Irin Sobirin retweetledi
Irin Sobirin
3.7K posts

Irin Sobirin retweetledi

Tiga hari terakhir di Riyadh, Arab Saudi, berpartisipasi dalam Riyadh Competitiveness Forum (RCF). Sejak tahun lalu ikut mendapat amanah sebagai anggota Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC - Royal Commission for Riyadh City).
Kali ini, anggota dewan penasihat RCRC berkumpul dalam acara RCF untuk ikut berbagi pengalaman dan memberikan masukan strategis guna meningkatkan daya saing kota Riyadh.
Datang bersama Karsa City Lab di sini, bertukar pikiran dengan sesama dewan penasihat yang berasal dari berbagai negara. Diskusi yang kaya ini dilakukan bersama dengan tim dari pemerintah kota Riyadh dan Kerajaan Arab Saudi.
Senang dan terhormat bahwa Riyadh bersemangat belajar dari kota-kota dunia, dengan Jakarta sebagai salah satu tolok ukur yang dianggap sukses melakukan transformasi transportasi publik terintegrasi. Inilah salah satu wujud semangat Jakarta sebagai kota global, tak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri tapi jadi tamu memesona di panggung dunia.
Kita dorong sama-sama agar semakin banyak kota-kota di Indonesia yang naik kelas menjadi kota global, livable cities yang ramah dan nyaman bagi penghuni dan pengunjungnya, serta jadi teladan bagi kota-kota lain di dunia.




Indonesia

@Skuttas69 @Valkyrielogy @Opposisi6890 Sabar... Orang sabar pasti kesel...
Mereka salah saat jadi juri dan MC...
Kita tidak tahu apakah itu disengaja ataw tidak...
MC nya sudah maaf atas diksi yg terucap...
mari dimaafkan...
Adek Josepha yg ikut lomba Mari diapresiasi..
Kita tetap Kritis, tetap Pemaaf juga..
Indonesia

@Valkyrielogy @Opposisi6890 Iya, dibilang salah tapi harus ikut atasan. Salah udah jelas lah, tp yg punya wewenang disitu penyebab utamanya
Indonesia
Irin Sobirin retweetledi

Di halaman rumah, tiba karangan bunga ulang tahun dari warga Kampung Susun Akuarium. Tertulis di sana doa “Barakallah Fii Umrik”, semoga keberkahan menyertai sepanjang usia. Hangat rasanya. Setiap bunganya membawa ingatan kembali ke hari-hari saat bertugas sebagai Gubernur Jakarta, ketika bersama warga dan banyak pihak kami merajut kembali Kampung Akuarium, mengubahnya dari reruntuhan menjadi rumah yang layak. Ikatan yang tertanam di sana, dan di banyak kampung lain di Jakarta, ternyata masih hidup melintasi waktu.
Karangan bunga itu mengetuk pertanyaan di dalam benak. Dalam batas usia yang dititipkan, seberapa banyak yang sudah dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama? Ada yang berkata bahwa rata-rata hidup manusia berkisar 4.000 minggu saja. Setiap ulang tahun datang membawa kabar bahwa 52 minggu telah kembali berlalu, mengajak kita berpikir tentang apa saja yang sudah diperbuat di sepanjang usia yang telah berlalu, dan apa yang akan diperbuat di sisa waktunya.
Beberapa hari lalu kami sempat bertemu anak-anak muda dalam acara Humanies. Di belakang panggung terbentang kain putih bertuliskan “Stop waiting, make the change”. Kalimat sederhana yang menempel di kepala, lama setelah acara selesai.
Tulisan itu jadi pengingat. Dalam waktu hidup yang terbatas, perubahan tak perlu ditunggu. Buatlah perubahan. Jadilah perubahan. Dari karangan bunga warga Akuarium serta kalimat di acara Humanies itulah catatan refleksi ulang tahun kali ini ditulis. Gunakanlah waktu yang masih tersisa untuk meninggalkan jejak yang berarti bagi sebanyak mungkin orang.
Terima kasih untuk setiap doa dan ucapan yang mengalir hari ini. Setiap kalimatnya dirasakan satu per satu, hangatnya terlalu besar untuk dibalas dengan kata-kata. Semoga setiap minggu yang masih dititipkan kepada kita dapat dirawat dengan baik, serta dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama.


Kang Jembatan@aksibersama_
Selamat ulang tahun yang ke-57, Pak @aniesbaswedan
Indonesia
Irin Sobirin retweetledi

@dhanyindraswara Tentu ada rasa khawatir itu, tapi definisi suksesnya bukan menjadi sesuatu, melainkan membuat/berbuat sesuatu. Lebih khawatir saat dewasa tidak bikin apa2 daripada tidak jadi apa2. :)
Maka, jangan tanya pada anak kalau besar kamu mau jadi apa, tapi tanyakan apa karyamu nanti?
Indonesia
Irin Sobirin retweetledi
Irin Sobirin retweetledi

Suaranya tetap lantang
Kata-katanya masih mengigit
Keberaniannya masih sama
Saat dia berdiri menantang tirani
Kini dia kembali
Mengguncang istana
Sesuatu yang takut di bicarakan orang
Dia ungkap blak-blakan…
Dialah Amien Rais
Akademisi sederhana
Yang lahir dari lingkungan tradisi intelektual yang moderat dan berkemajuan.

Indonesia
Irin Sobirin retweetledi

Ulang tahun di rumah saja. Selamat ulang tahun Pak @aniesbaswedan semoga tetap jadi cahaya lilin harapan untuk keadlian sosial.

Indonesia
Irin Sobirin retweetledi
Irin Sobirin retweetledi

Disindir pulang aja ke Yaman,
dijawab oleh Anies secara elegan, jangan pergunakan negara utk menyalurkan aspirasi dan menyelesaikan pribadi
Inilah yg kusuka dari seorang Anies, tdk hanya berani seperti ditunjukkan dirinya saat mencabut izin 13 pulau reklamasi milik para taipan, tapi juga tetap menunjukkan posisis sbg seorang intelektual..
Negara memang butuh orang seperti Anies!
Indonesia
Irin Sobirin retweetledi
Irin Sobirin retweetledi
Irin Sobirin retweetledi
Irin Sobirin retweetledi

Rabu siang
Ini baru namanya Guru Besar!
--
Guru Besar Hukum Universitas Indonesia, Yetty Komalasari, menjadi sorotan setelah menolak tawaran posisi Direksi Pertamina, meski disebut bergaji hingga Rp1 miliar per bulan. Keputusan tersebut dinilai mencerminkan sikap independensi dan konsistensi beliau dalam menjaga posisi sebagai akademisi. Dikenal kerap menyampaikan pandangan kritis terhadap isu hukum dan tata kelola, Yetty sebelumnya juga menyoroti pentingnya kejelasan batas tanggung jawab antara sektor publik dan privat. Sikapnya ini sekaligus mempertegas bahwa tidak semua posisi strategis di BUMN menjadi tujuan utama, terutama bagi mereka yang memilih tetap berada di jalur akademik dan menjaga jarak dari kepentingan korporasi maupun kekuasaan.
NoiseTalks
--
Selamat Hari Bumi
Indonesia
Irin Sobirin retweetledi
Irin Sobirin retweetledi
Irin Sobirin retweetledi

Guru madrasah swasta berdemonstrasi agar diangkat menjadi ASN PPPK, kemudian dicemooh karena yang menggaji guru swasta adalah yayasan, bukan kewajiban negara. Tapi negara bisa mengangkat pegawai SPPG dibawah naungan Yayasan swasta menjadi ASN PPPK.
Persoalannya, anggaran yang digunakan untuk mengangkat pegawai SPPG dibawah Yayasan/ Swasta menjadi PPPK adalah anggaran pendidikan, yang seharusnya bisa digunakan untuk mengangkat guru madrasah swasta menjadi ASN PPPK.
Indonesia
Irin Sobirin retweetledi


@DrEvaChaniago Begitulah dunia yg begitu menggoda meski hanya cuma sekedar... Bu Dokter...
Indonesia
Irin Sobirin retweetledi













