@LambeSahamjja Goblok kabeh yak
Wajar cuman BJ Habibie yg bisa nurunin Rupia ke 6000🤣
Apa yg diharap dari Tentara?
Btw, kanapa Lee kwan Yeuw panggil Perdana Menterinya?
Emang doi siapa???
🤔
Goh Chok Tong🤣🤣🤣
Dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Singapura, Soeharto menjumpai sang pemimpin Singapura, Lee Kuan Yew.
Soeharto pun mendadak bertanya, kenapa Singapura bisa jauh lebih maju dari Indonesia, padahal luas wilayahnya sangat kecil.
Maka Lee Kuan Yew pun memanggil perdana menterinya, Goh Chok Tong, lalu ia bertanya: "Tuan Goh, siapa itu anaknya bapakmu, anaknya ibumu, tapi bukan saudaramu?" Goh lalu tersenyum, dan menjawab: "Tentu saja saya sendiri.".
Setelah puas mendapat jawaban dari Goh Chok Tong, Lee pun kemudian berpaling pada Soeharto dan menjawab pertanyaan yang tadi diajukan olehnya: "Kami bisa maju karena kami memilih orang-orang pintar jadi pengelola negara."
Soeharto pun pulang ke Jakarta. Ia teringat pada percakapannya dengan Lee Kuan Yew, dan menjadi penasaran: apakah ia telah memilih orang pintar jadi pengelola negara. Maka Soeharto pun memanggil menteri setia-nya, Harmoko.
"Pak Harmoko! ada yang ingin saya tanyaken pada anda.". "Monggo pak Presiden!" tukas Harmoko. "Siapakah anak daripada bapakmu, anak daripada ibumu, tapi ia bukan saudara daripada kamu." Harmoko cepat menjawab, "Mohon petunjuk untuk tindak lanjutnya, Pak"
Soeharto agak kesal, tapi ia masih menyimpan harapan. "Coba Pak Harmoko mencari jawabannya ke menteri-menteri lain." Maka Harmoko pun undur diri. Setelah tak memperoleh jawaban dari Soedharmono, Akbar Tanjung, dll; akhirnya Harmoko menemui Habibie. Habibie tertawa saja. "Pak Harmoko, jawabannya adalah saya sendiri!"
Harmoko langsung cerah. Tak lama ia mohon menghadap Presiden Soeharto.Soeharto menyambut dengan senyum permanennya. "Sudah ada jawaban, Pak Harmoko?" Harmoko tak sabar menjawab dengan ceria, "Sesudah saya gali informasi dari berbagai pihak, ternyata jawabannya adalah: Pak Habibie!"
Soeharto mengernyitkan kening. Tapi ia tak ingin mengecewakan bawahannya yang setia itu. "Bagus!. Itu merupaken upaya yang baik. Jawabannya juga sebenarnya mendekati benar. Tapi sayang memang belum 100% benar. Harmoko agak kecewa. "Jadi jawabannya apa, Bapak Presiden?" "Adapun jawabannya," pungkas Soeharto, "Adalah Goh Chok Tong"
sumber: thread eddiesut
@LambeSahamjja Problemnya mendasar,
Untuk Konoha... Setelah Reformasi bukan mjd lbh baik malah menjadi lbh parah.
Para pejabat pemimpin berlomba2 memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.
Mikir negara dan Rakyat maju sejahtera sudah tidak ada lagi. Mlh buat Rakyatnya biar bogoh, dipelihara
@LambeSahamjja Terlepas dari itu...
Dulu, semua diinformasikan transparan seriap bulan ada report di tv, setiap kunjungaan kerja di pesawat, kenaikan bbm diumumkan, sampai harga sayur mayur selalu termonitor di radio seriap hari.
Sekarang mana?
Transparansi telah hilang?
KOMDIGI BERENCANA TEMPUH JALUR HUKUM ATAS PERNYATAAN AMIEN RAIS.
Kementerian Komunikasi dan Digital berencana menempuh langkah hukum terkait pernyataan Amien Rais yang dinilai mengandung hoaks dan ujaran kebencian terhadap Presiden Prabowo.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa pihaknya telah mengkaji pernyataan tersebut dan menemukan indikasi pelanggaran. Karena itu, pemerintah akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, penanganan kasus ini akan mengacu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE, yang mengatur penyebaran informasi bermuatan hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital.
@pl4t_R Mungkin fihak laki laki gak sanggup segitu .Sebenarnya mahar harus di sesuaikan kemampuan si pengantin laki2 . Waktu aku nikah , mahar ku cuma uang 3 juta , cincin emas & seperangkat alat sholat . Alhamdulillah semua keluarga bahagia & setuju . Yg penting sudah sah & berkah .
Seorang pria asal Kebumen berinisial YT (27) membuat keputusan mengejutkan dengan membatalkan pernikahannya tepat saat prosesi ijab kabul akan dilangsungkan.
Awalnya, kedua pihak telah menyepakati mahar berupa:emas seperangkat alat salat
uang tunai sebesar Rp20 juta
Namun, situasi berubah mendadak pada hari pernikahan. Pihak keluarga calon mempelai wanita tiba-tiba meminta agar mahar diubah menjadi Rp45 juta.
Merasa tidak dihargai karena kesepakatan yang sudah dibuat dilanggar secara sepihak, YT pun merasa kecew4. Tanpa banyak bicara, ia memilih meninggalkan lokasi akad dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahan tersebut.
Calon pengantin wanita sempat meminta maaf dan berharap pernikahan tetap dilangsungkan. Sayangnya, keputusan YT sudah bulat. Ia tetap pergi dan membatalkan semuanya..
@Inie_UtyCute Jokowi sayang Aseng dan bikin Aseng subur makmur di NKRI... All Aseng menaruh harapan ke Ahok... Bukti nyata pembangunan PIK isinya Aseng semua...
Amaze banget mendengar kata2 & pesan Ahok di akhir video buat jeck Oslo.
Note :
📌 Teman sejati itu menegur, memukul dengan cinta
📌 Tapi lawan yg jahat akan mencium kita, untuk menghabisi kita.
Tapi kalo di lihat2 memang karakter jeck Oslo itu doyan & mabok pujian sih.
Btw memang yg paling gong kalimat terakhir di video ini sih
@liaasister Kalau ada kekurangan di pelaksanaan, itu jadi bahan evaluasi, bukan langsung dibilang gagal total. Program MBG tetap punya tujuan jelas untuk perbaikan gizi anak dan masa depan generasi. #LanjutkanMBG
@VividProwess Iran gak kekurangan pemimpin. 100 pemimpin Iran Syahid, 1000 pemimpin baru akan siap untuk rakyat Iran. Sesungguhnya Amerika Serikat dan Israel berperang dengan seluruh rakyat Iran, bukan berperang dengan IRGC. Setiap manusia akan mati, tapi semangat tak akan pernah mati!
😁
Guys, fakta baru soal kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur baru saja keluar dan ini jauh lebih mengejutkan dari yang gue bayangkan sebelumnya.
Sopir taksi Green SM yang mobilnya mogok di perlintasan rel malam itu baru kerja 3 hari.
Tiga hari.
Dan sebelum tiga hari itu dia hanya dilatih satu hari.
Apa yang terjadi dalam satu hari pelatihan itu:
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkap langsung isi pelatihan itu. Bukan pelatihan mengemudi yang komprehensif. Bukan simulasi darurat.
Bukan prosedur menghadapi situasi kritis.
Isinya: cara menyalakan dan mematikan mobil.
Cara pakai lampu sein.
Cara parkir.
Itu saja.
Satu hari.
Cara nyalain mobil.
Cara matiin mobil.
Cara parkir.
Lalu tiga hari kemudian dia mengemudikan taksi berbasis listrik asal Vietnam itu melewati perlintasan kereta aktif di salah satu titik tersibuk di Bekasi. Mobilnya mogok di atas rel. Dan 14 orang mati.
Kenapa ini bukan hanya soal satu sopir ini soal sistem yang gagal:
Green SM adalah perusahaan taksi online asal Vietnam yang beroperasi di Indonesia.
Armadanya menggunakan kendaraan listrik yang sistem kelistrikan dan fitur-fiturnya berbeda secara fundamental dari kendaraan konvensional.
Kendaraan listrik punya karakteristik yang perlu waktu untuk dipelajari termasuk bagaimana bereaksi di kondisi tertentu, bagaimana sistem keamanannya bekerja, dan apa yang harus dilakukan ketika kendaraan bermasalah di situasi darurat.
Satu hari pelatihan cara nyalain, cara matiin, cara parkir untuk mengemudikan kendaraan jenis baru di jalanan kota besar adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah diizinkan terjadi.
Dan ini bukan hanya soal Green SM.
Polisi sekarang sedang menyelidiki sistem perekrutan dan standar operasional perusahaan taksi online terkait secara keseluruhan.
Pertanyaannya: apakah ini kelalaian satu perusahaan atau ini cerminan dari lemahnya regulasi dan pengawasan terhadap industri ride-hailing secara nasional?
Pertanyaan yang harus dijawab dan ini yang paling mendesak:
Satu — apakah regulator transportasi Indonesia punya standar minimum pelatihan yang jelas dan terukur untuk pengemudi taksi online?
Bukan hanya syarat SIM tapi berapa jam pelatihan minimum, materi apa yang wajib dicakup, siapa yang mengaudit?
Dua — apakah ada mekanisme verifikasi bahwa standar itu benar-benar dijalankan oleh perusahaan? Atau ini hanya syarat di atas kertas yang tidak pernah dicek?
Tiga — Green SM adalah perusahaan asal Vietnam yang beroperasi di Indonesia.
Apakah ada proses verifikasi bahwa standar operasional mereka memenuhi regulasi Indonesia atau mereka bisa masuk dan beroperasi dengan membawa standar dari negara asal yang belum tentu sesuai?
Empat — kendaraan listrik dengan sistem dan teknologi yang berbeda dari kendaraan konvensional apakah ada regulasi khusus untuk pelatihan pengemudinya?
Atau regulasi kita masih menggunakan framework lama yang dibuat untuk kendaraan berbahan bakar konvensional?
Soal sopir dan ini yang perlu diperlakukan dengan adil:
Polisi menegaskan status sopir saat ini masih sebagai saksi bukan tersangka.
Penyidik masih mendalami berbagai keterangan dan alat bukti sebelum menentukan ada tidaknya unsur pidana.
Dan menurut gue ini penting untuk dijaga.
Sopir ini adalah korban dari sistem yang gagal sama seperti 14 orang yang meninggal malam itu adalah korban dari sistem yang gagal.
Dia diberi pelatihan satu hari untuk mengemudikan kendaraan yang tidak dia kenal sepenuhnya.
Dia dilempar ke jalanan kota besar tiga hari kemudian.
Ketika mobilnya bermasalah di situasi yang tidak pernah disimulasikan dalam pelatihannya tidak ada yang mengajarinya harus berbuat apa.
Tanggung jawab moral yang paling besar ada pada perusahaan yang merekrut tanpa standar yang memadai dan pada regulator yang membiarkan ini terjadi.
Konteks yang lebih besar dan ini yang tidak boleh dilupakan:
Kita sudah bahas sebelumnya tentang perlintasan sebidang yang tidak dijaga, sinyal yang gagal bekerja, infrastruktur kereta yang puluhan tahun tidak diperbaiki menyeluruh.
Rp4 triliun yang baru diumumkan Prabowo setelah 14 orang mati.
Dan sekarang kita tahu ada lapisan masalah lain: perusahaan transportasi yang beroperasi dengan standar pelatihan yang tidak memadai satu hari untuk menyalakan dan mematikan mobil yang kemudian melepas pengemudinya ke jalanan tanpa bekal yang cukup untuk menghadapi situasi darurat.
Ini bukan satu kegagalan.
Ini adalah rangkaian kegagalan sistemik yang bertemu di satu titik malam 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur.
Perlintasan yang tidak aman.
Sinyal yang gagal.
Taksi yang mogok.
Pengemudi yang tidak siap.
Empat faktor yang masing-masing bisa dicegah dan keempatnya tidak dicegah.
Apa yang perlu terjadi sekarang:
Pertama — investigasi terhadap Green SM harus tuntas dan hasilnya dipublikasikan. Bukan hanya soal malam itu tapi soal seluruh standar operasional, rekrutmen, dan pelatihan mereka.
Kedua — Kemenhub harus segera audit standar pelatihan minimum seluruh perusahaan ride-hailing yang beroperasi di Indonesia. Kalau tidak ada standar minimum yang tegas dan terverifikasi ini akan terjadi lagi.
Ketiga — kendaraan listrik sebagai armada transportasi publik perlu regulasi pelatihan khusus yang berbeda dari kendaraan konvensional. Teknologinya berbeda. Pelatihannya harus berbeda.
Keempat — izin operasional perusahaan transportasi asing yang beroperasi di Indonesia harus disertai verifikasi ketat bahwa standar mereka sesuai regulasi Indonesia bukan sekadar syarat administrasi di atas kertas.
Satu hari pelatihan.
Tiga hari kerja.
Empat belas orang mati.
Sopir itu tidak lahir dengan niat membahayakan siapapun.
Dia adalah seseorang yang mencari nafkah yang kemudian dilempar ke situasi yang sistem tidak pernah mempersiapkannya untuk menghadapi.
Yang harus bertanggung jawab adalah mereka yang membangun sistem itu yang memutuskan bahwa satu hari pelatihan cukup, bahwa tiga hari sudah siap jalan, bahwa tidak perlu simulasi darurat, bahwa tidak perlu standar yang lebih ketat.
Dan pertanyaan yang harus dijawab regulator adalah: sudah berapa lama ini berlangsung di seluruh industri bukan hanya di Green SM?