Clara ²⁵🐧🍓⭐️

482 posts

Clara ²⁵🐧🍓⭐️ banner
Clara ²⁵🐧🍓⭐️

Clara ²⁵🐧🍓⭐️

@825folklore

A’s | Be kind n I’ll bring u cookies n cheesecake! 🍪🍰🍓

bookstore Katılım Ağustos 2023
21 Takip Edilen5 Takipçiler
Clara ²⁵🐧🍓⭐️
Cekhas sama adorable projects cantik banget, deh. Naksir. 😭🫰🏻
Indonesia
0
0
0
51
Clara ²⁵🐧🍓⭐️ retweetledi
karfianda
karfianda@karf1anda·
maafin gue ye @gue
Indonesia
32
9.7K
16K
297.4K
Clara ²⁵🐧🍓⭐️ retweetledi
cha
cha@miniscalico·
memeluk erat semua perempuan; ibu, istri, anak, kakak, adik. yang seringkali mau teriak minta tolong tapi tahu kalau keliatan ngeluh dikit aja akan dihujat sama sekitar. yang seringkali harus nelen mentah-mentah apa yang dirasain karena terpaksa kuat 💔🫂
Indonesia
32
21.4K
50.9K
426.1K
Clara ²⁵🐧🍓⭐️ retweetledi
KAI Commuter
KAI Commuter@CommuterLine·
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan keluarga serta seluruh masyarakat yang terdampak atas insiden yang terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line Cikarang. Seluruh korban telah diberikan dan ditangani perawatannya di Rumah Sakit rujukan. KAI Commuter bersama pihak asuransi memastikan biaya pengobatan ditanggung sesuai ketentuan dan terus berupaya untuk pendampingan kepada korban dan keluarga. Kami juga menyediakan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu informasi kepada keluarga.
KAI Commuter tweet mediaKAI Commuter tweet mediaKAI Commuter tweet media
Indonesia
229
9.8K
35.4K
676.2K
Clara ²⁵🐧🍓⭐️ retweetledi
bit
bit@cubitski·
ya Allah semoga perempuan-perempuan yang meninggal karena kecelakaan kereta malam ini syahid ya Allah.. pasti banyak pencari nafkah di dalam gerbong itu 🥲
Indonesia
198
20.6K
69.7K
688.5K
Clara ²⁵🐧🍓⭐️ retweetledi
nana kopaja (deera)
nana kopaja (deera)@diraism·
you (indonesia) seem pretty anti intellectual for a country with "mencerdaskan kehidupan bangsa" in its uud
Indonesia
1
15.6K
33.9K
313.3K
Clara ²⁵🐧🍓⭐️
I dont wanna be here, i dont wanna be here, i dont wanna be here. I just wanna go far far far far away from here
English
0
0
0
21
Clara ²⁵🐧🍓⭐️ retweetledi
𝐍𝐨𝐳𝐞𝐥⚚ノゼル
Di kondisi ekonomi sesulit sekarang, berikut anggaran yang dihamburkan BGN sejauh ini : -langganan zoom meeting 5,7 miliar -pakaian 623,3 miliar -pelatihan & sosialisasi 464,6 miliar -perangkat teknologi 1,26 triliun -motor listrik 1,2 triliun -event organizer 113 miliar
Indonesia
217
11K
25.3K
281.1K
Clara ²⁵🐧🍓⭐️ retweetledi
gigin praginanto
gigin praginanto@giginpraginanto·
Dia terbang berkeliling dunia atas biaya rakyat dan bergaya seperti tokoh dunia. Tapi tak ada kepala negara lain yang berkunjung ke istananya. Dia seperti badut politik.
Indonesia
174
9.7K
31.6K
400.4K
Clara ²⁵🐧🍓⭐️ retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
Clara ²⁵🐧🍓⭐️ retweetledi