Malgath Cargeiros

543 posts

Malgath Cargeiros banner
Malgath Cargeiros

Malgath Cargeiros

@Cargeiros

Berusaha berdamai dengan rasa minder dan pikiran-pikiran buruk. Rumah untuk isi kepala yang berisik.

Katılım Nisan 2026
142 Takip Edilen77 Takipçiler
Malgath Cargeiros retweetledi
A.Ahmad Hasan T.
A.Ahmad Hasan T.@AAHasanTL·
Sila di baca teman teman di X , siapa tau bisa diskusi tipis tipis untuk sepakbola Indonesia. Persepektif ringan dari Sosiologi Olahraga 🙏🏼
A.Ahmad Hasan T. tweet media
Indonesia
1
103
197
5.5K
Malgath Cargeiros retweetledi
Legendario
Legendario@oiradnegel·
Pawai Persib 1990 Kang Ibing nangis terharu 🥲
Legendario tweet media
Indonesia
7
50
231
6.4K
Malgath Cargeiros
Malgath Cargeiros@Cargeiros·
@RestuAwalliddin Sekalian saya juga minta maaf kalau komentar awal saya sempat bikin gaduh atau terkesan kurang pas penyampaiannya. Niat awalnya sebenarnya lebih ke penasaran dan pemikiran pribadi buat diskusi, bukan buat menyerang Persib atau siapa pun 🙏
Indonesia
1
0
0
28
ARES
ARES@RestuAwalliddin·
"Apakah benar Persib bukan bagian dari budaya dan identitas masyarakat Sunda dan cuma sekedar klub bola biasa?" Menurut Koentjaraningrat melalui bukunya dalam Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia yang diwariskan secara sosial dalam kehidupan bermasyarakat dari generasi ke generasi. Definisi ini penting sebagai titik awal, karena dari sinilah kita bisa mulai mempertanyakan "apakah Persib memenuhi syarat itu?" Sebagai klub, Persib yang lahir di tanggal 14 Maret 1933 ini merupakan peleburan dari BIVB (Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond, 1919) yang dibentuk di era kolonial Belanda sebagai salah satu wadah sepakbola Pribumi (bumi putera) di Bandung. Fakta historis ini yang membuat Persib tidak bisa disebut sekadar klub bola biasa dan secara tidak langsung menjadikan Persib menjadi simbol perlawanan dan persatuan melawan penjajah di era itu yang mencerminkan "nilai & kepercayaan" serta "perilaku kolektif" dalam definisi budaya. Suka tidak suka, pada akhirnya dukungan dan rasa yang muncul untuk Persib (lewat Bobotoh) ini sudah menjadi warisan keluarga untuk mayoritas warga Jawa Barat. Dari kakek ke ayah, ayah ke anak, anak ke cucu, rasa yang diturunkan sudah menjadi seperti adat. Dari buku PERSIB: Sepak Bola dan Identitas Sunda menyebut Persib sebagai "episentrum kebudayaan" dan "warisan yang terus beregenerasi". Klaim ini juga bukan klaim yang berlebihan, mengingat betapa dalam Persib tertanam dalam rutinitas sosial mayoritas masyarakat Jawa Barat yang bukan hanya saat pertandingan, tapi dalam bahasan sehari-hari, dalam mural, dalam lagu, bahkan dalam pilihan warna baju. Lalu secara akademik, jurnal karya Tisna Prabasmoro (2020) dan penelitian lain melihat Persib sebagai medium pembentukan identitas kolektif Sunda yang mirip bagaimana Clifford Geertz bicara soal "sistem makna dan simbol" yang hidup dalam masyarakat. Pada akhirnya hal-hal tersebut membuat Persib bukan hanya olahraga, tapi cara mayoritas orang Sunda mengekspresikan diri, melepas penat, dan menjaga harga diri daerah. Dari sini, dengan sejarah yang begitu panjang, rasanya sulit untuk tidak menganggap Persib sudah menjadi bagian dari Budaya mayortias masyarakat Sunda pada umumnya, dan Jawa Barat pada khususnya. Perihal konvoi dan sebagian masyarakat yang kelewat batas dalam melakukannya memang tidak bisa dihindarkan. Pun untuk hal-hal yang amat merugikan dan menuju anarkis, amat sangat tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Makannya, saya bilang di awal kalo hal-hal kaya gini tuh sudah masuk ranahnya pihak keamanan. Karena penertiban dan pencegahan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, yang memang tugasnya menjamin agar ekspresi kolektif seperti ini tidak melebar ke arah yang merugikan. Dan jangan dilupakan kalau ada bagian yang sering luput dari diskusi perihal konteks ini. Di mana banyak dari mereka yang turun ke jalan adalah bagian dari kelompok rentan. Orang-orang yang tidak punya banyak pilihan hiburan yang terjangkau yang menjadikan Persib jadi salah satu dari sedikit hal yang mereka punya. Dan itu bukan sesuatu yang seharusnya dikriminalisasi begitu saja. Terlalu banyak variabel di sini untuk bisa disederhanakan dalam satu narasi yang sejalan. Yang bisa kita sepakati pada akhirnya adalah... "Persib bukan sekadar klub bola. Ia adalah bagian dari cara masyarakat Sunda mengenali dirinya sendiri." - Sumber: 1. Koentjaraningrat. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia, 1974. 2. Dadan Kurniawan. PERSIB: Sepak Bola dan Identitas Sunda. Afdan Rojabi Publisher 3. Tisna Prabasmoro & Randy Ridwansyah. "Fan Culture and Masculinity: Identity Construction of Persib Supporters." Gender Studies, 18(1), 2019 4. Tisna Prabasmoro et al. "Baster dan Identitas Penutur." Metalingua, Vol. 18 No. 1, 2020 5. Clifford Geertz. The Interpretation of Cultures. Basic Books, 1973.
ARES tweet media
Malgath Cargeiros@Cargeiros

@RestuAwalliddin Persib lain budaya wkwkw 🤣 persib sekedar klub sepak bola tapi udah melekat bagi orang Jawa Barat, karena di Jawa Barat tidak ada persaingan, ada Persaingan Persikabo, ya sekaran degradasi

Indonesia
21
243
659
51.1K
Malgath Cargeiros
Malgath Cargeiros@Cargeiros·
@cikalimpian @RestuAwalliddin Hmm iya juga 😁 mungkin memang orang-orang lebih condong mendukung Persib karena history nya sudah besar, prestasinya ada, dan keterikatannya juga sudah kuat dari dulu. Jadi saya makin paham kenapa bisa sedominan itu di Jabar 🙏
Indonesia
1
0
0
30
Qie We
Qie We@cikalimpian·
@Cargeiros @RestuAwalliddin Persikabo mah kejauhan, apalagi secara prestasi gak ada. Di era BANDUNG RAYA lagi bagus2nya juga, tetep suporter dominan PERSIB. Makanya tim tersebut akhirnya bangkrut.
Indonesia
2
0
2
50
ARES
ARES@RestuAwalliddin·
Kenapa Pesib tidak pernah dipermasalahkan? Karena Persib sudah jadi bagian dari budaya dan perkembangan kota serta mayoritas masyarakatnya. Naik turunnya, baik buruknya, dan semua hal yang menyertainya akan selalu jadi bahasan dan bagian dari mayoritas rakyat Jawa Barat pada umumnya, serta Bandung khususnya. Saya rasa kalo membandingkan 2 hal ini tidak apple-to-apple. Keduanya bukan sebuah hal yang sepadan dan bisa dibandingkan begitu saja. Terus apakah orang bandung gak pusing kalo konvoi persib ini bikin macet dan sampe nutup jalan ber jam-jam? Saya yakin pasti ada yang ngerasa pusing dan bahkan capek kok. Wajar dan normal. Tapi, balik lagi ke point awal. Persib ini sudah jadi bagian dari budaya mayoritas masyarakatnya. Jadi hal seperti ini adalah sesuatu yang pada akhirnya jbisa dipahami dan diterima oleh mayoritas masyarakat karena kedekatan emosional-nya tadi. Yang pada akhirnya, mayortias masyrakat menjadikan Persib dan Konvoi-nya ini sebagai hiburan sekejap untuk melepas keruwetan yang dialami tiap harinya. Dan tentu saja, perihal konvoi ini adalah sesuatu yang gak akan bisa untuk dihindari. Jeung banguna mun presiden arek liwat ge, nu aya presiden-na nu nungguan 😂 Sedikit contoh 2014 pas konvoi Persib Juara, Almh nenek saya yang waktu itu umurnya 80-an juga milu surak euy Persib Juara-mah. Tante saya juga ikut neriiakin nama Ferdinand Sinaga pas bus konvoinya lewat. Kedekatan emosional ini yang saya rasa memvalidasi euphoria mayoritas masyarakat soal Persib. Sedangkan event lari ini sifatnya komersil dan hanya menyentuh beberapa kalangan tertentu saja. Ditambah lagi, pihak EO tidak berkaca pada event-event lari yang pernah diadakan sebelumnya. Mereka kembali gagal buat paham kondisi masyarakat-nya seperti apa. Gausah jauh-jauh ke event lari deh, tuh... kirab budaya-nya KDM juga banyak yang ngeluh gegara jalan-nya ditutup 😂 tapi kalo hubungannya sama Persib ya lain cerita. Mayoritas masyarakat dari berbagai kalangan ya ikut terjun beruphoria. Balik lagi soal lari, untuk Rute-nya juga dari yang saya liat nutup akses ke pasar Ciroyom, pasar Andir yang mana jadi tujuan banyak pedagang. (nuhun rudet) 😅😂 You bayangin, ini kota tiap harinya itu traffic udah ruwet. Pas weekend apalagi. Jalur-jalur yang "utama" juga banyak yang 1 arah. Jadi kalo misal 1 jalur ditutup ya harus muter lewat jalur lain yang searah juga, dan bahkan kadang jalurnya lebih kecil dari yang seharusnya. Nah you bayangin dah itu kendaraan numpuknya kek mana. Ini juga belom ngomongin soal penerangan jalan yang... POOOEEEEKKK ANYEEENNGG!! Untuk sebuah ibukota provinsi, ini kota tuh sekarang Banyak Kurengnya. Padahal Gubernur-nya juga ngantor sering di situ. Bandung sekarang tuh semacet itu. Macet banget. Kemacetan Bandung tuh udah jadi salah satu yang terparah dan bahkan ngimbangin Jakarta. Ditambah kurangnya Transum yang bisa setidaknya mengurai masalah tersebut, bikin kondisinya makin gak kekontrol. Perdebatan soal event lari ini dan perbandingannya dengan Konvoi Persib saya rasa akan jadi diskursus yang gak habis-habis selama tidak ada keseriusan dan evaluasi menyeluruh dari pihak EO sebagai penyelenggara, dan pemkot sebagai Pemberi Izin. Gini, dari 2 hal tadi. Saya tidak membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain. Karena pada akhirnya, semua kembali lagi ke bagaimana Pemda dan pihak keamanan bisa memitigasi dan meminimalisir keluhan yang ada. Pertama, event lari ini akan minim "gesekan" kalo pihak penyelenggara mau evaluasi dan memikirkan rekayasa pengalihan jalur yang sekiranya digunakan oleh event tersebut. Jadi sinergitas antara EO dan Pemda ini sebenernya jadi kunci untuk sebuat event Sport Tourism bisa berjalan dengan baik. Untuk kota sekaliber Bandung, sangat disayangkan kalo pada akhirnya terlewatkan untuk event-event besar yang bisa menguntungkan bagi kota dan masayarakatnya. Kedua, pihak pemda serta keamanan juga harus lebih paham dengan kondisi yang terjadi di daerahnya. Kayanya kalo 2 institusi tersebut bener kerjanya, masyarakat-pun gak akan jadi "Tegang" sebegitunya. And again... semuanya kembali pada satu kalimat "Everything is political" Sangat disayangkan event yang seharusnya menguntungkan bagi sebuah kota malah kembali jadi ajang konflik bagi Pelari dan Masyarakat-nya.
ARES tweet mediaARES tweet media
Pocong@pocongmainx

Menjadi perdebatan pada setiap pelaksanaan kegiatan Fun Run ataupun lari Marathon yang diselenggarakan di kota bandung. Pada setiap pelaksanaan selalu ada kejadian warga atau pengendara menerobos dan memaksa membuka blokade dari panitia. Alasannya selalu sama, karena menggangku kegiatan serta rutinitas warga bandung sepert berangkat kerja, jalur order transportasi online dan kegiatan warga lainnya sehingga selalu terjadi gesekan antara pelari dan warga. Namun banyak juga yang mempertanyakan kenapa jika ada konvoi kemenangan persib yang kadang juga memblokade jalan tidak pernah dipermasalahkan oleh warga Bandung.

Indonesia
49
365
1.5K
144.2K
new account
new account@Aapputra22·
tim batur bisa siga kieu oge teu nya?
new account tweet media
Indonesia
41
28
773
31.4K
Malgath Cargeiros
Malgath Cargeiros@Cargeiros·
Wajar atuh, maneh ge ari Suku Sunda ari nempo di gogoreng ge masih ngadat. Padahal eweuh nu ngagorengkeun Suku lain oge.
badoey@arfar_pas

@Purtoo277 @TalonXBT Gedeg aja gue liatnya perasaan yg di jelekin suku sunda mulu walaupun gue bukan warga jabar padahal sama aja mau sunda,jawa,dll kalau yang namanya males ya males aja

Indonesia
0
0
0
15
Malgath Cargeiros
Malgath Cargeiros@Cargeiros·
@mam00llll Yah begitulah😂 caranya, coba pake Hero yg kamu kuasai, walaupun kamu bisa 1 hero atau 2 hero. Biar engga dikata katain, cari role yg aman, kayak MM, atau Mage 😂
Indonesia
1
0
0
18
mamoww
mamoww@mam00llll·
kenapa orang" di ml tu jahat banget yaa Ya Allah.. ak emang ga jago, gapapa dikata"in tp tolong jgn doain yg jelek jelek apalagi mereka doain orang tuaku meninggal
Indonesia
2
0
0
23
Malgath Cargeiros retweetledi
Cigarettes After Sex
Cigarettes After Sex@CigsAfterSexx·
i love the way you made me feel & i don’t care why no, i don’t care why
English
11
528
2K
46.8K
Malgath Cargeiros
Malgath Cargeiros@Cargeiros·
@SnaiperMask Sudut pandang, apalagi kalo anda cowo apalagi tidak menarik, cewek juga ga bakal masuk ke live, eh bentar emang cewek ada yg masuk live cowo. Coba yg live nya cewek, atau cewek yg buat konten lagi bertani, berkebun pasti banyak 😂
Indonesia
1
0
0
444
Sobat Centang Bluefilm 👻
Lihat live cewek Vietnam asik juga, soalnya live mereka berkebun, bertani 😂, live cewek Indonesia kebanyakan di mall dan kamar, beneran cewek Vietnam kek desa banget mereka alias berkebun lalu kasih makan ternak, asik aja liatnya
Indonesia
7
11
75
4K
Malgath Cargeiros retweetledi
BandungBergerak
BandungBergerak@BdgBergerakID·
Aktivis dan masyarakat umum melakukan unjuk rasa mengecam Israel di Bandung, Selasa, 19 Mei 2026. Israel mencegat beberapa kapal relawan kemanusiaan internasional dari Global Sumud Flotilla di Laut Siprus, termasuk sembilan orang Warga Negara Indonesia. Fotografer: Prima Mulia
BandungBergerak tweet mediaBandungBergerak tweet mediaBandungBergerak tweet mediaBandungBergerak tweet media
Indonesia
2
86
176
2.5K