut berlebih…
Jangan dianggap normal terus ya 🙂↔️

Indonesia
s retweetledi
s retweetledi
s retweetledi
s retweetledi

Menarik!
Penelitian menunjukkan 𝘀𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗮𝗵𝗶 𝘀𝗲𝗹 𝘁𝗲𝗹𝘂𝗿 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗼𝘃𝘂𝗺.
Menurut studi tersebut, sel telur manusia aktif “memilih” sperma yang paling cocok secara genetik, bukan hanya yang paling cepat.
Mekanisme sederhananya adalah ovum pada wanita juga mengeluarkan zat-zat kimia untuk menarik sperma yang “dipilih” untuk pembuahan, melalui cairan folikel-nya. Zat kimia ini berfungsi seperti “jejak aroma” yang menarik sperma ke arah sel telur.
Dengan kata lain, 𝘀𝗲𝗹 𝘁𝗲𝗹𝘂𝗿 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗽𝗿𝗲𝗳𝗲𝗿𝗲𝗻𝘀𝗶 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗮𝗶 𝘀𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝘁𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸.
Proses ini disebut “cryptic female choice,” yang artinya, sel telur memiliki mekanisme sendiri untuk memilih sperma yang paling kompatibel secara molekuler/genetik, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan dan kesehatan keturunan.
Yang menarik pada penelitian ini adalah cairan folikel dari satu wanita ternyata lebih kuat menarik sperma dari pria tertentu, sementara cairan dari wanita lain lebih kuat menarik sperma pria yang berbeda. Ini terjadi secara konsisten dan tidak selalu mengikuti pilihan pasangan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Jadi, pembuahan itu ternyata bukan sekadar “siapa yang lebih cepat maka dia yang menang”, melainkan proses seleksi kimiawi yang kompleks di mana sel telur juga ikut berperan aktif.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Fitzpatrick (2020). Chemical signals from eggs facilitate cryptic female choice in humans
All day Astronomy@forallcurious
🚨: A study in Sweden showed that the egg can ignore the 'ideal' sperm, even if it's the first one to arrive
Indonesia
s retweetledi

Anak-anak yang hidup di keluarga yang tidak stabil, seperti sering bertengkar, kasar, abusive, atau diabaikan, ternyata memiliki pola aktivitas otak yang mirip dengan prajurit tempur setelah bertugas di medan perang.
Jadi ada penelitian yang memeriksa otak anak-anak yang mengalami kekerasan atau konflik keluarga menggunakan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging).
Nah hasilnya menunjukkan adanya aktivitas yang jauh lebih tinggi di dua area otak yang penting untuk deteksi ancaman dan respon stress. Nama area otaknya adalah anterior insula dan amigdala.
Perubahan aktivitas ini bersifat adaptif di lingkungan penuh ancaman, seperti jadi “siap siaga” terus-menerus), mirip dengan yang terjadi pada tentara setelah pengalaman tempur.
Nah risikonya adalah dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, regulasi emosi, dan masalah kesehatan mental lainnya, meskipun anak tersebut belum menunjukkan gejala psikiatri saat itu.
Yang perlu diperhatikan adalah temuan pada otak anak ini bukan berarti semua anak dari keluarga bermasalah pasti mengalami kerusakan otak permanen.
Otak anak sangat plastis dan bisa pulih dengan lingkungan yang aman, stabil, serta dukungan yang tepat.
Penelitian ini justru menekankan pentingnya lingkungan keluarga yang aman untuk perkembangan otak anak.
Semoga bermanfaat!
All day Astronomy@forallcurious
🚨: Brain scans have revealed children living with unstable families (excessive, arguing, abusive and neglectful) have brain changes similar to combat soldiers after active duty
Indonesia
s retweetledi

Aku mulai sadar kalau daya tarik seseorang itu bukan cuma dari wajah, cara berpakaian, atau seberapa asik mereka di awal. Tapi dari cara mereka berpikir, cara mereka memperlakukan orang lain, dan cara mereka membawa diri saat berbeda pendapat.
Makanya aku selalu kagum sama orang yang pikirannya luas tapi tetap rendah hati. Yang bisa ngobrol tanpa merendahkan, bisa beda pandangan tanpa merasa paling hebat, dan bisa menghargai orang lain tanpa pilih-pilih.
Indonesia

@256hajud banyakk cipp warna pink juga adaa, itu nnti ditingting pke mesinn. hubungi ak di wa 🤭
Indonesia

@indomiemiemie MAUUU, ada pilihan warnanya ga? Yang coklat tapi ga tua tua banget
Indonesia
s retweetledi
s retweetledi

Yap bener, dan ini ada teorinya.
Nama teorinya the 90-second rule for emotion dari Dr. Jill Bolte Taylor yg bilang: reaksi kimia emosi, kaya marah dan panik, itu cuma bertahan sekitar 90 detik di dalam tubuh.
Kalo emosi tertahan lebih lama, berarti itu bukan lagi reaksi biologis otomatis, tapi pilihan sadar atau tidak sadar buat terus "ngasih makan" emosi tersebut lewat pikiran atau narasi internal.
vyooo@vyowiz_
Dr gia said: "Emosi amarah yang menggebu-gebu (burst of emotion) itu cuma bertahan 90 detik, so take ur 90 seconds to take a deep breath and istighfar biar bisa merespond dengan emosi yg midful".
Indonesia












