Eva Tarida
97.8K posts

Eva Tarida
@Evatarida
Your favorite itsy bitsy teenie weenie girl • Nggak suka pedas • Tea & Nasi Goreng • Milanista • Been watching #TBBT since 2015, and can’t stop
INDONESIA Katılım Ağustos 2009
1.1K Takip Edilen808 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi

Mumpung isu KS lagi panas, ada baiknya kita mengingat lagi kejahatan seksual terbesar di sejarah Indonesia.
Kejahatan itu ialah Pemerkosaan Massal Mei 1998.
Pada Mei 1998, AsiaWeek melaporkan suatu mobilisasi preman yang raksasa.
Gerombolan-gerombolan preman, bandit, rampok, dan penyamun dari hutan-hutan Lampung dan Timor Timur didatangkan dalam jumlah besar pakai pesawat kargo dan kereta ke Jakarta.
Secara terencana, gerombolan preman dalam jumlah sangat besar digerakkan di seluruh wilayah Jakarta untuk menciptakan bencana kemanusiaan masif dan meluas.
Hasilnya sangat ekstrem.
Selama tiga hari nonstop, terjadi perburuan manusia di Jakarta.
Gerombolan preman dalam jumlah besar menyerbu kampung yang didiami mayoritas suku Tionghoa, mengepung gang, memasuki rumah orang random, memukuli ibu-ibu random penghuninya dengan sadis sampai mati, menelanjanginya, memerkosanya, membakarnya, membakar rumahnya, mencuri sofa dan kulkas dan TV dan lemari bajunya. Seluruh keluarga si ibu-ibu juga mati dibantai.
Kemudian gerombolan preman itu pindah ke rumah sebelah. Lalu setiap rumah di situ. Lalu ke kampung sebelah.
Ribuan orang mati dibantai.
Di jalanan Jakarta, perempuan diperkosa bergilir oleh massa dan dipukuli dengan sadis sampai mati dan rusak dengan mengerikan.
Gerombolan pencuri, penyamun, pemerkosa, dan pembunuh dalam jumlah sangat besar merongrong dan meneror seluruh wilayah Jakarta selama tiga hari nonstop.
Tidak ada aparat. Tidak ada kabar tentang apakah besok pemerkosaan massalnya sudah selesai atau masih lanjut. Soeharto lagi entah di mana di luar negeri. Orang capek.
The Rape of Jakarta.
Inilah "KS" terbesar di sejarah Indonesia. Ketika Nanking diperkosa penjajah, Jakarta malah diperkosa bangsanya sendiri, secara harfiah.
Siapapun yang bertugas melindungi Jakarta saat itu jelas gagal total.
Ternyata, di Jakarta saat itu ada tiga pasukan aktif yang besar:
1. Kostrad
2. Kodam Jaya
3. Kopassus
Pertahanan Jakarta praktis menjadi tugas mereka yang sama sekali tidak boleh gagal.
Kalau Jakarta sampai jatuh ke tangan musuh, merekalah yang tanggung jawab, karena gagal dalam tugasnya.
Kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa melindungi Jakarta dari musuh?
Oleh karena itu, semua anggota ketiga pasukan ini sudah bersumpah prajurit untuk melindungi rakyat tanpa gagal, bahkan jika harus mati sekalipun.
Selama tanggal 13-15 Mei 1998, ketiga pasukan ini ngapain aja?
Apa yang saat itu mereka lakukan untuk melindungi rakyat?
Selama tiga hari, para tentara ini nggak cuma gabut nontonin ratusan perempuan diperkosa bergilir dan dipukuli sampai rusak dan mati oleh massa, kan?
Tentu, tentara hanya mengikuti perintah.
Apa yang komandan-komandan ketiga pasukan lakukan selama 13-15 Mei? Apakah mereka memerintahkan pasukannya untuk melindungi rakyat?
Siapa sih komandan-komandannya saat itu?
Oh, berarti muncul 3 nama:
1. Pangkostrad saat itu
2. Pangdam Jaya saat itu
3. Pangkopassus saat itu
Tiga manusia inilah yang bertugas melindungi Jakarta selama 13-15 Mei 1998. Merekalah yang pegang pasukan.
Siapakah nama-nama ketiga orang yang spesifik itu? Tentu saja tidak boleh gw sebut.
They-Who-Must-Not-Be-Named.
Ikan busuk dari kepala. Kalau Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus entah mengapa bisa-bisanya kompak gagal bersamaan, tiga orang inilah yang harus minta maaf sebagai pemimpin.
Tiga orang inilah yang harus minta maaf karena kicep gagal mencegah pemerkosaan dan pembantaian di Jakarta oleh gerombolan preman, termasuk oleh gerombolan preman dari hutan Timor Timur.
tempo.co@tempodotco
Terima Hercules di Kantornya, Seskab Teddy: Kawan Lama
Indonesia
Eva Tarida retweetledi

Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi

@RealEmirHan From that wild first scene in Jamón Jamón to still calling her ‘amazingly fucking beautiful’ decades later… cinema history done right
English
Eva Tarida retweetledi

@RealEmirHan This is the kind of love that makes you believe in soulmates. From Jamón Jamón in '92 to still calling her "amazingly fucking beautiful" decades later…
English
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi

TAHU GAK?
Doraemon sudah bareng Nobita selama 80 tahun. Sebelum meninggal, Nobita bilang ke Doraemon, "Setelah aku pergi, kamu harus balik ke tempat asalmu."
Doraemon setuju.
Setelah Nobita meninggal, Doraemon pakai mesin waktu buat balik 80 tahun ke masa lalu dan bilang ke Nobita kecil:
"Halo Nobita, namaku Doraemon. Gak peduli berapa kali aku dikasih kesempatan, aku tetap mau ketemu sama kamu lagi. Karena tempatku memang ada di sampingmu
Indonesia
Eva Tarida retweetledi

⚠️ WE GOT YOU!
Salah seorang pegawai kubangan lumpur (espepege) Pasirwangi 001, Ujungberung, melakukan live stream via TikTok sembari petantang-petenteng dan merokok.
Jika pihak espepege menganggap ini adalah pencemaran nama baik, kami tantang pihak espepege untuk membuat laporan kepolisian. 🫵🏻

Indonesia
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi

The strongest El Niño in 150 years? Yes, it’s legitimately possible. Not hype. In fact, the “median” forecast for December of all of our computer models combined is slightly “above” the biggest event we know of back in 1877. (+2.9 vs +2.7 using ONI) While this peak intensity may or may not occur, all signs are pointing to a Super El Niño - a “natural” oscillation. That will expel stored heat from the deep Tropical Pacific - on top of significant longterm warming - heating Earth to record levels not measured before in late 2026-2027, powering extreme heat waves, droughts, and rain storms… while also suppressing Atlantic hurricane season 1/
#ElNino #extremeweather #science
English
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi
Eva Tarida retweetledi






















