Aruna Asykari

19.8K posts

Aruna Asykari banner
Aruna Asykari

Aruna Asykari

@AkungAruna

Katılım Temmuz 2021
1.5K Takip Edilen1.6K Takipçiler
Aruna Asykari retweetledi
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
Noted untuk @KejaksaanRI ✍️🏽
¥@N'$ tweet media
Indonesia
179
5.9K
13.6K
108.7K
Aruna Asykari retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served. This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace. Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace. But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it. To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting? To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test. Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences. Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
António Guterres@antonioguterres

I strongly condemn Sunday’s incident during which an Indonesian peacekeeper of @UNIFIL_ was killed amidst hostilities between Israel & Hizbullah. Another Indonesian peacekeeper was seriously injured in the same incident.   My deepest condolences to the family, friends & colleagues of the peacekeeper who died & to Indonesia. I wish a full & fast recovery to the injured peacekeeper. This is just one of a number of recent incidents that have jeopardized the safety & security of peacekeepers.   I call on all to uphold their obligations under international law & to ensure the safety & security of @UN personnel & property at all times.

English
658
20K
56.9K
1.9M
Aruna Asykari retweetledi
novel baswedan
novel baswedan@nazaqistsha·
Dalam kasus upaya pembunuhan Andrie Yunus, indikasi kembali menguat, bahwa perkara inipun hanya akan menyentuh pelaku lapangan. Indikatornya antara lain: _*Pertama*_, para pelaku lapangan terlihat PD alias jumawa. Mereka dengan sengaja teledor melakukan upaya serangannya di hadapan banyak rekaman CCTV, tanpa penutup wajah, tanpa upaya serius dan profesional menghilangkan jejak dan barang bukti. Hal demikian, mengindikasikan, para pelaku merasa aman dan nyaman, tidak khawatir akan dijerat sanksi tegas yang menjerakan. _*Kedua*_, jika benar dugaan ini adalah operasi intelijen, maka garis komandonya mestinya harus dirunut, dan semua dimintai pertanggung jawaban, tidak cukup hanya dengan penggantian KABAIS. Pun, kalau ada yang diberi sanksi pidana penjara, seharusnya bukan hanya kepada pelaku lapangan, tapi hingga ke semua pelaku utama, dan aktor intelektualnya. Indikasi yang sejauh ini menguat, jangankan pelaku utama dihukum, bahkan belum tentu semua pelaku lapangan dijerat. Indikator paling jelas, empat tersangka yang ditetapkan PUSPOM TNI, berbeda dengan inisial pelaku yang diumumkan POLRI. _*Ketiga*_, langkah-langkah menggiring perkara ini ke lingkup pidana militer dan disidangkan di pengadilan militer, adalah modus yang kerap dilakukan untuk melindungi pelaku lapangan hanya dihukum ringan, dan pelaku utama atau aktor intelektual tidak tersentuh hukum pidana sama sekali. _*Keempat*_, tidak menyegerakan pembentukan Tim Pencari Fakta Independen yang melibatkan tokoh Masyarakat kredibel, adalah kesalahan. Karena, menyerahkan kasus bernuansa keterlibatan aparat negara, apakah TNI ataupun Polri, ke proses penegakan hukum biasa, ujungnya tidak akan pernah efektif. Polri akan _ewuh-pakewuh_ menangani perkara yang melibatkan tentara, sedangkan Puspom TNI, biasanya terkendala benturan kepentingan melindungi korps institusinya. Bahkan, dengan Presiden SBY yang membentuk TPF sekalipun, aktor utama yang diduga mendalangi pembunuhan Munir, tetap tidak berhasil diungkap, apalagi ditangkap. Ketika menangani pembunuhan Munir, Presiden SBY mengatakan, _“It is a test of our history”_. Ujian yang hingga kini gagal meminta pertanggung jawaban pelaku utamanya. Dalam kasus serupa, pelaku pembunuhan dengan air keras yang membutakan mata Novel Baswedan, Brigadir Polisi Ronny Bugis dan Brigadir Polisi Rahmat Kadir Mahulette, masing-masing “hanya” divonis 1 tahun 6 bulan dan 2 tahun penjara. Tanpa pernah diungkap siapa dalang yang memerintahkan penyerangan tersebut. Maka, sekarang saatnya, Presiden Jenderal Prabowo memutus mata rangkai kegagalan sejarah yang terus berulang terkait penyerangan dan pembunuhan para aktivis. Sebagai Presiden, Panglima Tertinggi, tidak ada kekuatan yang bisa menghalangi Prabowo untuk mendorong diungkap tuntasnya seluruh pelaku, termasuk penyandang dana, dan pelaku utama atau aktor intelektual penyerangan Andrie Yunus. Yang bisa menghalangi hanyalah ketakutan dan _self-censorship_ dari Prabowo sendiri. Saya berpendapat, dalam hal mengungkap pelaku utama penyerangan ataupun pembunuhan aktivis, aparat negara kita bukanlah tidak _*MAMPU (unable)*_, tetapi lebih karena kita tidak _*MAU (unwilling)*_. Sejarah republik terus mengulang pola yang sama, hanya menghukum dan mengorbankan pelaku lapangan, dan selalu membebaskan pelaku utama atau aktor intelektualnya. Jika sejarah buruk dan mata rantai kejahatan demikian terus dibiarkan, maka dapat dipastikan hanya soal waktu kejadian penyerangan dan upaya pembunuhan aktivis akan kembali berulang. Sebagai pribadi yang dikenal patriot dan cinta Indonesia, serta rela berkorban demi kepentingan republik, sekarang adalah waktu pembuktian bagi Jenderal Prabowo. _The moment of proof_. Ibu Pertiwi memanggil. Saatnya Presiden untuk tegas mengeksekusi aksi, dan tidak hanya bergoyang _gemoy_ ataupun lantang berorasi. _*Indonesia Memanggil Presiden Jenderal Prabowo Subianto!*_
Indonesia
17
212
508
17.7K
Aruna Asykari retweetledi
MANTO
MANTO@KangManto123·
Ga pake lama : IRAN sampaikan belasungkawa..‼️‼️ .
MANTO tweet media
Indonesia
251
2.4K
9.9K
115.3K
Aruna Asykari retweetledi
Soe Tjen Marching
Soe Tjen Marching@SoeTjenMarching·
Mohon viralkan: Kasus Andri Yunus memperkuat alasan kita semua harus menolak militer di ranah sipil!!!
Soe Tjen Marching tweet media
Indonesia
89
9.7K
23.1K
174.2K
Aruna Asykari retweetledi
🅱🅰🅶🅾🅽🅶
🅱🅰🅶🅾🅽🅶@RagilSemar·
Masih banyak yang nge-tag Bagong soal Siplester ini. Jadi gak enak ati 😜 Padahal sudah putus harapan sama niat @KejaksaanRI untuk eksekusi mahluk ini. Enaknya dilanjut gak nih treak2nya? 30 Maret 2026 2506 HARI NGAPAIN AJA?!
🅱🅰🅶🅾🅽🅶 tweet media
Indonesia
23
100
184
2.2K
Aruna Asykari retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
Muhammadiyah kini punya klinik terapung. Namanya Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap jadi Rumah Sakit. Mendatangi pulau-pulau, membantu masyarakat yang sakit. youtu.be/rGV2MJ4yC74?si…
YouTube video
YouTube
Indonesia
28
244
730
20.6K
Aruna Asykari retweetledi
guning
guning@YanGuning2·
Bismillah Buat yg mau Usus krispi 500gram 75rb Kacang bawang 500 gram 75rb Keripik singkong rujak 500gram 50rb Abon sapi 50rb x 2 Total 300rb byr 100rb blm ongkir Kuota 4 Minat DM Antri dan sabar Ijin tag @WongAlasRoban @beautydyah @ArgentianaA @bagindo_kopi @4L121c0_jm
guning tweet mediaguning tweet mediaguning tweet mediaguning tweet media
Indonesia
0
4
3
212
Aruna Asykari retweetledi
guning
guning@YanGuning2·
Bismillah Paket jumbo Abon sapi 50rb x 5 Keripik kentang balado 25rb x 5 Sistik bawang 25rb x 4 Usus krispi 25rb Total 500rb byr 100rb blm ongkir Kuota 3 Minat DM Ijin tag @beautydyah @WongAlasRoban @nyonyahsyuuper
guning tweet media
Indonesia
0
5
3
186
Aruna Asykari retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Sedih sekali melihat video ini. Tapi di saat yang sama, optimis melihat begitu banyak tanggapan yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap nasib orangutan dan hutan kita. Kepedulian ini jangan berhenti di rasa sedih dan geram, tapi bisa kita teruskan menjadi aksi bersama. Kebetulan sekali beberapa hari lalu kami “mengadopsi” empat orangutan melalui Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation. Ada Baimah, orangutan betina yang dulu dipelihara sebagai satwa peliharaan hingga obesitas dan sulit bernapas, kini perlahan sehat kembali. Juga Jeni, yang datang dalam kondisi malnutrisi dan kini mulai lincah memanjat. Lalu ada Taymur, korban perdagangan satwa ilegal lintas negara yang akhirnya bisa pulang. Serta Kopral, yang sayangnya tidak bisa lagi dilepasliarkan karena telah kehilangan kedua lengan setelah tersengat listrik, tapi ia tetap belajar memanjat dan membuat sarang dengan kaki dan mulutnya. Adopsi di sini tentu hanya simbolik. Sebenarnya ini adalah program donasi untuk membantu biaya perawatan mereka. Sebagai gantinya, kita mendapat sertifikat personal, menerima laporan perkembangan tiap kuartal, sambil ikut sedikit meringankan tugas para penjaga yang merawat mereka setiap hari. Bisa juga kita berdonasi atas nama orang lain sebagai hadiah untuk mereka. Ini cara kecil yang bisa kita lakukan untuk membela satwa yang tak punya suara. Bagi teman-teman yang punya sedikit keluangan rezeki, bisa ikut mengadopsi orangutan lain yang masih menunggu bantuan. Bisa lewat BOS Foundation (orangutan.or.id) atau yayasan konservasi kredibel lainnya. Bahkan tidak harus orangutan juga. Masih ada gajah, harimau, penyu, dan satwa-satwa lain yang membutuhkan dukungan agar tidak hilang dari bumi Indonesia.

Di saat yang sama, tentu kita perlu terus mengingatkan mereka yang memegang kuasa dan kewenangan, mulai dari pembuat kebijakan di berbagai tingkat, penegak hukum, sampai pelaku usaha, bahwa menjaga hutan dan satwa liar adalah juga amanah konstitusi dan nurani. Suara yang konsisten dari kita akan bisa membantu memastikan keputusan-keputusan besar selalu berpihak pada kelestarian lingkungan hidup. Mari jadikan kepedulian dan kegeraman kita setelah melihat video tadi sebagai komitmen yang lebih panjang untuk menjaga hutan, memulihkan habitat, dan melindungi keragaman hayati Indonesia. Sesungguhnya menjaga hutan dan satwa adalah bagian dari menjaga martabat kita sebagai bangsa.
Anies Rasyid Baswedan tweet mediaAnies Rasyid Baswedan tweet mediaAnies Rasyid Baswedan tweet mediaAnies Rasyid Baswedan tweet media
Aida Greenbury@AidaGreenbury

A starving #orangutan in Aceh, Sumatra, is eating human leftovers, with burnt trees and logged forest in the background.  📹 Prasetyo, presumably a local gold miner.

Indonesia
78
5.8K
16.8K
334.4K
Aruna Asykari retweetledi
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti@susipudjiastuti·
kawasan hutan yg rusak, akibat logging yg legal maupun yg ilegal .. mungkin juga pertambangan .. Pak Presiden @prabowo @Kemhan_RI @setkabgoid mohon diinvestigasi dan bila perlu moratorium semua kegiatan penebangan dll yg ada dikawasan tsb. 🙏🙏
Susi Pudjiastuti tweet media
Zubairi Djoerban@ProfesorZubairi

Sungguh prihatin melihat bencana banjir dan longsor yang melanda Sibolga dan Tapteng. Semoga semua warga yang terdampak diberi keselamatan dan kekuatan.

Indonesia
78
2.3K
4.2K
174.6K
Aruna Asykari retweetledi
Hisyam Mochtar
Hisyam Mochtar@HisyamMochtar·
Selain tambang ilegal, ternyata ada juga "bandara ilegal". Jadi seperti negara dalam negara. Udah serusak itukah negara ini di bawah kepemimpinan Mr. J? cnnindonesia.com/nasional/20251…
Indonesia
22
115
209
2.5K
Aruna Asykari retweetledi
Aruna Asykari retweetledi
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
Proyek-proyek mubazzir Jokowi yg buang uang rakyat yg perlu diaudit al : 1) puluhan bendungan 2) ratusan embung 3) ratusan kilometer irigasi 4) ratusan ribu ha cetak sawah baru 5) puluhan bandara 6) puluhan pelabuhan 7) Ibu Kota Negara 8) jalan Tol
Indonesia
145
1.8K
3.3K
45.6K