zhil@zhil_arf
ITB adalah tanah terjanji neurodivergent. Di ITB, neurodivergent bebas menjadi diri sendiri, bebas dari para ember kepiting. Di ITB, neurodivergent berkesempatan membangun skill, uang, kekuasaan untuk mengenyahkan jerat ember kepiting itu. Anjing dan normie dilarang masuk.
Di ITB, kamu bebas berkarya dan tampil sebagai diri sendiri. Kamu bebas berambisi apapun. Kamu bebas berlari secepat apapun tanpa perlu melambat. Kamu tidak perlu lagi takut atau malu.
Kamu tidak bisa terus-terusan bergantung dengan "ditoleransi" atau "dikasihani" atau "diafirmasi" masyarakat di luar sana. Yang kamu butuhkan adalah kemampuan untuk berdiri dengan kakimu sendiri sesulit apapun itu, lalu menang dan melindas semua pesaingmu, lalu merebut kekuasaan industri dan pemerintahan negara dan partai. Inilah "empowerment" yang sungguhan.
Tempat mana lagi di Indonesia yang bisa seperti ini?
Di masyarakat bugmen Indonesia yang herd mentality, tempat mana lagi yang mengizinkan kamu untuk membuang topeng menyebalkan itu, dan untuk berteman dengan orang-orang yang sama? Ember kepiting tidak boleh dibiarkan memenjarakanmu. Ember kepiting harus dilindas. Setelah dilindas, kamu berhak dan harus terbang setinggi mungkin.
"ITB Dream" dan "Mentalitas ITB" mencita-citakan masyarakat yang meritokratis dan adil. Kalau kamu cerdas dan bekerja keras dan deliver, kamu berhak mendapat sukses yang sesuai. Kamu hanya perlu percaya pada dirimu sendiri, dan pada akselerasi gila-gilaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah kamu kuasai karena kamu bisa, sedangkan orang lain tidak bisa mengejar.
Mimpi masyarakat meritokratis ini adalah mimpi yang sederhana. Jika Indonesia yang herd mentality dan ember kepiting tidak setuju dengan mimpi ini, Indonesia harus dimusnahkan dan dirakit ulang. Jika seluruh dunia tidak setuju, seluruh dunia harus dimusnahkan dan dirakit ulang. Ini sungguhan bisa kamu capai, karena kamu anak ITB.