Antaredja

14.9K posts

Antaredja

Antaredja

@Antaredja1

Budi pekerti tanpa primordialisme

Katılım Haziran 2021
2.5K Takip Edilen1.6K Takipçiler
Antaredja retweetledi
Virdian Aurellio
Virdian Aurellio@virdianaurellio·
Melawan fitnah Jaksa langsung di daerah 3T. Chromebook faktanya dapat digunakan. Kami cross check langsung faktanya di Kecmatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur Bebaskan Nadiem dan Ibam! Kriminalisasi seperti ini hanya membuat Indonesia semakin tidak aman untuk orang muda!
Indonesia
162
4K
10K
110.7K
KakekHalal
KakekHalal@KakekHalal·
Ade Armando Mulai 'Serang' PSI: Grace Natalie Tidak Dapat Bantuan Partai Itu Tamparan Kedua Setelah Saya ADE Armando melontarkan kritik keras kepada sikap Ahmad Ali yang menyatakan persoalan hukum Grace Natalie terkait video tentang Jusuf Kalla merupakan urusan pribadi dan tidak akan mendapat bantuan hukum dari partai. Dalam podcast terbaru, Ade mengaku kecewa mendengar pernyataan Ketua Harian PSI tersebut. Menurutnya, keputusan tidak memberikan bantuan hukum kepada Grace menjadi “tamparan kedua” baginya setelah sebelumnya dirinya merasa mengalami hal serupa di internal partai. “Ketua Harian PSI mengatakan tidak ada bantuan hukum untuk Grace karena pernyataan terkait video JK itu urusan pribadi. Padahal Grace itu Dewan Pembina. Tiba-tiba dikatakan tidak akan dibantu. Itu tamparan kedua. Tarulah saya tamparan pertama, dan Grace tamparan kedua,” ujar Ade. Ade menilai sikap tersebut sulit diterima, terlebih Grace merupakan salah satu pendiri sekaligus figur penting di PSI. Ia bahkan menegaskan tetap akan memprotes kebijakan itu andaikata dirinya masih berada di partai tersebut. “Kalau saya masih di PSI, saya akan ribut soal itu. Karena enggak bisa diterima sikap semacam itu,” katanya. Lebih lanjut, Ade mengaku kepercayaannya terhadap PSI menurun akibat dinamika internal tersebut. Namun ia menegaskan kritik yang disampaikannya bukan karena dirinya telah keluar dari partai. “Menurun kepercayaan saya kepada PSI. Ini saya ngomong begini bukan karena saya keluar dari PSI,” ucapnya. Dalam kesempatan yang sama, Ade juga mengungkap bahwa sebelum memutuskan mundur, ia sempat mendengar adanya suara-suara di internal PSI yang menginginkan dirinya diberhentikan. #TangkapAdeArmando
KakekHalal tweet media
Indonesia
37
41
100
9.5K
Antaredja retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Nadiem Makarim baru saja berbicara di depan media setelah mendengar tuntutan jaksa dan apa yang dia katakan menurut gue adalah salah satu momen paling menggetarkan yang pernah terjadi di depan kamera dalam sejarah hukum Indonesia belakangan ini. Bukan karena dramanya. Tapi karena pertanyaannya yang tidak bisa dijawab dengan mudah. Angka yang tidak masuk akal: Jaksa menuntut Nadiem 18 tahun penjara ditambah denda. Kalau uang pengganti tidak dibayar ditambah 9 tahun lagi. Total efektif: 27 tahun. Uang penggantinya? Rp809 miliar ditambah Rp4,8 triliun. Total sekitar Rp5,6 triliun. Sementara total kekayaan Nadiem di akhir masa jabatan menteri menurut pengakuannya tidak sampai Rp500 miliar. Dan Nadiem langsung mengajukan pertanyaan yang menurut gue tidak ada jawaban rasionalnya: "Tuntutan saya lebih besar dari pembunuh. Tuntutan saya lebih besar dari teroris. lebih parah dari kasus ferdi sambo lebih parah dari kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa seseorang Kenapa?" Dari mana angka Rp4,8 triliun itu: Ini yang paling mengejutkan. Angka Rp4,8 triliun diambil dari SPT pajak Nadiem tahun 2022 di mana dia melaporkan nilai IPO Gojek sebagai kekayaan. Bukan uang yang dia terima tunai. Bukan transfer yang masuk ke rekeningnya. Tapi nilai saham pada saat IPO yang sifatnya sementara dan tidak pernah dicairkan dalam jumlah itu. "Itu bukan uang yang saya terima. Itu cuma nilai IPO. Dari situ dia ambil, oke sekarang harus dibayar balik. Apa logikanya? Dan untuk Rp809 miliar menurut Nadiem itu adalah transfer antara dua perusahaan Gojek yang tidak ada hubungannya dengan dirinya, tidak ada hubungannya dengan Google, tidak ada hubungannya dengan pengadaan Chromebook. Yang paling telak tidak ada aliran dana ke Nadiem: Di sinilah argumen Nadiem paling kuat dan paling sulit dibantah. PPATK tidak menemukan transfer ke Nadiem. Tidak ada aliran dana dari vendor ke Nadiem. Tidak ada aliran dari Google ke Nadiem. Tidak ada dari PT Akap. Tidak ada dari PTG. Nol. Dan Nadiem mengajukan satu analogi yang sederhana tapi sangat mengena: " Di dalam sidang mobil yang dihadirkan itu biru, harganya 100. Di dalam tuntutan tiba-tiba mobilnya merah dan harganya 50. Sesuatu yang sudah dibuktikan dengan dokumentasi, dengan saksi di dalam tuntutan balik lagi ke dakwaan awal. Buat apa sidang?" Yang paling menohok dari seluruh pernyataan Nadiem: Dia tidak memilih untuk pergi. Dia tidak menyesal masuk ke pemerintahan. Bahkan setelah semua ini. "Untuk mencari uang itu bisa seumur hidup. Untuk membantu generasi penerus bangsa kita menjadi lebih baik itu hanya kesempatan sekali dalam hidup." Dan kemudian dia bilang sesuatu yang membuat ruangan itu hening: "Saya sakit hati. Saya patah hati. Tapi orang cuma patah hati kalau dia cinta. Saya patah hati karena saya cinta negara ini." Yang perlu dikawal masyarakat: Malam setelah pernyataan ini Nadiem menjalani operasi. Dia bilang kondisinya akan semakin parah kalau tidak segera ditangani. Ini bukan drama. Ini realitas dari seseorang yang sedang menghadapi ancaman 27 tahun penjara sambil menjalani prosedur medis. Dan pertanyaan yang harus terus diajukan adalah: kalau memang tidak ada aliran dana yang bisa dibuktikan kalau PPATK pun tidak menemukan transfer ke terdakwa atas dasar apa tuntutan sebesar ini bisa dikeluarkan? Sistem hukum yang baik tidak seharusnya membuat seorang mantan menteri yang membangun Gojek dan menyuarakan pendidikan digital harus bertanya kenapa tuntutannya lebih berat dari teroris. Kalau faktanya sudah terang benderang di persidangan tapi tuntutannya mengabaikan fakta itu maka yang sedang kita saksikan bukan proses hukum. Itu adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Dan Nadiem benar soal satu hal: kalau orang tanpa nama besar dan tanpa suara mengalami hal yang sama tidak akan ada yang tahu. Tidak ada yang meliput. Tidak ada yang peduli. Berapa banyak Nadiem-Nadiem tanpa nama yang sudah terjebak dalam sistem yang sama? just for nadiem yang telah membuka lapangan pekerjaan yang mungkin lebih berjasa daripada pemerintah itu sendrii,aparat dan penegak hukum itu sendiri
Lambe Saham tweet media
Indonesia
90
485
1.1K
36.3K
narkosun
narkosun@narkosun·
Lha ini…mau keliling Indonesia cari apa?
narkosun tweet media
Indonesia
412
37
192
21.3K
Cakrawalá Nusantará
Cakrawalá Nusantará@Urrangawak·
Semua sudah dia miliki kecuali rasa malu..Heran yang gini dipertahankan warga Kaltim.
Cakrawalá Nusantará tweet media
Indonesia
206
1.1K
3.6K
88.5K
Antaredja
Antaredja@Antaredja1·
@Urrangawak Akibat nggak ada Footer Education atau Parpol² sengaja memelihara Kebodohan Politik simpatisan & anggotanya ?
Indonesia
0
0
0
9
Antaredja retweetledi
صوت الحق
صوت الحق@AlqadmAlthar·
سفير إسرائيل لدى الدنمارك يحتج على انتشار هذا الفيديو دعونا نجعل هذا ينتشر في جميع أنحاء العالم
العربية
1.7K
59.7K
93.8K
2.6M
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
akankah duet ahok x mahfud 2029?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
279
68
512
25.8K
Antaredja
Antaredja@Antaredja1·
@kompascom Film "Pesta Babi" menjelaskan bahwa ucapan tekat pelestarian hutan itu "KEBOHONGAN" !!! 👎🏻🤪
Indonesia
3
0
1
84
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Baca di sini: nasional.kompas.com/read/2026/05/1… Di Markas Besar PBB, Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kelestarian hutan dunia. “Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat tata kelola hutan sebagai bagian tak terpisahkan dari aksi iklim global," kata Raja Juli. ~MS #menhut #hutan #prabowo
Kompas.com tweet media
Indonesia
249
11
49
10K
Antaredja
Antaredja@Antaredja1·
@kompascom Film ini menyoroti dampak kerusakan hutan adat, konflik lahan, dan militerisasi atas nama ketahanan pangan.
Indonesia
0
0
0
9
Antaredja
Antaredja@Antaredja1·
@kompascom "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" (2026) adalah film dokumenter investigatif karya Dandhy Laksono & Cypri Paju Dale yg mengangkat perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan (Merauke, Boven Digoel, Mappi) mempertahankan tanah leluhur dari proyek perkebunan/industri besar.
Indonesia
0
1
1
97
Antaredja retweetledi
Gea
Gea@Ceysa_ku·
Polisi bi4d4b😡😡😡 Membuka celana anak kecil umur 5thn, Dan melakukan pelecehan... Hukum seberat-beratnya, Bila perlu hukum massa....
Indonesia
182
361
1.2K
65.2K
Novie Anwar
Novie Anwar@BarisanOpOsisi·
Pantasnya berapa?? 🤔🤔🤔
Novie Anwar tweet media
Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
3K
160
782
123.5K
Antaredja retweetledi
Maria A. Alkaff
Maria A. Alkaff@MariaAlkaff_·
Keren banget ini penjelasannya. Gurih, renyah enak dinikmati nalar. Bagi orang-orang seperti Rizal Malarangeng, tolok ukur kemajuan dan kemakmuran suatu negara ketika tunduk, patuh dan terbuka pada Amerika dan negara bagiannya, yakni Israel. Lebih parahnya, ia menjadikan Amerika sebagai puncak gambaran negara maju, padahal presidennya termasuk dalam skandal Epstein Files. Tapi, negara seperti Iran yang menolak hegemoni Amerika dan Israel justru contoh nyata negara gagal. Dalam hal ini, pengetahuan Rizal terhadap Iran ditentukan oleh fanatismenya terhadap Amerika, sehingga ia tidak bisa menerima kenyataan, bahkan seolah bersikap denial. Tapi tidak heran ia bersikap demikian, karena presiden dari negara yang didambakkannya juga terjebak dalam ilusi akut. Sc: Prof. Dr. Kholid Al Walid, M Ag.
Indonesia
87
329
662
14.9K
Antaredja retweetledi
herwin
herwin@bangherwin·
Pertumbuhan ekonomi 5,61% itu bakalan ketauan absurd kalau kita lihat isi “bahan bakarnya”. Semua diawali dari belanja pemerintah yang melonjak sampai 21,81%. Dan sebagian besar didorong proyek-proyek jumbo macam MBG, Koperasi Desa Merah Putih, sampai Sekolah Rakyat yang anggarannya benar-benar ugal-ugalan gak ngotak. Jadi ini bukan ekonomi rakyat yang tiba-tiba sehat. Ini APBN dipompa habis-habisan supaya angka pertumbuhan terlihat glowing di presentasi. Lalu semuanya diramu jadi paket propaganda: “Indonesia baik-baik saja” “Indonesia terang benderang” sampai narasi “Keajaiban Prabowo”. Padahal kalau pertumbuhan ekonomi harus ditopang suntikan belanja negara yang abnormal, itu bukan keajaiban. Itu kosmetik fiskal. Karena ekonomi yang benar-benar kuat harusnya ditopang industri, produktivitas, investasi sehat, dan daya beli rakyat. Bukan negara bakar uang besar-besaran supaya headline media kelihatan gagah. Gampangnya liat aja: kalau Indonesia memang “terang benderang”, kenapa makin banyak rakyat merasa hidupnya justru makin redup? Negara ANEH. Grafik dipaksa senyum lebar sementara dompet rakyat masuk ICU.
Indonesia
29
225
527
12.9K
Antaredja retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Prof. Ferry Latuhihin baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling berani dan paling mengerikan yang pernah diucapkan seorang ekonom senior Indonesia secara publik dalam waktu belakangan ini. Bukan soal angka. Bukan soal rupiah. Tapi soal arah sosial politik Indonesia yang menurut dia sedang bergerak ke titik yang sangat berbahaya. "Masyarakat semakin hari semakin ditantang untuk memberontak." Itu kalimatnya. Verbatim. Dan dia tidak ngomong itu sembarangan. Ferry melihat akumulasi tekanan yang menurut dia sudah mencapai titik kritis: daya beli masyarakat turun, kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 36 juta orang, harga-harga naik, lapangan kerja informal mulai dibunuh oleh kebijakan yang tidak terukur, dan program-program pemerintah yang seharusnya membantu justru banyak yang memakan pasar yang sudah ada. Di atas semua itu ada satu hal yang paling dia khawatirkan: Presiden tidak mendapat gambaran yang jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi. ABS Asal Bapak Senang sebagai ancaman terbesar: Ferry menyebut ini secara eksplisit. Orang-orang di sekeliling Presiden Prabowo menurut dia sedang melakukan ABS memberikan angka yang menyenangkan, membangun narasi yang membuat presiden merasa semuanya berjalan baik, sambil di dalam diam-diam memproteksi posisi mereka sendiri. "Mereka mengarang semua cerita untuk memproteksi kedudukan mereka. Pak Presiden tidak dapat apa-apa dari situ." Dan kemudian Ferry menyebut nama yang sangat historis: Brutus. Julius Caesar dibunuh bukan oleh musuh dari luar. Dia dibunuh oleh orang-orang paling dekatnya. Orang yang dipercayanya. Orang yang dia beri posisi dan kekuasaan. Ferry memperingatkan bahwa skenario yang sama sangat mungkin terjadi bukan dalam arti fisik, tapi dalam arti politik. Ketika situasi memburuk dan rakyat marah orang-orang yang selama ini paling dekat dengan presiden dan paling banyak mengambil keuntungan akan menjadi yang paling cepat lompat kapal. Dan yang jadi sasaran amarah publik tetap presidennya. Kenapa ini bisa lebih cepat dari 1998: Ferry membandingkan situasi sekarang dengan Soeharto jatuh di 1998. Dan perbandingannya mengerikan. Dulu, untuk memobilisasi massa butuh waktu. Tidak ada handphone. Tidak ada medsos. TVRI cuma satu. Informasi menyebar lambat. Api perlu waktu menjalar. Sekarang? Api yang dulu butuh 10 menit untuk menjalar sekarang hitungan detik. Medsos mengubah segalanya. Presiden sudah dibully. Presiden sudah diolok-olok secara masif di platform digital. Dan Ferry melihat ini bukan sekadar fenomena netizen ini indikator akumulasi ketidakpuasan yang sudah sangat dalam. "Kita lihat bagaimana masyarakat semakin hari semakin ditantang untuk memberontak." Pemaksaan MBG ke kampus dan momen 'waduh' yang viral: Ferry menyebut satu kejadian yang menurutnya sangat simbolis. Pada Hari Buruh, seorang buruh ditanya di depan kamera: apakah setuju dengan MBG? Jawabannya: tidak. Dan responsnya viral dengan satu kata: "Waduh." Ferry bilang itu bukan sekadar momen lucu. Itu indikator. Ketika program unggulan presiden ditolak oleh kelompok yang seharusnya paling diuntungkan dan responsnya ditertawakan oleh publik ada masalah yang sangat serius dengan cara program itu dikomunikasikan dan dijalankan. Dan masalahnya diperparah oleh fakta bahwa MBG sekarang dipaksakan masuk ke kampus-kampus. Ferry mempertanyakan: ini program apa sebenarnya? Dan jangan sampai Presiden Prabowo dibohongi soal ini. Kebijakan ojol 7 juta orang terancam tanpa presiden tahu: Kebijakan commission fee ojol dipotong dari 20% ke maksimal 8% menurut Ferry ini salah satu contoh paling nyata dari kebijakan yang muncul tanpa kalkulasi yang benar. Grab dan Gojek tidak bisa beroperasi dengan margin 8%. Bahkan dengan margin 20% pun Gojek baru mulai untung Rp100 miliar setelah ratusan triliun bleeding bertahun-tahun. Dengan 8%, pilihan mereka cuma satu: tutup. Kalau tutup 7 juta pengemudi ojol kehilangan penghasilan. Tujuh juta kepala keluarga. Kalikan 3-4 orang per keluarga puluhan juta orang terdampak. Dan ini terjadi di saat yang paling salah: ketika gelombang PHK dari sektor manufaktur sedang mulai datang, dan sektor informal adalah satu-satunya bantalan yang tersisa untuk menampung mereka yang tidak dapat tempat di sektor formal. "Pada saat kita membutuhkan informal sektor untuk menampung gelombang PHK yang akan datang informal sektornya dibunuh." Yang paling mengkhawatirkan Ferry: Akumulasi dari semua ini harga minyak tinggi, fiskal reot, daya beli turun, kelas menengah menyusut, kebijakan yang membunuh sektor informal, program yang tidak transparan, dan presiden yang dikelilingi ABS menciptakan kondisi di mana tekanan sosial bisa meledak tanpa sinyal yang jelas. Di 1998 ada trigger yang jelas: baht Thailand jatuh, krisis Asia menyebar, Soeharto sudah 32 tahun berkuasa, akumulasi kebencian sudah sangat panjang. Sekarang triggernya bisa jauh lebih kecil. Karena semuanya sudah digital. Karena informasi menyebar dalam hitungan detik. Karena kemarahan tidak butuh waktu lama untuk terorganisir. "Ini bukan saya yang menganjurkan mereka rusuh. Saya juga tidak mau. Tapi inilah impactnya kalau tidak segera dibenahi." Pesan terakhir Ferry untuk Presiden: Sadari bahwa orang-orang yang bisa mengakses presiden paling mudah adalah orang-orang yang paling berbahaya bukan karena mereka musuh dari luar, tapi karena mereka punya kepentingan sendiri yang tidak selalu sejalan dengan kepentingan presiden dan rakyat. Yang dibutuhkan bukan orang yang dianggap loyal karena selalu bilang bagus. Yang dibutuhkan adalah orang yang berani bilang yang sebenarnya bahkan kalau itu tidak menyenangkan untuk didengar. Karena satu-satunya cara presiden bisa mengambil keputusan yang tepat adalah kalau dia mendapat gambaran yang jujur tentang kondisi yang sebenarnya. Bukan gambaran yang sudah difilter, dipoles, dan dirancang untuk membuat dia senang.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
46
144
379
26.7K
Antaredja retweetledi
ym_patih🍉
ym_patih🍉@ym_patih·
@LambeSahamjja Wahai antek2 asing, rela mati demi rakyat/bangsa, sdh tdk punya apa2, kejar koruptor sampai ke antartika, israil harus dijamin keamanannya, sering ke LN demi rakyat, ultah dirayakan scr sederhana, hidup Jkw, ndasmu…. Preettttt Contoh jargon jika mau jadi presiden paradoks
Indonesia
0
1
1
262
Antaredja retweetledi
Deepak Gupta
Deepak Gupta@DeepakGupta_IAS·
@BarackObama @MichelleObama Beautiful message, Mr. President. Michelle has been an extraordinary mother, role model, and partner raising two remarkable daughters while serving the nation with grace and strength. Happy Mother’s Day to her and all the moms out there who show up every single day. Family first.
Deepak Gupta tweet media
English
37
30
393
17K