@DokterTifa Satu pintu keadilan bagi membuka rakyat Indonesia adalah ijazah ini.
Jika ijazah disidang kan sexara adil maka rakyat masih percaya bhw keadilan itu ada, tapi bila yang terjadi sebaliknya bersiaplah bhw kita tidak pernah mempunyai keadilan di Nusantara.
Saya tidak heran jika nanti muncul
Ijazah Jokowi lengkap dengan watermark, emboss, bahkan lintasan stempel di atas jas hitam.
Gampang bikin itu.
Apalagi blanko ijazah tahun 1985 sudah disiapkan sehingga bakal lolos Uji Carbon Dating.
Target mereka adalah:
dr Tifa dan Roy Suryo dipenjara
Untuk memberi efek jera kepada orang lain agar jangan usik lagi soal Ijazah bodong Jokowi.
Apalagi soal pendidikan Gibran. Maka yang terjadi bukan Gibran End Game. Tapi Rismon End Game.
Perang Rismon selesai. Balik habitatnya, kumpul sesama Ternak.
Catatan untuk kejadian Rismon:
Jadi orang baik di Indonesia itu lelah, banyak risiko, dan penuh ancaman.
Apalagi jika kebaikan itu ternyata cuma usaha menutupi kejahatan memalsukan ijazah Yamaguchi.
-Termul Tak Henti Bikin Fitnah-
Di tengah langkah yang tak pernah berhenti, justru ujian itu datang dari arah yang tak terduga.
Hari ini, Sabtu 28 Maret 2026, hari yang bagi sebagian orang adalah waktu beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau menenangkan diri, saya justru melangkah menuju kewajiban yang harus ditunaikan. WAJIB LAPOR.
Kesibukan menyelesaikan akhir studi Doktoralku 7 hari dalam seminggu, membuat saya hanya mampu menjalani Wajib Lapor di hari Sabtu, mengiris waktu istirahat yang tak banyak.
Hari ini, di Area POLDA Metro Jaya yang sunyi, yang hening, dengan kesadaran penuh bahwa jalan perjuangan memang tidak pernah menawarkan kemudahan.
Namun di saat yang sama, beredar sebuah video berisi fitnah keji dari salah seorang Termul. Fitnah yang muncul setelah fitnah saya mengajukan Restorative Justice, dan fitnah-fitnah sebelumnya.
Kali ini sebetulnya fitnahan sangat kelewatan. Sangat kurang ajar., Karena menyangkut riwayat sakitnya keluargaku, kematian muda saudara-saudaraku, dengan biadab dijadikan bahan fitnahan, penderitaan dijadikan bahan bullyan.
Tetapi saya tersenyum.
Bukan karena meremehkan.
Tetapi karena memahami.
Bahwa setiap perjuangan besar selalu diiringi oleh dua hal: ujian dari Tuhan, dan serangan dari manusia.
Fitnah adalah bahasa mereka yang tidak mampu mengalahkan gagasan.
Serangan personal adalah senjata mereka yang kehabisan argumen.
Serangan pribadi adalah tanda kekalahan setelak-telaknya.
Dan di titik ini, narasi-narasi yang diarahkan kepadaku, termasuk yang dikaitkan dengan polemik seputar ijazah Joko Widodo, justru semakin menunjukkan satu hal:
Ketika substansi tak lagi mampu dijawab, maka yang diserang adalah pribadi.
Bagi saya, ini bukan sekadar serangan biasa. Ini adalah indikasi bahwa ruang dialog yang sehat mulai ditinggalkan, digantikan oleh upaya membangun persepsi melalui fitnah dan framing.
Saya tidak sedang berperang melawan individu.
Saya sedang berjalan membawa amanah yang jauh lebih besar, amanah untuk menyadarkan, melindungi, dan menyiapkan umat menghadapi zaman yang tidak biasa.
Hari ini saya tetap hadir.
Tetap menjalani proses.
Tetap tunduk pada hukum.
Tetap tenang.
Karena saya tahu,
kebenaran tidak butuh teriak untuk menang.
Ia hanya butuh waktu.
Dan waktu, selalu berpihak pada mereka yang sabar, jujur, dan istiqamah.
Biarlah mereka berbicara dengan narasi yang dibangun dari prasangka.
Saya akan terus melangkah dengan narasi yang dibangun dari ilmu, data, dan tanggung jawab.
Sabtu ini bukan hari libur bagiku.
Ini adalah pengingat:
Bahwa jalan ini bukan jalan nyaman,
tetapi jalan yang harus ditempuh oleh mereka yang memilih untuk tidak diam.
Dan saya memilih untuk terus berjalan.
Setelah Mahasiswa, Masyarakat Sipil, Dosen, Guru, PDI Perjuangan sekarang JK dan para Ekonom meminta agar ada relokasi Anggaran salah satu nya adalah dengan mengevaluasi MBG !!
Jika anda setuju Evaluasi MBG mari bantu share video ini.
Kmaren terima kabar resmi Pak @NataliusPigai2 membatalkan kehadiran di @KompasTV. Apa alasan? Versinya banyak yg nyampe ke saya. Hy mau bilang, sbg pejabat publik hrs jaga mulut. Anda bukan kitab suci yg pasti benar dan butuh tafsir untuk dimengerti. Case closed! Thanks. Tabik