@Deejay_qq@LambeSahamjja Yaelah bocil dungu sok pinter, coretax itu program paksaan WEF buat jerat keuangan masyarakat, nanti semuanya dipajaki bahkan uang digital lu yang disimpan di digital ID bank HP kena potongan pajak, di Amerika dan sebagian negara Eropa sudah pada menolak
Raymon Chin bilang Prabowo sama adiknya, Hasyim Joyo Hadi Kusumo, lagi nyiapin proyek gede bernama Internet Rakyat lewat perusahaan mereka, PT Solusi Syergi Digital Tbk (WII).
Menurut Raymon, ini bukan sekadar gimmick politik doang karena mereka dapet modal besar dari investor Jepang sekitar Rp4 triliun, dan targetnya jelas rumah-rumah yang belum punya internet kabel, khususnya di Pulau Jawa, Papua, dan Maluku, yang totalnya nyumbang sekitar 60% populasi Indonesia.
Strateginya unik banget.
Pertama, mereka pakai frekuensi 1,4 GHz yang bisa tembus tembok, jadi sinyal nyampe rumah tanpa kabel fiber mahal.
Kedua, backbone kabelnya ditanam di jalur rel kereta api, yang aman, lebih pendek, murah, dan eksklusif.
Terus, mereka pakai teknologi FWA (Fixed Wireless Access), jadi satu pemancar bisa langsung ngirim sinyal ke ratusan rumah, bikin biaya infrastruktur turun drastis makanya internet 100 Mbps cuma Rp100.000 per bulan jadi masuk akal.
Raymon bilang juga, target pasar Internet Rakyat itu rumah tangga biasa yang butuh internet unlimited buat streaming YouTube, video call, browsing, bukan buat gamer hardcore atau trader saham yang butuh koneksi super stabil.
Strategi ini mirip Jio di India, yang dulu bikin internet murah, akuisisi jutaan pelanggan, bikin kompetitor ketar-ketir, dan akhirnya harga internet turun drastis. Kalau Internet Rakyat ini jalan lancar, provider lama bakal ketar-ketir, harga internet rumah turun signifikan, dan penetrasi internet di Indonesia bisa melejit.
Tantangannya, Raymon Chin tekankan, tetap ada konsistensi speed pas jam ramai, pengaruh cuaca, dan layanan pelanggan harus oke buat handle keluhan banyak orang.
Tapi kalau semuanya sukses, proyek ini bisa jadi revolusi internet murah di Indonesia dan konsumen yang paling diuntungkan.
@LambeSahamjja Tujuannya internet murah ke pelosok adalah untuk agenda great reset 2030 dimana nanti semua manusia dikontrol pakai HP mulai dari digital ID/KTP digital, uang digital, coretax, sertifikat vaksin, dan perilaku bermedia sosial, kalian akan dikekang oleh sistem Dajjal
@myxeria@redyulmyeon@CommuterLine@CurhatKRL dari 2015 udh ada kali krl dari inka, hasilnya gagal, ga bisa ngikutin ritme jabodetabek, dipindah ke jalur priuk, dan terakir klo ga salah dipindah lagi ke jalur jogja-solo..intinya dulu gagal, masa skrg masih gagal juga
@redyulmyeon@CommuterLine@CurhatKRL Tanpa mau dukung siapa2, klo dari gw disamping sabar kita emang perlu push/up lagi hal kayak gini di medsos biar para engineernya peka.
Kenapa? Walaupun gw gak cari tahu, tapi awal2 org jepang ama tiongkok mulai produksi kereta pasti juga ngerasain apa yg kita rasain skrg.
Ya Allah ini kereta bapuk banget sumpah, belom bisa berangkat krn pintunya ga bisa ditutup lagi donk. @CommuterLine@CurhatKRL
Bukannya ga cinta buatan dalem negeri tapi nyatanya kualitasnya masih jauuuuuuhh dr KRL China ama Jepang.
@yuliiadhitya Selamat sore Kak. Sempat terdapat gangguan operasional diantara Stasiun Palmerah-Kebayoran, saat ini telah selesai penanganan petugas. Perjalanan Commuter Line dilayani normal kembali dan dalam proses penguraian kepadatan di lintas. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, tks.
Dalam masa perang apakah masih ada hak bantah, menolak ikut berjuang mempertahankan negara dengan alasan demokrasi? apalagi dalam konteks membela negara?
Kalau soal bayar pajak, kami yg tentara kan juga bayar pajak, dan yah memang akan balik lagi sebagai gaji meskipun yg menerima ga cuma TNI, ada pegawai lain dari pusat sampai pedesaan yg ikut menerima gaji tersebut. Hal ini akan terus jadi nyinyiran bahwa TNI itu digaji dari pajak yg dibayarkan oleh rakyat. Lha TNI itu kan juga rakyat yg juga bayar pajak.
Kembali lagi ke konsep pertahanan semesta, kalau misalkan nih terjadi perang dan seluruh rakyat tanpa terkecuali diwajibkan ikut bela negara, apakah anda akan ikut serta?
Kadangkala, dalam situasi seperti ini, keluar pemikiran pribadi saya, "lha kemarin mau nambah alutsista dinyiyirin, katanya mau perang lawan siapa. Ada juga yg bilang bukan suatu hal yg urgent untuk upgrade alutsista, dll. Tapi dengan perkembangan situasi dan kondisi saat ini, mereka yg dulu nyinyir saat negara kita mau upgrade alutsista kembali nyinyir, kita bisa apa dengan alutsista yg ada? Dan pertanyaan2 lain yg intinya pokoknya salah."
Bahkan tepung serba guna juga bisa jadi serba salah.
Saya justru lebih respek ke teman2 formil yang berani memberikan usul saran untuk kemajuan pertahanan kita. Bukan cuma sekadar bilang "halah, kita cuma punya barang bekas kok", tapi dengan pengetahuan yg mereka punya, mereka bisa usul bagaimana mencapai suatu kondisi minimum ideal utk pertahanan dengan kondisi yg ada.
Hai, Kak.
Pertama, pastikan status faktur tersebut adalah approved. Lalu, silakan klik menu edit kembali dan pilih masa pajak pengkreditkan yang diinginkan.
Kemudian, saat ini terdapat kendala terkait pengubahan masa pajak pengkreditan. Jika status faktur adalah approved dan tidak dapat mengubah masa pajak pengkreditan, maka silakan memeriksa/mencoba kembali pengubahan masa pajak pengkreditan secara berkala.
Tks*Rtra
Pagi min @kring_pajak ini coretax nya kenapa ya?
Saya mau upload fp masukan bulan April 2025, saat edit mau ganti Masa Pajak dikreditkan ke Mei 2025 kok tidak bisa?
Kolom nya mati tidak bisa diubah
Hai, Kak.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.
Untuk format XML dapat Kakak cek pada laman: pajak.go.id/reformdjp/core… ya, Kak.
Silakan menggunakan format tersebut dan impor ulang. Jika masih mengalami kendala yang sama, silakan lakukan hal berikut sebelum mengakses Coretax:
1. clear cookies dan cache pada browser,
2. gunakan jendela penyamaran (private/incognito window),
3. gunakan jaringan internet, browser atau perangkat lain,
4. coba berkala.
Tks*Ptri
@kring_pajak@Ayah_Neyza Konsep ngawur @kring_pajak ,masa si pemberi pengasilan yg nerbitin faktur pajak, terus yg nerima hadiah harus setor balik ppn nya gitu? Ngaco..terima duit tapi dipotong ppn wkwkw
Hai, Kak.
Berarti posisi Kakak adalah pihak yang menerima Barang Kena Pajak (BKP) tersebut ya, Kak? Jika iya, maka dari sisi pihak penerima hadiah, tidak perlu menerbitkan Faktur Pajak. Arahnya, yang menerbitkan Faktur Pajak adalah pihak yang melakukan pemberian hadiah tersebut (apabila pihak yang melakukan pemberian hadiah tersebut adalah PKP).
Tks*Kbar
Siang kak @kring_pajak . Mohon arahannya, perusahaan saya menerima hadiah dari rekanan sehubungan dengan pekerjaan dan dari rekanan membuatkan bupot PPh 23 dgn tarif 15%. Mengingat kami sebagai WP yg sudah PKP, apakah kami wajib menerbitkan faktur pajak? Terima Kasih
Hai, Kak.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.
Saat ini tidak tersedia filter berdasarkan lawan transaksi ya, Kak. Silakan dapat melakukan filter berdasarkan nomor dokumen, tanggal dokumen, judul dokumen atau jenis dokumen.
Jika berkenan melakukan pengecekan status bukti pemotongan, silakan tetap mengunduh bukti potong yg diterima terlebih dahulu.
Tks*Siwi
Hi @kring_pajak
Kalau kita dapat bupot BPPU dari lawan transaksi atau kita sebagai pihak yang dipotong. Nah ini keliatan ga si min kalau bupot tersebut dihapus atau diubah?
Terima kasih.
@kring_pajak@Firdausyi_N Tau, tapo taunya itu bupot dari siapa gimana? Harus didonwload dan buka 1-1 dulu kan? Kalau ada 1000 bupot diterbitkan bbrp lawan transaksi , gmana?
Hai, Kak.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Silakan coba ikuti langkah di atas, lalu Filter atau Sort kolom Jenis Dokumen, pilih Bukti Potong PPh Unifikasi (BPPU)
lalu silakan dipilih Unduh Bupot dan cek status di kanan atas, "Normal, Pembetulan atau Dibatalkan" ya, Kak.
Tks*Hayu
@kring_pajak@Firdausyi_N Cari nya gmana? Disitu ga ada filter npwp lawan transaksi, terus kan intinya ttp harus dapet nomor bukti potong nya dari lawan transaksi, terus canggih darimana nya ini coretax? Malah makin muter langkah nya
Hai, Kak.
Bukti potong BPPU yang telah diterbitkan oleh pemotong/lawan transaksi melalui Coretax dapat Kakak cek melalui menu Portal Saya > Dokumen Saya > kemudian cari BPPU (Bukti Potong PPh Unifikasi) > klik unduh.
Pada bagian kanan atas dari dokumen BBPU tersebut tercantum untuk status bukti potongnya apakah normal/diganti/dibatalkan ya, Kak.
Tks*Anda
Berhubung hari ini dibulan ramadhan aku ulang tahun maka 1 orang beruntung bakal kasih aku Honda Civic VTIS Manual Tahun 2005 Surat Lengkap Pajak Hidup kondisi ganteng siap mejeng dan luar kota
Syaratnya :
- Reply Done
- Retweet
- Follow juga boleh
End malam ini, Good Luck!