Afaf D. Putra retweetledi
Afaf D. Putra
2.5K posts

Afaf D. Putra
@Chaste_2
Tukang ketik surat
Jawa Timur, Indonesia Katılım Eylül 2017
239 Takip Edilen35 Takipçiler
Afaf D. Putra retweetledi

@zanatul_91 Ke siapa aja asal jangan ke pemerintah, nanti malah di-gaslight.
Indonesia
Afaf D. Putra retweetledi

Tiga pertanyaan untuk Mendikti soal LPDP digembleng TNI:
1. Sejak kapan warga sipil yang lolos IELTS, esai, dan wawancara LPDP dianggap kurang disiplin?
Mereka bahkan menghitung sendiri pajaknya tiap tahun di SPT, sesuatu yang (mungkin) prajurit tidak diwajibkan lakukan dengan kerumitan yang sama.
2. Sejak kapan warga yang pajaknya dikorupsi bertahun-tahun tapi tetap bayar PPN setiap belanja dianggap kurang berkebangsaan?
3. Kalau tujuannya supaya awardee balik ke Indonesia, kenapa solusinya pelatihan baris-berbaris dan bukan perbaikan ekosistem riset, gaji dosen, dan kepastian karier akademik di dalam negeri?
Yang bikin doktor enggan pulang itu bukan kurang nasionalisme. Tapi karena kurang lab, kurang dana riset, dan kurang penghargaan.
Kalau pemerintah serius ingin awardee pulang dan berkontribusi, cobah perbaiki ekosistem akademik dalam negeri.
Itu jauh lebih sulit, dan jauh lebih dibutuhkan.
Menurut saya, mengirim calon master dan doktor ke barak untuk diajari “kebangsaan” itu membalik logika.
Yang lazim di banyak negara: kadet militer yang dikirim ke kampus, bukan sebaliknya.
Jangan remehkan warga sipil yang duitnya bocor terus tapi masih setia bayar pajak.
Lagian, tokoh-tokoh kebangsaan terbesar republik ini sebagian besar sipil. Hatta, Sjahrir, Sukarno muda, Kartini, Tan Malaka, Agus Salim.
Tidak satu pun dari mereka yang nasionalismenya dibentuk di barak.
Mereka jadi nasionalis karena membaca, berdebat, hidup di pengasingan, dan berhadapan dengan ketidakadilan kolonial.
Bukan karena baris-berbaris.
😬

Indonesia
Afaf D. Putra retweetledi

Sebelum pensil grafit menjadi umum di abad 19, anak-anak belajar menulis menggunakan batu tulis (slate) dan kapur, atau pena bulu yang dicelup tinta. Ketika pensil mulai populer, banyak pendidik (konservatif) protes keras dengan alasan: "Kalau anak bisa menghapus kesalahannya dengan mudah, dia tidak akan pernah belajar berpikir matang sebelum menulis."
Argumennya sederhana tapi menarik: kesulitan adalah bagian dari pembelajaran. Ketika tinta tidak bisa dihapus, anak dipaksa untuk merencanakan kalimat di kepalanya, mempertimbangkan struktur, baru menulis dengan hati-hati. Pensil dengan penghapus dianggap "memanjakan" dan membuat anak ceroboh.
Yang ironisnya, perdebatan ini muncul lagi dalam bentuk modern setiap kali ada teknologi baru:
-> Kalkulator dilarang karena "merusak kemampuan berhitung"
-> Komputer dilarang karena "merusak tulisan tangan"
-> Wikipedia dilarang karena "merusak riset"
Dan sekarang, tools AI seperti ChatGPT dilarang karena "merusak kemampuan berpikir".
Pola yang sama terus berulang sepanjang sejarah pendidikan. Setiap teknologi baru awalnya dianggap ancaman bagi "cara belajar yang benar", sebelum akhirnya diterima sebagai alat yang biasa/dinormalisasi. Penghapus di ujung pensil, yang sekarang kita anggap sangat sepele, dulunya adalah pusat perdebatan filosofis tentang bagaimana manusia seharusnya belajar.
Indonesia

@MuhammadiyinGL @PNS_Ababil Kemarin teman saya cerita kalau punya saudara yang bisa masukkan jadi manager KDMP dengan bayar 60jt.
Indonesia

@senogp Kalimat yang awalnya terdengar romantis kalau ilustrasi gini jadi serem.
Indonesia

Nyimpen orang di buku? Nyimpen orang di buku? Nyimpen orang. Di buku?
Bentar-bentar. Elu kira kita Big Mom.

📚 basebuku@basebuku
📚 Kalian nyimpen orang di buku apa ???
Indonesia

Belajar dari kesalahan orang lain juga bagus agar kita terhindar dari keburukan tersebut.
tempo.co@tempodotco
Prabowo: Banyak Negara Belajar MBG ke Indonesia
Indonesia

@AnKiiim_ Kenapa sih buzzer-buzzer pemerintah ini suka sekali mempermalukan diri sendiri di depan umum?
Indonesia

@OmJ_J3Nggott Kurikulum merdeka mengajarkan fundamental logika berpikir, sedangkan kurikulum lama mengajarkan cara cepatnya. Jangan diadu, tapi dikolaborasikan keduanya sehingga mendapatkan pembelajaran yang mendalam.
Indonesia

Halo :)
Project simulator konsep sains yang aku pengen sudah mulai dibuat nih. Kamu bisa cek di github.com/listyantidewi1…
Sudah ada 70 simulator awal untuk beberapa bidang (fisika, biologi, sosial, komputer, data, kimia bumi dan antariksa).
Contoh simulator yang ada:
-> Model Atom Bohr
-> Conway's Game of Life
-> Prinsip Le Chatelier's
-> Bayes' Theorem
-> Difusi dan Osmosis
-> Efek Dopler
dan lain-lain
Kamu bisa jalanin ini semua secara lokal di komputer kamu untuk bantu kamu belajar atau mengajar mulai dari SMA/SMK hingga perguruan tinggi.




Indonesia
Afaf D. Putra retweetledi

Pelaku tentara
Penuntut tentara
Penasihat hukum pelaku tentara
Hakim tentara
Korban sipil.
Betul-betul “mock trial” yg mengejek akal sehat.
#peradilansesat
Indonesia
Afaf D. Putra retweetledi
Afaf D. Putra retweetledi

PENGUMUMAN GUYS,
Untuk guru Non-ASN termasuk honorer, saya parafrase ya poin pentingnya:
✅ a. Kalau punya sertifikat pendidik dan memenuhi beban kerja, dapat TPG (2 juta rupiah, kecuali inpassing).
✅ b. kalau punya sertifikat pendidik tapi gak memenuhi beban kerja tetep dapat insentif dari Kemdikdasmen
✅ c. kalau belum punya sertifikat pendidik tetep dapet insentif dari Kemdikdasmen
Poin b dan c ini melegakan ya. Yang misteri cuma 1, itu b dan c, berapa insentifnya, punten 🙏😊


Indonesia
Afaf D. Putra retweetledi

Terdengar empatik, tapi bodoh.
Gini lho bu menteri, kecelakaan kereta itu nggak selalu tabrakan depan-belakang.
Jika terjadi anjlokan akibat masalah wesel atau patah rel, gerbong tengah yg justru bisa mengalami efek teleskopik yg juga sangat mematikan.
Lagian gini lho, ini soal crowd management. Gerbong khusus perempuan itu di ujung tujuannya membantu memisahkan arus penumpang laki2 dan perempuan sejak di peron stasiun. Jika gerbong khusus perempuan diletakkan di tengah, bakal sangat kacau saat jam2 sibuk.
Kalau solusinya cuma pindah gerbong, menjauhkan satu kelompok dari zona bahaya berarti secara menteri ini sangat sadar utk menempatkan kelompok lain (laki-laki dan penumpang umum) di zona maut.
Benar2 komentar nggak etis dalam konteks keselamatan publik. Bukannya ngepush utk meningkatkan standar keamanan, malah pindah gerbong.
Heran, anggota kabinetnya prabowo ini kok banyak banget yg nggak mutu dan absun kek gini.
5tePh3N@P3gEl
Sepertinya dia tidak pernah naik KRL, ini namanya memindahkan masalah bukan memecahkan masalah 🙄
Indonesia
Afaf D. Putra retweetledi

Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya.
Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan.
Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka.
Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻

Indonesia

Hayo kepala sekolahnya siapa nih yg suka nyuruh guru datang sebelum jam kerja dan pulang di atas jam selesai kerja? 😁
nepangkeun@atmawiratna
Boomer sama milenial ini pada paham ga sih kalo kerjaan sampe terus-terusan overtime (padahal bisa kelar lebih cepet) itu tandanya ga kompeten, bukan rajin..
Indonesia
Afaf D. Putra retweetledi

Yang berada di sekitar lokasi dan punya fleksibilitas waktu. Yuk bantu dukung mas Ibam. Bismillah.
#KawalIbam #BebaskanIbam

Indonesia
Afaf D. Putra retweetledi

Kalian bisa rasakan kesalnya jadi mbak Asfin?
Belajar, sekolah, advokasi, berdebat spesifik pasal dalam koridor “hukum” sama orang yg modal “menurut keyakinan saya”
Nanti dibilang defisit pengamat, tapi yg dikirim dan dibayar pake pajak kita modelan begitu
Asyem.
Rima Purwasih@rimapurwasih
sekuritisasi. provokasi. eskalasi. mobilisasi. ngomong apaansi?
Indonesia
Afaf D. Putra retweetledi

Kalo data bocor, pemerintah bisa didenda ga? Ga bisa ya? Yaudah gpp. Data bocor pasti kita juga yg disalahin kan?
Yaudah, kita bayar pajak aja. Oke gas!
tempo.co@tempodotco
Kemendagri Usul Denda untuk E-KTP Hilang tempo.co/politik/kemend…
Indonesia







