
Sampai sekarang saya masih tercengang, betapa fasihnya, begitu lihai dan santainya dia menyampaikan kebohongan. Mungkin kalau tanya napi di Nusakambangan, Cipinang, atau Sukamiskin, ada ngga dari mereka yang sepandai ini berbohong, rasanya semua napi pun akan geleng-geleng terpukau. Saya bayangkan nanti di depan Tuhan, bagaimana dia akan jelaskan ketika ditanya tentang ESEMKA. Apakah masih sefasih, selihai, dan sesantai ini.










