Fadhil

704 posts

Fadhil banner
Fadhil

Fadhil

@Fdhilonn

Katılım Ocak 2025
74 Takip Edilen2.2K Takipçiler
Fadhil retweetledi
Not into Finance
Not into Finance@notintofinance·
Capital market itu kan ngga bergerak by absolute numbers, tapi spread. Global fund manager itu biasanya mantau spread SBN 10 Tahun (INDOGB) sama US Treasury 10 Tahun. Spread = Yield INDOGB - Yield US10Y Asing biasanya butuh spread minimal 200 - 250 basis poin (bps), sekitar 2% - 2,5% buat nutup risk invest di Indonesia, itu udh termasuk currency risk, liquidity risk, dll. Kalo US10Y naik ke 4.6% tapi SBN nya di 6.5%, spread nya kan mengecil jadi 190 bps. Di titik ini algo trading institusi otomatis langsung sell di IHSG sama domestic bonds. Kalo asing cabut sebenernya bukan satu satunya alasan IHSG turun. Kalo secara fundamental, naiknya US Treasury yields ngerusak valuasi perusahaan lewat teori Discounted Cash Flow. Kalo yield US Treasury naik kan berarti BI terpaksa naikin BI Rate biar Rupiah ngga turun dalem. Nah BI Rate yang lebih tinggi naikin Cost of Equity sama Weighted Average Cost of Capital (WACC) buat emiten di IHSG. Nah sekarang kita liat 3 data real time ini, US10Y (4,597%), SBN 10 Tahun (6,851%), dan CDS 5 Tahun (86,80), ini confirm mengenai capital outflow yang sedang menghantam domestic market. Global fund managers’ maths is very simple yet deadly, dari data itu kita bisa menghitung yield spread antara Indonesian bonds dan US bonds. 6,851% (SBN) - 4,597% (US10Y) = 2,254% atau 225 basis poin (bps). Angka 225 bps ini ada di psychological threshold yang sangat tipis. Historically, investor asing butuh spread ideal di atas 250 - 300 bps buat merasa aman megang aset Rupiah. Ketika spread menurun ke kisaran 225 bps, return compensation itu dianggap ngga sesuai sama currency risk. Hal ini secara otomatis memicu algoritma institusi asing buat ngelepas kepemilikan SBN mereka. Coba kita perhatikan persentase kenaikan harian di SBN dan CDS. Keduanya naik secara bersamaan. Yield SBN naik +2,12% ke 6,851%. In the bond market, yield yang naik tajam berarti harga obligasi lagi turun karena dibuang (sell off) secara masif ke market. CDS naik +2,03% ke 86,80. Indonesian debt default risk insurance costs naik secara proporsional. Korelasi positif antara naiknya yield SBN dan CDS ini membuktikan kalo penurunan market bukan cuma karena technical correction, tapi karena adanya kenaikan Risk Premium di mata asing. Kenaikan risiko ini ngga cuma berasal dari tekanan The Fed (faktor eksternal), tapi juga merupakan gambaran kekhawatiran investor terhadap potensi naiknya defisit anggaran pemerintah atau risiko fiskal domestik lainnya yang dapat menekan stabilitas makroekonomi ke depannya. Intinya, karena US10Y bertahan di level 4,59% akibat inflasi US yang tinggi. Ditambah yield spread 225 bps terlalu kecil dan risiko fiskal CDS naik ke level 86,80, asing ngejual SBN yang endingnya membuat yield domestik naik ke 6,851%. Uang hasil penjualan obligasi bernilai triliunan Rupiah ini ditukar ke USD buat dibawa keluar. Aksi borong USD ini membuat nilai tukar Rupiah turun. Liquidity mengering dari sistem perbankan. Yield SBN di 6,8% bakal naikin Cost of Funds perbankan dan emiten di IHSG, pressuring profitability, dan secara valuasi langsung nurunin target harga saham saham di IHSG. — Koboy Gurun, NiFi Team
Not into Finance tweet mediaNot into Finance tweet mediaNot into Finance tweet media
Indonesia
16
203
689
48K
Fadhil retweetledi
Michael Burry Stock Tracker ♟
Breaking: Leopold Aschenbrenner just filed his Q1 2026 13F Here's everything you need to know about his recent 13F Top 10 positions: 1. VanEck Semiconductor ETF $SMH [Put] — $2.04B 2. Nvidia $NVDA [Put] — $1.57B 3. Oracle $ORCL [Put] — $1.07B 4. Broadcom $AVGO [Put] — $1.01B 5. Advanced Micro Devices $AMD [Put] — $969M 6. Bloom Energy $BE — $879M 7. SanDisk $SNDK — $724M 8. Micron $MU [Put] — $584M 9. CoreWeave $CRWV — $556M 10. Taiwan Semiconductor $TSM [Put] — $535M New positions: • $SMH, $NVDA, $ORCL, $AVGO, $AMD, $MU, $TSM, $ASML, $INTC, $GLW — all puts • $MU [Call] — $422M • $TSM [Call] — $355M • $SNDK [Call] — $389M Biggest adds: • CleanSpark $CLSK: +648% shares • Riot Platforms $RIOT: +87% shares Biggest trims: • CoreWeave $CRWV [Call]: -83% shares • Bloom Energy $BE: -36% shares Full exits: • Intel $INTC [Call] — was $747M • Lumentum $LITE — was $479M • EQT Corp $EQT — was $133M • Tower Semiconductor $TSEM — was $85M Summary: He kept his AI infrastructure longs and opened $8.45B in new puts against tech and semiconductor
Michael Burry Stock Tracker ♟ tweet mediaMichael Burry Stock Tracker ♟ tweet media
English
320
798
8K
3.5M
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
@BiIIyf Bedanya HPAM disini yang maju rekasadananya~~ ngeri kali~~
Indonesia
0
0
2
3.6K
-
-@BiIIyf·
@Fdhilonn Polanya sama kayak SSIA akumulasi pelan2 lewat Chadra Asri & HPAM
Indonesia
1
0
1
4.2K
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
Siapa sangka~~
Fadhil tweet media
Indonesia
5
12
195
46.9K
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
Beli Dollar pake Rupiah Jajannya juga pake Rupiah Mau beli Dollar, Dollar Singapura pakai rupiah ya bayarnya~~~
Indonesia
1
2
5
623
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
@RashkaLLC Tapi Trader Naganya Pak Suwantara Leveragenya ampuuuunn fulll rata kanan semua 🤣🤣
Indonesia
1
0
5
906
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
Kalo gaya komunikasinya Presidente kayak gitu kayaknya gak perlu di Timpa dah, di repost aja juga kayak Timpaan isinya
Indonesia
2
2
15
1.6K
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
@iPopBase Coba pake PF Goceng min biar gak ada semutnya
Indonesia
0
0
0
1.9K
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
Ini sebenernya pesannya baik, belilah saham yang productnya di kenal, saya gak tau kala itu narasi komplitnya bagaimana soalnya sering di potong. tapi seharusnya pointnya adalah Valuasi, SIDO yang revenuenya anjlok, saya rasa bukan pilihan yang baik…apalagi sudah menjadi market leader. Jika saya holder SIDO dari tahun lalu, saya sih gak akan segan segan switching~~~ saya gak pernah berani ambil resiko market leader yang revenuenya anjlok….sebagus apapun neracanya. yang lebih tepat mungkin beli lah saham yang productnya kamu kenal di valuasi yang cukup baik dan pantaulah bisnisnya berkala… Segede apapun dividendnya klo bisnisnya gak growing~~ petaka itu.
manggitgaris | Your Technical Analyst@manggitgaris

Anak kampus sekarang makin cerdas, udah ga kemakan propaganda "belilah saham yang kalian kenal & pakai produknya" Pemateri jadi harus makin kreatif buat menyelaraskan materi dan kondisi ril di market kek apa Tapi kasian juga ya $SIDO sampe balik lagi ke harga 7 tahun lalu

Indonesia
2
1
12
1.4K
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
@bigdigjohnny Denger denger M di Blok M itu Mulyono, bener ya pak?🤨
Indonesia
1
0
1
497
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
@wiyokooo Untung saya hari hari asbun aja
Indonesia
0
0
0
381
Fadhil
Fadhil@Fdhilonn·
@writingtorch PE 50 di haka dengan bisnis yang gak bisa ekspansi keluar sih, crazyy~~
Indonesia
0
0
1
87
Torch
Torch@writingtorch·
@Fdhilonn yes mas kek UNVR kala itu
Indonesia
1
0
0
94