Pendodol Omongan
20.2K posts

Pendodol Omongan
@3Cahyono_
Psikologi || Penulis || Penyair || Motivator || https://t.co/A1k56b1vXH

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon jemaah haji nonprosedural selama musim haji tahun ini. Mayoritas menggunakan visa kerja atau iqomah untuk masuk ke Arab Saudi dengan tujuan berhaji. Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika, mengatakan penundaan dilakukan untuk mencegah praktik haji nonprosedural. Ia menyebut calon jemaah haji wajib menggunakan visa haji resmi dan terdaftar secara prosedural. Galih mengungkapkan penindakan terbaru dilakukan dua hari lalu terhadap 32 calon jemaah. Modus yang digunakan beragam, namun umumnya memakai visa kerja atau iqomah untuk memberi kesan sudah tinggal di Arab Saudi. Menurut Galih, pengawasan dilakukan lewat Satgas gabungan yang melibatkan Imigrasi, Polresta Bandara Soekarno-Hatta, serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Sejumlah calon jemaah juga diketahui menggunakan jalur penerbangan komersial di Terminal 2 dan Terminal 3. “Entah dia wisata dulu, ke Korea, ke Malaysia, habis itu ke tempat kerja. Nanti dari situ dia baru apply visa,” jelasnya. 📸: Dok. kumparan/Rayyan Farhansyah. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan




Semoga tidak ada yang berpikiran bahwa,“akun Kekristenan kok kritik pemerintah terus, mana kasih yang diajarkan itu?” Lihat lah bagaimana negara ini bekerja, bagaimana orang-orang di atas bertindak sesukanya. Alkitab berkali-kali menegur penguasa yang lalim, dan Yesus sendiri berpihak kepada mereka yang kecil, miskin, dan tertindas. Firman Tuhan berkata, “Belalah hak orang lemah dan anak yatim, tegakkanlah keadilan bagi orang sengsara dan orang yang kekurangan!” (Mazmur 82:3). Sikap ini juga ditegaskan dalam tradisi Gereja, di mana Santo Yohanes Krisostomus pernah berkata, “Tidak membagikan kekayaan kepada orang miskin berarti merampas mereka dan mengambil hidup mereka.” Iman Kristen tidak boleh berhenti pada ibadah pribadi dan harus tetap nyata dalam keberanian untuk membela martabat manusia, menyuarakan kebenaran, dan menolak penindasan, sekalipun itu menghadirkan ketidaknyamanan atau bertentangan dengan arus kekuasaan.




sebagai anak kost yang di kostnya gak ada fasilitas air minum, beli galon sebulan 4 buat sendiri mahal juga 100k😭 yang udah berkeluarga pengeluran buat air minum berapa coba??

Ada politisi Jepang bilang tegas di parlemen, “Jepang ini negara kremasi. Kalau Muslim mau dikubur, ya pulang aja ke negara asal, biaya sendiri.” Pernyataan diatas mungkin terdengar menyakitkan bagi saudara muslim di Jepang, tapi gw pengen kalian tau sisi sebenarnya. Kalo digali lebih dalam, ceritanya nggak sesimpel itu. Faktanya: Jepang itu negara kepulauan kecil banget. Tanah yang bisa dihuni cuma 37%, sisanya gunung, hutan, plus gempa bumi sering bikin mayat muncul lagi dari tanah. Makanya 99,9% orang Jepang dikremasi. Sekarang bandingin sama Muslim. Populasi Muslim di Jepang cuma 100-200 ribu di antara 124 juta penduduk. Tapi ada kelompok mereka ngotot minta kuburan utuh sesuai syariat (nggak boleh dikremasi). Hanya ada 10 kuburan Muslim di seluruh Jepang, dan itu pun sering ditolak warga karena takut kontaminasi air tanah. Jadi politisi Sanseito (partai populis kanan) naik daun gara-gara bilang “cukup deh, tanah kita terbatas”. Tapi ada kelompok Muslim yang minta pengecualian, dan itu langsung terasa kayak “kami mau parallel society” di negara yang super homogen. Dari sisi Muslim: ini memang berat. Agama melarang kremasi, jadi pilihan cuma kremasi (dosa) atau kirim pulang mayat (mahal + ribet). Mereka bilang ini soal hak minoritas. Dari sisi Jepang: tanah itu barang langka. Kalau mulai bagi-bagi lahan khusus, besok tanah habis buat kuburan. Ini soal negara kecil yang mau jaga identitasnya di tengah gelombang imigrasi. Orang Barat nggak bikin masalah karena mereka fleksibel. Muslim yang ngotot justru terlihat nggak mau adaptasi. Intinya? Tiap negara punya hak nentuin aturan sendiri. Tapi konsekuensinya: kalau budayanya bentrok banget sama tuan rumah, ya memang lebih enak di rumah sendiri. Jepang nggak mau jadi Eropa yang lagi pusing sama “no-go zones”. Mereka lagi bilang keras: “Welcome, tapi jangan ubah kami.” Gimana menurut kalian?








Who is your preferred speaker?



Viral Video LCC 4 Pilar Kalbar, Diduga Ada Gangguan Speaker ke Arah Juri Baca di: regional.kompas.com/read/2026/05/1…

Saya dulu pembaca Tere Liye. Ada beberapa buku yg saya baca, saya paling suka buku Rindu. Bahkan gebetan saya (sekarang jadi istri) saya bawain buku ini sebagai hadiah saat wisudanya. Setelah berjalan waktu, saya kecewa dengan blio. Ada beberapa pasal:

Your tattoo isn’t just decorative ink: it’s a permanent trigger that keeps your immune system locked in a lifelong cycle of chronic inflammation. As soon as the ink is injected into your skin, your body recognizes the pigment particles as foreign invaders. Immune cells called macrophages immediately swarm the area and attempt to swallow them up. But because they can’t actually break down the ink, the macrophages eventually die, releasing the pigment back into the surrounding tissue — only for a new wave of macrophages to arrive and repeat the process. This endless cycle is what keeps the tattoo permanently visible, while also maintaining a state of ongoing, low-level inflammation in the skin. Over time, some of these ink particles migrate through the lymphatic system and accumulate in the lymph nodes, placing constant stress on the body’s defense mechanisms. Emerging research suggests this internal ink buildup may interfere with normal immune function, potentially reducing the effectiveness of certain vaccines, including mRNA types. Additionally, many tattoo inks contain heavy metals like nickel and cobalt. Combined with the chronic inflammation, this has been linked to a modestly elevated risk of lymphoma and skin cancer. While tattoos remain a powerful form of self-expression, they represent a complex, decades-long biological conflict between your immune system and foreign substances embedded in your skin. [Nielsen, C., Jerkeman, M., & Jöud, A. S. (2024). Tattoos as a risk factor for systemic lymphoma: A population-based case-control study. eClinicalMedicine]


Dr gia said: "Emosi amarah yang menggebu-gebu (burst of emotion) itu cuma bertahan 90 detik, so take ur 90 seconds to take a deep breath and istighfar biar bisa merespond dengan emosi yg midful".









