Abyssal Litigator

4.3K posts

Abyssal Litigator banner
Abyssal Litigator

Abyssal Litigator

@BelialSyntax

Anti-Myth Revelation Industrial Complex | Desert Narrative Demolition | Sanctified Fiction Exposer | Deprogramming the Sacred | Divine Delusion Mortician

Mars Katılım Mayıs 2025
465 Takip Edilen494 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
Gue gak butuh bantuan tuhan versi kalian Gue pernah ada di posisi kalian mengkonsumsi dongeng yang sama, takut sama 'ancaman' yang sama. Tapi bedanya, gue memilih untuk UPGRADE AKAL. ​Gue milih jadi 'Kafir yang Bangga' karena sekarang gue punya otoritas penuh atas logika gue sendiri. Gue nggak perlu nunggu 'ayat' buat tahu mana yang bener, gue punya DATA, FORENSIK, dan SEJARAH. ​Kalau Islam sampai ke zaman sekarang, itu bukan 'Kuasa Tuhan', itu cuma hasil dari sistem yang melarang orang buat berpikir kritis selama 1.400 tahun. Begitu akal dicolok ke internet dan sains, sistem kalian langsung Error 404. ​Stay in your cage, I'll enjoy the view from the high ground
pick🍉@picollloo

@BelialSyntax @papadesucree Musuh kebenaran itu akan selalu ada bro Tuhan ga akan membantu kek lu minta tolong sama orang Tuhan kok disuruh 🤣 Jadi cara memerangi mereka itu bukan seperti itu tuhan kasih cara lewat ayatNya dan kalo emang bukan kuasaNya islam mungkin tidak sampe ke zaman sekarang

Indonesia
219
43
234
185.2K
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
Ya, bukan dlm arti akademis ketat, betul persis spt hadist. Transmisi lisan tingkat akurasi sangat diragukan. Check aja uji Ilmu psikologi & studi memori: Ebinghause Curving Bartlett: War of the Ghost Chinese Whisper - telephone games Sisa berapa akurasi kisahnya. Apalagi di tengah perang Jammal, Shiffin, Hadrah Madinah memori kolektif bakal switch ke survival mode, makanya Utsman panik banyak Huffaz💀. Kalo memang memori ingatan Arab sekelas mutant, kenapa usai perang Talas lawan China mereka beralih ke kertas bukan hafalan lagi? 🤣
Indonesia
1
0
1
17
Ustadz Asbabul Kopi
Ustadz Asbabul Kopi@AsbabulKopi·
@BelialSyntax Memang bukan kitab sejarah dalam arti secara akademis ya, tapi posisinya sama seperti Hadits buat saya..
Indonesia
1
0
1
11
Ustadz Asbabul Kopi
Ustadz Asbabul Kopi@AsbabulKopi·
Kisah Raden Patah ini harusnya membuat kita sadar, bahwa Islam melalui hasutan para wali bisa membuat anak membunuh bapaknya..
Indonesia
39
57
223
15.6K
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
@sakkusaitna Ooo jadi entitas maha sempurna merangkap jabatan jadi tukang ledeng, sip di catat om
Indonesia
1
1
1
22
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
@AsbabulKopi Aku juga gak belajar cuma tau dikit aja Dharmogandul, Centhini, apalagi ya itu bukan sejarah tp stadz lebih ke sastra alegoris + propaganda budaya zamannya.
Indonesia
1
0
0
11
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
@BreeSolstad Please tell him we have more serious problems than pagan syncretism
Abyssal Litigator@BelialSyntax

To His Holiness @Pontifex Pope Leo XIV, @VaticanNews Your Holiness the Holy Father, Facts on the Ground vs. Assumptions of 1965 Nostra Aetate No. 3 states: "The Church regards with respect Muslims who worship the One God..." But in 2026, the facts say: • Q 3:85: "Religions other than Islam are rejected" = Islam officially rejects us. • Muslim 153: Jews and Christians who do not believe in Muhammad = inhabitants of Hell = We are officially considered infidels destined for Hell. • Barcelona May 2026: Your citizen was stabbed 30 times while chanting takbir in broad daylight. • 2026: ISIS publishes posters threatening to kill you and bombing the FIFA World Cup in Spain. My question: How can "mutual respect" work if one party's doctrine obliges the other to hell, and their practice sends them to the grave? Fatal Theological Asymmetry The Church teaches: "Love your enemies" (Matthew 5:44). Their doctrine teaches: Q 9:29 "Fight the People of the Book," Q 9:111 "Kill or be killed." Nostra Aetate No. 3 assumes a symmetry of good intentions. The reality is: We open the door to dialogue, they open Q 9:5 to kill us. This is not dialogue. This is a unilateral ceasefire. The Cost of "At All Costs" Already Paid 1. Charlie Hebdo – 12 lives. 2. Father Jacques Hamel – slashed during mass in 2016. 3. Nice, Vienna, Brussels, Manchester – Hundreds of lives. 4. Barcelona May 2026 – Asian girl stabbed 30 times. 5. 2026 – Your own life threatened by ISIS. "At all costs" has already happened. The victims paid with blood. The Church paid with credibility. Revision Demands: From Naive to Realistic We ask Your Holiness to revise Nostra Aetate No. 3 with three points: 1. Acknowledge the Exclusivist Doctrine: Officially acknowledge that Q 3:85 + narrated by Muslim 153 = total rejection of the salvation of non-Muslims. Stop saying "worship the same God" if their God sends us to hell. 2. Conditional Dialogue: Dialogue will only occur if all the violent verses of Q 9:5, Q 9:29, Q 8:12, Q 9:111 are declared invalid by global Islamic authorities. Without that, "dialogue" = taqiyya. 3. Prioritize Lives: Declare that protecting the people from teachings that justify their blood is more important than the politics of cosmetic harmony. If the Vatican maintains Nostra Aetate 1965 without revision, it shares moral responsibility for future victims. Because "respecting" a doctrine that justifies killing us is civilizational suicide. Asymmetry of reciprocity: In Muslim-majority countries, Christians are often restricted/persecuted (Open Doors/KWI data), while the Vatican opens its doors wide. Remember Pope Pius II, St. John of Damascus, and the pre-1965 Church tradition, which was more realistic about Islamic expansion. Sincerely, Survivors & Potential Victims - Q9:111 hstoday.us/subject-matterabc7chicago.com/post/pope-leo-news.com.au/sport/footballhstoday.us/subject-matter

English
0
0
0
21
Bree Solstad
Bree Solstad@BreeSolstad·
Incredible new interview with the holy Cardinal Sarah. His dire warning: “Paganism has entered the Church.” His message of hope: “Christ will not abandon his Church. He will remain until the end of the world.” His message to us: “We must convert ourselves to Christ; it is not that Christ must convert Himself to us, to our ideas, to our paradigm shift.” I admire this man so much.
Bree Solstad tweet media
English
43
314
1.5K
16.4K
freethinker.id🇮🇩
SERI LAWAK RELIGI Kekuatan Doa 'Bullshit' Pasca Teroris Hamas menyerang Israel 7 Oktober 2023, Israel menyerbu Gaza. Belum sebulan perang, Teroris Hamas mulai keok. Pada 5 November 2023, orang beriman berdoa ke @allah estewe sebagai senjata andalan, sialnya ia tuhan fiktif🤣
freethinker.id🇮🇩 tweet mediafreethinker.id🇮🇩 tweet media
Indonesia
4
11
27
947
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
Mereka ngiranya Vatikan itu brankas illuminati g isinya disembunyiin. Padahal aslinya kebalikannya - Vatikan itu salah satu lembaga paling masokis dalam soal arsip, skandalnya sendiri dipajang 1. John XII (955-964) - Paus umur 18 tahun, arsipnya sendiri yg nulis dia ubah Lateran jadi rumah bordil. Dokumennya ada di Liber Pontificalis yg ada di DVL. Gereja gak hapus. 2. Rodrigo Borgia / Alexander VI (1492-1503) - Bapaknya Cesare & Lucrezia Borgia, beli tahta Paus pake suap, pesta seks. Catatan pembayaran suapnya, surat-surat utangnya, semua ada di Archivum Apostolicum. Bahkan musuh bebuyutannya yg nulis, salah satunya Johann Burchard (Master of Ceremonies), diary-nya disimpan rapi. 3. Cadaver Synod 897 - Paus Stephen VI gali kuburan pendahulunya Paus Formosus, didudukin di tahta, diadilin mayatnya, dipotong 3 jarinya, mayat di buang ke Tiber. Berita acaranya? Masih ada. Kalo Gereja mau nutupin aib, harusnya 3 dokumen itu yg pertama dibakar. Nyatanya malah didigitalisasi. Online: digi.vatlib.it - gratis, open. Lu mau cari skandal, ketik aja "Borgia" atau "Cadaver" - nongol manuskrip aslinya. • Offline: Archivio Apostolico Vaticano di dalam tembok. Gratis tapi slotnya memang cuma ∼60-70 scholar per hari. Harus daftar 2-3 bulan sebelumnya. Syarat: Surat pengantar kampus / lembaga riset + ID. Rebutan slotnya sama scholar dari Pontifical Gregorian University (The Greg) sama Ecole française de Rome - mereka langganan tetap di sana. Aturan di dalam: Gak boleh pulpen, cuma pensil. Gak boleh foto pakai flash, gak boleh pakai tinta apapun - ini aturan konservasi Ini yang bikin argumen "Gereja sembunyiin bukti Galileo" itu konyol. Lembaga yg bahkan kwitansi suap Borgia dan berita acara pengadilan mayat aja disimpan dan dipublish, ngapain nutupin surat Galileo yg isinya cuma debat astronomi? Justru karena semua dibuka, kita jadi tau Galileo itu gak di-excommunicate, tetap digaji, dan masalahnya itu politik internal + dia ngatain Paus Simplicio (Si Dungu). Gereja yg berani buka arsip 85km termasuk aibnya sendiri, jauh lebih kredibel daripada yg cuma baca thread medsos tanpa pernah buka sumber primer, merasa udah jadi "pakar sejarah" hanya karena baca utasan sepotong di media sosial dan gak pernah tahu rasanya ajukan surat pengantar kampus demi baca manuskrip kuno.
Abyssal Litigator tweet mediaAbyssal Litigator tweet media
Donate 🦆@DonatEntog

Selamat membaca ulang 85 km rak bukunya ya, saya mau lanjut dengerin musik dulu! 🎧 Bye.. 😎

Indonesia
3
19
72
4.1K
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
@DonatEntog Siapa yg belain? Itu ±85km arsip sejarah, dokumen yg memalukan, skandal Gereja semua ada disana gue cuma baca berikan jawaban ke lo
Indonesia
0
0
0
48
Donate 🦆
Donate 🦆@DonatEntog·
@BelialSyntax Udah ah Om, makin lo bela pakai kertas kuno, makin kelihatan kalau modul Critical Thinking lo emang cuma jalan di dalam aplikasi VM (Virtual Machine) buatan Vatikan. Gak punya akses Root mandiri di bumi nyata.
Indonesia
1
0
0
61
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
@DonatEntog Lha kan gue udah jawab bener sempet dilarang disini x.com/i/status/20783…
Abyssal Litigator@BelialSyntax

Bukan dogma infalibel Paus (ex cathedra) tp keputusan Kongregasi Indeks + penilaian teolog Inkuisisi. Galileo blm divonis pada 1616. Dia hanya diperingatkan secara pribadi oleh Kardinal Bellarmine (26 Feb 1616) untuk tidak mengajar/ bela heliosentrisme. Bellarmine bahkan secara eksplisit tulis surat kepada Paolo Antonio Foscarini (pendukung heliosentrisme) jika ada bukti fisik konklusif bahwa matahari adalah pusat, maka Gereja harus berhati-hati dalam menafsirkan Alkitab dan lebih baik mengakui bahwa kita tidak paham, daripada menyatakan teori itu salah Vonis Galileo baru 1633 (setelah dia terbitkan Dialogo). Gereja “update” posisinya secara bertahap (buku Copernicus boleh beredar lagi dengan koreksi 1620 dan akhirnya diakui sepenuhnya abad ke-19/20 — Yohanes Paulus II 1992). Dokumen resmi 1616 labeli sesat” - benar, ada dekret itu. Tapi konteksnya lebih kompleks: ini campur aduk antara hermeneutika Alkitab, politik (Reformasi) + metode ilmiah saat itu (bukti empiris Galileo masih belum mutlak bagi banyak orang, termasuk beberapa ilmuwan). Bukan “anti-sains total”. Galileo maksa mau ubah tafsir Alkitab secara instan tanpa bukti mutlak di tengah badai Reformasi Protestan (di mana Protestan menuduh Katolik tidak setia pada teks Alkitab), Roma ambil tindakan preventif-politik untuk menyensor teorinya sebagai hipotesis yg belum terbukti, bukan sebagai kebenaran mutlak. 1741, Benediktus XIV beri imprimatur (izin cetak) seluruh karya Galileo. Tahun 1758, larangan umum terhadap buku-buku heliosentrisme dihapus dari Index of Forbidden Books. Tahun 1822, Kongregasi Inkuisisi secara resmi mengizinkan pencetakan buku heliosentris di Roma.

Indonesia
0
0
0
13
Donate 🦆
Donate 🦆@DonatEntog·
@BelialSyntax *Gini deh Om Polisi Neraka.. Lo mau bawa dokumen primer sepanjang apa pun dari server internal lo, tetep gak mengubah fakta kalau buku heliosentrisme itu sempat masuk Index Librorum Prohibitorum (Buku Terlarang) oleh institusi lo om
Indonesia
2
0
1
118
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
@DonatEntog Lha kalo gue ga buka arsip sejarah Gereja mana aku bisa jawab soal Galileo bro? Ngarang bebas? Wkwkwkwk
Indonesia
0
0
0
10
Donate 🦆
Donate 🦆@DonatEntog·
@BelialSyntax Waduh makin panjang nih patch semenjananya, Om.. Sampai pamer panjang rak arsip 85 km segala 😅
Indonesia
2
0
1
133
seger
seger@seger0010347958·
@sakkusaitna @BelialSyntax Ditilik dari sisi geografis dan sejarah kota atau negara Israel dari berabad abad sebelum Yesus hingga abad ke 20 , adalah FIKTIF belaka
Indonesia
2
0
0
19
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
Lah iya, kami punya Arsip Apostolik Vatikan ±85km rak. Sebagian besar sudah digitalisasi di DigiVatLib (digi.vatlib.it). Kalo gak baca arsip sejarah Gereja, gimana bisa jawab pertanyaan lu soal Galileo? Masa mau baca arsip kliping koran pinggir jalan? Semua bisa akses, mau Atheis, Agnostik, sampai Khairul Ummah pun silakan cek sendiri, gratis. Kayak di screenshot ini, lu ketik aja "Galileo" atau "Bellarmine" - surat aslinya nongol. Justru karena gue baca dokumen primernya, gue tau Galileo itu TIDAK PERNAH di-excommunicate. Mana bull excommunication-nya? Gak ada. Yg ada surat Bellarmine 1615: kasih bukti ilmiah yg kuat dulu, baru ngomongin tafsir ulang Alkitab. Itu prosedur ilmiah, bukan anti-sains.
Abyssal Litigator tweet mediaAbyssal Litigator tweet media
Indonesia
2
0
2
384
Donate 🦆
Donate 🦆@DonatEntog·
@BelialSyntax Wokay @BelialSyntax . Aku tau debat begini sarapan mu sehari hari, dan jujur Aku sendiri mengakui dirimu sudah memposisikan diri sebagai Polisi Neraka,dan atas nama "aku" Aku pun terlalu berbahaya untuk menelanjangi dirimu bulat² Makasih udah ngizinin aku buka BH mu dikit 😂
Indonesia
1
0
1
56
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
Makanya balik ke tadi agama yg mana dulu yg harus tunduk tanpa pake otak wkwkwk, Otoritas tertinggi melenceng ttp harus di surgical strike keras, terbuka tanpa takut dihukum mati/ dikucilkan total, ini udah tradisi lama termasuk para saints yg ngeyel. Gue pegang dokumen St. Augustine + St. John of Damascus untuk audit kebijakan Paus gue sendiri. Ketika Vatikan pilih kompromi diplomasi dibanding kebenaran, akal gue tetap tegak lurus mengkritik mereka. Ini bedanya sistem iman yang rasional dengan fanatisme dogma partai ala Soviet bro
Abyssal Litigator@BelialSyntax

“Augustine’s Errors—The Perfected Accusation”—“Theological Betrayal” Pope Leo XIV (Robert Prévost) stands as the first pope formed by the intellectual lineage of Saint Augustine of Hippo—a theologian who exposed moral laziness with ruthless clarity: truth is non-negotiable, and peace built on illusion is not peace but surrender. However, what we witness is not Augustine’s intransigence, but the fumes of diplomacy. When confronted with an ideology that Saint John of Damascus—writing from within his realm—unequivocally identified as a theological aberration with eschatological dangers, this papacy offers not clarity, but anesthesia: “dialogue,” “appreciation,” and deliberate blindness. This is not doctrinal development. This is doctrinal evasion disguised as benevolence. While Christians are erased, displaced, or structurally stifled—from Iran to Nigeria to the quiet legal strangulation of Indonesia—the Vatican's voice fades into diplomatic cliché. The result is not peace. It is asymmetrical moral disarmament. Nostra Aetate §3 is treated not as a contextual document shaped by Cold War anxieties, but as untouchable scripture—despite its glaring tensions with the previous theological judgments of the Doctors of the Church canonized as guardians of truth. You cannot canonize Saint Augustine of Hippo and Saint John of Damascus and pretend they are in tune with modern ambiguity. They are not. One demands clarity at all costs; the other identified the price of silence centuries ago. An Augustinian pope who refuses to address contradictions is not practicing love—he is curating an image. Truth does not require permission to exist. Love does not require the burying of reality. If the Vatican no longer has the will to distinguish between theological contradictions and diplomatic interests, then the question is no longer about interreligious relations. The question is whether the Church still believes in its own intellectual tradition, or has it chosen diplomatic survival over the truth that Augustine himself called lux veritatis, the uncompromising truth?

Indonesia
1
0
1
167
Donate 🦆
Donate 🦆@DonatEntog·
@BelialSyntax itu namanya bukan akal yang merdeka dengan jangkar, Om. Itu namanya sistem Virtual Machine (VM) yang dikontrol dari jarak jauh. Keren sih pelindungnya, tapi tetep aja Om gak punya hak akses Root atas pikiran lo sendiri. Hehehe, mangga disesap dulu kopinya ☕"*
Indonesia
1
0
1
142
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
Lemaître (pastor & fisikawan) justru lihat Big Bang sebagai bukti awal ciptaan yg selaras dgn Kitab Kejadian (bukan bertentangan). Dia sendiri bilang teori itu ilmiah murni, tapi implikasi filosofisnya mendukung "permulaan" yg diakui teologi. Mendel (Augustinian) liat hukum pewarisan sebagai keteraturan ciptaan Tuhan. Biara-nya kasih ruang & waktu buat eksperimen kacang polong-nya. Biara St. Thomas di Brnö (tempat Mendel tinggal) adalah pusat intelektual di zamannya. Sang Abbas (kepala biara) Cyril Napp justru sgt dukung sains, biayai kebun eksperimen Mendel + menyediakan fasilitas riset. Banyak ilmuwan Katolik (atau berlatar agama) maju karena worldview mereka anggap alam rasional & bisa dipahami (karena diciptakan oleh Tuhan yg rasional - warisan skolastik Aquinas). Benar di abad pertengahan-awal modern: Gereja memang bangun & jalankan sebagian besar universitas Eropa (Bologna 1088, Oxford, Cambridge, Sorbonne, dll.). Karena negara sekuler belum ada infrastrukturnya. Tapi ini bukan bugm justru fitur: Gereja-lah yg ciptakan sistem universitas modern (dgn fakultas, gelar, otonomi akademik). Tanpa itu, Renaisans & Scientific Revolution mungkin terlambat ratusan tahun. Banyak ilmuwan non-Katolik juga belajar di institusi yang didirikan Gereja. Mereka maju karena data alam betul. Tapi worldview Katolik (alam rasional karena diciptakan Tuhan yg rasional) justru kasih fondasi filosofis buat metode empiris itu. Tanpa universitas-universitas Gereja, mungkin gak ada lab buat Mendel & Lemaître. Monopoli pendidikan? Ya, krn Gereja yg bangun sistemnya dari 0. Sekarang? Sains maju justru karena warisan itu, bukan meski ada Gereja. Gereja pisah metode sains & teologi sejak lama (Aquinas), tapi nggak pisah total karena kebenaran satu. Kalo pisah total, malah sering lahir scientism yang bikin sains jadi ideologi
Indonesia
0
0
0
21
Donate 🦆
Donate 🦆@DonatEntog·
@BelialSyntax Mereka maju karena melihat data alam loh om, bukan karena membaca manual book teologi. Pada zaman itu, institusi agama memonopoli pendidikan, jadi ya wajar semua orang pinter ngumpul di sana karena gak ada pilihan lapak lain.
Indonesia
2
0
0
141
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
Bukan dogma infalibel Paus (ex cathedra) tp keputusan Kongregasi Indeks + penilaian teolog Inkuisisi. Galileo blm divonis pada 1616. Dia hanya diperingatkan secara pribadi oleh Kardinal Bellarmine (26 Feb 1616) untuk tidak mengajar/ bela heliosentrisme. Bellarmine bahkan secara eksplisit tulis surat kepada Paolo Antonio Foscarini (pendukung heliosentrisme) jika ada bukti fisik konklusif bahwa matahari adalah pusat, maka Gereja harus berhati-hati dalam menafsirkan Alkitab dan lebih baik mengakui bahwa kita tidak paham, daripada menyatakan teori itu salah Vonis Galileo baru 1633 (setelah dia terbitkan Dialogo). Gereja “update” posisinya secara bertahap (buku Copernicus boleh beredar lagi dengan koreksi 1620 dan akhirnya diakui sepenuhnya abad ke-19/20 — Yohanes Paulus II 1992). Dokumen resmi 1616 labeli sesat” - benar, ada dekret itu. Tapi konteksnya lebih kompleks: ini campur aduk antara hermeneutika Alkitab, politik (Reformasi) + metode ilmiah saat itu (bukti empiris Galileo masih belum mutlak bagi banyak orang, termasuk beberapa ilmuwan). Bukan “anti-sains total”. Galileo maksa mau ubah tafsir Alkitab secara instan tanpa bukti mutlak di tengah badai Reformasi Protestan (di mana Protestan menuduh Katolik tidak setia pada teks Alkitab), Roma ambil tindakan preventif-politik untuk menyensor teorinya sebagai hipotesis yg belum terbukti, bukan sebagai kebenaran mutlak. 1741, Benediktus XIV beri imprimatur (izin cetak) seluruh karya Galileo. Tahun 1758, larangan umum terhadap buku-buku heliosentrisme dihapus dari Index of Forbidden Books. Tahun 1822, Kongregasi Inkuisisi secara resmi mengizinkan pencetakan buku heliosentris di Roma.
Indonesia
1
0
1
79
Donate 🦆
Donate 🦆@DonatEntog·
@BelialSyntax Om Bilang itu cuma masalah politik n cara bicara itu cuma cara halus buat melegalkan sensor sains. *Faktanya, dokumen resmi Roma tahun 1616 jelas² melabeli heliosentrisme sbagai 'sesat'. Butuh waktu 350 tahun bgi sebuah OS cma buat update pengakuan klo bumi mengitari matahari?
Indonesia
2
0
0
142
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
@DonatEntog Itu bukan pembelaan, itu dari dokumen Gereja yg gue baca x.com/i/status/20757…
Abyssal Litigator@BelialSyntax

@dedifir30803641 Gue gak main di “lingkaran setan epistemik”: “Kebenaran Islam dibuktikan dengan iman, dan iman dibuktikan dengan Islam” “Debat” diubah jadi “Tes Kesurupan”. Siapa “merinding” duluan = “menang”. Itu bukan “teologi”. Itu “stand-up comedy”. Gak laku di pasar bebas kebenaran

Indonesia
0
0
1
294
Donate 🦆
Donate 🦆@DonatEntog·
@BelialSyntax *"Analisis patch yang luar biasa, Om! Rapi banget pembelaannya. Tapi setelah saya scanning ulang, source code-nya tetap menyisakan rootkit yang kontradiktif, kasih saya jeda buat ngetik poin² nya Om 1. Soal Galileo
Indonesia
2
0
1
149
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
@Sachinettiyil Surely those scoffers don't know about the Eucharist
Abyssal Litigator@BelialSyntax

🧵 Butuh 12 Tahun” = VATIKAN GAK GAMPANG CAP “MIRACLE” • 15 Nov 2013: Wajah muncul di Hosti. • 2013-2020: 7 tahun investigasi Keuskupan Tellicherry: teolog, ilmuwan, lab forensik. Cek jamur, cat, rekayasa. Hasil: Nihil. Muncul dari dalam. • 2020-2025: 5 tahun lagi naik ke Roma. Diperiksa Promotor Fidei “Devil’s Advocate” + Prelatus Teolog Vatikan. Tugas mereka = JEGAL mukjizat palsu. • 9 Jan 2020: Uskup umumkan. 2025: Vatikan final verifikasi. Total 12 tahun dibully sama Vatikan sendiri sebelum diakuin. Proses 12 Tahun: Skepstisisme Radikal Institusi Katolik 2013–2024 (Eksperimen Waktu): Selama lebih dari satu dekade, Hostia disimpan dan dibiarkan terpapar udara. Secara biologi normal, roti gandum akan membusuk, berjamur, dan hancur hanya dalam hitungan hari. Tapi Hostia ini tetap utuh tanpa dekomposisi organik. ​Filter Berlapis Vatikan: Kasus ini harus melewati pemeriksaan Promoter Fidei (Promotor Iman -yg secara historis perannya mirip Devil's Advocate, bertugas mencari segala celah kesalahan atau penipuan) hingga Prelate Theologian Vatican di bawah Dikasteri Doktrin Iman (DDF). Mereka tidak memakai perasaan, tapi memakai hukum pembuktian yg kejam. Sains Modern Membedah "Roti" (Januari 2024) ​Ketika DDF memesan investigasi forensik di Christ University, Bangalore, sains sekuler dikerahkan untuk menelanjangi Hostia tersebut. FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy): Tes ini menembakkan sinar inframerah untuk melacak ikatan kimia. Hasilnya? Nol residu zat asing. Tidak ada tinta, tidak ada cat, tidak ada arang, tidak ada pigmen kopi. Pola gelap Wajah Yesus itu secara struktur molekul adalah 100% tepung gandum asli. ​HPLC (High-Performance Liquid Chromatography): Tes molekuler untuk melacak kontaminasi biologi. Hasilnya? Tidak ada jamur, bakteri, atau spora yg secara alami bisa menghitamkan roti. ​Mass Spectrometry: Memeriksa massa molekul paling mikro untuk mendeteksi residu terkecil sekalipun. Hasilnya bersih total dari intervensi tangan manusia. ​Vatikan baru mengeluarkan dekret persetujuan resmi pada Mei 2025 setelah sains menyerah dan menyimpulkan: Secara alami ini mustahil, dan secara artifisial ini tidak dibuat oleh manusia. Source: youtube.com/shorts/KbU74jn… facebook.com/share/r/1NKhh7… saintbonaventure.org/uploads/1/2/4/… Butuh 12 tahun penelitian keras dan persetujuan Promoter Fidei sampe Prelate Theologian Vatican baru diverifikasi sebagai Miracle Seperti kata Francis Bacon (bapak metode ilmiah modern): "Sedikit ilmu pengetahuan akan membawamu menjauh dari Tuhan, tetapi kedalaman ilmu pengetahuan akan membawamu kembali kepada-Nya." Tuhan yang asli tidak butuh dilindungi oleh kebebalan iman butamu. Jika Tuhanmu beneran Mahakuasa, Dia tidak akan pernah takut diuji secara brutal di bawah mikroskop laboratorium oleh manusia yg diciptakan-Nya sendiri. Jika Tuhanmu langsung 'hilang' atau terbukti palsu saat disinar inframerah, berarti yang selama ini kamu sembah di mimpimu bukan Tuhan, tapi cuma ego teologimu yang insecure In Cristo From the Abyss 😇

English
0
0
0
142
Sachin Jose
Sachin Jose@Sachinettiyil·
Christians sing Ave Maria outside a former Catholic church in Sydney that had been converted into a nightclub after a performance inside mocked Christian symbols, including the Eucharist.
English
63
999
8K
128.5K
Abyssal Litigator
Abyssal Litigator@BelialSyntax·
Moral sejati menghargai martabat manusia, bukan merendahkannya. Perbuatan mereka jelas masuk kategori sistem sakit yg pakai moral sebagai kedok Mereka berani bertindak se-binatang itu karena mereka tau korbannya adalah kelompok kelas bawah yg gak punya pengacara elit, bekingan ormas bersenjata + tnp logistik utk melawan di pengadilan. Mereka cuma berani jadi serigala di depan domba yg pincang.
Indonesia
0
0
0
36
heavenly
heavenly@sinheavnly·
Have you lost your humanity? Mengatasnamakan moral untuk membenarkan kekerasan hanya akan membuat nilai moral itu kehilangan maknanya. Tidak ada satu pun keyakinan yang menjadi izin untuk menganiaya orang lain. Jika yang dipilih adalah kekerasan, yang sedang dipertontonkan bukan moralitas, melainkan kebencian.
heavenly tweet media
Indonesia
316
4.7K
12.4K
489.2K