Agustinus Dwi Arif

3.9K posts

Agustinus Dwi Arif banner
Agustinus Dwi Arif

Agustinus Dwi Arif

@Agustinus_Arif

I am a peaceful and tolerant person. I respect all kinds of people regardless their races, religions, and skin colors.

Katılım Mayıs 2010
255 Takip Edilen115 Takipçiler
Agustinus Dwi Arif retweetledi
Mar Teg
Mar Teg@LexMarteg·
Begalllll B4ngs4tttt...... Seorang kurir paket yg tengah berjuang mencari nafkah jadi korban Pem Begal An di Jl Maksudi RW04 Kel.Panjunan Kec. Astanaanyar Kab. Bandung sekitar pukul 13.47 WIB Hari Minggu 3/5/26
Indonesia
15
68
108
6.2K
Agustinus Dwi Arif
Agustinus Dwi Arif@Agustinus_Arif·
@creeping5ilence Siapakah buruh? Kalau definisinya orang yang bekerja untuk pengusaha atau institusi atau perusahaan berarti hampir semua orang itu buruh. Berarti program rumahnya untuk hampir semua orang juga.
Indonesia
2
0
4
549
ᶜⁱᶜᵃᵍ ᵈⁱ ᴰⁱⁿᵈⁱⁿᵍ
Renyah sekali janji si Giant, cicil rumah 25 - 40 th, kontrak kerja 6 bulan, bulan ke 7 di PHK 😃🤣 Masih mau dipercaya ?! Kejauhan ngomong yg bertahun-tahun, yg tambahan gaji guru 2 jt - 2 th yg lalu sampai ilernya kering blm diwujudkan, gurunya udah keburu diputus kontrak bahkan pesiun
Indonesia
188
290
570
25K
🇲🇨 B. Prasetya 🇲🇨
Hayo Presiden mana yg sampai bunga hutang rakyat dipikirin Karena banyaknya keluhan rakyat kecil pinjam rentenir dg bunga melangit, Presiden @prabowo memerintahkan bank2 BUMN membuat kebijakan bunga maksimal 5% per tahun Saatnya hidup rakyat dimudahkan termasuk buser2 hasut 😁
Indonesia
56
32
87
2.7K
Agustinus Dwi Arif
Agustinus Dwi Arif@Agustinus_Arif·
@MurtadhoRoy Prabowo kalau dipuji dikit terbang jadi halu. Dia nggak paham makna dari 'Pujian adalah teror'
Indonesia
0
0
0
669
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, hari ini Prabowo bicara keras di acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap. Kalimatnya tegas. Dramatis. Dan kalau lo dengar sekilas terdengar sangat patriotik. Pilih, bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain. Sepintar apapun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Mau kabur ke Yaman, silahkan. Jangan kepandaian itu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain. Pidato yang membakar. Penuh semangat. Dan gue yakin banyak yang tepuk tangan. Tapi gue mau ajak lo berpikir sebentar. Karena ada satu pertanyaan yang menurut gue harus diajukan dengan keras: Pak Prabowo, kalau standar patriotisme itu adalah bela rakyat dan tidak merugikan bangsa apakah pemerintahan yang Bapak pimpin sekarang sudah memenuhi standar itu sendiri? Mari kita cocokkan pidato dengan fakta yang ada di lapangan: Prabowo bilang: Jangan kepandaian itu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan uang negara. Fakta: BGN menganggarkan Rp1,2 miliar untuk Jasa Pengelolaan Opini Publik uang pajak rakyat untuk mengontrol narasi publik tentang program yang harusnya untuk anak-anak. Kalau itu bukan menggunakan kepandaian untuk menutupi masalah gue tidak tahu apa namanya. Prabowo bilang: Kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri. Fakta: Dari total anggaran MBG yang triliunan menurut Mahfud MD hanya sekitar Rp340 miliar yang benar-benar sampai ke makanan anak-anak. Sisanya ke mana? ermasuk pengadaan ribuan kendaraan dari India. Uang rakyat. Tapi tidak sampai ke rakyat. Prabowo bilang: Sepintar apapun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya. Fakta: Deputi Gubernur Bank Indonesia yang baru dilantik Februari 2026 adalah keponakan Prabowo sendiri Thomas Djiwandono yang mengakui tidak punya pengalaman di kebijakan moneter. Kalau patriotisme adalah menempatkan orang terbaik di posisi terpenting untuk kepentingan rakyat menempatkan keponakan di Bank Indonesia bukan karena kompetensinya adalah apa? Prabowo bilang: Saya tidak akan toleransi mereka yang tidak patriotik. Fakta: 52% dari 1.046 entitas BUMN merugi dengan total kerugian Rp50 triliun per tahun. Direksi dan komisarisnya tetap bergaji ratusan juta per bulan dari uang pajak rakyat. Sudah berapa tahun ini dibiarkan? Dan siapa yang mengisi posisi-posisi itu kalau bukan orang-orang yang dipilih berdasarkan pertimbangan politik dan kedekatan bukan kompetensi? Soal "kabur ke Yaman" dan ini yang paling perlu dikritisi: Prabowo menertawakan mereka yang ingin meninggalkan Indonesia. Bilang Indonesia sekarang adalah salah satu negara paling aman di dunia. Tapi orang-orang yang frustrated dan ingin pergi itu bukan karena tidak cinta Indonesia. Mereka frustrated karena melihat sistem yang tidak adil. Melihat orang pintar yang bekerja keras tapi tetap susah maju karena koneksi lebih penting dari kompetensi. Melihat uang pajak mereka habis untuk menutup kerugian BUMN yang tidak efisien dan program yang bocor. Melihat jabatan strategis diisi berdasarkan kedekatan keluarga dan loyalitas politik. Menertawakan mereka yang ingin pergi bukan patriotisme. Itu pengalihan. Pertanyaan yang seharusnya diajukan bukan "kenapa mau kabur" tapi "kenapa sistem ini membuat orang mau kabur?" Soal "Profesor Merah Putih" dan ini yang paling ironis: Prabowo meminta intelektual menjadi "Profesor Merah Putih" yang membela rakyat dan tidak menutupi korupsi. Tapi di hari yang sama BGN mendorong kampus-kampus terbaik Indonesia untuk masuk ke ekosistem MBG sebagai pengelola SPPG. Institusi pendidikan yang seharusnya menjadi watchdog independen diundang masuk ke ekosistem yang transparansi anggarannya masih sangat dipertanyakan. Kalau kampus-kampus itu menerima insentif dari BGN seberapa bebas mereka untuk menjadi "Profesor Merah Putih" yang berani mengkritisi program pemerintah? Atau justru ini cara yang sangat cerdik untuk memastikan suara kritis dari dunia akademik teredam sebelum sempat bersuara? Yang perlu dipahami dari pidato seperti ini: Pidato patriotisme yang berapi-api sangat efektif untuk dua hal. Pertama membakar semangat dan mendapat tepuk tangan. Kedua mengalihkan perhatian dari pertanyaan-pertanyaan yang lebih penting. Ketika seorang pemimpin bicara keras soal patriotisme orang lain pertanyaan yang harus selalu diajukan adalah: seberapa patriotik sistem yang dia pimpin sendiri? Patriotisme bukan hanya soal pidato yang menggelegar. Patriotisme adalah memastikan uang pajak rakyat benar-benar sampai ke rakyat. Memastikan jabatan diisi oleh yang paling kompeten bukan yang paling dekat. Memastikan program yang diklaim untuk rakyat benar-benar bisa diaudit dan dipertanggungjawabkan. Memastikan 14 orang yang mati di Bekasi karena perlintasan kereta yang tidak dijaga sejak puluhan tahun tidak mati sia-sia. Gue tidak meragukan bahwa Prabowo genuine dalam semangatnya. Tapi semangat tanpa akuntabilitas adalah retorika. Dan retorika yang paling berbahaya adalah retorika yang terdengar sangat benar tapi digunakan untuk menutup ruang bagi pertanyaan yang lebih penting. Pak Prabowo minta pejabat dan ilmuwan yang tidak patriotik untuk mundur. Gue balik bertanya: kalau standar patriotisme itu adalah bela rakyat, tidak menutupi korupsi, dan tidak membiarkan uang negara bocor ke tempat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan siapa yang seharusnya mundur duluan? Bukan pertanyaan yang gue lempar untuk menjatuhkan. Tapi pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap pemimpin yang mau mengklaim gelar patriot. Karena patriotisme yang sesungguhnya bukan dibuktikan dengan pidato di atas panggung. Tapi dengan keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari yang tidak ada kameranya, yang tidak ada tepuk tangannya, tapi dampaknya dirasakan oleh rakyat yang paling bawah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
58
146
290
16.6K
Agustinus Dwi Arif
Agustinus Dwi Arif@Agustinus_Arif·
@KapudS640 Mending Presiden nggak usah pidato yang bikin market rungkat, diem saja, setiap bicara malah bikin investor nggak percaya.
Indonesia
1
4
42
3.4K
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Cuma mau kasih tau: 💵 Dolar AS tembus Rp 17.360 📅 17 Juli jatuh tempo utang Rp 833 T 🏦 Total utang Rp 9.658 T 💰 Bunga utang Rp 599 T 📉 IHSG anjlok ke 7.129 🏭 Harga plastik naik 50% 🔥 Gas LPG non-subsidi naik 18% ⛽ BBM non-subsidi naik 40–60% Stay strong WNI cc: Threads
Indonesia
177
9.2K
20.9K
243.9K
Agustinus Dwi Arif
Agustinus Dwi Arif@Agustinus_Arif·
@ekowboy2 terlalu banyak retorika, langkah kongkritnya apa? Rupiah melemah, program MBG nggak tepat sasaran dan ugal2an.
Indonesia
0
0
0
72
𝓔𝓴𝓸 𝓦𝓲𝓭𝓸𝓭𝓸
Prabowo: jadilah profesor, teknokrat, ilmuan merah putih bela bangsamu jangan kau jadikan kepintaranmu utk tutupi koruptor & perampokan Pilih bela rakyatmu atau bela yg lain. kita tdk mau rakyat terus miskin krn kekayaan dibawa ke luar negeri, saya tdk tolerir yg tdk patriotik..
Indonesia
54
10
34
14.4K
Miss Tweet |
Miss Tweet |@Heraloebss·
Sepakat Public Speaking Mas AHY bagus , tapi bukan berarti yang lain tidak bagus Public speaking Kanda @bahlillahadalia menurut aku juga bagus, khas dan unik Tentunya kita semua sepakat ..Kemampuan public speaking bagus tidak selalu sama pada tiap orang, karena sangat dipengaruhi oleh karakter pribadi, lingkungan pergaulan (circle), audiens, serta suasana saat berbicara. Public speaking bukan hanya soal suara lantang atau kata-kata yang rapi, tetapi juga tentang kemampuan membaca situasi, memahami siapa pendengarnya, dan menyesuaikan cara penyampaian. Di lingkungan profesional, gaya bicara yang tegas dan sistematis mungkin dianggap baik. Namun di circle pergaulan, gaya santai, humoris, dan hangat justru lebih diterima. Sependek pengetahuan ku, ukuran public speaking yang bagus tidak bisa disamaratakan. Setiap orang punya panggungnya masing-masing, dan setiap suasana membutuhkan pendekatan yang berbeda. Yang terpenting bukan menjadi sempurna di semua tempat, tetapi mampu berkomunikasi efektif sesuai konteks dan tetap menjadi diri sendiri.
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀)@Stakof

Koreksi jika saya keliru: dari sekian banyak menterinya Pak Prabowo, apa hanya Mas AHY yang public speaking-nya bagus?

Indonesia
31
15
100
10.9K
Agustinus Dwi Arif
Agustinus Dwi Arif@Agustinus_Arif·
@zalkad @Metro_TV Apakah secara psikologi beliau sakit ya? Kok kaya berhalusinasi ngomong dengan diri sendiri tanpa mau mendengarkan kritik yang jelas2 membangun, masa tutup mata dengan biaya kaos kaki, motor listrik, biaya sewa zoom dan pengadaan fasilitas digtal pndkung mbg yg boros mnt ammpun!
Indonesia
2
0
1
793
Faizal
Faizal@zalkad·
"Indonesia Terang, Bukan Gelap" Yang bikin heran ini bukan video lama, ternyata ini video baru, aku dapet dari @Metro_TV barusan, ketika beliau berpidato di acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional di Cilacap (29/4) atau hari ini. Prabowo udah berkali-kali bilang "Indonesia terang, bukan gelap." Pertanyaan yang lebih menarik, kenapa beliau keliatannya dendam banget sama kata "Indonesia Gelap" Jawabannya ada di psikologi politik dan lebih dalam dari yang kamu kira, Mari kita bedah sesuai bidang keilmuan saya, 🧵 Thread bedah psikologi politik #1 👇 #ZalkadAnalisis
Indonesia
195
332
599
42.5K
Agustinus Dwi Arif
Agustinus Dwi Arif@Agustinus_Arif·
@CNNIndonesia Gini, itu kan uang rakyat yang dikumpulkan dengan susah payah, nah itu banyak mbg yang tidak tepat sasaran, sekolah dengan siswa mampu kasih mbg buat apa? Malah yang di plosok dan tidak mampu belum ada program mbg . Mikir!
Indonesia
0
0
1
197
kris || buildportosaham
kris || buildportosaham@buildportosaham·
Ada req tulisan bedah emiten apa lagi? Coba drop req kalian di replay. Yg saya lihat rame, itu yg saya bahas.
Indonesia
14
0
12
2.6K
Gramedia
Gramedia@gramedia·
Kalau Gramedia kasih kalian hadiah private trip ke luar negeri selama seminggu, kalian bakal pilih negara apa? 👀
Indonesia
6.2K
331
7.1K
501.1K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
GUys ini sakit sih...... Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi, tanpa konferensi pers, tanpa pernyataan apapun dari kementerian? Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam. Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa. Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya. Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa. Ternyata ada sabotase dari dalam. Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar. Bocoran pertama: kas pemerintah hanya cukup 3 minggu. Bocoran kedua: uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis. Bocoran ketiga : dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing: Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan. Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung. Bukan dari oposisi. Bukan dari pengamat. Dari dalam Kemenkeu sendiri. Dampaknya nyata ke pasar. Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar. Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu. Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri, ketemu investor satu per satu menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan. Bule-bule itu bilang clear. Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi. Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri. Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan: Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab: Iya dan tidak. Ada sedikit. Tapi ada yang lain-lain juga. Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas. Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan. Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen. Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan: Pertama 40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya. Mayoritas perusahaan China. Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar. Dua sudah dikejar dan berjanji membayar. Tapi 38 yang lain masih berjalan normal. Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah. Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu: Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya. Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak. Kedua dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada. Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya. Jawaban Purbaya: Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin. Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin." Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya. Oh, tanda tangan elektronik ada loh. Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan." Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman." Ketiga sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah. Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance. Semua isian dari awal lagi. Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan: Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu. Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan: Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot. Tapi di dalam: Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri. Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak. Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya. Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam. Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam. Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini. sungguh sakit ini negeri kita
Lambe Saham tweet media
Indonesia
572
5.5K
19.8K
1.4M
Junto
Junto@Jumianto_RK·
Yang sepakat yukk di gaasss 🔥🔥🔥
Junto tweet media
Indonesia
939
5.9K
22.6K
267.1K
Agustinus Dwi Arif
Agustinus Dwi Arif@Agustinus_Arif·
@LambeSahamjja Dimana DPR? Mereka yang harus kritis menanyakan pertanyaan2 ini, jangan hanya jadi paduan suara, yang hany bilang iya.
Indonesia
0
0
3
623
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, gue mau minta lu bayangkan satu skenario. Bayangkan ada perusahaan yang merekrut 30.000 karyawan baru. Sudah 220.000 orang mendaftar. Proses seleksi sudah berjalan. Tapi tidak ada satu pun pejabat yang tahu siapa yang akan membayar gaji mereka. Kalau itu terjadi di perusahaan swasta biasa itu namanya penipuan rekrutmen. Tapi ini bukan perusahaan swasta biasa. Ini program nasional yang melibatkan APBN, BUMN, TNI, dan lima kementerian sekaligus. Mari kita lihat siapa yang bertanggung jawab dan apa jawaban mereka: TNI: "Kami yang pegang rekrutmen." Menteri Koperasi: "Skema gaji akan dibicarakan nanti." Menkeu Purbaya: "Saya belum tahu skema gajinya. APBN hanya menanggung cicilan bukan gaji manajer." Bos Agrinas Joao Angelo: Saya nggak tahu, nggak tahu saya. Belum diajak ngomong. Empat institusi. Empat jawaban. Tidak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaan paling dasar dari sebuah program rekrutmen: Siapa yang bayar gaji? Dan ini yang paling mengerikan: Rekrutmen sudah dibuka sejak 15 April 2026. Per 19 April sudah 220.364 orang mendaftar. Proses seleksi sudah berjalan. TNI sudah dilibatkan. Tapi sumber dana gaji untuk 30.000 manajer yang akan direkrut belum ada. Masih dikaji. Masih dibicarakan nanti. Artinya ratusan ribu orang mendaftar meninggalkan pekerjaan mereka sekarang, mempersiapkan diri, menginvestasikan waktu dan energi untuk posisi yang gajinya tidak jelas dari mana asalnya. Bos Agrinas bilang "autopilot menurut SOP" dan ini yang paling absurd: Joao Angelo mengatakan Agrinas sudah punya SOP. Tinggal dijalankan. Tapi dia juga mengakui bahwa SOP tersebut belum mengatur proses rekrutmen dalam program Kopdes Merah Putih. Jadi SOP-nya ada tapi tidak mencakup hal yang paling krusial: siapa yang direkrut, bagaimana direkrut, siapa yang bayar mereka, dan bagaimana mekanisme pengelolaannya. Autopilot tanpa sistem navigasi. Dan konteks yang membuat ini semakin serius: Program Kopdes Merah Putih menargetkan 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia. Dengan anggaran pembangunan fisik Rp1,6 miliar per unit yang sudah terbukti ada indikasi 50% bocor ke kontraktor seperti yang dilaporkan ekonom Gede Sandra. Motor listrik Rp1,2 triliun sudah diimpor padahal kita sudah bisa produksi pickup sendiri. Dan sekarang 30.000 manajer direkrut tanpa kejelasan siapa yang bayar gajinya. Yang paling kritis keterlibatan TNI dalam rekrutmen sipil: TNI menyatakan mereka yang memegang proses seleksi 30.000 manajer koperasi desa. Ini bukan rekrutmen tentara. Ini rekrutmen manajer koperasi jabatan sipil yang seharusnya dikelola oleh institusi sipil. Pertanyaan yang perlu dijawab: apa dasar hukum TNI memegang rekrutmen manajer BUMN? Apa kompetensi teknis TNI dalam menyeleksi manajer koperasi yang tugasnya mengelola simpan pinjam, distribusi pangan, dan operasional bisnis desa? Dan kalau TNI yang rekrut siapa yang bertanggung jawab secara hukum kalau ada yang tidak beres? Pola yang sudah terlalu sering terulang: Ini adalah pola yang sudah gue catat berulang kali dalam program-program besar pemerintahan ini: Program diumumkan dengan target besar dan timeline yang ambisius. Rakyat antusias mendaftar. Media meliput antusiasme itu. Angka pendaftar ratusan ribu jadi headline. Tapi di balik itu mekanisme dasar seperti sumber dana, struktur tanggung jawab, dan tata kelola belum ada atau masih dikaji. Dan ketika ada yang bertanya semua pihak saling tunjuk. Tidak ada yang berani bilang "saya yang bertanggung jawab penuh." 220.364 orang sudah mendaftar untuk menjadi manajer Kopdes Merah Putih. Mereka mendaftar dengan harapan mendapat pekerjaan yang layak. Dengan kepercayaan bahwa program sebesar ini pasti sudah direncanakan dengan matang. Kenyataannya: Menkeu tidak tahu siapa yang bayar gaji. Menteri Koperasi bilang nanti dibicarakan. Bos Agrinas bilang tidak tahu dan belum diajak ngomong. TNI yang pegang rekrutmen tapi tidak jelas dasar hukumnya. Dan di tengah semua ketidakjelasan itu proses seleksi tetap berjalan. Ratusan ribu orang tetap berharap. Kalau ini adalah perusahaan swasta sudah ada yang dipenjara karena penipuan rekrutmen. Tapi karena ini program pemerintah semua orang diam. Semua saling tunjuk. Dan yang menanggung ketidakpastian adalah rakyat yang sudah terlanjur mendaftar. Wallahi we're finished kata salah satu komentar yang beredar. Dan menurut gue itu bukan lebay. Itu reaksi yang sangat wajar dari orang yang melihat situasi ini secara jernih.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
190
1.3K
2.6K
116.3K
Agustinus Dwi Arif
Agustinus Dwi Arif@Agustinus_Arif·
@kamentrader Nah mulai ragu dah dengan BNI, buka rekening ini karena iming2 asuransi pendidikannya. Semoga aman ya @BNI
Indonesia
0
0
0
1.9K
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Ga cuma umat Katolik, semua org. Senin bareng2 tutup rekening BNI. Yg karyawan tutup rekening koran. Yg pengusaha pindahin Payroll. Yg investor, cabut dari BIONS. Yg trader, lepas semua BBNI. Yg nyicil rumah, oper kredit. Mulai Senin.
Billy@Billy_Naravit

Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas. Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.

Indonesia
279
8.1K
27.8K
839.3K
Dear Self.
Dear Self.@Dearme2_·
This dragon attacks your city, who do you call first ?
Dear Self. tweet media
English
6.7K
531
8.1K
1.8M
N A I R A
N A I R A@NAIRA680411·
How many people are still in the room? 🤔
N A I R A tweet media
English
799
131
230
35.4K