Caraka Wedhatama

425 posts

Caraka Wedhatama banner
Caraka Wedhatama

Caraka Wedhatama

@CWedhatama

Backend | Tech teacher | EM | One Piece 💚

Katılım Ağustos 2019
164 Takip Edilen15 Takipçiler
Caraka Wedhatama retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
yang minat pindah negara boleh retweet
Indonesia
212
28.7K
26.3K
354.1K
Caraka Wedhatama
Caraka Wedhatama@CWedhatama·
@ritarodeh duh tertarik, tapi kok kalong banget yak jam e 😆 wedi keturon di atas jam 1
Indonesia
0
0
0
489
Riza Rohman
Riza Rohman@ritarodeh·
ini mutualku yang fullstack ada yg mau kerjaan remote US timezone ga? jam kalong. 8 malem-5 pagi komen/dm yaa yang mau *nb: buat mutual aja
Indonesia
56
26
454
32.6K
International Cyber Digest
International Cyber Digest@IntCyberDigest·
‼️🚨 BREAKING: An AI found a Linux kernel zero-day that roots every distribution since 2017. The exploit fits in 732 bytes of Python. Patch your kernel ASAP. The vulnerability is CVE-2026-31431, nicknamed "Copy Fail," disclosed today by Theori. It has been sitting quietly in the Linux kernel for nine years. Most Linux privilege-escalation bugs are picky. They need a precise timing window (a "race"), or specific kernel addresses leaked from somewhere, or careful tuning per distribution. Copy Fail needs none of that. It is a straight-line logic mistake that works on the first try, every time, on every mainstream Linux box. The attacker just needs a normal user account on the machine. From there, the script asks the kernel to do some encryption work, abuses how that work is wired up, and ends up writing 4 bytes into a memory area called the "page cache" (Linux's high-speed copy of files in RAM). Those 4 bytes can be aimed at any program the system trusts, like /usr/bin/su, the shortcut to becoming root. Result: the next time anyone runs that program, it lets the attacker in as root. What should worry most: the corruption never touches the file on disk. It only exists in Linux's in-memory copy of that file. If you imaged the hard drive afterwards, the on-disk file would match the official package hash exactly. Reboot the machine, or just put it under memory pressure (any normal system load that needs the RAM), and the cached copy reloads fresh from disk. Containers do not help either. The page cache is shared across the whole host, so a process inside a container can use this bug to compromise the underlying server and reach into other tenants. The original sin was a 2017 "in-place optimization" in a kernel crypto module called algif_aead. It was meant to make encryption slightly faster. The change broke a critical safety assumption, and nobody noticed for nine years. That bug then rode every kernel update from 2017 to today. This vulnerability affects the following: 🔴 Shared servers (dev boxes, jump hosts, build servers): any user becomes root 🔴 Kubernetes and container clusters: one compromised pod escapes to the host 🔴 CI runners (GitHub Actions, GitLab, Jenkins): a malicious pull request becomes root on the runner 🔴 Cloud platforms running user code (notebooks, agent sandboxes, serverless functions): a tenant becomes host root Timeline: 🔴 March 23, 2026: reported to the Linux kernel security team 🔴 April 1: patch committed to mainline (commit a664bf3d603d) 🔴 April 22: CVE assigned 🔴 April 29: public disclosure Mitigation: update your kernel to a build that includes mainline commit a664bf3d603d. If you cannot patch immediately, turn off the vulnerable module: echo "install algif_aead /bin/false" > /etc/modprobe.d/disable-algif.conf rmmod algif_aead 2>/dev/null || true For environments that run untrusted code (containers, sandboxes, CI runners), block access to the kernel's AF_ALG crypto interface entirely, even after patching. Almost nothing legitimate needs it, and blocking it shuts the door on this whole class of bug...
International Cyber Digest tweet mediaInternational Cyber Digest tweet media
English
232
2.7K
11.7K
2.4M
ApplyAjaDulu
ApplyAjaDulu@Applyajadulu·
Untuk kamu yang lagi berusaha mencari kerja di luar negeri, semoga menemukan akun ini ya. Aku Orang Indonesia yang kerja di Bangkok dari tahun 2021 di BPO Company, dan sekarang kerja di tech travel. Semoga rejekiku menular ke kamu untuk bisa kerja di Asia tenggara dan dapat insight serta lowker valid dari postinganku.
Indonesia
12
24
414
11K
Chris Laub
Chris Laub@ChrisLaubAI·
A Rust dev just killed Headless Chrome. It's called Obscura. The open-source headless browser purpose-built for AI agents and scrapers at scale. Chrome vs Obscura: - Memory: 200MB+ → 30MB - Binary: 300MB+ → 70MB - Page load: 500ms → 85ms - Startup: 2s → Instant - Anti-detect: None → Built-in Single binary. No Node, no Chrome, no dependencies. Stealth mode is brutal: → Per-session fingerprint randomization (GPU, canvas, audio, battery) → 3,520 tracker domains blocked by default → navigator.webdriver masked to match real Chrome → Native function masking so detectors can't sniff it out Drop-in replacement for Puppeteer and Playwright over CDP. Zero code changes. If you run agents or serious scraping at scale, this repo prints money. 100% Opensource.
Chris Laub tweet media
English
161
794
7.8K
628.5K
Caraka Wedhatama
Caraka Wedhatama@CWedhatama·
@ibamarief @prabowo @ririecili salah satu panutan yang memang vokal di bidangnya (tech and people management) waktu ngikutin dokumentasi sidang pun ikut geregetan karna memang oknum2 nya gak bisa buktiin ibam salah karna pernah repost, maaf izin tag mas @pandji , karna cerita mas Ibam ini masih berlanjut 🙏
Indonesia
1
0
2
873
Caraka Wedhatama retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Bismillahirrahmanirrahim. Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya. Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan. Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka. Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
Ibrahim Arief tweet media
Indonesia
229
7.7K
13K
383.5K
Clair 光
Clair 光@lynxluna·
Ngeprompt untuk bikin software itu bikin otak ND ku ini ngegas terus. Biasanya buntu, karena Claude ini bisa unblock banyak hal, jadinya kepala ngegas terus. Itu alasan knp sambil main @SniperElite atau @StreetFighter. Kalo ngoding ga di spacing, anjir palaku rasanya mau meletus. Jadi ya kalo ada yang nonton terus liat aku nge-pause-pause gamenya. Atau lama 'rematch' nya ya itu lagi ngeprompt. wkwkwk.
Indonesia
1
1
14
1.9K
Caraka Wedhatama
Caraka Wedhatama@CWedhatama·
kawal terus!
Ibrahim Arief@ibamarief

Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.

Indonesia
0
0
0
57
RisangP
RisangP@rsngprad·
Kepo deh berapa lama kalian bertahan di kerjaan pertama 6 bulan? 1 tahun? 3 tahun? Dan kenapa cabut? Ada yang masih inget ga?
Indonesia
1.5K
91
1.9K
259.3K
Caraka Wedhatama retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
827
14.1K
20.4K
2.9M
Caraka Wedhatama retweetledi
The Will of Marco (マルコの意志)
One Piece Chapter 1179 will go down in history as the chapter that finally revealed Imu’s face and true character design—after 8 long years since his introduction in Chapter 906. 📖 To all our fellow One Piece nakamas who have sadly passed away without witnessing this historic moment… we honor you, we remember you, and we pray for your souls. 🕊️ We who are still here are truly fortunate—to witness these peak moments, to feel the excitement, and to continue the journey. 🌊 For those of us who are still here, let us engrave these scenes and moments deep into our hearts and minds… because one day, when we meet again beyond this world, it will be our duty to tell them everything—the full story of this masterpiece which is called "One Piece." 🏴‍☠️📜 Stay safe. Stay healthy. Let’s keep sailing together… until the very end of One Piece. 🌅⛵ Onwards to Laugh Tale!!! 👉🌊
The Will of Marco (マルコの意志) tweet media
English
38
795
6.9K
119.2K
Caraka Wedhatama
Caraka Wedhatama@CWedhatama·
the system should be able to provide this. big moves ahead 🤞
Irilrahmanr@catonlythoughts

Pindah ke Australia buat pegang manajemen startup kesehatan bener-bener ngerubah cara pandang gue soal kerja. Di sini, konsep work-life balance itu bukan cuma slogan pajangan, tapi aturan main yang wajib banget. ​Satu hal yang paling bikin gue kaget di awal adalah gimana orang Aussie menghargai batas waktu, 8 jam selesai. Begitu tanki waktu kerja habis, kantor langsung sepi. Awalnya gue yang terbiasa kerja harus overtime ngerasa aneh, tapi lama-lama gue sadar kalau efisiensi mereka justru muncul karena mereka tahu kapan harus berhenti. Ggue nggak bisa lagi pake pola pikir "siapa yang pulang paling malam dia yang paling rajin." Kalau lo masih di depan laptop jam 7 malam, lo malah dianggap nggak bisa ngatur waktu dengan efektif. ​Di startup ini, gue belajar kalau buat ngejual produk kesehatan, tim gue sendiri harus sehat secara mental dan fisik dulu. ​Yang paling kerasa bedanya, di sini nggak ada drama "nggak enak hati" kalau lo mematikan notifikasi kerjaan setelah jam kantor. Bos atau rekan kerja bakal respek sama privasi lo, asalkan pas jam kerja lo bener-bener capable dan kasih impact. ​Adaptasi pas di Australia ini bikin gue sadar kalau kerja keras itu wajib, tapi punya waktu buat lari pagi di pantai atau sekadar santai tanpa mikirin spreadsheet itu yang bikin otak tetap tajam. Bonus foto di perth IYA GUE PAS DI PERTH MENGGEMBUL, SEKARANG UDA FIT GUE TAPI HHHH

English
0
0
0
8
Caraka Wedhatama
Caraka Wedhatama@CWedhatama·
woooh
MickΞy M@mickeymrdt

Gila sih, ini bener-bener plot twist paling insane di industri tech tahun ini. ✨Bayangin, perusahaan sekelas Anthropic yang bangun Claude yang notabene saingan berat OpenAI malah kena blunder yang sifatnya human error banget cuy ckckck Nih, gue ceritain kronologinya biar lo tetep update tapi nggak pusing sama istilah teknisnya: 1. The 4 AM Blunder Jadi jam 4 pagi, tim Anthropic nge-push update buat tool mereka namanya Claude Code. Eh, ada satu file buat debugging (buat nyari error) yang lupa dihapus dan ikut ke-upload. Masalahnya, file itu isinya 512.000 baris kode rahasia mereka. Itu ibarat lo nggak sengaja nge-share resep rahasia Krabby Patty ke grup WhatsApp komplek. 2. Viral dalam Itungan Menit Ada researcher namanya Chaofan Shou nemuin file ini, terus langsung di-post di X (Twitter). Dan Boom! 21 juta orang ngelihat. Sebelum tim Anthropic bangun tidur dan sadar kalau mereka "telanjang" di internet, kode itu udah di-downloaddan di-copy ribuan orang ke mana-mana. 3. The "Genius" Move dari Korea Pas Anthropic mulai panik dan kirim surat ancaman (DMCA takedown) ke mana-mana buat hapus kodenya, muncul seorang developer dari Korea namanya Sigrid Jin. Dia ini user Claude paling loyal sedunia (katanya pake 25 miliar token setahun!). Karena takut kena masalah hukum tapi pengen kodenya tetep ada, dia ngelakuin hal paling mad lad: ✅Dia nulis ulang seluruh kode itu pakai bahasa pemrograman Python dari awal sebelum matahari terbit. ✅Logikanya gini: Kalau lo cuma copy-paste, itu melanggar hak cipta. Tapi kalau lo tulis ulang pakai bahasa lain dengan gaya lo sendiri, itu dihitung karya kreatif baru. Jadi tim legal Anthropic nggak bisa nyentuh dia! 4. Bintang Baru di GitHub Proyek "re-write" dia yang dinamain claw-code langsung meledak. Cuma dalam waktu singkat, dapet puluhan ribu starsdi GitHub (ini kayak dapet jutaan likes tapi buat anak koding). Dia bahkan nulis ulang lagi pake bahasa Rust biar makin kenceng performanya. 5. Permanen dan "Undercover" Fail Sekarang kodenya udah di-upload ke platform decentralized yang nggak bisa dihapus sama siapa pun. Basically, rahasia dapur Anthropic udah jadi milik publik selamanya. Stay Ciakakakaka😁😁

QST
0
0
0
28